Jumat, 03 Februari 2012

Ingin Bayi Anda Tumbuh Cerdas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ibu hamil yang banyak makan ikan memiliki kemungkinan lebih besar memiliki anak cerdas dan pandai bergaul. Suatu penelitian yang dibiayai Uni Eropa mengemukakan ibu hamil yang banyak makan tuna, sarden dan salmon akan melahirkan bayi yang punya kemampuan bagus dalam berbagai tes keterampilan dan kecerdasan. Para peneliti Spanyol memeriksa dua ribu perempuan pada kehamilan pekan ke-20 dan setelah mereka melahirkan. Para ibu itu ditanyai soal makanan dan mereka menjalani tes darah untuk mengetahui tingkat omega-3 dan omega-6. Bayi mereka dites kecerdasan verbal dan keterampilan motorik serta kemampuan bersosialisasi. Ternyata, ibu yang mengkonsumsi ikan-ikan tersebut saat hamil, punya anak yang nilai tesnya tinggi. Para peneliti dari University of Granada menyimpulkan bahwa Omega-3 membantu perkembangan otak dan mata janin. Hasil penelitian yang dimuat American Journal of Clinical Nutrition juga mengemukakan Omega-3 mengandung DHA yang merupakan komponen utama sel otak dan membran. "Jumlah DHA yang dikirimkan ke janin lewat plasenta mungkin merupakan hal sangat penting dalam perkembangan janin," ungkap penelitian tersebut. Namun, penelitian itu juga menyimpulkan bahwa terlalu banyak makan ikan-ikan tersebut juga dapat memberi dampak buruk pada perkembangan bayi. Menurut para ahli, sangat penting bagi calon ibu untuk menyeimbangkan makanan jika mereka ingin memperbanyak asupan Omega-3. Sayur, Buah dan Daging, Makanan Wajib untuk Ibu Hamil TRIBUNNEWS.COM - Seorang perempuan yang sedang hamil, harus lebih berhati-hati dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah terjadinya keguguran. Para dokter selalu menyarankan kepada ibu hamil untuk membentuk kebiasaan hidup yang sehat. Terlepas dari apakah mereka sudah berolahraga dan istirahat yang cukup, diet yang sehat juga sangat penting dalam meningkatkan kesehatan tubuh wanita hamil. Karenanya, wanita hamil harus selalu menjaga pola makan sehat dan makan makanan yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan tubuh dan bayi yang dikandungnya. Makanan yang bermanfaat bagi wanita hamil terutama meliputi buah-buahan, sayuran, daging, produk susu, dan sebagainya. 1. Sayuran dan buah-buahan. Penyerapan serat tinggi dapat meningkatkan sistem pencernaan dan mencegah sembelit saat buang air besar. Perlu untuk selalu mengonsumsi buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C. Seperti diketahui, vitamin C memainkan peran penting dalam meningkatkan sistem kekebalan dalam tubuh manusia. Ketika sedang hamil, wanita harus bisa senantiasa meningkatkan kekebalan tubuhnya, demi menjaga agar janin tetap sehat. Oleh karena itu, bagi ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi kubis, brokoli, apel, jeruk, dan buah-buahan lainnya. 2. Daging kaya zat besi dan protein. Menurut dokter, ibu hamil harus melengkapi 27 miligram zat besi setiap hari. Selain daging, makanan lain seperti hati hewan dan kacang kedelai juga mengandung zat besi berlimpah. Namun, yang harus diperhatikan disini adalah, daging dan hati harus dimasak dengan matang untuk membunuh bakteri dan virus. 3. Mineral kalsium. Wanita membutuhkan kalsium yang cukup untuk meningkatkan tulang dan mencegah osteoporosis. Banyak wanita hamil terganggu oleh masalah tulang. Sebagai contoh, struktur tulang akan menjadi rapuh sehingga menyebabkan fraktur (patah tulang). 4. Asam folat. Makanan yang mengandung asam folat juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh wanita hamil. Asam folat tidak hanya dapat mencegah anemia bagi perempuan tetapi juga mempercepat pengembangan sistem saraf untuk janin. Menurut penelitian medis, asam folat berlimpah terkandung dalam makanan vegetarian dan hewani. Ibu hamil dapat mengonsumsi sayuran hijau dan hati hewan untuk suplemen asam folat. Jenis makanan tersebut terbukti dapat memberikan banyak nutrisi penting bagi wanita hamil dan sangat sangat membantu dalam mendukung kegiatan fisik sang ibu maupun janin. Selain faktor makanan, hal yang tidak kalah pentingnya adalah, mereka juga harus menghentikan kebiasaan buruk seperti minum alkohol dan merokok untuk memberikan perlindungan sepenuhnya kepada janin. Ingin Punya Anak Pintar REPUBLIKA.CO.ID, Cikal bakal otak anak mulai terbentuk pada usia kehamilan dini. Anak sehat dan pintar di sana bermula. Dari situ pulalah, masalah dan gangguan perkembangan bisa muncul. Kalau mau memiliki anak yang pintar dimulai dari sini (masa awal kehamilan) karena lempengan otak sudah terbentuk saat usia kehamilan 18 hari. Maka itu, kehamilan tersebut benar-benar harus dipersiapkan, ujar dokter spesialis tumbuh kembang anak, dr Ahmad Suryawan SpA(K). Dari bentuk lempengan, pertumbuhan otak dalam janin akan terus tumbuh. Puncaknya saat kehamilan antara empat bulan hingga enam bulan. Nutrisi yang baik dan didukung psikis ibu yang stabil akan membentuk sel-sel otak bayi. Semakin banyak sel otak yang tumbuh, semakin tercipta anak yang cerdas. Untuk itu, pada masa kehamilan, ibu dilarang stres karena akan memengaruhi perkembangan sel-sel pembentukan otak. Setelah bayi lahir, sel-sel otak harus distimulasi agar semakin banyak pembentuk jaringan penghubung sel-sel otak. Masa stimulasi ini, lanjut dokter yang akrab disapa Wawan itu, sangat penting dilakukan sejak dini. Otak anak yang kurang stimulasi tak memiliki jaringan penghubung. Wawan menitikberatkan masalah stimulasi dini agar para orang tua mengetahui perkembangan anaknya. Sebab, ada masa periode kritis. Saat itu, pertumbuhan otak anak tidak tumbuh dan tidak berkembang. Periode kritis ini adalah sebuah kurun waktu dalam pertumbuhan otak anak. Bila didapatkan gangguan, akan berakibat anak mengalami kelainan perkembangan yang permanen dan sulit disembuhkan, paparnya di Karawaci, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu. Jika gangguan tersebut diketahui sejak dini, masih bisa dilakukan langkah-langkah perbaikan. Namun, jika deteksi terlambat, dikhawatirkan menjadi cacat seterusnya. Karena, pertumbuhan otak itu hanya sampai usia anak enam tahun. Kalau Ingin Punya Anak Cerdas, Biarkan Ia Bermain… Asal…. Menstimulasi Kecerdasan Anak Dengan Mainan Anak Mungkin kita telah mengenal banyak sekalimedia pendidikan yang bermanfaat bagi peningkatan kecerdasan sang buah hati. Media pendidikan bisa bermacam-macam, bisa berbentuk mainan, buku, CD, dan lain-lain. Buah hati kita yang masih mengalami masa pertumbuhan otak tentu harus banyak distimulasi kecerdasannya dengan cara-cara yang menyanangkan. Dan tentunya, dengan semakin banyak belajar dengan media yang menyenangkan maka buah hati kita pun akan semakin meningkat kecerdasannya. Menurut para psikolog, kecerdasan ada banyak. Bisa mencapai 10 macam kecerdasan yang dikenal dalam dunia psikologi. Saya akan mencoba memberikan beberapa contoh mainan dan manfaatnya bagi peningkatan kecerdasan sang buah hati. 1. Kecerdasan Verbal / Linguistik Mainan yang cocok untuk melatih kecerdasan verbal seorang anak adalah dengan memberikan mainan yang bisa bicara. Bila sang buah hati adalah wanita, maka kita bisa membelikan mainan boneka yang bisa bicara kalau dipencet pada bagian tubuhnya. Dengan terus menghafalkan kata-kata yang diucapkan oleh mainan boneka, maka buah hati kita pun bisa terlatih kecerdasan verbalnya. Stimulasi yang lain bisa berupa: CD lagu dan film anak-anak, mendongengkan cerita, dll. 2. Kecerdasan Numerik Kecerdasan ini berhubungan dengan kemampuan anak dalam mengolah angka. Sebagai awal mungkin buah hati kita hanya perlu mengenal angka satu sampai sepuluh dulu. Kita bisa melatih anak dengan menghitung mainan. Misalnya menghitung mobil-mobilan. Kita ajak buah hati kita menghitung mainan tersebut. Dengan menghitungnya, maka buah hati kita pun bisa belajar dengan fun. Setelah mereka bisa mengucapkan satu sampai sepuluh, baru kita kenalkan bentuk-bentuk angka. Nah… Hal ini bisa kita kenalkan dengan cara menggambar atau mewarnai angka, lalu menuliskannya di atas kertas dengan pensil. Stimulasi yang lain: buku cerita tentang angka-angka, Lagu dan Film anak tentang angka, pernik-pernik berbentuk angka, buku mewarnai angka. 3. Kecerdasan Ruang atau visual Kecerdasan ini berhubungan dengan pengenalan bangun. Kita bisa memberikan mainan puzzle, balok kayu, lego atau letto, dll. Mainan ini tidak hanya mengajak anak untuk mengenal bangun datar dan ruang yang pernah kita kenal. Namun banyak bentuk lainnya, sehingga untuk tahap selanjutnya anak bisa mengekspresikan bentuk benda-benda yang dia mainkan di atas kertas.Bila buah hati kita gemar menggambar gambar-gambar yang “berbentuk bangun”, bisa jadi dia adalah calon arsitek atau designer yang terkenal. Stimulasi lain: Kartu bergambar bangun, mainan miniatur rumah bongkar pasang, film-film anak tentang pengenalan bentuk, mainan yang bisa digenggam dan diremas (miniatur bentuk-bentuk benda, agar koordinasi mata dan tangan bekerja dengan baik). 4. Kecerdasan Musikal Kecerdasan ini berhubungan dengan kemapuan anak dalam mengolah dan memainkan nada. Cara menstimulasi kecerdasan ini bisa dengan memberikan sang buah hati alat-alat music mini. Selain itu juga bisa dengan memberikan anak “music box”, yaitu sebuah kotak yang kalau dibuka bisa terdengar alunan instrument musik. Atau bisa dengan memberikan mainan semacam lampion khusus anak-anak yang bisa dipasan di langit-langit rumah. Kita bisa memasangnya di tempat tidur anak, supaya buah hati kita dininabobokkan oleh alunan musik yang berasal dari mainan itu. Stimulasi lainnya: memutarkan lagu anak-anak, menyanyikan lagu buat anak sebelum tidur, mengajak bernyanyi atau karaoke bersama anak, dll. 5. Kecerdasan Fisik Kecerdasan ini berhubungan dengan ketrampilan anak dalam menggerakkan tubuhnya. Sebelum mencapai ketrampilan dalam bergerak, tentu sangat dibutuhkan kekuatan otot. Untuk menguatkan otot tangan dan kaki dan meningkatkan koordinasi tangan, kaki, dan mata, sepeda adalah mainan yang baik. Berikanlah sang buah hati sepeda sesuai dengan usianya. Ini sangat penting untuk meningkatkan kekuatan otot dan meningkatkan kecerdasan fisik anak. Untuk mainan yang kecil bisa berupa mainan yang lunak, misalnya wage (was), bola / balok lunak), atau mainan semacam bel yang bila digoyang-goyangkan dengan tangan bisa berbunyi, atau bisa dengan palu berbentu balon (akan lebih baik bila dimainkan di luar rumah J ) Stimulasi lain: mengajak anak berjalan pagi, untuk anak balita bisa dengan kursi roda mainan. 6. Kecerdasan interpresional Kecerdasan ini behubungan dengan kemapuan anak dalam bergaul. Hmm… untuk yang satu sebenarnya lebih banyak pada praktek, yaitu dengan bersosilalisasi. Namun saya akan memberikan contoh mainan yang berhubungan dengan ini, yaitu dengan memberikan mainan peralatan masak atau peralatan dokter. Kita sebagai orang tua bisa mengajak anak berbicara dengan media ini layaknya dokter dan pasien (seperti bermain drama). Hal ini sangat bermanfaat untuk melatih kecerdasan interpresional anak, selain itu tentu saja bisa meningkatkan kedekatan interpresional kita dengan sang buah hati. Stimulasi lain: menyekolahkan di playgroup / PAUD, mengajak jalan-jalan di komplek rumah, dan lain-lain. 7. Kecerdasan Natural Kecerdasan ini berhubungan dengan tingkat kecintaan anak terhadap lingkungannya. Tentu saja untuk meningkatkan kecerdasan ini sangat dibutuhkan “mainan hidup” tentu saja berwujud mahluk hidup (misalnya tumbuhan dan hewan). Untuk hewan, mungkin akan lebih baik kalau berkonsultasi dengan dokter hewan terlebih dahulu, karena hal ini sangat berhubungan dengan cara perawatan dan pemeliharaannya. Banyak hewan yang sebenarnya aman, namun menjadi tidak aman karena kurang baik perawatannya. Kalau untuk tumbuhan, akan lebih mudah perawatannya dan lebih aman. Pertama-tama kita bisa mengenalkan anak menumbuhkan benih kacang hijau. Sehingga anak bisa tahu prosespertumbuhan tanaman dan pentingnya air serta sinar matahari bagi kehidupan. Stimulasi anak: mengajak anak berjalan-jalan di obyek wisata alami. Sebenarnya masih ada 3 macam kecerdasan lagi. Namun kecerdasan ini sulit untuk dikembangkan lewat mainan, namun lebih pada pola asuh. Kecerdasan yang lain tersebut adalah kecerdasan intrapersonal (kecerdasan mengolah perasaan), kecerdasan financial (kecerdasan mengatur keuangan), dan kecerdasan intuisi (menyimpulkan sesuatu dan membuat keputusan), dan ini akan lebih menarik bila ditulis pada artikel terpisah. Semoga tips-tips di atas bermanfaat bagi anda sebagi orang tua untuk bisa memilih dan memilah mainan apa saja yang perlu dan tidak perlu untuk dibeli, tentunya untuk buah hati kita. Hal ini sangat penting juga agar kita tidak salah membeli mainan yang “salah”. Pendidikan yang saya sebut disini bukanlah formal di sekolah. Melainkan yang harus dilakukan orang tua di rumah. Berikut beberapa cara yang membuat anak dapat menjadi lebih pintar dibanding yang lain : Bermain musik Cara ini dapat merangsang pertumbuhan otak kanan. Dan dari studi yang dilakukan oleh universitas Toronto, ini dapat meningkatkan IQ dan nilai akademis anak. Bintang pernah membaca sebuah artikel kenapa orang zionis israel menjadi pintar. Salah satunya adalah sejak masih dini mereka sudah dilatih konsentrasinya dengan bermain Piano. Mengembangkan rasa ingin tahu anak Pendidikan yang sukses karena anak pintar selalu ingin tahu akan hal baru. Maka daripada itu sejak kecil biasakan anda sebagai orang tua harus selalu menunjukkan rasa ingin tahu kepada anak. Dengan begitu anda tidak perlu menyuruh anak untuk belajar ini itu. Karena dia sendiri yang akan penasaran. Otomatis dengan semakin banyak yang dia pelajari akan membuatnya menjadi pintar. Cara mendidik yang baguskan? Budayakan membaca Dengan kegiatan membaca akan dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan perkembangan kognitif anak. Lalu bagaimana cara untuk melakukannya? Membacakan dongeng untuk anak bisa menjadi salah satu jalan keluar. Cara lain, berikan anak hadiah sebuah buku yang dapat menarik perhatiannya. Apalagi sekarang sudah zaman internet, mengapa tidak gunakan itu senjata dalam mendidik? Internet sudah terbukti cara ampuh untuk membuat orang sering membaca. Tentu saja karena ini untuk pendidikan anak untuk menjadi pintar, harus tetap ditemani oleh Orang Tua. Kepercayaan diri Mendidik anak pintar yang baik adalah membuatnya percaya diri dan selalu optimis bahwa dia bisa melakukan sesuatu. Salah satu cara adalah berpatisipasi dalam kegiatan olahraga maupun sosial dapat membantunya.Dan jangan sekalipun mendidik anak sehingga dia menjadi tidak PD. Salah satu contoh adalah Ketika seorang ibu mengkritik gambar anaknya karena langitnya berwarna merah bukan biru. Sepertinya hal itu sepele. Tapi itu bukan pendidikan anak yang bagus. Karena anak jadi takut melakukan sesuatu karena salah. Dan manusia yang tidak pernah melakukan sesuatu bagaimana mungkin menjadi pintar. Beberapa hal lain yang dapat membuat anak menjadi pintar adalah dengan tentu saja memberikan ASI, menyingkirkan makanan cepat saji dan memberikan makanan yang sehat, membiasakan berolahraga. Mudah-mudahan jika anda mendidik dengan pendidikan seperti cara diatas, anak bisa menjadi lebih pintar. Dari mana asalnya bayi? Pertanyaan itu sering membuat resah para orangtua sebab meski tahu jawabannya, mereka bingung cara menjawabnya. Nah, survei terbaru menunjukkan, pertanyaan yang benar-benar sulit adalah yang memang tidak diketahui jawabannya. Contoh pertanyaan yang sering ditanyakan anak: "Kenapa bulan kadang-kadang keluar di siang hari?" "Bumi beratnya berapa?" "Kenapa pesawat bisa terbang?" "Apa kita kelak akan menemukan alien?" "Kenapa air itu basah?" "Pelangi terbuat dari apa?" "Ke mana burung-burung terbang ketika musim dingin?" Dan, tentu saja, pertanyaan favorit anak-anak: "Kenapa langit warnanya biru?" Pertanyaan umum di atas sebenarnya dapat dengan mudah dijawab oleh para ahli cuaca, insinyur, ilmuwan, serta rujukan sejuta umat: Wikipedia. Sebenarnya terdapat data yang cukup untuk menjawab pertanyaan. Tapi banyak orangtua enggan melakukan itu. Demi menjaga wibawa, mereka lebih suka mengalihkan pembicaraan, atau mengarang sesuatu, ketika ditanya sesuatu yang mereka tak tahu jawabannya. Berkat acara televisi yang inovatif dan alat pembelajaran interaktif, anak-anak memang cenderung lebih paham soal sains ketimbang orangtuanya. Hasil survei menunjukkan, para orangtua percaya bahwa anak mereka lebih pandai dalam hal matematika dasar dan ilmu alam. Temuan lain: para ibu tidak memahami pertanyaan matematika sang anak — sebab dulu mereka tidak diajarkan itu di sekolah. Tidak mudah merawat anak-anak "Generasi Facebooker", tetapi ada juga keuntungannya. Akses untuk mencari jawaban sekarang lebih mudah, dan proses penelitian dapat menjadi momen pembelajaran baik untuk orangtua dan anak. Seorang ayah yang memiliki anak yang sangat kritis berusaha mencari semua jawaban atas pertanyaan sang anak. Ketika anaknya bertanya mengapa polisi suka makan donat, sang ayah meminta pertolongan petinggi polisi di Miami. Dijawab: “Karena toko donat ada di mana-mana, mudah dimakan dan cepat didapat. Jika dimakan di mobil dan ada panggilan darurat, bisa langsung disingkirkan.” Dan itulah jawabannya.Menggunakan sumber dari para ahli bukanlah metode yang mudah, tetapi mungkin lebih sulit lagi untuk mengakui kepada anak Anda bahwa ada hal-hal yang Anda tidak ketahui jawabannya. REPUBLIKA.CO.ID, Memiliki dan membesarkan sang buah hati punya seni tersendiri. Apalagi, kata para pemerhati anak, tidak ada sekolah khusus untuk menjadi orang tua. Tak jarang, kita terlalu yakin mampu membesarkan buah hati dengan cara sendiri. Ternyata, tidak semudah itu. Berawal dari komunikasi sehari-hari, perkembangan anak pun bisa saja terganggu. Nah, bapak dan ibu, ada kata-kata yang sebaiknya tidak Anda lontarkan untuk buah hati tercinta. Apa itu? ''Pergi sana! Bapak Mau Sendiri!'' Ketika Anda kerap melontarkan kata-kata ini pada anak, Suzette Haden Elgin, pendiri Ozark Center, mengatakan anak-anak akan berpikir tidak ada gunanya berbicara dengan orang tuanya karena mereka selalu diusir. ''Jika Anda terbiasa mengatakan hal-hal itu pada anak-anak sejak mereka kecil, biasanya mereka akan mengatakan hal serupa ketika dewasa.'' ''Kamu Itu...'' Pelabelan pada anak adalah cara pintas untuk mengubah anak-anak. Jika seorang ibu mengatakan, ''Anak saya memang pemalu'', maka anak akan menelan begitu saja label itu tanpa bertanya apa pun. Apalagi, bila kita memberikan label buruk pada anak-anak, itulah yang akan melekat dalam benak mereka. Seumur hidup. Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - "Kamu anak besar dan harus memberi contoh adikmu" atau kamu sudah besar, kamu harus mengalah". Sering kali kita mengungkapkan kalimat itu disebabkan budaya yang telah ada turun temurun. Padahal jika diperhatikan kalimat cenderung akan memberikan dampak buruk bagi perkembangan si anak, baik kakak ataupun sang adik. Dengan meminta si sulung memberikan contoh bagi sang adiknya, maka si sulung merasa terbebani. Mengapa? "Si sulung kan tengah menjalani proses tumbuh dan berkembang. Jadi aneh jika orangtua meminta sang kakak menjadikan contoh bagi sang adik," ungkap Hanny Muchtar Darta dari EI Parenting Consultant belum lama ini. Seharusnya, kata Hanny yang menjadi contoh ya orangtua, bukan anak. "Kalau anak diberikan tugas semacam itu akan membuat anak harus berwibawa di depan adiknya. Enggak boleh ini enggak boleh itu," ungkap Hanny. Kebiasaan orangtua yang mengatakan anak yang besar harus mengalah, juga bukan cara yang tepat untuk membentuk anak hebat. "Jangan selalu anak kecil atau bungsu selalu menang dibandingkan kakaknya. Yang dilakukan orangtua adalah memperhatikan konteks masalahnya," ungkap Hanny. Kalau masalah itu memang disebabkan sang adik yang salah, mereka diajarkan untuk memperbaiki kesalahannya. Demikian juga sang kakak. Kalau yang besar selalu mengalah, ia tidak mempunyai daya untuk mempertahankan pendapatnya. "Si kakak selalu bilang udah deh saya yang mengalah, itu bahaya, nanti si kecil ingin selalu menang sendiri. Ini tidak bagus," paparnya.

Tidak ada komentar: