MENGHUJAT ROH KUDUS, APA ITU? Mat12,Mar3,Luk12
saya hanyalah orang awam...dan ini pengertian saya sebagai orang awam.. bila ada yang kurang tolong teman teman tambahkan or correct me...
menurut pemahaman saya, kita harus membaca alkitab dalam pengertian bahwa tiada ayat alkitab yang akan saling bertentangan..
dalam kitab yesaya, ada ayat yang berbunyi, walau dosamu merah kermizi akan menjadi putih seperti salju, walau dosamu merah seperti kain kesumbah akan menjadi putih seperti bulu domba..dengan kata lain tidak ada dosa yang tidak bisa diampuni, sedangkan dalam perjanjian baru seperti yang kita bahas di atas, ada dosa yang tidak bisa diampuni, yaitu dosa menghujat roh kudus...
menurut hemat saya, tiada dosa yang terlalu besar yang tidak bisa di ampuni oleh TUHAN, tetapi formula agar bisa mendapat ampunan Tuhan adalah.... saat kita lakukan dosa, kita mengaku, bertobat kemuadian mendapatkan pengampunan...
dengan formula di atas, harus ada pengakuan kepada yesus akan dosa kita untuk mendapat pengampunan, jika kita tidak MAU mengaku, maka pengampunan tidak akan menjadi bagian kita..
dosa - minta ampun - pengampunan...
contoh : saat kita pertama kali mencuri ( dosa yang paling familiar dengan manusia )atau mengambil uang orang tua Rp. 500, dada kita seperti mau meledak...takut, tidak tenang, dsbd, tetapi semakin sering kita mencur dan mencuri dan lagi dan lagii, maka tidak lagi menjadi hal yang menakutkan...bahkan saat kita mengambil 500 ribu or 1 juta, karena kita terus dan terus menentang bisikan roh kudus untuk bertobat... sehingga hati kita menjadi kebal terhadap bisikan dan ajakan roh untuk bertobat...
Tidak ada seorang pun yang akan minta ampun atas perbuatan yang tidak dianggap nya sebagai dosa, dan bila dosa itu kita lakukan terus menerus, maka dosa itu tidak akan kita anggap sebagai dosa lagi...menjadi suatu kebiasaan, sehingga kita tidak akan minta ampun atas dosa itu, bila kita tidak minta ampun maka pengampunan tidak akan pernah menjadi bagian kita,,...
apa yang mau di ampuni oleh TUHAN bila kita tidak minta ampun?
YESUS TIDAK DIHORMATI DI NEGERINYA
Tanya:
mau brtanya ne, dlam yoh 4:43-45 dktakan Yesus dsmbut oleh org2 galilea, sdangkan d k 3 injil lain dktakan Yesus d tolak d nazaret, galilea..pnjelasan^a gmn y mas?sy krg paham..trimz.. Gbu...
Jawab:
* Yohanes 4:43-45
4:43 Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea,
4:44 sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri.
4:45 Maka setelah Ia tiba di Galilea, orang-orang Galilea pun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiri pun turut ke pesta itu.
Versus
* Matius 13:54-58
13:54 Setibanya di tempat asal-Nya (catatan : Nazaret), Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?
13:55 Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?
13:56 Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?"
13:57 Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya."
13:58 Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.
* Markus 6:1-6
6:1 Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya (catatan : Nazaret), sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia.
6:2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?
6:3 Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.
6:4 Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya."
6:5 Ia tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.
6:6a Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.
* Lukas 4:16-30
4:16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
4:17 Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
4:18 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
4:19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."
4:20 Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
4:21 Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."
4:22 Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: "Bukankah Ia ini anak Yusuf?"
4:23 Maka berkatalah Ia kepada mereka: "Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!"
4:24 Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
4:25 Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
4:26 Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.
4:27 Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu."
4:28 Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.
4:29 Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
4:30 Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi
Yohanes 4:43 Kedatangan Yesus di Galilea. Meskipun Dia begitu disambut di Samaria seperti juga yang terjadi di tempat lain. Kitab Yohanes ini menulis Yesus pergi ke Galilea namun bukan ke Nazaret yang jelas adalah negeri-Nya sendiri. Yesus pergi ke desa-desa di Galilea, namun bukan ke Nazaret karena sebuah alas an yang dikemukakan disini bahwa "seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri" (bandingkan Matius 13:54-58; Markus 6:1-6; Lukas 4:16-30).
Meski Nazaret ada di daerah Galilea, namun kitab Yohanes ini memaksudkan Galilea ini adalah "seluruh wilayah Galilea." Dan dapat diperkirakan bahwa di wilayah Galilea ini adalah daerah-daerah yang selain daripada kota Nazaret.
Perlu dipahami secara konteks pada Yohanes pasal 4 ini, bahwa di daerah Galilea ini meski ada penyambutan, namun Yesus masih kurang dihormati, berbeda dengan popularitasNya yang berkembang di daerah Yudea (Yohanes 3:26; 4:1). Yohanes 4:45 menulis kenyataan bahwa ada orang-orang Galilea yang telah berada di Yerusalem dan telah menyaksikan mujizat-mujizat namun mereka banyak yang tidak menjadi percaya (bandingkan Yohanes 2:23-25; 4:48). Dan pada akhirnya banyak orang-orang di Galilea pun akan meninggalkan Yesus (Yohanes 6:66).
Pada Yohanes pasal 6, menuliskan Yesus masih berada di Galilea (Yohanes 6:1-4), yang dimaksud dengan seberang Danau Galilea ialah pantai timur. Nama lain untuk perairan ini adalah Danau Genazaret (Lukas 5:1). Karena tertarik oleh mujizat-mujizat yang dibuat Yesus, banyak orang mengerumuni Dia (menyambut Dia) namun hal ini bukan berarti Yesus diterima oleh orang-orang di Galilea itu. Dalam khotbahNya yang panjang dalam pasal 6 ini tidak membuahkan kepercayaan dari banyak orang-orang Galilea bahkan yang telah menjadi "calon" murid-muridNya, rupanya mereka hanya tertarik atraksi mujizat, namun tidak tertarik kepada pengajaranNya. Kitab Yohanes ini menulis secara detail bahwa meskipun Yesus disambut, namun bukan berarti pengajaranNya diterima. Yohanes 6:66-71 menulis secara jelas pengaruh pengajaran/ khotbah Yesus yang justru membuat banyak murid-murid Yesus mundur dan hanya tertinggal yang 12 orang itu saja:
* Yohanes 6:66-71
6:66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.
6:67 Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?"
6:68 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;
6:69 dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah."
6:70 Jawab Yesus kepada mereka: "Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis."
6:71 Yang dimaksudkan-Nya ialah Yudas, anak Simon Iskariot; sebab dialah yang akan menyerahkan Yesus, dia seorang di antara kedua belas murid itu.
Pengunduran diri dari para calon murid-Nya itu menunjukkan bahwa iman mereka dangkal. Dan dalam akhir pasal ini Yesus telah menangkap bahwa bukan saja iman yang palsu, tetapi juga masih ada kemungkinan penghianatan oleh salah seorang pengikutnya dari yang inti 12 orang itu.
Kita melihat dalam bagian akhir ketika ada banyak orang-orang Galilea menganggap kata-kata Yesus hanya kata-kata biasa. Namun Petrus yang sebenarnya orang Galilea ini melihat bahwa perkataan Yesus menghasilkan kehidupan yang kekal.
-----
Matius 13:54-58; Markus 6:1-6; Lukas 4:16-30 menulis secara spesifik bahwa Yesus tidak dihormati di negeriNya sendiri yaitu Nazaret. Yohanes 4:43-45 menuliskan daerah Galilea secara umum dan menuliskan dampak pengajaran-pengajaran Yesus. Bahwa meski ada penyambutan-penyambutan, namun sebenarnya pengajaran Yesus tidak diterima (tidak dihormati) di daerah Galilea ini, terbukti dengan banyaknya calon2 murid yang mundur dan menjadi tidak percaya (Yohanes 6:66). Dari Yohanes 6:66 sebenarnya sudah dapat memberitahukan kepada kita bahwa Yesus ditolak di Galilea dan sebenarnya tidak berbeda dengan penolakan2 yg terjadi di Nazaret!
Dengan penjabaran ini semoga dapat menjelaskan bahwa Yohanes 4:43-45 tidak menulis hal yang kontradiktif dengan yang tertulis dalam ke-3 Injil lainnya di Matius 13:54-58; Markus 6:1-6; Lukas 4:16-30.
Amsal 26:4-5, Menjawab Orang Bebal
Tanya:
Bagaimana mengharmoniskan Ams 26:4-5 menurut Anda? Sekilas ayat 4 kontradiksi dengan ayat 5 bukan?
Jawab:
* Amsal 26:4-5
26:4 LAI TB, Jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan engkau sendiri menjadi sama dengan dia.
KJV, Answer not a fool according to his folly, lest thou also be like unto him.
Hebrew,
אַל־תַּעַן כְּסִיל כְּאִוַּלְתֹּו פֶּן־תִּשְׁוֶה־לֹּו גַם־אָתָּה׃
Translit interlinear, 'AL {haruslah tidak} -TA'AN {kamu menjawab} KESIL {orang bodoh/ bebal} KEYVALTO {menurut kebodohannya} PEN {agar tidak} -TISYVE {kamu menjadi sama} -LO {dengan dia} GAM {sama dengan} -'ATAH {kamu}
26:5 LAI TB, Jawablah orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan ia menganggap dirinya bijak.
KJV, Answer a fool according to his folly, lest he be wise in his own conceit.
Hebrew,
עֲנֵה כְסִיל כְּאִוַּלְתֹּו פֶּן־יִהְיֶה חָכָם בְּעֵינָיו׃
Translit interlinear, 'ANEH {kamu menjawablah} KHESIL {orang bodoh/ bebal} KEYVALTO {menurut kebodohannya} PEN {agar tidak} -YIHYEH {dia menjadi} KHAKHAM {bijaksana} BE'EYNAV {menurut pandangannya sendiri}
2 ayat diatas kelihatannya menulis hal yang kontradiktif, namun sebenarnya kita dapat menarik maksudnya bahwa:
Dalam hal tertentu kita tidak perlu menjawab orang yang bebal dan dalam hal tertentu kita harus menjawab.
Perbedaannya hanyalah antara membantah tanpa hasil dan yang satunya lagi membantah untuk mengoreksi kebodohan orang bebal itu agar dia dapat menanggulangi kecongkakannya dengan hikmat yang diberikan dalam jawaban-jawaban kita.
Contoh penerapan ayat ini misalnya dapat kita temui di kala kita menghadapi tuduhan2 dari orang-orang agama lain yang mengkritisi keimanan dan Alkitab kita, mereka menuduh "Alkitab sudah diubah; Yesus bukan Tuhan; orang Kristen menyembah manusia, dll".
Dalam hal tertentu kita tidak perlu menanggapi pendapat2 bodoh mereka. Namun, kadang pula kita harus menjawab tuduhan2 tersebut sebagai tanggung-jawab keimanan kita (apology), supaya mereka dapat mengerti bahwa pendapat2 mereka selama ini adalah salah dan kita sebagai murid Kristus perlu meluruskan pendapat tersebut dengan jawaban-jawaban yang bersesuaian dengan kebenaran yang kita imani.
Amos 3:2
Hanya kamu yang Kukenal dari segala kaum di muka bumi, ....
Saat membaca ayat di atas mungkin timbul perasaan bahwa Allah itu posesif atau Allah itu pilih kasih.
Masakan Allah tidak kenal/tahu bangsa2 lain?
Atau Allah tidak peduli dengan bangsa2 lain, karena Allah hanya memilih Israel saja? Apakah benar begitu?
Apa sih istimewanya Israel di mata Tuhan?
Untuk menemukan jawabannya, mari kita tarik ke belakang.....
Bahwa dunia telah jatuh dalam dosa, hubungan manusia dan Allah nyaris terputus.
Jika Allah tidak berinsiatif menjalin hubungan sedikit demi sedikit, manusia sama sekali tidak mungkin mengetahui ada Allah. Inilah dunia yang terhilang.
Tetapi syukur Allah telah berjanji sebelum dunia jatuh dalam dosa, bahwa Allah akan menyelamatkan dunia bila dunia terhilang.
Allah tidak mungkin langsung menjalin hubungan dengan semua manusia/bangsa, karena manusia terlalu banyak dan tidak ada yang mengenal Dia.
Maka Allah memulai dengan seorang Abraham.
Allah menyuruh dia keluar dari bangsa/dunianya, supaya Abraham menjadi orang asing di semua negeri yang dia kunjungi.
TujuanNya, Allah hendak membangun/menanam benih suatu bangsa yang baru, yang bukan diciptakan dari keinginan manusia, tapi dari keinginan Allah.
Dan bangsa yang baru itu akan menjadi bangsa yang lain, yang tersendiri, yang asing, di antara bangsa2 lain.
Allah menarik Abraham keluar dari dunianya yang lama, untuk mengenal Tuhan.
Dan Allah merancang dan memberitahukan rancangannya kepada Abraham, bahwa bangsanya akan Allah jadikan budak dan menjadi orang2 asing di negeri asing.
Apa sih tujuan Allah, suatu tindakan yang sulit dipahami?
Allah berencana supaya Dia menjadi Tuhan dari bangsa asing ini, yaitu menjadi Allah yang berbeda dengan allah2 bangsa2 di dunia.
Dengan menjadi Tuhan dari Israel yang mana Dia membuktikan kuasa penyelamatanNya atas Israel, maka seluruh dunia tahu Allah Israel yang Berbeda dan Yang Hidup, dan seluruh allah2 bangsa2 dihakimi kepalsuannya.
Jadi apa hubungannya dengan Amos3:2?
Amos 3:2
Hanya kamu yang Kukenal dari segala kaum di muka bumi, ....
Bahwa Allah-lah yang telah memilih, merancang dan menetapkan, dan pemilihan itu sama sekali tidak tergantung pada apa (barang/obyek) yang dipilihNya.
Allah sendirilah yang merancang obyek itu bagaimana, akan apa, dst.
Dan itu untuk suatu ketetapan/tujuan, mewujudkan maksud/rancangan hatiNya.
Pemilihan itu bukan untuk Abaraham ataupun Israel, tapi untuk Allah sendiri.
Apa pentingnya untuk Allah? Karena Ia mau menyalurkan kasihNya atas dunia ini.
Yang Tuhan pilih adalah Abraham.
Yang Tuhan rancang adalah mereka menjadi budak lalu keluar menjadi bangsa baru/asing.
Yang Tuhan tetapkan adalah mereka menjadi bangsa yang diselamatkan dan membawa kabar dan nama Tuhan Sang Penyelamat.
Kerangka pikir utama di sini adalah : Allah!!! Bukan manusiaanya.
Allah ingin, Allah hendak, Allah mau, Allah berencana, Allah mewujudkan.
Allah hendak mengasihi manusia.
Maka di sini yang penting bukan manusianya, tapi kasihNya, kehendakNya untuk mengasihi.
Karena Ia hendak mengasihi maka Ia memilih siapa saja yang hendak dikasihi/dikasihaniNya.
Roma 9:15
"Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati."
(16) Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.
Maka ini memberi gambaran sedikit banyak tetang ayat di bawah ini :
Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Apakah yang utama di ayat ini? Allah!
Yang terutama adalah : Karena Allah hendak mengasihi dunia!!!
Tidak penting keadaan yang dikasihiNya, entah semua atau sebagian orang, yang saleh atau yang jahat, atau apapun.
Kemudian diikuti klimaks kedua, yaitu : AnakNya!
Yang terutama lagi adalah : Supaya kasih Allah hanya ada di dalam AnakNya.
Tidak peduli kasih bagaimanapun, kasih berjihad, kasih humanis, dst.... Allah hanya mau kasihNya dinyatakan hanya dalam AnakNya.
Jadi jika demikian, bagaimana konsep keselamatan dan predestinasi itu?
Allah mengasihi dunia ini, itu sudah lebih dari cukup.
Allah peduli kepada dunia ini sekalipun dunia ini berkhianat kepada Dia, itu sudah sangat baik.
Allah menyediakan jalan keselamatan, itu sudah sangat teramat istimewa.
Allah menyelamatkan beberapa manusia, itu suatu keberuntungan yang tak bisa ditolak.
sama juga :
Tuhan hanya mengenal Abraham, itu sudah bagus daripada semua orang tidak mau dikenalNya.
Tuhan hanya mengenal Israel, itu sudah sangat baik daripada tidak satu bangsa pun yang dipedulikanNya.
Jika Tuhan akhirnya dikenal di setiap bangsa, itu sangat teramat sempurna.
Jadi berkurangkah (mutu) kasih Allah karena Dia hanya menyelamatkan sebagian orang? Tidak!
Bertambahkan (kuntitas) kasih Allah jika Dia menyelamatkan semua manusia? Tidak!
Jadi bersalahkah/bertanggungjawabkan Allah atas yang binasa? Tidak!
Karena yang terhilang akan ditemukan, dan yang tidak terhilang akan binasa.
Perhatikan pada Roma 9:15, Allah menekankan pemberian kasihNya.
Allah berkata : Aku akan mengasihani kepada siapa Aku mau mengasihani.
Allah tidak berkata : Aku akan membenci kepada siapa Aku mau membenci.
Mengapa?
Karena sebenarnya tidak satupun dari kita/manusia layak untuk dikasihani.
Karena segala dosa kita maka kita layak dibenci Allah.
Maka kebencian/murka Allah itu sudah pasti kepada seluruh manusia.
Tapi belas kasihan Allah adalah kemauan Allah yang bebas, tidak terikat oleh keharusan/ketentuan/dalil/aturan dari siapapun.
Allah tidak harus mengasihi manusia, barang satupun/seorangpun.
Tapi jika Dia mengasihi, maka itu semua adalah kehendakNya.
Allah tidak bersalah kepada siapapun, dalam hal kasihNya.
Jika Dia ingin mengasihi Paulus, Dia tidak bersalah kepada orang2 Farisi yang lain.
Begitu juga ketika Dia mengasihi Yakub, maka Dia tidak bersalah kepada Esau.
Apakah ini logika atau kesimpulan manusia?
Silakan anda mengkaji, merenungkan dan menilainya.
Jika anda berada di pihak Allah, maka tidak ada satupun yang sebenarnya layak dipertanyakan.
Karena Allah bukan obyek penelitian atau terdakwa sehingga kita bisa menanyai Dia, menuntut Dia, mencurigai Dia, menuduh Dia, atau mendakwa Dia.
Allah Hakim, Dialah yang sebenarnya layak mendakwa kita atau melepaskan kita.
Bukan Dia yang harus menjawab kita, tapi kita yang harus menjawab Dia.
Bukan kita yang menuntut pertangungganjawab Dia, tapi Dia yang menuntut pertangungganjawab kita.
Dia berhak melakukan apapun tanpa perlu dipertanyakan.
Yah..... satu lagi dosa manusia, dan kita jatuh di dalamnya.... saat kita terlalu banyak bertanya dan menuntut jawaban.
Kiranya Dia memaklumi kita......... yah bersyukurlah, Allah pasti mengasihi kita.
Seperti Dia dulu selalu mengasihi kita, apapun itu bentuknya.
Yang penting HatiNya, dan bukan pemberianNya.
Sehingga hanya Dialah yang layak menjadi Allah, yaitu Tuhan Yesus Kristus yang penuh kasih karunia.
Kiranya memberkati saudara sekalian.
KEBEBASAN KRISTEN DAN BATAS-BATASNYA
1 Korintus 8:1-13
Suatu persoalan lain yang ditimbulkan oleh orang Korintus mengenai sikap Kristen terhadap makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala. Ini mencakup sebagian besar daging yang dijual di warung-warung. Apakah salah makan daging itu? Selanjutnya di Korintus pada abad pertama, biasa orang pada kesempatan tertentu berkumpul untuk makan dalam kuil. Bolehkah orang Kristen mengunjunginya? Paulus menjawabnya dengan menunjuk kepada azas-azas umum yang kena-mengena dengannya. Orang Kristen adalah bebas, tapi pertimbangan-pertimbangan lain dapat membatasi penggunaan kebebasannya.
8:1 LAI TB, Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.
KJV, Now as touching things offered unto idols, we know that we all have knowledge. Knowledge puffeth up, but charity edifieth.
TR, περι δε των ειδωλοθυτων οιδαμεν οτι παντες γνωσιν εχομεν η γνωσις φυσιοι η δε αγαπη οικοδομει
Translit, peri de tôn eidôlothutôn oidamen hoti pantes gnôsin ekhomen hê gnôsis phusioi hê de agapê oikodomei
Dalam 1 Korintus 8:1-10:33 Paulus menangani pertanyaan jemaat Korintus mengenai daging persembahan berhala dan apakah dibenarkan untuk membeli atau makan daging itu dan ikut serta dalam pesta pora di kuil berhala.
Dalam menangani pokok ini ia menyingkapkan suatu prinsip penting yang harus dipraktikkan oleh orang Kristen pada segala zaman. Prinsip ini berlaku untuk kegiatan yang diragukan, yang dapat mencobai beberapa orang percaya untuk berdosa dan membawa mereka kepada kehancuran rohani. Roh Kudus, melalui Paulus, telah mengarahkan orang Kristen untuk selalu bertindak dengan kasih bagi orang percaya lain yang mungkin menuntut penyangkalan diri.
Penyangkalan diri berarti membatasi kebebasan diri dan menyingkirkan segala kegiatan yang meragukan agar tidak mengganggu pikiran atau melemahkan keyakinan tulus orang Kristen lain, yang mereka yakini didasarkan pada prinsip-prinsip alkitabiah. Lawan dari penyangkalan diri adalah mempertahankan hak pribadi untuk tetap terlibat dalam kegiatan yang meragukan, tindakan yang mungkin akan mengajak orang lain untuk ikut serta dan merugikan diri mereka sendiri.
8:2 LAI TB, Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya
KJV, And if any man think that he knoweth any thing, he knoweth nothing yet as he ought to know.
TR, ει δε τις δοκει ειδεναι τι ουδεπω ουδεν εγνωκεν καθως δει γνωναι
Translit, ei de tis dokei eidenai ti oudepô ouden egnôken kathôs dei gnônai
Mereka yang melandaskan hak mereka untuk melakukan hal-hal tertentu pada pengetahuan dan pengertian dewasa yang mereka miliki, menunjukkan bahwa sesungguhnya mereka tidak mengetahui sebagaimana seharusnya. Pengetahuan kita dalam hidup ini akan selalu tidak lengkap dan tidak sempurna. Sebab itu, tindakan kita pertama-tama harus didasarkan pada kasih bagi Allah dan orang lain. Jikalau kasih menjadi penentu pertimbangan kita, maka kita akan menolak untuk melibatkan diri atau mendorong kegiatan apapun yang mungkin akan menyebabkan orang percaya pun tersandung dan jatuh ke dalam kehancuran kekal. Mereka yang hidup menurut hukum kasih adalah mereka yang dikenal oleh Allah. "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya".
8:3 LAI TB, Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.
KJV, But if any man love God, the same is known of him.
TR, ει δε τις αγαπα τον θεον ουτος εγνωσται υπ αυτου
Translit, ei de tis agapa ton theon houtos egnôstai hup autou
Benar, kita mempunyai pengetahuan (eidenai ti, harfiah mengetahui sesuatu) tapi pengetahuan mudah menimbulkan kecongkakan, memberi jawaban-jawaban yang licik, dan umumnya tidaklah sempurna. Yang lebih penting adalah kasih (agapê). Ini mengindahkan kebaikan orang lain. Dan berarti dikenal oleh Allah (houtos egnôstai hup autou) artinya diakui oleh-Nya sebagai milik-Nya.
8:4 LAI TB, Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."
KJV, As concerning therefore the eating of those things that are offered in sacrifice unto idols, we know that an idol is nothing in the world, and that there is none other God but one.
TR, περι της βρωσεως ουν των ειδωλοθυτων οιδαμεν οτι ουδεν ειδωλον εν κοσμω και οτι ουδεις θεος ετερος ει μη εις
Translit, peri tês brôseôs oun tôn eidôlothutôn oidamen hoti ouden eidôlon en kosmô kai hoti oudeis theos heteros ei mê heis
8:5 LAI TB, Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi—dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian—
KJV, For though there be that are called gods, whether in heaven or in earth, (as there be gods many, and lords many,)
TR, και γαρ ειπερ εισιν λεγομενοι θεοι ειτε εν ουρανω ειτε επι της γης ωσπερ εισιν θεοι πολλοι και κυριοι πολλοι
Translit, kai gar eiper eisin legomenoi theoi eite en ouranô eite epi tês gês hôsper eisin theoi polloi kai kurioi polloi
Kebenaran tentang Allah bahwa tidak ada Allah lain daripada Allah yang esa (oudeis theos heteros ei mê heis) adalah asasi untuk pengertian dan praktek yang benar. Sebab sekalipun ada banyak yang disebut allah, berhala tidak berada seperti Allah. Berhala bukanlah apa-apa, kesia-siaan. Kemudian Paulus menambahkan bahwa roh jahat tentu ada, dan roh-roh jahat itulah yang mendorong kepada penyembahan berhala untuk menjatuhkan orang dari Allah yang benar.
8:6 LAI TB, namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
KJV, But to us there is but one God, the Father, of whom are all things, and we in him; and one Lord Jesus Christ, by whom are all things, and we by him.
TR, αλλ ημιν εις θεος ο πατηρ εξ ου τα παντα και ημεις εις αυτον και εις κυριος ιησους χριστος δι ου τα παντα και ημεις δι αυτου
Translit, all hêmin heis theos ho patêr ex hou ta panta kai hêmeis eis auton kai heis kurios iêsous khristos di hou ta panta kai hêmeis di autou
Ciri khas bagi kita (humin) sebagai Kristen adalah mengakui satu Allah saja (heis theos) sebagai Bapa (patêr) dan sebagai sebab pertama dan yang terakhir dari segala sesuatu; dan bersama dengan Dia mengakui Yesus Kristus juga sebagai Tuhan (kurios) dan sebagai Pengantara segala makhluk.
8:7 LAI TB, Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya.
KJV, Howbeit there is not in every man that knowledge: for some with conscience of the idol unto this hour eat it as a thing offered unto an idol; and their conscience being weak is defiled.
TR, αλλ ουκ εν πασιν η γνωσις τινες δε τη συνειδησει του ειδωλου εως αρτι ως ειδωλοθυτον εσθιουσιν και η συνειδησις αυτων ασθενης ουσα μολυνεται
Translit, all ouk en pasin hê gnôsis tines de tê suneidêsei tou eidôlou heôs arti hôs eidôlothuton esthiousin kai hê suneidêsis autôn asthenês ousa molunetai
Ada orang yang lemah sebagai orang yang percaya kepada Kristus, karena mereka masih belum yakin bahwa berhala tidak benar-benar berada seperti Allah berada. Mereka merasa berbuat salah jika makan daging yang telah dipersembahkan kepada berhala. Hati nurani (suneidêsis) mereka dinodai, (molunô, bahasa kerennya kena polusi) bukan oleh makanan itu sendiri tapi dengan berbuat sesuatu yang hati nuraninya hingga kini belum dicerahkan, menanggap – bagi dirinya -- salah.
8:8 LAI TB, "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan."
KJV, But meat commendeth us not to God: for neither, if we eat, are we the better; neither, if we eat not, are we the worse.
TR, βρωμα δε ημας ου παριστησιν τω θεω ουτε γαρ εαν φαγωμεν περισσευομεν ουτε εαν μη φαγωμεν υστερουμεθα
Translit, brôma de hêmas ou paristêsin tô theô oute gar ean phagômen perisseuomen oute ean mê phagômen husteroumetha
Makan atau tidak makan makanan tidak mempengaruhi kedudukan orang terhadap Allah.
8:9 LAI TB, Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.
KJV, But take heed lest by any means this liberty of your's become a stumblingblock to them that are weak.
TR, βλεπετε δε μηπως η εξουσια υμων αυτη προσκομμα γενηται τοις ασθενουσιν
Translit, blepete de mêpôs hê exousia humôn hautê proskomma genêtai tois asthenousin
8:10 LAI TB, Karena apabila orang melihat engkau yang mempunyai "pengetahuan", sedang duduk makan di dalam kuil berhala, bukankah orang yang lemah hati nuraninya itu dikuatkan untuk makan daging persembahan berhala?
KJV, For if any man see thee which hast knowledge sit at meat in the idol's temple, shall not the conscience of him which is weak be emboldened to eat those things which are offered to idols;
TR, εαν γαρ τις ιδη σε τον εχοντα γνωσιν εν ειδωλειω κατακειμενον ουχι η συνειδησις αυτου ασθενους οντος οικοδομηθησεται εις το τα ειδωλοθυτα εσθιειν
Translit, ]ean gar tis idê se ton ekhonta gnôsin en eidôleiô katakeimenon oukhi hê suneidêsis autou asthenous ontos oikodomêthêsetai eis to ta eidôlothuta esthiein
Tapi orang yang mempunyai pengetahuan (ekhonta gnôsin), seorang Kristen yang sudah mendapat pencerahan, yang memakai kebebasannya untuk makan pada perjamuan yang diadakan di dalam kuil berhala (en eidôleiô), dapat dengan teladannya itu mendorong teman seimannya yang lemah hati nuraninya (hê suneidêsis autou asthenous), artinya belum dicerahkan, untuk melakukan hal yang baginya masih salah; dan ini akan berarti menjeratnya.
8:11 LAI TB, Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena "pengetahuan" mu.
KJV, And through thy knowledge shall the weak brother perish, for whom Christ died?
TR, και απολειται ο ασθενων αδελφος επι τη ση γνωσει δι ον χριστος απεθανεν
Translit, kai apoleitai ho asthenôn adelphos epi tê sê gnôsei di hon khristos apethanen
Dengan tidak berhati-hati menggunakan pengetahuannya, orang Kristen yang lebih matang dapat mendatangkan kecelakaan rohani kepada yang lain; ia akan menjadi binasa, tidak terbangun. Ayat ini tidak bisa lebih kuat penekanannya; saudaramu, (adelphos) bukan hanya orang asing; yang untuknya, (di hon) tepatnya: untuk menolongnya dari kebinasaan; Kristus tidak kurang bagi diri-Nya sendiri; mati (apothnêskô) tak kurang dari itu. Perbuatan dosa yang demikian adalah kesalahan ganda, yaitu salah terhadap seorang saudara Kristen dan terhadap Kristus, kedua-duanya.
8:12 LAI TB, Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus.
KJV, But when ye sin so against the brethren, and wound their weak conscience, ye sin against Christ.
TR, ουτως δε αμαρτανοντες εις τους αδελφους και τυπτοντες αυτων την συνειδησιν ασθενουσαν εις χριστον αμαρτανετε
Translit, houtôs de hamartanontes eis tous adelphous kai tuptontes autôn tên suneidêsin asthenousan eis khriston hamartanete
Perbuatan itu mengandung juga di dalamnya melukai (tuptô) yang lemah tanpa belas kasihan.
Mereka yang dengan teladannya memimpin orang percaya lain ke dalam dosa dan kehancuran rohani tidak hanya berdosa terhadap orang itu, melainkan juga berdosa terhadap Kristus sendiri. Suatu dosa yang besar telah dilakukan; maksud kematian Kristus dianggap bernilai kecil dalam perbandingan dengan hasrat diri seorang yang berpusat pada dirinya sendiri.
8:13 LAI TB, Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.
KJV, Wherefore, if meat make my brother to offend, I will eat no flesh while the world standeth, lest I make my brother to offend.
TR, διοπερ ει βρωμα σκανδαλιζει τον αδελφον μου ου μη φαγω κρεα εις τον αιωνα ινα μη τον αδελφον μου σκανδαλισω
Translit, dioper ei brôma skandalizei ton adelphon mou ou mê phagô krea eis ton aiôna hina mê ton adelphon mou skandalisô
Karena itu Paulus merangkumkan, bahwa jika perbuatan-perbuatan yang tidak salah dilakukan oleh seorang Kristen yang sudah matang, tapi menyebabkan seorang beriman lainnya menjadi ternodai hati nuraninya, maka yang pertama tadi harus tidak menggunakan haknya untuk berbuat demikian. Namun pernyataan Paulus itu bukanlah mutlak, melainkan bersyarat. Ia tidak berkata, bahwa sejak itu ia akan senantiasa tidak makan daging, melainkan hanya apabila (mê), dan jika makan seperti itu dapat menjadi batu sandungan bagi saudaranya. ton adelphon mou skandalisô. [ðððð]
Sumber : Yohannes/ Biblika
Kalau kita baca di bilangan 25:1-8,
diceritakan bahwa bangsa Moab dan Midian berdayaupaya menyesatkan orang Israel dengan perkawinan campur sehingga bangsa Israel akhirnya menyembah allah lain.
Allah murka karena bukankah Dia yang mendirikan Israel?
Untuk apa Allah berlelah2 mengeluarkan Israel dari Mesir kalau akhirnya Israel punah karena bercampur dan menjadi hamba bangsa lain ataupun allah bangsa lain?
Bukankah pantas bagi Allah untuk murka?
Bukankah Israel adalah hamba dan milik kepunyaanNya?
Israel ditulahi Allah karena dosanya tersebut hingga tewas 24.000 orang.
Dan tulah itu baru berhenti saat Pinehas menjalankan murka Allah dengan membunuh laki2 Israel dan istrinya wanita Midian yang begitu kurang ajar mengabaikan peringatan (tulah) Allah itu.
Dan di akhir perikop Allah berfirman untuk membalas Midian karena tipu daya mereka :
(16) Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: (17) Lawanlah orang Midian itu, dan TEWASKANLAH mereka, (18) SEBAB MEREKA TELAH MELAWAN KAMU DENGAN DAYA UPAYA YANG DIRANCANG MEREKA terhadap kamu dalam hal Peor dan dalam hal Kozbi, saudara mereka, yakni anak perempuan seorang pemimpin Midian; Kozbi itu mati terbunuh pada waktu turunnya tulah karena Peor itu."
kesimpulan :
Allah membunuh bangsa2 lain bukan karena hatiNya kejam/bengis atau Dia suka penumpahan darah, atau terpaksa ikut2an budaya manusia saat itu. tapi........
Allah 'terpaksa' membunuh bangsa2 lain karena terikat perjanjian dengan bangsa Israel.
Kejadian 12:3
Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
Manakala bangsa2 lain mencoba mengutuk Israel atau menyesatkan Israel, mereka sudah terkena kutuk Hukum Allah yaitu maut.
Ibaratnya, Allah sudah membuat Israel menjadi api, jadi jika bangsa2 lain mencoba mendekati api itu, mereka akan terbakar sendiri, karena demikianlah Hukum Alam.
Bangsa2 lain sudah ceroboh bermain api, mereka ingin melemahkan bangsa israel dengan menggoda mereka untuk meninggalkan Allah, artinya pada saat itu bangsa2 itu sudah mencobai dirinya sendiri untuk menantang berperang dengan Allah.
Padahal bukankah kejadian di Mesir nanti terulang, saat Israel masuk ke tengah2 bangsa2 lain, awalnya mereka diberkati, tapi kemudian mereka meninggalkan Allah dan malah diperbudak/disiksa bangsa2 lain dan allah2 bangsa itu?
Masakan Allah yang telah berlelah2 mengeluarkan Israel dari Mesir akan diam saja bila Israel kembali diperbudak?
Dan bukankah bangsa2 lain sudah mendapat peringatan dengan apa yang terjadi dengan Firaun dan rakyatnya, bahwa siapa yang melawan Allah Israel maka mereka akan mati, nah salah sendiri mereka nekat melawan Allah bukan?
Dan sesungguhnya demikianlah Allah katakan tentang DiriNya :
Ulangan 4:24
Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu.
Allah terikat perjanjian dengan diriNya sendiri yaitu HukumNya dan orang2 Israel.
Allah HARUS melaksanakan janji dan HukumNya sendiri.
Jika Allah mengingkari perjanjian atau perkataanNya sendiri, bisakah Ia disebut Allah Yang Setia?
Tetapi justru karena itu, Allah mengalami pergolakan batin dalam diriNya sendiri, bahwa tidak mudah bagi ALlah untuk membunuh manusia.
Allah mengasihi manusia, dan Dia menghukum/membunuh mereka dengan air mata dan geram, perasaan yang sulit digambarkan.
Dia tidak mengharapkan untuk menyiksa atau membunuh siapapun, tapi Dia harus melakukannya karena demi kebenaran, maka hatiNya penuh rasa sesal karena harus membunuh manusia.
Akhirnya kita sekarang mengetahui isi hati Tuhan, dan kita seharusnya bersimpati kepada Dia, dan bukannya menuduh/mencurigai Dia dengan pikiran macam2.
Sebab tidak ada kecurangan pada Allah, Dia tulus dalam segala hal, Allah polos dan lurus, apa yang harus dilakukan akan Dia lakukan sekalipun HatiNya sakit dan menangis.
Ratapan 3:33
Karena tidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia.
Mazmur 92:15
bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.
Pengkhotbah 3:3
ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; (11) Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Perbuatan iblis memang tampak ramah dan menyenangkan, menawarkan apa saja yang kita mau dan kita pikir boleh/benar/manusiawi, perempuan2 cantik dan harta berlimpah dan kawan yang banyak, tapi berujung maut.
Sedangkan perbuatan Allah tampak keras, tegas, penuh komitmen, bertentangan dengan keinginan2 kita, tapi sesungguhnya itu semua demi kebaikan kita dan hidup kekal.
Kiranya kini kita mulai lebih hormat kepadaNya dan hormat terhadap apapun yang Dia lakukan, percayalah Dia sungguh2 teramat baik dan bijaksana!
Kiranya Tuhan memberkati kita sekalian. Amin.
GBU
Apakah Allah Pelaku Genosida/Pembunuhan Masal?
shalom silent cry....
menurutku tidak, karena kehendak Allah sesungguhnya bukan peperangan, melainkan perdamaian.
Bukankah pada masa pemerintahan Salomo, Allah membuat kerajaanNya di Israel hidup dalam damai dan memagari Israel sehingga tidak ada peperangan?
Tapi bagi Allah, bila bersatu dengan allah2 lain maka itu bukanlah perdamaian.
Maka Israel pada mulanya 'terpaksa' harus berperang terhadap bangsa2 yang mencoba membuat Israel memperallah allah2 mereka.
Sebetulnya pernahkah terpikir kepada kita, siapa sih yang menggerakkan bangsa2 untuk melawan Israel? Mungkinkah Iblis?
Ya, karena Iblis bermaksud menggagalkan rencana keselamatan Allah melalui Israel dan keturunan Daud, yaitu Yesus Kristus.
Jadi bilamana Israel berhasil dibuat tersesat dan dipunahkan, maka iblis dapat mengalahkan dan menggagalkan ALlah dan kehendakNya.
Mungkin di bagian ayat ini, kita akan lebih mengerti motif Allah membiarkan Israel memerangi musuh2nya pada awal kerajaan tersebut.
2 Samuel 7:
(22) Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan ALLAH, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami. (23) Dan bangsa manakah di bumi seperti umat-Mu Israel, yang Allahnya pergi MEMBEBASKANNYA MENJADI UMAT-NYA, UNTUK MENDAPAT NAMA BAGI-NYA dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat bagi mereka, dan DENGAN MENGAHALAU BANGSA2 DAN PARA ALLAH MEREKA dari depan umat-Nya? (24) Engkau telah mengokohkan bagi-Mu umat-Mu Israel menjadi umat-Mu untuk selama-lamanya, dan Engkau, ya TUHAN, menjadi Allah mereka.
(26) Maka NAMA-MU AKAN MENJADI BESAR untuk selama-lamanya, SEHINGGA ORANG BERKATA: TUHAN SEMESTA ALAM IALAH ALLAH ATAS ISRAEL; (27) Sebab Engkau, TUHAN semesta alam, Allah Israel, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, demikian: Aku akan MEMBANGUN KETURUNAN BAGIMU. (28) Oleh sebab itu, ya Tuhan ALLAH, Engkaulah Allah dan segala firman-Mulah kebenaran; Engkau telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu.
Kiranya memberkatimu dan membuat kita mempercayai Allah sepenuhnya, bahwa tidak ada kecurangan padaNya.
GBU
Apakah Allah Pelaku Genosida/Pembunuhan Masal?
saya menemukan bagian ayat lain yang mendukung penjelasan saya di atas :
Bilangan 22:
(9) Kemudian datanglah Allah kepada Bileam serta berfirman: "Siapakah orang-orang yang bersama-sama dengan engkau itu?" (10) Dan berkatalah Bileam kepada Allah: "Balak bin Zipor, raja Moab, mengutus orang kepadaku dengan pesan:(11) Ketahuilah, ada bangsa yang keluar dari Mesir, dan permukaan bumi tertutup olehnya; karena itu, datanglah, serapahlah mereka bagiku, mungkin aku akan sanggup berperang melawan mereka dan menghalau mereka." (12) Lalu berfirmanlah Allah kepada Bileam: "Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati."
2Samuel 1:
(14) Kemudian berkatalah Daud kepadanya: "Bagaimana? Tidakkah engkau segan mengangkat tanganmu memusnahkan orang yang diurapi TUHAN?" (15) Lalu Daud memanggil salah seorang dari anak buahnya dan berkata: "Ke mari, paranglah dia." Orang itu memarangnya, sehingga mati. (16) Dan Daud berkata kepadanya: "Kautanggung sendiri darahmu, sebab mulutmulah yang menjadi saksi menentang engkau, karena berkata: Aku telah membunuh orang yang diurapi TUHAN."
Nah, lalu mengapa di zaman Tuhan Yesus tampak ada perubahan, karena Dia sama sekali melarang membunuh orang lain, bahkan harus memberkati orang yang mencaci maki kita?
Menurutku, karena zaman PL, Israel dan seluruh bangsa terikat pada perjanjian darah, yaitu barangsiapa yang memberkati Israel (bersama Allah Israel) akan hidup, tapi barangsiapa yang mengutuk Israel (melawan Allah Israel) akan mati.
Tujuannya supaya Israel dibangun dan tidak punah (oleh serangan dari luar maupun oleh kerusakan moral dari dalam), sampai pada waktunya Yesus Kristus lahir ke dunia.
Jadi sesungguhnya, jika bangsa2 lain tidak mengusik Israel, mereka pun akan selamat dan tidak perlu diperangi oleh Israel.
Namun sekalipun demikian tetap saja karena zaman dulu bangsa2 sering berperang, bangsa2 bisa saling membinasakan, tapi tentu saja itu bukan atas kehendak Allah.
Allah setuju ataupun tidak setuju pun, bangsa2 lain akan saling membinasakan karena mereka tidak takut Allah.
Allah Israel hanya punya urusan membela Israel saat itu, karena demi keselamatan bagi seluruh bangsa2 yang Dia rencakan di kemudian hari.
Jadi kebinasaan bangsa2 lain di tangan Israel adalah karena ulah bangsa2 itu sendiri yang dipakai oleh iblis untuk melawan Allah.
Tapi setelah keselamatan terlaksana di dalam Yesus Kristus, maka firman kasih yang diucapkan Yesus begitu kuat tersebar ke dunia.
Sehingga olehnya, manusia kini lebih beradab, dilarang membunuh dan bangsa2 lain tidak boleh saling menyerang tanpa alasan yang bermoral.
Justru saat ini kita mengenal kasih dan hukum untuk tidak membunuh, adalah karena hasil penjagaan Allah Israel di PL maupun kotbah Yesus di PB.
Jadi kita bisa saksikan sekarang bahwa apa yang Allah perbuat dulu ternyata selalu membawa kebaikan, sekalipun dulu kita tidak selalu mengerti apa yang Dia perbuat.
Jika dulu Allah Israel tidak tegas terhadap bangsa2 lain, Yesus tidak akan lahir, dan bangsa2 lain pun tidak mendapat keselamatan, dan saat ini pun manusia dan bangsa2 akan seribu kali lebih liar dan saling membunuh karena tidak pernah mengenal/mendengar hukum kasih dari Yesus Kristus.
Kiranya boleh lebih menguatkan.
Saya ingin membagi berkat studi alkitab, semoga berguna. Trims. GBU
Matius 26:52
kata Yesus kepadanya: "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang”.
Yohanes 18:11
Kata Yesus kepada Petrus: "Sarungkan pedangmu itu; bukankah AKU HARUS MINUM CAWAN yang diberikan Bapa kepada-Ku?"
Bandingkanlah dengan perjanjian lama :
1 Samuel 25:13, 21, 22
berkatalah Daud kepada orang-orangnya: "Kamu masing-masing, sandanglah pedang!"
Daud tadinya telah berkata: "Sia-sialah aku melindungi segala kepunyaan orang ini di padang gurun, sehingga tidak ada sesuatupun yang hilang dari segala kepunyaannya; ia membalas kebaikanku dengan kejahatan. Beginilah kiranya Allah menghukum Daud, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika kutinggalkan hidup sampai pagi seorang laki-laki sajapun.
Namun Abigail datang mengingatkan Daud tentang kehendak Allah (Yehova/Yesus) :
demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu yang dicegah TUHAN dari pada melakukan hutang darah dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan, biarlah menjadi sama seperti Nabal musuhmu dan orang yang bermaksud jahat terhadap tuanku!
tak usahlah tuanku bersusah hati dan menyesal karena MENUMPAHKAN DARAH TANPA ALASAN, dan karena tuanku BERTINDAK SENDIRI DALAM MENCARI KEADILAN.
Lalu berkatalah Daud kepada Abigail: "Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang mengutus engkau menemui aku pada hari ini; bahwa engkau pada hari ini menahan aku dari pada melakukan hutang darah dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan.
demi TUHAN, Allah Israel yang hidup, yang MENCEGAH AKU DARI PADA BERBUAT JAHAT kepadamu—“
Kesimpulan saya:
Bahwa nyawa seseorang adalah hak Tuhan, untuk dimatikanNya atau dihidupkanNya.
Orang sekelas Daud (raja) maupun Petrus (rasul) tidak berhak mencabut nyawa manusia berdasarkan keinginannya sendiri, sekalipun untuk menuntut keadilan.
Berbeda dengan Muhamad yang berpikir dirinya sebagai raja & rasul maka berhak memerintahkan pembunuhan untuk kepentingannya, sekalipun mengatasnamakan Allah.
Yesus telah mencegah Petrus dari hutang darah, seperti Yehova juga telah mencegah Daud.
Sekalipun Petrus menetakkan telinga lawan demi Yesus, sekalipun Daud hendak membunuh keluarga Nabal demi keadilan Yehova, tapi mereka tidak berhak melakukannya karena Yesus/Yehova tidak memerintahkan mereka untuk berbuat itu bagi Dia.
Petrus… karena Yesus memang berkehendak untuk menyerahkan diriNya disalib.
Daud…. Karena Yehova memang berkehendak untuk menghukum Nabal sendiri.
Jika mereka membunuh musuh Yesus/Yehova menurut kehendak sendiri, maka merekalah yang akan berhutang darah/nyawa kepada ALlah, bukan kepada musuhnya. Pedang ganti pedang, nyawa ganti nyawa.
Dan mereka dipandang Allah, menjadi sama jahat dengan musuh2nya itu.
Tapi jika mereka berlaku benar, maka Allah berhak menuntut balas kepada musuh2nya demi DiriNya sendiri.
25:38 kira-kira sepuluh hari sesudah itu TUHAN memukul Nabal, sehingga ia mati.
25:39 Ketika didengar Daud, .. berkatalah ia: "Terpujilah TUHAN, yang membela aku dalam perkara penghinaan Nabal terhadap aku dan yang mencegah hamba-Nya dari pada berbuat jahat. TUHAN telah MEMBALIKKAN KEJAHATAN NABAL KE ATAS KEPALANYA SENDIRI."
Tetapi di sisi lain Tuhan terkadang memakai umatNya untuk mengalahkan musuh umatNya.
Tetapi istimewa di sini, bahwa sebenarnya tangan Tuhan lah yang memukul musuh, bukan tangan umatNya.
Dan tujuan Tuhan ternyata sangat universal :supaya seluruh bangsa mengenal siapa Allah Israel atau Yehova/Yesus.
Jadi penghukuman Allah itu baik bagi mereka semua.
25:28 pastilah TUHAN akan membangun bagi tuanku keturunan yang teguh, karena tuanku ini melakukan PERANG TUHAN dan TIDAK ADA YANG JAHAT terdapat padamu selama hidupmu.
Mazmur 109:27
supaya mereka tahu, bahwa tangan-Mulah ini, bahwa Engkaulah, ya TUHAN, YANG TELAH MELAKUKANNYA.
Yehezkiel 25:14
Aku akan melakukan PEMBALASAN-KU TERHADAP EDOM DENGAN TANGAN UMAT-KU ISRAEL. Dan mereka akan memperlakukan Edom SELARAS DENGAN MURKA-KU dan amarah-Ku, dan MEREKA AKAN MENGETAHUI, bahwa Akulah yang membalas, demikianlah firman Tuhan ALLAH."
Yehezkiel 28:26
Ya, mereka akan diam dengan aman tenteram pada saat Aku menjatuhkan hukuman atas semua tetangganya yang menghina mereka. Dan MEREKA AKAN MENGETAHUI BAHWA AKULAH TUHAN, Allah mereka."
Jadi tujuan Allah selalu untuk memberitakan kabar gembira, bahwa manusia mempunyai Allah yaitu Yehova, satu2nya yang bisa melindungi & membalas, menyelamatkan & menghakimi.
Namun cara Allah bisa berbagai macam, menurut kebijaksanaanNya untuk mencapai maksud2Nya, baik dengan pedang maupun tanpa pedang.
Demikianlah Yesus datang sebagai kabar gembira, untuk memperlihatkan Allah yang nyata, yang akan menyelamatkan maupun menghakimi semua manusia di akhir zaman.
Dan Yesus memilih untuk berperang tanpa pedang/kekerasan, namun Dia menang.
Sekali lagi, Tangan Allah sendiri yang melakukan semua itu, yaitu penyelamatan umatNya, dan penghukuman musuh2Nya yaitu kuasa2 jahat.
Jadi dalam segala hal, Allah terbukti bersih & adil, menurut kehendak/tujuanNya yang kudus.
Tidak sembarang Dia mendatangkan kesusahan/hukuman, dan tidak dengan rela hati Dia menindas manusia.
Ratapan 3:33 Karena tidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia.
Maka bagi Allah :
Pengkhotbah 3:1
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.
(3) ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun;
(11) Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Jadi manusia tidak boleh mengangkat pedangnya atas emosi/kehendak sendiri, seakan2 dia berlaku sebagai Tuhan yang dapat menghakimi atau memiliki nyawa sesamanya.
Roma 12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.
GBU
(Mazmur 110:1)/(Markus 16:19).
“Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: ‘Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.’”
Satu ayat ini saja sebenarnya cukup untuk membuktikan bahwa Yesus itu bukan Tuhan Penguasa semesta alam yg wajib disembah.
Tanggapan :
1. YESUS ADALAH RAJA DI ATAS SEGALA RAJA SEJAK DULU KALA.
Berarti anda mengakui bahwa yang sebutan 'tuanku' atau 'tuan dari Daud' yang ditulis dalam mazmur berusia ratusan tahun itu adalah Yesus, padahal Yesus baru lahir beratus2 tahun kemudian! Hebat!
Betapa hebatnya Yesus Kristus, sebelum lahir Yesus sudah dianggap Daud sebagai tuannya atau lebih tinggi dari dia, yaitu tuan dari raja Israel yang dipilih Allah sendiri langsung.
Artinya Yesus dianggapnya sebagai Raja di atas raja Israel, bangsa yang didirikan oleh Allah segala allah.
Berarti Yesus dianggap Raja di atas segala raja.
Dan sungguh ini terbukti, pada saat bayi mungil Yesus lahir, gembala2 di israel sudah sujud kepadaNya, karena Yesus adalah Gembala (Israel) di atas segala gembala.
Dan para majus, para tuan2 besar dari bangsa2 jauh, datang sujud kepada Yesus yang masih kanak2, karena Yesus adalah Tuan di atas segala tuan, Raja di atas segala raja.
Ayat ini membuktikan kepada Anda (Anis) bahwa anda harus lebih jauh menghormati Yesus Kristus dibanding nabi/raja Daud, anda harus menganggap Yesus Kristus sebagai tuan anda, secara Daud seorang raja kenamaan Israel pun tunduk dan menghormat kepada Yesus Kristus.
Artinya anda juga harus lebih menghapal firman2 yang dikatakan Yesus Kristus dalam injil dibanding mazmur yang ditulis Daud dalam zabur.
Anda harus mentaati perkataan Yesus Kristus, bahkan menganggap perkataannya lebih agung dari perkataan nabi Daud.
Kalau anda berani mengutip ayat ditulis dalam mazmur Daud tersebut, berarti anda harus mengakui kebenarannya, dan kebenaran itu menunjukkan bahwa Yesus Kristus jauh lebih tinggi dari pada Daud, dan sudah pasti jauh lebih tinggi dari pada anda.
2. YESUS KRISTUS SETARA DENGAN ALLAH BAPA
Ayat tersebut membuktikan bahwa Tuhan/YHWH berkenan mengangkat seorang Anak Manusia sampai ke sisinya yang setara dengan Dia.
Siapakah yang bisa duduk setara dengan Allah di sorga, selain Dia adalah Anak Allah?
Seperti di dunia ini, tidak ada seorang pun yang layak duduk di sebelah tahta raja, selain permaisuri atau sang putera raja.
Mazmur 89:3,6
Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku,.... Sebab siapakah di awan-awan yang sejajar dengan TUHAN, yang sama seperti TUHAN di antara penghuni sorgawi?....
(9) Engkaulah yang memerintah kecongkakan laut, pada waktu naik gelombang-gelombangnya, Engkau juga yang meredakannya.
Mazmur ini mengajukan sebuah pertanyaan yang menuntut jawaban dari hati kita.
Tapi tidak usah susah2, kawan....
Jawabannya segera disajikan oleh Alkitab berikut ini :
Markus 4:39
Iapun (Yesus) bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
Dan inilah kesaksian Allah Bapa :
Matius 3:17
terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."
Sudah jelas sekali di sini, bahwa kuasa Yesus Kristus setara dengan YHWH/Allah Semesta Alam.
Posisi Yesus Kristus demikian tinggi hingga terlalu dekat dengan Allah Bapa.
Artinya anda harus mengakui bahwa kuasa Yesus lebih dari kuasa Muhammad, dan posisi Yesus Kristus jauh lebih tinggi dari posisi Muhammad.
Jika anda menganggap Yesus sebagai seorang nabi, sudah pasti Dia adalah nabi yang lebih tinggi dari Muhammad.
Jika anda berani mengutip mazmur Daud tersebut, anda harus mengakui kebenarannya, bahwa Yesus Kristus duduk setara di kanan Allah Bapa Semesta Alam.
Jika anda ingin menghormati Allah Bapa, jangan coba2 tidak hormat terhadap 'Orang KepercayaanNya' yang selalu ada di sebelah kananNya.
3. MUSUH DARI YESUS ADALAH JUGA MUSUH DARI ALLAH BAPA
Ayat tersebut membuktikan juga, bahwa musuh2 dari Yesus dianggap Allah Bapa sebagai musuhnya juga, dan dengan kata lain...
sahabat2 dari Yesus Kristus disebut Allah Bapa sebagai sahabat2Nya juga.
Allah mengasihi setiap orang yang dikasihi Yesus Kristus, dan inilah kesaksian Yesus tentang siapa saja yang dikasihiNya :
Yohanes 17:
(23) Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. (24) Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.
Murid2 Yesus adalah sahabatNya yang dikasihiNya dan dikasihi Bapa.
Demikian juga Paulus adalah sahabat dari murid2 Yesus, yang tentunya dikasihiNya juga.
Siapa yang membenci sahabat2 Yesus, maka mereka adalah musuh dari pada Yesus, dan siapa yang menjadi musuh dari pada Yesus, maka mereka juga adalah musuh dari pada Allah Bapa.
Dan akhir dari segala mahluk yang menjadi musuh Allah, adalah kebinasaan kekal.
Jadi jika anda berani mengutip ayat mazmur tersebut, konsekuensinya anda harus mengakui kebenarannya, dan kebenaran ayat tersebut menunjukkan bahwa jika anda ingin selamat, maka anda harus (mau tidak mau) menjadi sahabat Yesus Kristus, yang artinya menjadi sahabat murid2 Yesus juga, termasuk menjadi sahabat Paulus.....
maukah saudara.........?????
Yesus Kristus mengundangmu....
GBU.
Apa ayat2 ini buktikan Yesus bukan Tuhan? Maz110:1-Mar16
Mungkin sebenarnya anda ingin menanggapi tulisannya al-dy, bukan anis, nanti yg namanya anis protes
Sebenarnya, apa yg sudah ditulis oleh Bung Bp sudah cukup jelas di adonai-dan-adoni-mazmur-110-1-vt3146.html
Permasalahan dr al-dy adalah ia mengabaikan salah satu nature Yesus, sedangkan umat Kristen mengimani bahwa Yesus memiliki 2 natur yaitu nature ilahi dan nature manusia. Dan kedua natur tidak tercampur, tidak berubah, tidak terbagi, tidak terpisah; perbedaan kedua nature sama sekali tidak disingkirkan oleh kesatuan kedua nature tersebut. Tetapi sifat masing-masing nature tetap dipertahankan dan ada bersama-sama dalam satu pribadi dan satu subsistensi, tidak saling terpisah atau terbagi menjadi 2 pribadi.”
Dalam pola pikir al-dy, pada saat ia berargumentasi utk membuktikan bahwa Yesus adalah 100% manusia , maka berarti Yesus bukan Allah. dan ini adalah kesimpulan yg salah karena mengabaikan salah satu nature dari Yesus yaitu mengabaikan nature ilahi dr Yesus. Pada saat non-Kristen berusaha utk membuktikan bahwa Yesus adalah manusia 100%, hal tsb sebenarnya diimani juga oleh umat Kristiani (kecuali bidat) karena umat Kristiani mengimani bahwa Yesus 100% manusia dan 100% Ilahi. Namun perbedaannya adalah non-kristen mengabaikan nature Ilahi yg dinyatakan di dalam Alkitab sedangkan umat Kristiani mengimani kedua nature dlm 1 pribadi Yesus sesuai dgn apa yg dinyatakan oleh Alkitab tanpa mengabaikan salah satu nature tsb.
Dan apa yg diimani umat Kristiani adalah kedua nature tsb tidak tercampur dan tidak berubah. Atau dgn kata lain nature Ilahi Yesus tidak berubah. Jadi kesimpulannya nature manusia Yesus tidak merubah nature Ilahi Yesus. Oleh karena itu argumentasi dari non-kristen yg menolak ke-ilahi-an Yesus oleh karena nature manusia Yesus adalah suatu kesalahan di dalam memahami nature Yesus.
GBU
MEN_SUPERNOVA
CACAT TIDAK BOLEH MELAYANI TUHAN? (Imamat 21)
Tanya:
saya menginginkan penjelasan terminologi kata cacat dalam Imamat 21 (kata: mum) yang didukung oleh sumber TDOT (Theological Dictionary of the Old Testament)… Mohon bantuannya. Thx. GBU
Jawab:
Kata cacat (Ibrani, מְאוּם - MUM, leksikon Ibrani, blemish, spot, defect of physical defect, of moral stain), namun yang dimaksud dalam Imamat pasal 21 adalah cacat tubuh (secara fisik).
HUKUM TAURAT: ORANG CACAT TUBUH TIDAK BOLEH BERIBADAH:
Dalam Hukum Taurat ada ketentuan bahwa seorang Imam tidak boleh memiliki cacat tubuh, terdapat dalam 613 Mitsvot, yaitu Mitsvot ke 387-389, sbb :
Quote:
Mitsvot ke-387:
SESEORANG YANG BERCACAT BADANNYA TIDAK BOLEH MELAYANI TEMPAT KUDUS
* Imamat 21:17
LAI TB, Katakanlah kepada Harun, begini: Setiap orang dari antara keturunanmu turun-temurun yang bercacat badannya, janganlah datang mendekat untuk mempersembahkan santapan Allahnya,
KJV, Speak unto Aaron, saying, Whosoever he be of thy seed in their generations that hath any blemish, let him not approach to offer the bread of his God.
Hebrew,
דַּבֵּר אֶל־אַהֲרֹן לֵאמֹר אִישׁ מִזַּרְעֲךָ לְדֹרֹתָם אֲשֶׁר יִהְיֶה בֹו מוּם לֹא יִקְרַב לְהַקְרִיב לֶחֶם אֱלֹהָיו׃
Translit, DABER 'EL-'AHARON LE'MOR 'ISY MIZAR'AKHA LEDOROTAM 'ASYER YIHYEH VO MUM LO' YIQRAV LEHAQRIV LEKHEM 'ELOHAV
-----
Mitsvot ke-388:
SEORANG IMAM YANG MEMILIKI CACAT TIDAK BOLEH MELAYANI RUANG KUDUS
* Imamat 21:21
LAI TB, Setiap orang dari keturunan imam Harun, yang bercacat badannya, janganlah datang untuk mempersembahkan segala korban api-apian TUHAN; karena badannya bercacat janganlah ia datang dekat untuk mempersembahkan santapan Allahnya.
KJV, No man that hath a blemish of the seed of Aaron the priest shall come nigh to offer the offerings of the LORD made by fire: he hath a blemish; he shall not come nigh to offer the bread of his God.
Hebrew,
כָּל־אִישׁ אֲשֶׁר־בֹּו מוּם מִזֶּרַע אַהֲרֹן הַכֹּהֵן לֹא יִגַּשׁ לְהַקְרִיב אֶת־אִשֵּׁי יְהוָה מוּם בֹּו אֵת לֶחֶם אֱלֹהָיו לֹא יִגַּשׁ לְהַקְרִיב׃
Translit, KOL-'ISY 'ASYER-BO MUM MIZERA' 'AHARON HAKOHÊN LO' YIGASY LEHAQRIV 'ET-'ISYEY YEHOVAH (dibaca: 'Adonay) MUM BO 'ET LEKHEM 'ELOHAV LO' YIGASY LEHAQRIV
----
Mitsvot ke-389:
SESEORANG YANG BADANNYA BERCACAT TIDAK BOLEH MEMASUHI RUANG KUDUS HINGGA KE MEZBAH
* Imamat 21:23
LAI TB, Hanya janganlah ia datang sampai ke tabir dan janganlah ia datang ke mezbah, karena badannya bercacat, supaya jangan dilanggarnya kekudusan seluruh tempat kudus-Ku, sebab Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka.
KJV, Only he shall not go in unto the vail, nor come nigh unto the altar, because he hath a blemish; that he profane not my sanctuaries: for I the LORD do sanctify them.
Hebrew,
אַךְ אֶל־הַפָּרֹכֶת לֹא יָבֹא וְאֶל־הַמִּזְבֵּחַ לֹא יִגַּשׁ כִּי־מוּם בֹּו וְלֹא יְחַלֵּל אֶת־מִקְדָּשַׁי כִּי אֲנִי יְהוָה מְקַדְּשָׁם׃
Translit, 'AKH 'EL-HAPAROKHET LO' YAVO' VE'EL-HAMIZBEAKH LO' YIGASY KI-MUM BO VELO' YEKHALEL 'ET-MIQDASYAY KI 'ANI YEHOVAH (dibaca: 'Adonay) MEQADESYAM
Reff. 613 Mitsvot di 613-mitsvot-vt218.html#p433
Bandingkan dengan :
Quote:
Perintah ke-508:
TIDAK MENGUDUSKAN HEWAN YANG BERCACAT SEBAGAI KORBAN DI ATAS MESBAH
* Imamat 22:20
LAI TB, Segala yang bercacat badannya janganlah kamu persembahkan, karena dengan itu TUHAN tidak berkenan akan kamu.
KJV, But whatsoever hath a blemish, that shall ye not offer: for it shall not be acceptable for you.
Hebrew,
כֹּל אֲשֶׁר־בֹּו מוּם לֹא תַקְרִיבוּ כִּי־לֹא לְרָצֹון יִהְיֶה לָכֶם׃
Translit, KOL 'ASYER-BOMUM LO' TAQRIVU KI-LO' LERATSON YIHYEH LAKHEM
-----
Perintah ke-509:
SETIAP HEWAN YANG DIPERSEMBAHKAN HARUSLAH TIDAK BERCELA
* Imamat 22:21
LAI TB, Juga apabila seseorang mempersembahkan kepada TUHAN korban keselamatan sebagai pembayar nazar khusus atau sebagai korban sukarela dari lembu atau kambing domba, maka korban itu haruslah yang tidak bercela, supaya TUHAN berkenan akan dia, janganlah badannya bercacat sedikitpun.
KJV, And whosoever offereth a sacrifice of peace offerings unto the LORD to accomplish his vow, or a freewill offering in beeves or sheep, it shall be perfect to be accepted; there shall be no blemish therein.
Hebrew,
וְאִישׁ כִּי־יַקְרִיב זֶבַח־שְׁלָמִים לַיהוָה לְפַלֵּא־נֶדֶר אֹו לִנְדָבָה בַּבָּקָר אֹו בַצֹּאן תָּמִים יִהְיֶה לְרָצֹון כָּל־מוּם לֹא יִהְיֶה־בֹּו׃
Translit, VE'ISY KI-YAQRIV ZEVAKH-SYELAMIM LAYEHOVAH (dibaca: La'Adonay) LEFALE'-NEDER 'O LINDAVAH BABAQAR 'O VATSO'N TAMIM YIHYEH LERATSON KOL-MUM LO' YIHYEH-BO
-----
Perintah ke-510:
TIDAK MENARUH CACAT PADA HEWAN KORBAN
* Imamat 22:21, idem
-----
Perintah ke-511:
TIDAK MENYEMBELIH HEWAN YANG CACAT SEBAGAI KORBAN
* Imamat 22:22
LAI TB, Binatang yang buta atau yang patah tulang, yang luka atau yang berbisul, yang berkedal atau yang berkurap, semuanya itu janganlah kamu persembahkan kepada TUHAN dan binatang yang demikian janganlah kamu taruh sebagai korban api-apian bagi TUHAN ke atas mezbah.
KJV, Blind, or broken, or maimed, or having a wen, or scurvy, or scabbed, ye shall not offer these unto the LORD, nor make an offering by fire of them upon the altar unto the LORD.
Hebrew,
עַוֶּרֶת אֹו שָׁבוּר אֹו־חָרוּץ אֹו־יַבֶּלֶת אֹו גָרָב אֹו יַלֶּפֶת לֹא־תַקְרִיבוּ אֵלֶּה לַיהוָה וְאִשֶּׁה לֹא־תִתְּנוּ מֵהֶם עַל־הַמִּזְבֵּחַ לַיהוָה׃
Translit, 'AVERET 'O SYAVUR 'O-KHARUTS 'O-YABELET 'O GARAV 'O YALEFET LO'-TAQRIVU 'ELEH LAYEHOVAH (dibaca: La'Adonay) VE'ISYEH LO'-TITENU MEHEM 'AL-HAMIZBEAKH LAYEHOVAH (dibaca: La'Adonay)
------
Perintah ke-512:
TIDAK MEMBAKAR BAGIAN TUBUH HEWAN DI ATAS MEZBAH
* Imamat 22:22, idem
-----
Mitsvot ke-558:
TIDAK MEMPERSEMBAHKAN KORBAN YANG CACAT
* Ulangan 17:1
LAI TB, Janganlah engkau mempersembahkan bagi TUHAN, Allahmu, lembu atau domba, yang ada cacatnya, atau sesuatu yang buruk; sebab yang demikian adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu.
KJV, Thou shalt not sacrifice unto the LORD thy God any bullock, or sheep, wherein is blemish, or any evilfavouredness: for that is an abomination unto the LORD thy God.
Hebrew,
לֹא־תִזְבַּח לַיהוָה אֱלֹהֶיךָ שֹׁור וָשֶׂה אֲשֶׁר יִהְיֶה בֹו מוּם כֹּל דָּבָר רָע כִּי תֹועֲבַת יְהוָה אֱלֹהֶיךָ הוּא׃ ס
Translit, LO'-TIZBAKH LAYEHOVAH (dibaca: La'Adonay) 'ELOHEYKHA SYOR VASEH 'ASYER YIHYEH VOMUM KOL DAVAR RA' KI TO'AVAT YEHOVAH (dibaca: 'Adonay) 'ELOHEYKHA HU'
Reff : 613-mitsvot-vt218.html#p430
-----
Sama halnya dengan binatang-binatang yang dipersembahkan dalam kurban itu harus tanpa catat, demikian juga para imam yang mempersembahkannya juga harus tanpa cacat.
-----
Kata cacat (Ibrani, מְאוּם - MUM) disini baik bagi persembahan binatang, maupun bagi jemaat yang dimaksud adalah cacat tubuh. Memang Dan pada umumnya orang cacat tidak boleh datang mendekat mezbah/ mengikuti ibadah (Imamat 21:18). Larangan-larangan ini dilandaskan simbolisme sifat rohani manusia tercermin dalam kondisi jasmaniahnya. Hanya orang yang sempurna secara jasmaniah dapat dianggap memiliki kekudusan yang layak untuk melaksanakan tugas sebagai imam.
Secara umum disebutkan cacat-cacat baik yang berwujud kekurangan maupun kelebihan (misalnya enam jari, seharusnya lima) pengebirian juga termasuk dalam pokok ini, sida-sida (orang kasim/ kebiri) dilarang berada dalam jemaat (Ulangan 23:1, Mitsvot ke 64).
-----
SYARAT PELAYAN TUHAN DALAM PERJANJIAN BARU/ UMAT KRISTUS:
Kita, umat Kristen tidak berada dibawah Kuk Hukum Taurat, sehingga tentu saja jabatan keimaman/ penilik jemaat/ penatua dalam ibadah Kristiani tidak mengikut ketentuan-ketentuan di atas, termasuk juga keseluruhan dari ke-613 Mitsvot (perintah-perintah) dalam Hukum Taurat.
Umat Kristen berada dibawah Kuk yang baru, yaitu Kuk Hukum Kasih yang jumlahnya hanya ada 2 saja (Kasih kepada Allah, kasih kepada sesama manusia).
Ketentuan-ketentuan di dalam hukum Hukum Taurat tidak mengikat orang Kristen, Rasul Paulus dengan tegas mengatakan dalam Efesus 2:15 : "sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan Hukum Taurat" (penjelasan selengkapnya dilahkan baca di menggenapi-dan-membatalkan-taurat-vt545.html#p1022 )
Ibadah Kristiani adalah ibadah yang tidak lagi mementingkan hal-hal ragawi. Kita beribadah dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:23-24). Maka, cacat tubuh seseorang tidak akan mempengaruhi kualitas iman seseorang dihadapan Allah.
Sekarang kita pahami apa yang dimaksud dalam Titus pasal 1, syarat-syarat bagi penatua/ penilik jemaat:
* Titus 1:5-9
1:5 LAI TB, Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu,
1:6 LAI TB, yakni orang-orang yang tak bercacat, yang mempunyai hanya satu isteri, yang anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib.
KJV, If any be blameless, the husband of one wife, having faithful children not accused of riot or unruly.
TR, ει τις εστιν ανεγκλητος μιας γυναικος ανηρ τεκνα εχων πιστα μη εν κατηγορια ασωτιας η ανυποτακτα
Translit, ei tis estin anegklêtos mias gunaikos anêr tekna echôn pista mê en katêgoria asôtias ê anupotakta
1:7 LAI TB, Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah,
KJV, For a bishop must be blameless, as the steward of God; not selfwilled, not soon angry, not given to wine, no striker, not given to filthy lucre;
TR, δει γαρ τον επισκοπον ανεγκλητον ειναι ως θεου οικονομον μη αυθαδη μη οργιλον μη παροινον μη πληκτην μη αισχροκερδη
Translit, dei gar ton episkopon anegklêton einai hôs theou oikonomon mê authadê mê orgilon mê paroinon mê plêktên mê aiskhrokerdê
1:8 LAI TB, melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri
KJV, But a lover of hospitality, a lover of good men, sober, just, holy, temperate;
TR, αλλα φιλοξενον φιλαγαθον σωφρονα δικαιον οσιον εγκρατη
Translit, alla philoxenon philagathon sôphrona dikaion hosion egkratê
1:9 LAI TB, dan berpegang kepada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, supaya ia sanggup menasihati orang berdasarkan ajaran itu dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya.
KJV, Holding fast the faithful word as he hath been taught, that he may be able by sound doctrine both to exhort and to convince the gainsayers.
TR, αντεχομενον του κατα την διδαχην πιστου λογου ινα δυνατος η και παρακαλειν εν τη διδασκαλια τη υγιαινουση και τους αντιλεγοντας ελεγχειν
Translit, antekhomenon tou kata tên didakhên pistou logou hina dunatos ê kai parakalein en tê didaskalia tê hugiainousê kai tous antilegontas elegkhein
Ayat 6 s/d 9 di atas memaparkan syarat-syarat yang diperlukan bagi orang-orang yang menjabat sebagai penatua di dalam Jemaat TUHAN: Ayat 6 – 8 memaparkan syarat di bidang etis dan ayat 9 di bidang pengajaran (secara garis besar syarat-syarat ini sama dengan yang tertulis dalam 1 Timotius 3:2-4).
Ayat 6, maksud dari "orang-orang yang tak bercacat" tidak sama dengan syarat yang tertulis dalam Imamat 21. Apa yang ditulis di dalam Kitab Titus ini menyangkut "cacat" dalam artian etis. Hal ini merupakan ringkasan dari syarat-syarat yang disebutkan dalam kalimat-kalimat berikutnya: "yang mempunyai hanya satu isteri," ini berarti seorang yang poligami tidak dapat menjadi penilik jemaat, poligami saat itu merupakan hal yang lazim di kalangan Yahudi maupun bukan Yahudi kala itu. Maksud dari syarat ini adalah, pemilihan kepada seseorang yang tidak mudah terpengaruh dengan hawa-nafsu seksual/ perzinahan, yang kemudian dapat menjadi contoh buruk bagi jemaat. Kemudian ada syarat "yang anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib." Maksunya, bila orang itu tidak mampu membina anak-anaknya, maka ia tidak akan dapat membina jemaat Tuhan.
Ayat 7, Berdasarkan kata "sebab" yang menghubungkan frasa "seorang penilik jemaat harus tidak bercacat" dengan ayat 6, kita bisa menarik kesimpulan bahwa penilik jemaat dan penatua adalah sama. Kedua istilah tersebut menunjuk kepada jabatan yang sama. Hanya saja perbedaannya penatua menunjuk kepada usia lanjut pemegang jabatan itu (sesuai dengan kebiasaan zaman itu) sedangkan penilik jemaat menunjuk kepada fungsi orang itu, yaitu yang mengawasi dan mengelola jemaat. Maka sebagai pengatur rumah Allah – istilah bahasa Yunani untuk 'pengatur rumah adalah "oikonomos" (bandingkan dengan Lukas 12:42, yang diterjemahkan dengan pengurus rumah). Orang ini mendapat kepercayaan dari tuannya (yaitu TUHAN) untuk mengurus rumah tangga itu (jemaat TUHAN) dan untuk membagi-bagi kekayaan rohani Tuhan kepada orang lain (1 Korintus 4:1-2). Maka, tentu saja orang yang diberi kepercayaan sebagai pengurus rumah-tangga Allah, ia tidak boleh bercacat, dan "cacat" disini adalah dalam pengertian etis.
Ayat 7 juga menyinggung "tidak cacat" dalam kepribadian: Ia tidak angkuh, seorang penatua/ penilik jemaat harus rendah hati dan dapat mendengar pendapat orang lain (ini suatu syarat penting bagi gembala). Ia bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, , orang yang tidak dapat menguasai diri dan cepat marah, sukar untuk dapat memimpin jemaat. Ia tidak serakah, penilik jemaat tidak boleh mencari keuntungan materiil di dalam pelayanannya (bandingkan 1 Timotius 6:5).
Ayat 8, memberikan sifat-sifat positif dari sifat-sifat negatif yang dituliskan dalam ayat 7. Ia suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, asil, saleh, dapat menguasai diri, ini merupakan rumusan umum yang menyangkut hal-hal yang baik yang menunjukkan sikap yang tepat terhadap sesama manusia, terhadap Allah dan terhadap dirinya sendiri.
Ayat 9 menuliskan syarat bahwa penatua harus berpegang kepada pernyataan yang benar, dalam bahasa aslinya: perkataan yang dapat dipercaya, yaitu Injil yang murni. Hal ini hanya dapat diberikan oleh penatua tersebut apabila ia sendiri berpegang kepada ajaran yang benar.
Dari ayat-ayat di atas, kita melihat betapa Paulus menganggap pentingnya ajaran yang murni bagi tugas pembinaan jemaat di bidang iman maupun kelakuan hidup. Oleh sebab itu tugas seorang penatua adalah disamping memerintah jemaat, mengelola rumah-tangga Allah, ia juga mengajar, menasehati dan menjaga kemurnian ajaran di dalam jemaat. Maka ia tidak boleh cacat secara moral/ etis.
Dengan demikian jelas bagi kita bahwa Ibadah Perjanjian Baru sama sekali berbeda dengan Perjanjian Lama. Umat Kristus mementingkan ibadah di dalam Roh dan kebenaran, bukan mementingkan hal-hal yang ragawi. Istilah "tidak bercacat" dalam Perjanjian Baru juga menyorot terhadap hal-hal moral/ etis.
Semoga penjelasan ini bermanfaat.
Ulangan 7:
(6) Sebab engkaulah umat yang kudus BAGI TUHAN, Allahmu; engkaulah yang DIPILIH OLEH TUHAN, ... untuk menjadi umat kesayangan-Nya. (7) BUKAN KARENA LEBIH BANYAK JUMLAHMU dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu--bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? --(8) tetapi KARENA TUHAN MENGASIHI KAMU dan MEMEGANG SUMPAH-NYA yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN ...MENEBUS ENGKAU dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir.
(9) Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, DIALAH ALLAH, Allah YANG SETIA, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan,
(10) tetapi terhadap diri setiap orang dari MEREKA YANG MEMBENCIA DIA, Ia melakukan pembalasan dengan MEMBINASAKAN ORANG ITU....
Dinyatakan bahwa :
1. Pemilihan Israel adalah bagi kepentingan Allah (ingat : yang penting ALlah itu baik bagi semuanya). Bahwa Allah harus menunjukkan Kekudusan dan KasihNya sebagai Allah yang benar dan penyelenggara bumi. Sama seperti presiden/polisi/guru/dll yang harus bertanggung jawab terhadap tugas jabatannya.
2. Pemilihan Israel bukan karena Israel suatu bangsa yang hebat, tapi justru karena Allah telah merancang untuk memilih suatu bangsa dari orang2 yang lemah/ditindas. Yaitu supaya Allah menjadi kesaksian belas kasihanNya dan kekuatanNya untuk menopang manusia yang tidak berdaya dan tidak bebas oleh kekuatan sendiri. Dan inilah yang digenapi oleh Tuhan Yesus Kristus saat menebus kita yang berdosa.
Roma 9:15
Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati."
3. Pemilihan Israel adalah ketetapan Allah yang dikatakanNya sejak dulu (menjadi sumpah/perjanjian). Jadi tindakan Allah bukan didasarkan teori pra-pengetahuan atau sebab-akibat, tapi semua oleh ketetapan/predestinasi. Jauh sebelumnya Allah telah mengatakan kepada Abraham bahwa Dia memilih keturunan Abraham supaya mereka menjadi budak bangsa asing selama 400th dan supaya Dia menebus mereka dari sana dan membangun mereka menjadi bangsa bagi NamaNya.
4. Pemilihan Israel adalah untuk menyatakan Yesus Kristus yang menghakimi sekaligus menebus manusia. Yaitu menyatakan ketetapan/hukum Allah, Allah yang setia untuk mengasihi dan juga setia untuk membalas. Bunyi perkataan YHWH sama dengan perkataan Yesus Kristus yaitu :
Yohanes 14:21
barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."
Yohanes 15:23
Barangsiapa membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku.
Padahal kita tahu hukum Taurat yang terutama adalah :
Ulangan 6:5
Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
Matius 22:37
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
JADI YESUS MENYATAKAN BAHWA DIRINYA ADALAH ALLAH.
Roma 11:22
perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga.
Di sini adalah predestinasi dan kedaulatan Allah :
Kasih Allah akan diterima orang2 yang dibelaskasihani, Kekerasan Allah akan diterima oleh orang2 yang terus jatuh atau kembali jatuh memberontak kepada Allah Kasih (Yesus Kristus).
Berikut pembahasan Roma 11 yang sebanding dengan Ulangan 7 tersebut :
Roma 11 :
(1) ...Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Karena aku sendiripun orang Israel, dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin.
(4) ...bagaimanakah firman Allah kepadanya? "Aku masih meninggalkan tujuh ribu orang bagi-Ku, yang tidak pernah sujud menyembah Baal." (5) Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia.
(7) ....Israel tidak memperoleh apa yang dikejarnya, tetapi orang-orang yang terpilih telah memperolehnya. Dan orang-orang yang lain telah tegar hatinya,
(8) seperti ada tertulis: "Allah membuat mereka tidur nyenyak, memberikan mata untuk tidak melihat dan telinga untuk tidak mendengar, sampai kepada hari sekarang ini."
(17) ....apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya ...., (18) janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu.
Apa yang dinyatakan di sini?
1. Bahwa kedaulatan Allah semata yang membuat sebagian Israel tetap dalam kedegilannya dan tidak percaya kepada Sang Mesias.
Tetapi hanya semata karena kedaulatan Allah yang Mahabaik pulalah maka Ia berkenan menyelamatkan sebagian Israel dengan menganugerahkan iman percaya kepada Anak Allah.
2. Mengapa Allah yang berdaulat tidak menganugerahkan keselamatan kepada seluruh umat Israel?
Karena kedaulatan Allah pula yang menghendaki supaya KESELAMATAN BUKAN KARENA SESEORANG TERLAHIR DI ISRAEL ATAU KETURUNAN BANGSA ISRAEL SAJA.
Hal ini Allah perbuat untuk menjunjung tinggi kedaulatan Allah.
Bahwa jangan sekali2 berpikir bahwa hanya karena mereka orang Israel maka mereka harus dikasihi dan diselamatkan Allah seakan2 mereka adalah manusia super yang lebih daripada manusia lainnya.
Bukan itu alasan seseorang diselamatkan, tapi hanya berdasarkan kedaualatan Allah!
Allah tidak bisa didikte, Allah memilih menurut hati & kehendakNya sendiri, tiadk ada yang dapat mengatur Dia dan menghakimi pilihanNya.
Israel seharusnya mencari orang2 bangsa lain untuk turut diselamatkan, bukannya merasa superior dan layak di hadapan Allah, sebagaimana mereka dulu dipilih karena dikasihani Allah sebagai para budak di Mesir yang direndahkan orang2 Mesir.
Maka kini Allah menunjukkan belas kasihannya kepada bangsa2 lain yang dulu belum turut menerima janji2 Allah, dan supaya Allah menunjukkan bahwa Dia berdaulat atas semua bangsa dan semua ras, juga mengasihi mereka tanpa pandang bulu.
Dan bagi Israel hal ini adalah peringatan supaya mereka menyadari harus tetap rendah hati di hadapan Allah yang telah menyelamatkan mereka dari perbudakan.
Allah tidak segan kepada siapapun.
Seperti dikatakanNya dulu kepada Raja Daud: tidak semua keturunan Daud diselamatkan, tetapi ada orang2 yang memberontak di antaranya, dan mereka tidak mendapat bagian dari Allah.
1 Raja-raja 9:
(5) maka Aku akan meneguhkan takhta kerajaanmu atas Israel untuk selama-lamanya seperti yang telah Kujanjikan kepada Daud, ayahmu, dengan berkata: Keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel. (6) Tetapi jika kamu ini dan anak-anakmu berbalik dari pada-Ku dan tidak berpegang pada segala perintah dan ketetapan-Ku yang telah Kuberikan kepadamu, dan pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya, (7) maka Aku akan melenyapkan orang Israel dari atas tanah yang telah Kuberikan kepada mereka, dan rumah yang telah Kukuduskan bagi nama-Ku itu, akan Kubuang dari hadapan-Ku, maka Israel akan menjadi KIASAN dan sindiran di antara segala bangsa.
3. Seperti ayat dalam kitab Raja-raja tersebut, bahwa Paulus menekankan pemilihan Allah atas sebagian orang Israel itu akan menjadi kiasan bagi seluruh bangsa2 juga.
Bahwa tidak ada yang menjamin dirinya harus diselamatkan karena mereka telah berbuat ini atau berbuat itu bagi Allah atau karena mereka keturunan ini atau keturunan itu.
Bahwa keselamatan sepenuhnya Anugerah dan Kedaulatan Allah.
Karena bangsa2 lain diselamatkan bukan karena perbuatan baik mereka, demikian juga bangsa Israel bukan dibuang karena perbuatan mereka.
Jangan berpikir bahwa Israel dibuang dan selamanya pasti dibuang.
Roma 11:18
janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu. (21) Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu.
Allah berdaulat!!!
Allah berhak menyelamatkan mereka sekalipun mereka telah memberontak kepada Dia.
Bilamana Israel telah dicelikkan Tuhan tentang kemesiasan Tuhan Yesus Kristus, maka tidak ada yang bisa menghalangi mereka untuk diselamatkan.
Jadi bangsa2 lain pun jangan mereka lebih baik dari Israel sehingga Allah memilih mereka.
Bukan karena kebaikan2 bangsa2 itu, tetapi semua semata Anugerah & Kedaulatan Allah.
Roma 11:23
Tetapi merekapun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali.
Jadi seandainya semua Israel percaya kepada Tuhan Yesus Kristus maka apakah keselamatan tidak diberikan kepada bangsa2 lain?
Justru, jika Allah menghendaki semua Israel percaya kepada Tuhan Yesus, itu sebenarnya sangat baik sehingga dunia ini penuh dengan orang2 yang diselamatkan, dan betapa dunia ini kaya akan anugerah Allah jika demikian, seluruh Israel plus bangsa2 lain.
ROma 11:12
Sebab jika pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi dunia, dan kekurangan mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih lagi kesempurnaan mereka.
Tapi justru tidak demikian rencana Allah.
Allah tidak mengejar target agar lebih banyak manusia diselamatkan, tapi yang Allah kejar adalah lebih banyak kasih karunia dicurahkan.
Roma 11:29
Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya.(32) Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua.
Jika bangsa Israel diselamatkan karena perbuatan mereka atau karena garis keturunan mereka, maka itu bukan lagi kasih karunia Allah, tapi itu menjadi arogansi manusia.
Roma 11:6
Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.
Keselamatan adalah Kasih dan Belas Kasihan Allah.
Allah menyelamatkan manusia2 yang disisihkan/dijauhkan dari Allah oleh arogansi manusia.
Allah bergerak untuk menyelamatkan manusia karena dorongan kasih, bukan demi kebesaran/kejayaan kerajaanNya oleh jumlah orang yang diselamatkan.
Tujuan Allah adalah agar manusia menyadari kasih karunia Allah dan bergantung kepadaNya untuk hidup kekal, karena mereka tidak bisa hidup kekal dengan hanya mengandalkan dirinya sendiri apapun yang mereka perbuat/usahakan untuk itu. Sehingga semua orang mempunyai kerendahan hati dan belas kasihan karena dirinya pun tidak layak dihadapan Allah dan telah dibelaskasihani semata.
Pelajaran bagi kita pengikut Kristus saat ini adalah :
Rendahkan dirimu seorang terhadap yang lain.
Bukan karena baik rupamu, bukan karena fasih lidahmu/kepandaianmu, bukan karena kekayaanmu/diberkati, bukan karena kebaikanmu,... maka engkau dipilih dan dipakaiNya.
Semua hanya karena AnugerahNya, dicurahkan/diberikanNya pada kita.
Semua AnugerahNya jika engkau dipilihNya, jika engkau dipakaiNya.
Seorang diberkati bukan karena kebaikannya lebih dari orang lain, dan seorang mengerti firman bukan karena kepandaiannya lebih, dan seorang baik bukan karena kesuciannya lebih.
Justru seorang paling hina atau paling bodoh atau paling tidak beriman atau paling berdosa di antaramu, dialah yang paling layak dikasihani di hadapan Allah.
Dan orang yang paling mulia dan paling mengerti firman Tuhan, haruslah yang paling banyak mengasihani dan mengangkat orang lain, bukan malah meninggikan diri sendiri.
Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah, (Rom 11 : 17)
Bapak BP yg saya hormati,
Mohon penjelasan atas kalimat beberapa cabang telah dipatahkan apa yang terjadi seandainya pada waktu itu umat Israel menerima Yesus Kristus sebagai Mesias, apakah bangsa diluar Israel tidak selamat? Kalimat beberapa cabang apakah mengacu pada 12 Suku Israel? mohon penjelasannya ya pak - Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.
Post subject: Re: beberapa cabang telah dipatahkan
Posted: Tue Nov 16, 2010 1:23 pm
kalau berkenan, saya membagikan pemikiran saya....
karena sepertinya belum sempat dijawab pertannyaannya, cukup lama.
Roma 11 :
(1) ...Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Karena aku sendiripun orang Israel, dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin.
(4) ...bagaimanakah firman Allah kepadanya? "Aku masih meninggalkan tujuh ribu orang bagi-Ku, yang tidak pernah sujud menyembah Baal." (5) Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia.
(7) ....Israel tidak memperoleh apa yang dikejarnya, tetapi orang-orang yang terpilih telah memperolehnya. Dan orang-orang yang lain telah tegar hatinya,
(8) seperti ada tertulis: "Allah membuat mereka tidur nyenyak, memberikan mata untuk tidak melihat dan telinga untuk tidak mendengar, sampai kepada hari sekarang ini."
(17) ....apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya ...., (18) janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu.
Apa yang dinyatakan di sini?
1. Bahwa kedaulatan Allah semata yang membuat sebagian Israel tetap dalam kedegilannya dan tidak percaya kepada Sang Mesias.
Tetapi hanya semata karena kedaulatan Allah yang Mahabaik pulalah maka Ia berkenan menyelamatkan sebagian Israel dengan menganugerahkan iman percaya kepada Anak Allah.
2. Mengapa Allah yang berdaulat tidak menganugerahkan keselamatan kepada seluruh umat Israel?
Karena kedaulatan Allah pula yang menghendaki supaya KESELAMATAN BUKAN KARENA SESEORANG TERLAHIR DI ISRAEL ATAU KETURUNAN BANGSA ISRAEL SAJA.
Hal ini Allah perbuat untuk menjunjung tinggi kedaulatan Allah.
Bahwa jangan sekali2 berpikir bahwa hanya karena mereka orang Israel maka mereka harus dikasihi dan diselamatkan Allah seakan2 mereka adalah manusia super yang lebih daripada manusia lainnya.
Bukan itu alasan seseorang diselamatkan, tapi hanya berdasarkan kedaualatan Allah!
Allah tidak bisa didikte, Allah memilih menurut hati & kehendakNya sendiri, tiadk ada yang dapat mengatur Dia dan menghakimi pilihanNya.
Israel seharusnya mencari orang2 bangsa lain untuk turut diselamatkan, bukannya merasa superior dan layak di hadapan Allah, sebagaimana mereka dulu dipilih karena dikasihani Allah sebagai para budak di Mesir yang direndahkan orang2 Mesir.
Maka kini Allah menunjukkan belas kasihannya kepada bangsa2 lain yang dulu belum turut menerima janji2 Allah, dan supaya Allah menunjukkan bahwa Dia berdaulat atas semua bangsa dan semua ras, juga mengasihi mereka tanpa pandang bulu.
Dan bagi Israel hal ini adalah peringatan supaya mereka menyadari harus tetap rendah hati di hadapan Allah yang telah menyelamatkan mereka dari perbudakan.
Allah tidak segan kepada siapapun, bahkan kepada Daud.
Seperti dikatakanNya dulu: bahwa tidak semua keturunan Daud diselamatkan, tetapi jika orang2 yang memberontak di antaranya, tidak mendapat bagian dari Allah.
1 Raja-raja 9:
(5) maka Aku akan meneguhkan takhta kerajaanmu atas Israel untuk selama-lamanya seperti yang telah Kujanjikan kepada Daud, ayahmu, dengan berkata: Keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel. (6) Tetapi jika kamu ini dan anak-anakmu berbalik dari pada-Ku dan tidak berpegang pada segala perintah dan ketetapan-Ku yang telah Kuberikan kepadamu, dan pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya, (7) maka Aku akan melenyapkan orang Israel dari atas tanah yang telah Kuberikan kepada mereka, dan rumah yang telah Kukuduskan bagi nama-Ku itu, akan Kubuang dari hadapan-Ku, maka Israel akan menjadi KIASAN dan sindiran di antara segala bangsa.
3. Seperti ayat dalam kitab Raja-raja tersebut, bahwa Paulus menekankan pemilihan Allah atas sebagian orang Israel itu akan menjadi kiasan bagi seluruh bangsa2 juga.
Bahwa tidak ada yang menjamin dirinya harus diselamatkan karena mereka telah berbuat ini atau berbuat itu bagi Allah atau karena mereka keturunan ini atau keturunan itu.
Bahwa keselamatan sepenuhnya Anugerah dan Kedaulatan Allah.
Karena bangsa2 lain diselamatkan bukan karena perbuatan baik mereka, demikian juga bangsa Israel bukan dibuang karena perbuatan mereka.
Jangan berpikir bahwa Israel dibuang dan selamanya pasti dibuang.
Roma 11:18
janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu. (21) Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu.
Allah berdaulat!!!
Allah berhak menyelamatkan mereka sekalipun mereka telah memberontak kepada Dia.
Bilamana Israel telah dicelikkan Tuhan tentang kemesiasan Tuhan Yesus Kristus, maka tidak ada yang bisa menghalangi mereka untuk diselamatkan.
Jadi bangsa2 lain pun jangan mereka lebih baik dari Israel sehingga Allah memilih mereka.
Bukan karena kebaikan2 bangsa2 itu, tetapi semua semata Anugerah & Kedaulatan Allah.
Roma 11:23
Tetapi merekapun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali.
Jadi seandainya semua Israel percaya kepada Tuhan Yesus Kristus maka apakah keselamatan tidak diberikan kepada bangsa2 lain?
Justru, jika Allah menghendaki semua Israel percaya kepada Tuhan Yesus, itu sebenarnya sangat baik sehingga dunia ini penuh dengan orang2 yang diselamatkan, dan betapa dunia ini kaya akan anugerah Allah jika demikian, seluruh Israel plus bangsa2 lain.
ROma 11:12
Sebab jika pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi dunia, dan kekurangan mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih lagi kesempurnaan mereka.
Tapi justru tidak demikian rencana Allah.
Allah tidak mengejar target agar lebih banyak manusia diselamatkan, tapi yang Allah kejar adalah lebih banyak kasih karunia dicurahkan.
Roma 11:29
Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya.(32) Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua.
Jika bangsa Israel diselamatkan karena perbuatan mereka atau karena garis keturunan mereka, maka itu bukan lagi kasih karunia Allah, tapi itu menjadi arogansi manusia.
Roma 11:6
Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.
Keselamatan adalah Kasih dan Belas Kasihan Allah.
Allah menyelamatkan manusia2 yang disisihkan/dijauhkan dari Allah oleh arogansi manusia.
Allah bergerak untuk menyelamatkan manusia karena dorongan kasih, bukan demi kebesaran/kejayaan kerajaanNya oleh jumlah orang yang diselamatkan.
Tujuan Allah adalah agar manusia menyadari kasih karunia Allah dan bergantung kepadaNya untuk hidup kekal, karena mereka tidak bisa hidup kekal dengan hanya mengandalkan dirinya sendiri apapun yang mereka perbuat/usahakan untuk itu. Sehingga semua orang mempunyai kerendahan hati dan belas kasihan karena dirinya pun tidak layak dihadapan Allah dan telah dibelaskasihani semata.
Pelajaran bagi kita pengikut Kristus saat ini adalah :
Rendahkan dirimu seorang terhadap yang lain.
Bukan karena baik rupamu, bukan karena fasih lidahmu/kepandaianmu, bukan karena kekayaanmu/diberkati, bukan karena kebaikanmu,... maka engkau dipilih dan dipakaiNya.
Semua hanya karena AnugerahNya, dicurahkan/diberikanNya pada kita.
Semua AnugerahNya jika engkau dipilihNya, jika engkau dipakaiNya.
Seorang diberkati bukan karena kebaikannya lebih dari orang lain, dan seorang mengerti firman bukan karena kepandaiannya lebih, dan seorang baik bukan karena kesuciannya lebih.
Justru seorang paling hina atau paling bodoh atau paling tidak beriman atau paling berdosa di antaramu, dialah yang paling layak dikasihani di hadapan Allah.
Dan orang yang paling mulia dan paling mengerti firman Tuhan, haruslah yang paling banyak mengasihani dan mengangkat orang lain, bukan malah meninggikan diri sendiri.
Semoga tidak bingung dengan cara penuturan saya.
Silakan bertanya kalau kurang jelas.
Amsal 17:17, Sahabat sebagai Saudara
Tanya :
:
Dalam terjemahan bahasa Indonesia,
Ams 17:17 berbunyi seperti ini,
“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.”
Tetapi dalam terjemahan NKJV,
Proverbs 17:17,
“A friend loves at all times, And a brother is born for adversity.”
Nah, d sini saya rada bingung om BP,
klo boleh tau, sebenarny di sini intiny apa?
apakah teman itu menjadi saudara dalam kesukaran seperti yang di terjemahkan bhs Indonesia? atau seperti yg NKJV, yg menceritakan 2 pribadi, teman dan saudara?
klo kjv, saya terjemahkan begini, Seorang teman menaruh kasih dalam setiap waktu, dan seorang saudara dilahirkan untuk percekcokkan (adversity)?
Thanks om BP !
Tuhan memberkati !
Jawab :
Kata yang diterjemahkan "adversity" berasal dari kata Ibrani צָרָה - TSARAH, menurut leksikon Ibrani : straits, distress, trouble, KJV menterjemahkan kata ini dengan : trouble 44x, distress 8x, affliction 7x, adversity 5x, anguish 5x, tribulation 3x, adversary 1x.
Kata "Adversity" (noun) dalam bahasa Inggris bermakna kesengsaraan, kemalangan, kekurang-baikan.
Perlu kita pahami bahwa ayat-ayat yang tertulis dalam Kitab Amsal adalah syair, yang seringkali maknanya tidak secara harfiah, tetapi kita perlu memperhatikan konteks. Saya setuju terjemahan LAI TB yang menerjemahkan ayat ini secara kontekstual, bahwa yang menjadi pokok pikiran dalam ayat ini adalah "si sahabat" itu, dan ayat ini tidak sedang mempertentangkan antara "teman versus saudara" melainkan membicarakan bahwa teman/ sahabat itu dapat menjadi saudara dalam setiap waktu bahkan dalam masa kesukaran/ kemalangan/ kesengsaraan, mari kita perhatikan ayat ini secara interlinear :
* Amsal 17:17
LAI TB, Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.
KJV, A friend loveth at all times, and a brother is born for adversity.
NIV, A friend loves at all times, and a brother is born for a time of adversity.
Mesianic Torah, A friend loveth at all times, and a brother is born for adversity.
Hebrew,
בְּכָל־עֵת אֹהֵב הָרֵעַ וְאָח לְצָרָה יִוָּלֵד׃
Translit interlinear, BEKHOL {di dalam segala} -'ET {waktu} 'OHEV {mengasihi} HARE'A {teman} VE'AKH {dan (menjadi) saudara} LETSARAH {untuk kesukaran/ kesulitan} YIVALED {ia dilahirkan}
"Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu." Persahabatan sejati tidak didasarkan pada syarat- syarat yang berubah-ubah. Seringkali seorang sahabat menjadi lebih karib daripada seorang saudara. Karena seorang sahabat adalah orang yang menambah sukacita kita dan membagi kesedihan kita. Seorang teman / sahabat yang baik akan memberikan waktunya kepada sahabatnya pada saat ia membutuhkannya, termasuk pada masa-masa kesukaran/ kemalangan/ kesengsaraan.
Dalam Yohanes 15:14 ditulis bahwa seorang sahabat akan melakukan apa yang diminta oleh sahabatnya tersebut. Untuk menyatakan pentingnya persahabatan, di dalam ayat ini diperjelas lagi dengan mangatakan bahwa sahabat itu bagaikan seorang saudara yang memang dilahirkan untuk berbagi dalam kesulitan2 atau kesukaran2.
Semoga Jelas.
ROMA 12:1-2 PERSEMBAHAN YANG BENAR
Roma 12:1-2 merupakan nasehat-nasehat khusus, di dalamnya kita seakan-akan menemukan' garis merah' kehidupan Kristen. Yaitu etika Kristen dalam kehidupan seorang Kristen yang merupakan sambutan atas kemurahan Allah terhadap dirinya:
* Roma 12:1-2
12:1 LAI TB, Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
KJV, I beseech you therefore, brethren, by the mercies of God, that ye present your bodies a living sacrifice, holy, acceptable unto God, which is your reasonable service.
TR, παρακαλω ουν υμας αδελφοι δια των οικτιρμων του θεου παραστησαι τα σωματα υμων θυσιαν ζωσαν αγιαν ευαρεστον τω θεω την λογικην λατρειαν υμων
Translit interlinear, parakalô {aku menasehatkan} oun {karena itu} humas {kalian} adelphoi {hai saudara2} dia {dengan} tôn oiktirmôn {demi belas kasihan} tou theou {Allah} parastêsai {untuk mempersembahkan (kurban)} ta sômata {tubuh2} humôn {kalian} thusian {sebagai kurban} zôsan {yang hidup} hagian {yang kudus} euareston {yang menyenangkan} tô theô {bagi Allah} tên logikên {yang sejati/ rasional/rohani} latreian {(itu adalah) ibadah/ penyembahan} humôn {kalian}
12:2 LAI TB, Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
KJV, And be not conformed to this world: but be ye transformed by the renewing of your mind, that ye may prove what is that good, and acceptable, and perfect, will of God.
TR, και μη συσχηματιζεσθε τω αιωνι τουτω αλλα μεταμορφουσθε τη ανακαινωσει του νοος υμων εις το δοκιμαζειν υμας τι το θελημα του θεου το αγαθον και ευαρεστον και τελειον
Translit interlinear, kai {lalu} mê {janganlah} suskhêmatizesthe {kalian dijadikan serupa} tô aiôni {dengan dunia} toutô {ini} alla {tetapi} metamorphousthe {kalian diubah} tê anakainôsei {oleh pembaharuan} tou noos {pemikiran/ akal budi} humôn {kalian} eis {sehingga} to dokimazein {kengetahui/ menyetujui} humas {kalian} ti {apa} to thelêma {kehendak} tou theou {Allah} to agathon {yang baik} kai {dan} euareston {yang disenangi (Allah)} kai {dan} teleion {sempurna}
Ayat 1:
Ajakan dan ajaran Paulus mengenai kehidupan Kristen dibukanya dengan berkata: "saudara-saudara... aku menasihatkan kamu ..." Kata-kata pembukaan yang sama kita temukan pula dalam 1 Korintus 1:10; 2 Korintus 10:1; Efesus 4:1, dll. Sapaan 'saudara-saudara' biasa dipakai Paulus bila ia mulai membicarakan perkara yang dianggapnya penting (bandingkan Roma 10:1; 11:25; 15:30). Menyusullah isi nasihat Paulus: supaya kamu mempersembahkan tubuhmu. Perkataan Yunani paristēmi berkaitan dengan suasana lingkungan istana: menyediakan, mengabdikan kepada raja. Di ayat ini paristēmi merupakan istilah peribadatan dari lingkungan bait Allah: mempersembahkan (kurban). Artinya itu ditegaskan oleh pemakaian 'persembahan' (kurban).
Yang harus dipersembahkan kepada Allah itu ialah tubuhmu. Yang dimaksud tentu bukan bahwa orang percaya harus menyerahkan tubuhnya untuk dibunuh, sebagaimana kadang-kadang terjadi dalam lingkungan agama lain. Bukanjuga bahwa mereka wajib menyiksa diri supaya bertambah suci. Atau bahwa mereka, pada masa gereja mengalami penindasan dari pihak pemerintahan, harus mengadukan diri kepada pihak berwajib sebagai orang Kristen agar dengan demikian memperoleh kedudukan martir. Memang apakah yang dapat orang lakukan seandainya tidak punya tubuh? Untuk berbicara ia butuh mulut. Untuk mendengar orang lain bicara, telinga. Untuk melihat, mata. Untuk berpikir, otak. Dan seterusnya.
Maka inilah yang hendak Paulus katakan di sini. Seluruh pikiran, perkataan, dan perbuatan, pokoknya seluruh kemampuan dan kegiatan kita, harus dipersembahkan kepada Tuhan. Hal itu membawa kita pada beberapa pertimbangan:
Pertama, bahwa 'mempersembahkan' berarti penyerahan total. Kita tak dapat menyisihkan sebagian untuk dipegang sendiri atau diserahkan kepada pihak lain (bandingkan Kisah 5:1 dyb.). Pun, kurban itu harus bersifat sempurna (bandingkan kata-kata 'tidak bercela' yang berkali-kali dipakai dalam Kitab Imamat).
Kedua, bahwa selain 'tubuh' itu tak ada kurban lain yang harus dipersembahkan orang Kristen. Dalam dunia abad pertama Masehi. orang membawa berbagai kurban. Orang Kristen tidak dapat lagi turut membawanya. Kalau kurban agama kafir, mereka tak dapat turut lagi karena ilah-ilah kafir bukan ilah, melainkan kesiasiaan (1 Korintus 8:4-6). Dan kalau ibadah dalam bait Allah di Yerusalem, bagi orang Kristen ibadah itu pada asasnya sudah tidak berlaku. Karena Allah sendiri telah menyediakan kurban yang mencegah murka-Nya, yaitu Kristus, dan kurban itu, yaitu kematian Kristus, sudah cukup untuk selama-lamanya. Persembahan itu sudah tidak diperlukan lagi (lihat artikel Propisiasi – Penebusan, di propisiasi-penebusan-vt1472.html#p5231 ).
Maka, bukanpemberian kita yang Tuhan kehendaki, tetapi Dia menghendaki kita sendiri. Oleh karena itu juga persembahan itu disebut persembahan hidup.
Perkataan hidup Itu dipakai bukan karena kita sendiri memang hidup, bertentangan dengan hewan kurban yang mati. (Hewan yang diserahkan untuk.menjadi milik Tuhan, lalu disembelih memang masih hidup juga.) Tetapi perkataan 'hidup' dipakai di sini dengan arti yang sama seperti mlsalnya dalam Roma 6:4: 'yang hidup dalam hidup yang baru'. Hidup yang baru Itu dibangkitkan oleh Roh Kudus (Roma 8:11). Dan karena orang percaya hidup bagi Allah, mereka 'telah mati bagi dosa' (Roma 6:11). Jadi, 'persembahan yang hidup' adalah penyerahan diri kita untuk menempuh kehidupan baru, yang menjauhi dosa dan menentang kuasa dosa itu.
Persembahan itu disebut juga kudus. Dengan demikian diungkapkan bahwa 'tubuh (= kehidupan) kita bukan lagi milik kita sendiri. Sebab 'mempersembahkan kurban' berarti kurban itu diserahkan menjadi milik Allah (atau dalam agama lain: dewa). Kalau misalnya dalam PL orang makan daging persembahan (bandingkan misalnya Imamat 10:12 dyb.), orang tidak menganggap daging itu sebagai miliknya sendiri. Sebaliknya, perjamuan itu merupakan persekutuan dengan Tuhan, sedangkan manusia seakan menjadi tamu-Nya. Maka, kalau orang percaya 'mempersembahkan tubuhnya' kepada Allah, hal itu berarti bahwa seluruh kehidupan mereka adalah milik Tuhan. Untuk seterusnya mereka harus minta kepada-Nya apa kehendak-Nya mengenai kehidupan mereka. Dengan demikian perkataan ' kudus' itu mencakup pula arti ' suci'. Maka kekudusan (kesucian) itu bukan bahan jadi, yang kita peroleh dan untuk seterusnya kita miliki. Di tempat lain, Paulus memakai pula istilah hagios (kudus). Seorang Kristen harus berupaya terus hidup semakin sesuai dengan kehendak Dia yang menjadi pemiliknya, tuannya. Dengan demikian juga persembahannya menjadi berkenan kepada Allah. Hal serupa dikatakan pula dalam Roma 14:18; 2 Korintus 5:9 dan lain-lain tempat.
Akhirnya Paulus menulis: "itu adalah ibadahmu yang sejati." Dalam bahasa Yunani: logike latreia. Kata λατρεια - latreia dalam bahasa Yunani umum berarti 'pengabdian', dan kalau dipakai dalam hubungan dengan dewa-dewa bermakna "ibadah'.
"Ibadah" dalam arti seluas itu juga dimiliki istilah Ibrani yang dalam Perjanjian Lama (PL) berbahasa Yunani diterjemahkan dengan latreia, yaitu עֲבֹדָה - 'ABODAH (yang serumpun dengan bahasa Arab yang kemudian diserap dalam bahasa Indonesia 'ibadah'). Maka apa yang dikatakan Paulus di sini berakar dalam Perjanjian Lama. Di sana pun 'Ibadah dalam arti khusus (ibadah dalam bait Allah) tidak dapat dilepaskan dari 'ibadah' dalam arti umum (ketaatan dalam seluruh kehidupan). Demikian halnya dari sudut bahasa: "'ABODAH serumpun dengan עָבַד - 'ABAD, 'mengabdi'. Demikian pula dari sudut isinya: dalam hukum Taurat dan Kitab-kitab para Nabi ibadah dalam bait Allah merupakan titik pusat ibadah dalam arti umum, yaitu ketaatan pada perintah-perintah Tuhan dan pengabdian kepada-Nya. Dalam Perjanjian Baru ibadah dalam bait Allah tidak ada lagi. Yang tinggal justru ketaatan dan pengabdian itu. Itulah persembahan hidup dan kudus' yang dipersembahkan orang percaya.
"Yang sejati" diterjemahkan dari kata Yunani λογικος – logikos, ini tidak terdapat dalam PL bahasa Yunani. Dalam PB, selain di sini.kita hanya menemukannya dalam 1 Petrus 2:2. Di sana artinya agak dekat dengan πνευματικος – pneumatikos, 'rohani'.
Catatan :
Dalam bahasa Yunani λογικος – logikos merupakan istilah filsafat. Arti harfiahnya 'sesuai akal budi. Tetapi khususnya dalam aliran Stoa, logikos berarti 'apa yang sesual dengan kodrat alam semesta', yaitu dengan sang Logos yang menjiwai dan mengatur alam semesta itu. Logos ilahi itu hadir pula dalam diri manusia. Maka jika manusia membiarkan Logos itu mengendalikan kehidupan dirinya, hidupnya logikos. yaitu sesuai dengan logos yang menguasai alam semesta.
Dalam mistik helenistis logikos mendapat arti 'batiniah' sesuai dengan kodrat rohani manusia, sehingga menjadi lawan 'lahirlah' (yang lahiriah ialah persembahan kurban. upacara upacara dsb.). Dalam lingkungan mistik itu dipakai istilah logikê thusia, 'persembahan budiman'. Penulis Yahudi Philo menerima arti itu dan mempertentangkan sikap logikos dengan sikap yang hanya mementingkan persembahan lahiriah. Namun demikian janganlah mengaitkan bahwa Paulus sedang mengajarkan sesuatu hal yang bersifat helenistis sebagaimana Philo dalam tulisan-tulisannya. Philo, meskipun beberapa karyanya bersifat theologis, namun ada banyak pemikiran-pemikirannya tercampur dengan helenisme yang tidak dapat diterima kalangan Yahudi. Yang menjadi pusat dalam pengertiannya, baik tentang alam semesta maupun tentang pengalaman agama ialah pikiran tentang λογος – "LOGOS" (kata, firman, kalam, logika), suatu istilah yang berasal dari golongan Stoiki.
Pengertian λογος – "LOGOS" dalam Kristianitas (misalnya dalam Yohanes 1:1, dan tulisan Rasul Paulus ini) berbeda dengan pola pikir helenistis. Rasul Yohanes, penulis Injil, datang kepada orang Yunani dan mengatakan: "Selama berabad-abad kalian telah berpikir, menulis, dan bermimpi tentang 'logos', yaitu kekuatan yang telah menjadikan dunia, dan menjaga keteraturan dunia; kekuatan yang dipakai oleh manusia untuk berpikir, menalar dan mengetahui sesuatu; kekuatan yang dipakai manusia untuk berhubungan dengan Allah. Yesus Kristus adalah 'logos' tersebut, yang datang ke bumi, 'logos' itu telah menjadi daging." Dengan perkataan lain, "pikiran Allah telah menjadi seorang pribadi." Kepada orang-orang Yahudi dan Yunani itu, Rasul Yohanes memberitahukan, bahwa pikiran Allah yang menopang, mengendalikan, memberikan terang dan menciptakan itu telah datang ke bumi di dalam Yesus Kristus. Ia memberitahu mereka, bahwa manusia tidak perlu lagi menduga dan meraba-raba; yang mereka perlu lakukan hanyalah melihat kepada Yesus Kristus, dan dengan demikian mereka dapat melihat pikiran Allah.
Note, lihat artikel terkait :
- YESUS KRISTUS SANG FIRMAN (Logos), di yesus-kristus-sang-firman-vt585.html#p1216
- STUDY KATA LOGOS, di logos-studi-kata-dari-perjanjian-baru-yunani-vt169.html#p351
- PHILO, di philo-vt2606.html#p14997
Kembali kepada istilah logikos dalam ayat 1 ini. Sekarang, kita dapat bertanya: apakah logikos di sini memang mengandung arti khusus 'batiniah', 'rohani'? Istilah logikos muncul juga dalam 1 Petrus 2:2. Di situ logikos agaknya berkaitan dengan λογος – logos (firman) dalam 1 :23 dan 2:8, sehingga menyandang arti 'sesuai dengan firman'. Begitu juga di sini bila menentukan arti logikos kita harus memperhitungkan dekatnya perkataan 'tubuh'. Agak ganjil kalau Paulus memakai istilah logikos, dalam arti 'batiniah', kalau baru saja ia anjurkan kepada orang percaya agar mereka menyerahkan tubuhnya sebagai persembahan yang hidup dan seterusnya. Anjuran itu sama sekali bertentangan dengan ajaran Stoa, yang justru mengajak orang bersikap acuh-tak-acuh terhadap segala hal jasmani dan menjadikan batin sebagai benteng pertahanannya. Karena itu juga, ayat 12:1b ini tidak boleh kita anggap sebagai penolakan segala macam upacara dalam bentuk apa pun. Pertentangan yang ditandai oleh istilah logikos bukan: 'lahir-batin', atau 'upacara ibadah-kehidupan sehari-hari' , melainkan: 'sesuai dengan kehendak Allah-tidak sesuai dengan kehendak Allah' ('hidup', 'kudus'!). Maka sebaiknya di sini kita memilih terjemahan yang sesuai dengan arti umum tersebut tadi bahwa logikos ini bermakna 'sejati' (LAI).
Ayat 2:
'Persembahan tubuh' dan' ibadah' yang disebut dalam ayat 1 memiliki segi negatif dan segi positif. Segi negatifnya ialah orang Kristen tidak boleh lagi membiarkan pola hidup mereka ditentukan oleh dunia. Menurut terjemahan harfiah: 'jangan lagi biarkan dirimu menjadi sepola dengan dunia ini'. 'Dunia' merupakan terjemahan αιων – aiôn (lihat artikel study kata di aion-abad-atau-dunia-studi-kata-dari-perjanjian-baru-yuna-vt160.html#p337 ), bandingkan 'eon' dalam Kamus Besar. Artinya 'masa yang sangat panjang', 'masa hidup dunia'; dari situ 'dunia', bandingkan misalnya 1 Korintus 1:20 dan 2:6. Tetapi dalam Alkitab kita menemukan pula pandangan yang berakar dalam apokaliptik Yahudi, yaitu bahwa ada dua 'eon'. Eon yang satu sedang berlangsung sekarang, yang lain akan datang. Yang satu dikuasai dosa, kerusakan, kematian; yang lain ditandai oleh kesempurnaan, kehidupan. Dalam Roma 12:2 ini tambahan ini menunjukkan bahwa 'eon' dipakai dengan arti tersebut terakhir. Maka kita dapat saja memakai terjemahan 'dunia', asal istilah 'dunia' mengandung arti 'dunia yang dikuasai dosa dan ketidaksempurnaan'. Di sini kita hadapi pertentangan yang sama seperti dalam Roma 5:12-21, yaitu antara zaman dosa berkuasa den.gan zaman kasih karunia berkuasa. Jadi, kata-kata janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini tidak boleh ditafsirkan seakan-akan orang percaya diajak menjauhi dunia. dalam arti kenyataan jasmani Yang dimaksud di sini bukanlah anjuran beraskese (bertapa). Sekali lagi, tafsiran semacam itu dicegah oleh dekatnya perkataan 'tubuh' dalam ayat 1.
Dilihat dari segi positif, anjuran Paulus berbunyi: 'berubahlah oleh pembaharuan budimu'. Atau, menurut terjemahan yang mungkin lebih tepat, 'biarlah rupamu diubah terus' 'Rupa' itu bukan hanya segi manusia yang lahiriah. Sebagaimana tampak dalarn Filipi 3:21, baik 'pola' maupun 'rupa' bagi Paulus menganjung pengertian: wujud, yang menunjukkan hakikat Maka perubahan yang diharapkan dari orang percaya Itu bukan hanya perkara lahiriah saja. Yang diharapkan ialah perubahan hati. yang terwujud dalam seluruh kehidupan.
Perubahan itu berlangsung oleh pembaharuan budimu. Perkataan Yunani νους – nous, yang di sini diberi terjemahan 'budi', muncul juga dalam Roma 1:28, dalam 7:23 dan 25, dan haru saja dalam 11:34. Di situ LAI memakai terjemahan 'pikiran' atau 'akal budi'. Agaknya di sini 'budi' dipilih karena dalam hubungan ini artinya memang perubahan kelakuan manusia. bukan perubahan pikirannya saja, Yang dimaksud ialah pusat kemauan kita, yang mengambil keputusan-keputusan yang menentukan tindakan kita (bandingkan Amsal 4:23). Pusat itu perlu dibarui. Telah kita lihat bahwa pembaruan hidup dikerjakan oleh Roh Kudus (7:6; 8:4). Namun, di sini manusia sendiri juga diajak membarui diri.
Bagian kedua ayat ini menyebut hasil pembaruan budi. Tujuannya ialah sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah. Kata kerja Yunani dokimazein berarti: memeriksa, menguji. Ternyata kehendak Allah tidak dengan sendirinya jelas, karena dua alasan:
Pertama, karena dalam kehidupan sehari-hari seorang Kristen dihadapkan dengan berbagai keadaan. Sering sulit baginya untuk begitu saja menentukan sikapnya. Apalagi pada masa kini, dengan perkembangan teknologi yang cepat di berbagai bidang, orang Kristen tidak begitu saja dapat menentukan apakah la boleh menggunakan anekaragam sarana mutakhir. Kita dapat membayangkan perkembangan di bidang medis, atau di bidang teknologi nuklir (masih terlepas dari soal persenjataan). Dalam semua hal itu diperlukan penimbangan matang sebelum kita dapat menentukan (itu pun dengan hati-hatil) manakah kehendak Allah.
Kedua, kita diajak mengusahakan 'budi' kita dalam mencari kehendak Allah, karena Alkitab bukanlah kitab hukum. Alkitab tidak menyajikan kepada kita seperangkat peraturan yang menunjuk jalan kepada orang Kristen sekaligus mengikat mereka. Sebab Injil tidak merupakan hukum yang haru, tetapi justru memberi kita kebebasan anak-anak Allah (Roma 8:15,21).
Kita mencatat lagi bahwa anjuran ini diarahkan oleh Paulus kepada setiap anggota jemaat di Roma (bandingkan ayat 3). Jadi, kita boleh menganggapnya diarahkan kepada setiap orang Kristen. Bukan pendeta, atau penatua, atau sinode, atau uskup, yang harus menentukan 'manakah kehendak Allah' , lalu menurunkan keputusannya ke jemaat. Anggota-anggota jemaat tidak boleh malas menunggu petunjuk 'dari atas'. Setiap orang percaya dipanggil dan diperbolehkan mempertimbangkan sendiri kehendak Allah.
Hanya, dengan demikian kita tidak boleh mengabaikan seginya yang lain, yaitu bahwa anjuran ini diarahkan oleh Paulus kepada setiap anggota jemaat di Roma. Orang-orang Kristen bukan individu-individu yang hidup sendiri-sendiri. Mereka merupakan satu tubuh (ayat 4!). Maka dalam mencari kehendak Allah pun mereka akan berkumpul, dan saling meminta nasihat. Itulah juga antara lain makna sidang majelis dan sidang sinode. Tinggal kita tafsirkan tiga kata yang dipakai Paulus umuk merinci kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Mungkin kita anggap luapan kata-kata ini agak berlebihan. Tetapi agaknya dalam jemaat Roma ada yang cenderung mengutamakan kebebasan orang percaya tersebut di alas begitu rupa, sehingga mereka tidak mau lagi terikat pada aturan aturan bagi kelakuan mereka Berhadapan dengan orang seperti itu perlu dipentingkan bahwa melakukan kehendak Allah adalah melakukan 'yang baik'. Dari Galatia 6:10 dan I Tesalonika 5: 15 kita tahu bahwa 'yang baik ' itu ialah perbuatan yang sederhana dan sangat konkret: menolong orang yang berkebutuhan, mengampuni mereka yang bersalah kepada kita. Dalam ayat 9 dyb. Paulus merinci lagi apa 'yang baik' itu.
Dengan menambahkan yang berkenan kepada Allah, Paulus menjelaskan sekali lagi apa itu 'yang baik'. Yang baik itu bukanlah asas abstrak, tetapi menyatakan diri dalam pergaulan antara seorang percaya dengan Allah. Pergaulan itu menuntut pengabdian sepenuhnya. Itulah makna kata-kata yang sempurna. Sebagaimana dikatakan dalam Markus 12:30-31 "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu .... Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri...." Perkataan 'sempurna' ini menentukan arti 'yang baik' dan juga arti 'yang berkenan'. Yang baik dan berkenan itu bukanlah sesuatu yang dapat kita jangkau, yang dapat kita anggap telah terlaksana (bandingkan Matius 5:48). Sebaliknya kesempurnaanNya merupakan tujuan yang selalu harus kita kerjar.
Kesimpulan :
Roma 12:1-2 menggunakan istilah yang dipakai dalam Perjanjian Lama (PL), dan mengingatkan kita bahwa orang-orang percaya Yahudi mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan di dalam peribadatan mereka. Tetapi kita, orang-orang Kristen, sebaliknya daripada mempersembahkan sesuatu di luar diri kita, harus mempersembahkan tubuh kita sendiri kepada Allah sebagai Kurban yang hidup, kudus dan yang berkenan (pantas). Yang dimaksudkan adalah sesuatu pelayanan rohani yang melibatkan seluruh kemampuan nalar kita yang sejati (logikos). Karena termasuk dalam pengabdian kita, maka orang-orang percaya harus berhenti menjadi serupa dengan dunia ini dan membiarkan diri kita berubah oleh pembaharuan budi kita (νους – nous). Pembaharuan dan perubahan semacam ini harus kita buktikan dengan menyelidiki kehendak Allah yaitu mana yang baik dan yang berkenan kepada Allah yang sempurna.
Nubuat Simeon pada bayi Yesus, Lukas 2:33-35
* Lukas 2:33-35
2:33 LAI TB, Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.
2:34 LAI TB, Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan
KJV, And Simeon blessed them, and said unto Mary his mother, Behold, this child is set for the fall and rising again of many in Israel; and for a sign which shall be spoken against;
TR, και ευλογησεν αυτους συμεων και ειπεν προς μαριαμ την μητερα αυτου ιδου ουτος κειται εις πτωσιν και αναστασιν πολλων εν τω ισραηλ και εις σημειον αντιλεγομενον
Translit, kai eulogêsen autous sumeôn kai eipen pros mariam tên mêtera autou idou houtos keitai eis ptôsin kai anastasin pollôn en tô israêl kai eis sêmeion antilegomenon
2:35 LAI TB, -- dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri --, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."
KJV, (Yea, a sword shall pierce through thy own soul also,) that the thoughts of many hearts may be revealed.
TR, και σου δε αυτης την ψυχην διελευσεται ρομφαια οπως αν αποκαλυφθωσιν εκ πολλων καρδιων διαλογισμοι
Translit, kai sou de autês tên psukhên dieleusetai romphaia hopôs an apokaluphthôsin ek pollôn kardiôn dialogismoi
Simeon (dan Hana) adalah saksi yang menunjuk bahwa Bayi yang dibawa Maria dan Yusuf adalah Mesias yang dinjanjikan (Lukas 2:36-38). Pada saat itu Simeon yang dipimpin Roh Kudus menyampaikan berkat (ayat 34) bahwa Maria dan Yusuf adalah orang2 yang diberkati karena mendapat kehormatan berkeluarga dengan Anak itu. Simeon sekaligus menyampaikan nubuat bahwa sesungguhnya Anak ini ditentukan akan membangkitkan banyak orang di Israel artinya untuk pertobatan mereka yang telah mati dan terlubur di dalam dosa agar dapat hidup kembali di dalam Allah. Anak ini juga merupakan penghiburan bagi banyak umat Tuhan yg terpuruk dan tenggelam dalam penderitaan. Anak ini ditentukan untuk "eis ptôsin kai anastasin", untuk menjatuhkan mereka agar mereka dapat bangkit kembali. Dalam ayat 34 ini Simeon menunjuk kepada pergumulan yang akan terjadi di masa datang. Anak ini akan menyebabkan di satu pihak Israel akan jatuh (akan binasa) secara rohani, dan yang lainnya akan bangkit (akan memperoleh keselamatan/ beroleh hidup yang sejati). Rangkaian perkataan ini seperti terdapat dalam Yesaya 8:14 dan 28:16 (bandingkan Roma 9:32-33 dan 1 Petrus 2:6-8). Manusia diperhadapkan kepada tawaran yang dibawa oleh Yesus Sang Mesias, manusia harus mengambil keputusan apakah ia akan menerima ataukah menolak perkataan dan karya-karya Kristus.
Dengan perkataan lain, munculnya Sang Mesias, Allah yang inkarnasi dalam rupa manusia yang bernama Yesus adalah seperti tanda mujizat. Orang dapat memahami munculnya Sang Mesias adalah suatu berkat dan bukti dari kasih Allah, namun orang dapat pula merasa jengkel karenanya dan menentang dan menolakNya. Penentangan penolakan itu berakhir dengan terjadinya pembunuhan Yesus di Golgota (itulah isi nubuat pada ayat 35). Kejadian ini menimbulkan kedukaan yang tidak dapat dibayangkan oleh Maria (35a). Dengan demikian akan menjadi nyata apa yang ada di hati manusia (ayat 35b), sebab terhadap Yesus Kristus, manusia tidak dapat bersikap netral, tetapi harus memberikan respon "ya" atau "tidak."
Demikianlah nubuat yang disampaikan oleh Simeon yang memulainya dengan suatu nyanyian puji-pujian yang menggembirakan (Lukas 2:29-32). Tetapi juga menambahkan perkataan yang sungguh dahsyat (ayat 34-35).
Sumber:
JJ Boland, Injil Lukas, BPK Gunung Mulia, 2001, hlm 60-70.
Matthew Henry, Injil Lukas 1-12, Momentum, 2009, hlm 101-104.
Blessings,
BP
October 27, 2010
Post subject: Re: Nubuat Simeon pada bayi Yesus, Lukas 2:33-35
Posted: Wed Oct 27, 2010 10:40 am
Quote:
saya masih bingung tentang ayat ini bro
sebab kalau saya lihat kata -mu (huruf kecil) => berarti kata ini di tujukan untuk Maria..(bukan YESUS)
"menembus jiwamu sendiri"
apakah ini adalah "ramalan" simeon tentang perdebatan "kuasa Maria" antara katolik dan protestan?
Tetapi pada bagian akhirnya, dikatakan "supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang"
mohon pencerahan ayat ini bro
Jawab :
Mari kita kaji secara Interlinear :
* Lukas 2:35
LAI TB, -- dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri --, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."
KJV, (Yea, a sword shall pierce through thy own soul also,) that the thoughts of many hearts may be revealed.
TR, και σου δε αυτης την ψυχην διελευσεται ρομφαια οπως αν αποκαλυφθωσιν εκ πολλων καρδιων διαλογισμοι
Translit, kai {juga} sou {-mu, second person genitive singular} de {dan} autês {sendiri, personal pronoun - genitive singular feminine} tên psukhên {hati, noun - accusative singular feminine} dieleusetai {akan menembus, future middle deponent indicative - third person singular} romphaia {suatu pedang, noun - nominative singular feminine} hopôs {sehingga} an apokaluphthôsin {boleh dinyatakan} ek {dari} pollôn {banyak (orang)} kardiôn {hati} dialogismoi {pikiran2}
Ayat 34 sebelumnya dituliskan bahwa Simeon berkata kepada Maria. Dan pada ayat 35 ini ada kata "sou" (-mu) yang memang ditujukan kepada Maria. Hal ini merujuk kepada suatu kesedihan yang besar yang akan Maria alami. Bahwa ia akan menemui, dan ia akan hadir pada saat suatu kejadian besar dimana Anak yang dia lahirkan yaitu Sang Mesias itu akan mengalami penolakan dari orang-orang Yahudi dan menyebkan Sang Mesias itu dibunuh. Keadaan ini digambarkan kesedihan yang hebat yang akan dialami Maria: bagaikan suatu pedang yang akan menembus jiwa Maria sendiri.
Dan, nubuat itu jelas telah terjadi pada Maria (dengan ditemani oleh rasul Yohanes, reff Yohanes 19:25-27), ia berada di dekat salib Yesus. Artinya, Mariapun mengalami kehancuran jiwa (kesedihan) bahwa Anak yang pernah ia lahirkan kini sedang menjalani hukuman mati, kesedihan itu bagaikan pedang yang menembus jiwanya.
Saya kurang setuju apabila Lukas 2:35 dimaknakan sebagai "kuasa Maria" dan lambang perseteruan Katolik vs Protestan. Mengenai makna frasa "supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang," sudah saya jelaskan pada penjelasan sebelumnya, bahwa frasa ini bermakna: telah menjadi nyata apa yang ada di hati manusia (ayat 35b). Bahwa, terhadap Yesus Kristus, manusia tidak dapat bersikap netral, atau ambigu. Manusia harus memberikan respon "ya" atau "tidak" secara nyata terhadap tawaran Allah tentang jalan keselamatan melalui Sang Pengantara, yaitu Yesus Kristus!
Post subject: Re: Nubuat Simeon pada bayi Yesus, Lukas 2:33-35
Posted: Mon Nov 01, 2010 3:14 pm
(33) Dan bapa serta ibu-Nya amat HERAN akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.
(34) Simeon ... berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya ANAK INI ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan PERBANTAHAN (35) --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--,
.............supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."
Ada topik utama dari bagian ayat ini yang akan menjelaskan seluruh kalimatnya.
1. Keheranan Maria & Yusuf.... tidak ada seorang pun yang dapat membayangkan Mesias itu akan datang sebagai apa dan bagaimana caranya.
Bayi Yesus sebagai Mesias pun saat itu belum tampak bagi Maria & Yusuf, selain penjaminan atau dikuatkan oleh kesaksian Malaikat Gabriel dan para majus & para gembala.
Yusuf dan Maria tidak tahu Yesus Sang Mesias ini besarnya nanti bagaimana dan mau apa.
Kedatangan Mesias sebagai sesosok bayi manusia mungil saja sudah cukup mengagetkan mereka, hingga terheran2 hampir tidak percaya, sebagaimana yang terjadi dg Zakaria saat kelahiran anaknya yaitu Yohanes Pembaptis.
2. Tapi Roh Kudus berbicara melalui Simeon, yaitu menubuatkan tentang Mesias Kecil itu.
Kata2nya bisa dimaksudkan begini:
- (aku tahu keraguanmu sebagai orangtua) tapi sungguh percayalah Anak yang kau gendong itu akan menjadi berkat dan menjadi besar/hebat/kenamaan.
- Bayi mungil ini, Dialah yang akan menjatuhkan atau membangkitkan manusia.
- Tapi semua orang termasuk engkau sebagai ibuNya pun akan sangat keheranan, diguncang imannya, di hati setiap orang akan terjadi perbantahan 'Siapakah Dia Yesus ini?'.
- Karena Dia yang tadinya dipikir orang akan menjadi Berkat, justru akan menjadi Kutuk dalam sehari. Karena dengan jalan itulah Dia akan memberkati keselamatan untuk manusia.
- Dengan jalan itu jugalah, Dia akan menyatakan hati/inti/roh setiap orang, apakah mereka milik dunia atau milik sorga.
Matius 26:31
Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai.
Lukas 24:
(20)".... Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.(21) PADAHAL KAMI DAHULU MENGHARAPKAN, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel....".....
(25) Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! (26) Bukankah MESIAS harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?"
(27) Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis TENTANG DIA dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.
Mengapa sih Simeon ini hanya berbicara kepada Maria dan bukan kepada Yusuf juga?
Karena Marialah yang akan mengalami semua itu, sedangkan Yusuf akan meninggal sebelum Yesus tumbuh dewasa.
Marialah saksi kunci mulai dari kelahiran Bayi Yesus yang tidak berdaya hingga Pemuda Yesus yang akan didaulat menjadi Raja tapi kemudian malah dibunuh dengan dijadikan Penjahat/Pemberontak.
Para pengikut Yesus, termasuk Maria, pastilah SHOCK sekali, baru saja sehari sebelumnya seluruh Yerusalem mengelu2kan Yesus sebagai Yang Datang Dalam Nama Tuhan, selayaknya sambutan bagi Raja di Israel, tapi sehari kemudian Yesus sudah divonis sebagai penjahat dan digantung di kayu salib bersama para penjahat2 besar.
Semua orang pasti hampir tidak percaya, terguncang, bingung, sedih, kecewa, kacau dst.
Menurut saya bagian awal ayat 35 seharusnya menempel di akhir ayat 34, sehingga tidak terjadi kebingungan.
Yaitu point utama dari nubuat Simeon itu bukanlah Maria, tapi Sang Mesias.
Yesuslah yang akan menyatakan pikiran/hati banyak orang.
Maria adalah saksi sebagaimana rasul2 dan kita semua para pengikut Kristus.
Banyak trik iblis untuk membodohi manusia dengan melencengkan fokus utama Alkitab yaitu Tuhan Yesus Kristus, kepada hal2 lain atau tokoh2 lain.
Pegang saja point utama seluruh kitab PL & PB yaitu : Yesus Kristus.
Maka carilah, galilah, dan dari iman itu akan timbul pengertian yang benar terhadap semua kitab.
Tentunya semua itu semata karena Roh Kudus yang akan membuka pikiran kita.
Lukas 24:45
Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
Kiranya Roh Kudus memimpin kita sekalian. GBU
Yesus Menghakimi atau Tidak ? Yohanes 3:17, 12:47 vs Yohanes 9:39
* Yohanes 3:17, 12:47
3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
12:47Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.
Versus :
* Yohanes 9:39
Kata YESUS: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta."
Pembahasan:
Jika dilihat dari kata "tidak menghakimi" dan "untuk menghakimi" kelihatannya ayat-ayat di atas memang bertentangan. Apalagi semua ayat di atas berasal dari kata dasar yang sama yaitu "κρινω - KRINÔ". Maka untuk mengartikannya kita harus memahami konteks yang dibicarakan.
Kata KRINÔ, makna utamanya adalah memisahkan antara yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah, dari suatu opini melalui bukti-bukti dan pengujian. Namun adakalanya mengandung makna opini negatif berdasarkan anggapan atau penilaian sepihak, mencela. Kata ini juga bermakna: meminta keadilan, menghakimi, dan menjatuhkan vonis/ hukuman. Kata ini digunakan baik untuk Allah, maupun untuk diri sendiri, ditujukan kepada pihak lain, atau kepada diri sendiri.
KRINÔ memiliki arti yang amat luas, dan dari kata ini terdapat macam-macam bentuk, misalnya ada "ανακρινω - anakrinô", memeriksa, menilai, menyelidiki, mengeritik, menghakimi, ada lagi διακρινω - diakrinô", memisahkan, membuat perbedaan (membedakan, berselisih pendapat, menganggap (asumsi), menguji. Ada lagi "εγκρινω - egkrinô" baca: "eng-krii-no", arti : Membuat perhitungan, secara konseptual berarti menghakimi kelayakan seseorang untuk bergabung dalam suatu kelompok. Ada juga "κατακρινω - katakrinô", menghukum, menjatuhi hukuman, menghakimi, menyalahkan, dan lain-lain.
Maka jika Anda memandang bahwa Yohanes 3:17; 12:47 bertentangan dengan Yohanes 9:39 perlu koreksi lebih lanjut.
Mari kita pahami ayat-ayatnya dengan kajian interlinear naskah bahasa asli Yunani :
* Yohanes 3:17
LAI TB, Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi (KRINÔ) dunia, melainkan untuk menyelamatkannya (SÔZÔ) oleh Dia.
KJV, For God sent not his Son into the world to condemn the world; but that the world through him might be saved.
TR, ου γαρ απεστειλεν ο θεος τον υιον αυτου εις τον κοσμον ινα κρινη τον κοσμον αλλ ινα σωθη ο κοσμος δι αυτου
Translit interlinear, ou {tidak} gar {sebab} apesteilen {mengutus} ho theos {Allah} ton huion {Anak} autou {-Nya} eis {ke dalam} ton kosmon {dunia} hina {supaya} krinê {Ia menghakimi/ Ia menghukum/ Ia menjatuhkan vonis (hukuman)} ton kosmon {kepada (manusia) dunia} all {melainkan} hina {supaya} sôthê {diselamatkan} ho kosmos {dunia} di {melalui} autou {Dia}
* Yohanes 12:47
LAI TB, Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya (KRINÔ), sebab Aku datang bukan untuk menghakimi (KRINÔ) dunia, melainkan untuk menyelamatkannya (SÔZÔ).
KJV, And if any man hear my words, and believe not, I judge him not: for I came not to judge the world, but to save the world.
TR, και εαν τις μου ακουση των ρηματων και μη πιστευση εγω ου κρινω αυτον ου γαρ ηλθον ινα κρινω τον κοσμον αλλ ινα σωσω τον κοσμον
Translit interlinear, kai {dan} ean {jikalau} tis {ada orang} mou {-Ku} akousê {mendengar} tôn rhêmatôn {perkataan2} kai {dan} mê {tidak} pisteusê {mematuhi} egô {Aku} ou {tidak} krinô {menghakimi} auton {dia} ou {bukan} gar {sebab} êlthon {Aku datang} hina {supaya} krinô {Aku menghakimi/ Aku menghukum/ Aku menjatuhkan vonis (hukuman)} ton kosmon {kepada dunia} all {melainkan} hina {supaya} sôsô {Aku dapat menyelamatkan} ton kosmon {dunia}
Maksud kedua ayat diatas jelas bahwa kata "KRINÔ" menjadi lawan kata dari kata "SÔZÔ".
Mari kita kontraskan "KRINÔ" dengan kata "SÔZÔ" (menyelamatkan).
Secara konteks apabila kata "KRINÔ" dikontraskan dengan "SÔZÔ" (menyelamatkan), maka tentu kata "KRINÔ" tersebut bermakna menghakimi/ menghukum/ menjatuhkan vonis (hukuman).
Sekarang bandingkan dengan kasus ayat di bawah ini:
* Yohanes 9:39
LAI TB, Kata YESUS: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi (KRIMA), supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta."
KJV, And Jesus said, For judgment I am come into this world, that they which see not might see; and that they which see might be made blind.
TR, και ειπεν ο ιησους εις κριμα εγω εις τον κοσμον τουτον ηλθον ινα οι μη βλεποντες βλεπωσιν και οι βλεποντες τυφλοι γενωνται
Translit interlinear, kai {lalu} eipen {Ia berkata} ho iêsous {Yesus} eis {di dalam/ untuk} krima {penghakiman/ penilaian/ pemisahan} egô {Aku} eis {ke dalam} ton kosmon {dunia} touton {ini} êlthon {Aku datang} hina {supaya} hoi {(orang2) yang} mê {tidak} blepontes {melihat} blepôsin {mereka dapat melihat} kai {dan} hoi {orang2} blepontes {melihat} tuphloi {mereka buta} genôntai {mereka akan menjadi}
Kata yang diterjemahkan "menghakimi" adalah kata Yunani "KRIMA" yang walaupun juga berasal dari kata dasar "KRINÔ". Namun apakah makna "KRINÔ" ini bermakna "menghakimi/ menghukum/ menjatuhkan vonis (hukuman)"?
Secara konteks tidak!
Kata "KRINÔ" dalam konteks ayat ini bermakna : menilai/ memisahkan/ membedakan.
Untuk menguji kebenaran makna "menilai/ memisahkan/ membedakan" untuk kata "KRINÔ" pada Yohanes 9:39 ini mari kita baca ayat-ayatnya lebih lengkap satu perikop dan kita akan memahami maksudnya yang sesuai dengan konteks ayat tersebut :
* Yohanes 9:1-41, Orang buta sejak lahirnya
9:1 Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
9:2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"
9:3 Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
9:4 Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.
9:5 Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia."
9:6 Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi
9:7 dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.
9:8 Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: "Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?"
9:9 Ada yang berkata: "Benar, dialah ini." Ada pula yang berkata: "Bukan, tetapi ia serupa dengan dia." Orang itu sendiri berkata: "Benar, akulah itu."
9:10 Kata mereka kepadanya: "Bagaimana matamu menjadi melek?"
9:11 Jawabnya: "Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat."
9:12 Lalu mereka berkata kepadanya: "Di manakah Dia?" Jawabnya: "Aku tidak tahu."
9:13 Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi.
9:14 Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat.
9:15 Karena itu orang-orang Farisi pun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya: "Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat."
9:16 Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: "Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat." Sebagian pula berkata: "Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?" Maka timbullah pertentangan di antara mereka.
9:17 Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?" Jawabnya: "Ia adalah seorang nabi."
9:18 Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru dapat melihat lagi, sampai mereka memanggil orang tuanya
9:19 dan bertanya kepada mereka: "Inikah anakmu, yang kamu katakan bahwa ia lahir buta? Kalau begitu bagaimanakah ia sekarang dapat melihat?"
9:20 Jawab orang tua itu: "Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa ia lahir buta,
9:21 tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri."
9:22 Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan.
9:23 Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata: "Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri."
9:24 Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya: "Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang itu orang berdosa."
9:25 Jawabnya: "Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat."
9:26 Kata mereka kepadanya: "Apakah yang diperbuat-Nya padamu? Bagaimana Ia memelekkan matamu?"
9:27 Jawabnya: "Telah kukatakan kepadamu, dan kamu tidak mendengarkannya; mengapa kamu hendak mendengarkannya lagi? Barangkali kamu mau menjadi murid-Nya juga?"
9:28 Sambil mengejek mereka berkata kepadanya: "Engkau murid orang itu tetapi kami murid-murid Musa.
9:29 Kami tahu, bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu kami tidak tahu dari mana Ia datang."
9:30 Jawab orang itu kepada mereka: "Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku.
9:31 Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya.
9:32 Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta.
9:33 Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."
9:34 Jawab mereka: "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar.
9:35 Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?"
9:36 Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya."
9:37 Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!"
9:38 Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya.
9:39 Kata Yesus: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta."
9:40 Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: "Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?"
9:41 Jawab Yesus kepada mereka: "Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu."
Perikop ini mengisahkan tentang seorang buta sejak lahirnya, Yesus oleh belas kasihanNya menyembuhkan si orang buta ini sejak lahirnya pada hari Sabat. Yesus yang kita tahu dapat menyembuhkan hanya dengan berfirman saja, namun agaknya pada hari Sabat ini Ia sengaja melakukan suatu perkerjaan "mengaduk tanah yang dicampur dengan ludahNya."
Aktivitas mengaduk-aduk tanah, diasumsikan sebagai suatu pekerjaan yang dilarang pada hari Sabat. Orang Farisi tidak peduli dan sama sekali tidak bersuka cita atas kesembuhan yang diterima oleh si orang buta, sebaliknya orang-orang Farisi mempersoalkan legalisme agamawi, menuduh bahwa Yesus melanggar Sabat karena melakukan "pekerjaan" di hari Sabat.
Orang-orang Farisi juga memperdebatkan kesaksian dari si orang buta yang telah disembuhkan itu. Orang2 Farisi mempersoalkan "darimana Yesus datang" (merujuk kepada sosok Mesias yang dinantikan). Si orang buta membela kesaksiannya bahwa sosok Yesus yang sedang dipersoalkan itu telah memberi dia kesembuhan (9:30). Namun kesaksian si orang buta yang telah sembuh ini dimentahkan oleh orang2 Farisi dengan tuduhan bahwa ia lahir buta karena ia lahir di dalam dosa (9:34), dan kemudian orang2 Farisi itu mengusir dia keluar.
Ayat 35-41: Pada bagian terakhir, adalah letak pokok pengajarannya mengenai suatu paradoks "Pengelihatan orang buta versus kebutaan orang-orang yang melihat."
Kisah ini masih harus diselesaikan, karena iman orang buta yang disembuhkan itu belum lengkap, dan Tuhan Yesus belum menarik kesimpulan yang menguraikan keadaan hati orang2 Farisi yang mempersoalkan tindakan Yesus Kristus.
Pada ayat 35, Tuhan Yesus menemui si orang buta yang telah sembuh ini dan berkata "percayakah engkau"? Tuhan Yesus dalam hal ini hendak meneguhkan imannya. Pada ayat 36 si mantan orang buta ini bertanya "Siapakah Dia, Tuan? Supaya aku dapat percaya kepadanya." Si mantan orang buta ini belum pernah melihat Tuhan Yesus, tetapi ia mengingat suaraNya yang sedang berbicara dengan dia. Yesus memberi jawaban yang sangat indah: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!" (ayat 37). Si mantan orang buta ini tentu saja bersuka cita, Tuhan Yesus menyatakan bahwa Dialah yang harus dipercayai. Dan dengan spontan dia menjawab "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya (ayat 38). Apa yang dilakukan si mantan orang buta ini sungguh luar biasa, di dalam budaya Yahudi hanya Tuhan Allah yang boleh disembah (ayat ini satu-satunya di dalam Injil Yohanes yang mencatat Yesus disembah). Si mantan orang buta tidak hanya dicelikkan mata jasmaninya melainkan juga mata rohaninya, ia seketika itu dapat melihat Allah yang inkarnasi di bumi!
Ayat 39, dalam bagian ini Tuhan Yesus meringkaskan seluruh peristiwa yang dicatat dalam pasal 9 ini. Ternyata penyembuhan orang buta sejak lahir serta perdebatannya dengan orang-orang Farisi, merupakan perumpamaan yang nyata. Atau suatu perumpamaan yang menjadi nyata, yang menyatakan perbedaan antara orang yang menjadi percaya dan orang yang menolak untuk percaya. Sesuai dengan gelarNya bahwa Yesus Terang Dunia (ayat 5), Ia telah memberi terang bagi si orang buta. Penyembuhan yang dilakukanNya ini menyatakan bahwa Allah sungguh telah datang di dunia.
Pada dasarnya kata "menghakimi" (Yunani, KRINÔ) pada ayat ini berarti "membedakan, memisahkan." Tuhan Yesus datang ke dunia ini untuk membedakan orang-orang yang seperti si orang buta yang menjadi percaya dan orang-orang yang mengeraskan hati untuk menolak kebenaran yang nyata.
"Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta." Kata-kata ini menjadi suatu kiasan dari keadaan yang dicatat dalam Yohanes pasal 9. Tuhan Yesus memakai istilah "buta" dalam artian "sesat," dan istilah "melihat" dalam artian mereka yang mau ditolong sehingga melihat kebenaran untuk memperoleh keselamatan.
Kiasan ini berlatar belakang Yesaya 6:9-10 dan 42:18-20. Bahwa Dia (Sang Mesias) datang supaya barangsiapa yang tidak melihat (dan rela mengakui kebutaannya, seperti si orang buta yang disembuhkan) itu dapat melihat. Yaitu supaya mereka mengerti bahwa Dialah Terang Dunia dan Juru Selamat Dunia, yaitu Allah sendiri yang datang di dalam Yesus Kristus.
APAKAH YESUS CIPTAAN ALLAH?
anakgaul wrote:
Mau nanya ney apakah Yesus ciptaan Allah berdasarkan ayat Wahyu 3:14 dan Kolose 1:16 tolong jelaskan y
Jawab :
* Wahyu 3:14
"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:
* Kolose 1:16
"karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di Surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia."
I. Wahyu 3:14 PERMULAAN DARI CIPTAAN ALLAH
Wahyu 3:14, kita lihat secara interlinear naskah bahasa asli Yunani :
* Wahyu 3:14
LAI TB, "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:
KJV, And unto the angel of the church of the Laodiceans write; These things saith the Amen, the faithful and true witness, the beginning of the creation of God;
NIV, To the angel of the church in Laodicea write: These are the words of the Amen, the faithful and true witness, the ruler of God's creation.
TR, και τω αγγελω της εκκλησιας λαοδικεων γραψον ταδε λεγει ο αμην ο μαρτυς ο πιστος και αληθινος η αρχη της κτισεως του θεου
Translit. interlidear, kai {adapun} tô aggelô {kepada malaikat} tês {di} ekklêsias {jemaat} laodikeôn {laodikia} grapson {tuliskanlah} tade {(hal-hal) ini} legei {menyabdakan} ho {Sang} amên {Amin} ho martus {Saksi/ Martir} ho pistos {Yang Setia} kai {dan} alêthinos {benar} hê arkhê {sumber/permulaan/penguasa} tês ktiseôs {ciptaan} tou theou {Allah}
Kunci pengertiannya mudah saja :
- "Permulaan dari ciptaan" bukanlah "ciptaan yang permulaan".
- "Permulaan dari ciptaan" adalah 'Sesuatu' yang menyebabkan suatu ciptaan. Atau Sumber dari ciptaan. Atau Prinsip yang menyebabkan suatu ciptaan.
Kajian lanjut :
Kristus adalah permulaan dari segala ciptaan. Ini menyatakan Kristus bukan ciptaan, bukan materi yang terbatas, bukan sejenis materi. Ia berada diatas segala materi yang terbatas, bukan sejenis materi. Ia berada diatas segala materi, atau melintasi materi. Ia adalah permulaan dari segala ciptaan.
Ia adalah Amin, Saksi yang Setia dan Benar. Dalam bahasa Yunani :
ο αμην ο μαρτυς ο πιστος και αληθινος η αρχη της κτισεως του θεου
ho {Sang} amên {Amin} ho martus {Saksi/ Martir} ho pistos {Yang Setia} kai {dan} alêthinos {benar} hê arkhê {sumber/permulaan/penguasa} tês ktiseôs {ciptaan} tou theou {Allah}
Ada 4 istilah "αρχη - arkhê" :
- Sebagai permulaan
- Sumber
- Menyatakan segala sesuatu "dari Dia" (Roma 11:36
- Yang diciptakan oleh Dia (Yohanes 1:3; Kolose 1:15-17; Ibrani 1:2; Wahyu 4:11; 10:6; 14:7 dsb).
Terjemaham "permulaan" hanya menunjukkan satu status yang penting, sedangkan sumber menunjukkan satu relasi yang sangat erat. Saksi yang setia dan Benar, yang rela mengorbankan hidup-Nya, adalah wujud/ gambar Allah sendiri. Ia adalah sumber dari segala sesuatu. Tanpa Dia, maka tidak ada penciptaan karena Kristus adalah sumber dari segala ciptaan. Ia adalah Sang Khalik, segala sesuatu milik Dia, bersandar pada Dia, serta akan kembali kepada Dia.
Maka terjemahan LAI : "Permulaan dari ciptaan"; Supaya tidak membingungkan, lebih baik diterjemahkan 'prinsip' atau 'sumber' ciptaan. Lihat terjemahan NIV yang lebih memberikan pengertian yang mudah dipahami. Perhatikan kata Yunani : "αρχη - arkhe", Leksikon Yunani : beginning, corner, (at the, the) first (estate), magistrate, power, principality, principle, rule..
Selanjutnya, silahkan kaji kata "αρχη - arkhe" pada ayat ini :
* Yohanes 1:1
LAI TB, Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
KJV, In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God.
TR, εν αρχη ην ο λογος και ο λογος ην προς τον θεον και θεος ην ο λογος
Translit Interlinear, en {pada} arkhê {permulaan} ên {ada} ho logos {Firman,} kai {dan} ho {itu} logos {Firman} ên pros ton {bersama} theon {Allah,} kai {dan} theos {Allah} ên {(Dia) adalah} ho {itu} logos {Firman.}
Khusus tentang frasa terakhir "dan Firman itu adalah Allah":
"και θεος ην ο λογος"
"kai theos ên ho logos"
dan – Allah – Dia adalah – Firman itu
and – God – was – the Word
Penerjemahan dibalikkan menjadi "Firman itu adalah Allah" karena 'ho logos' adalah subyek dengan artikel 'ho' di depannya.
Urutan kalimat dalam bahasa Yunani tidak seperti bahasa Indonesia ataupun Inggris, bahwa musti subyek baru predikat.
Yohanes 1:1 ini menunjuk :
"Permulaannya" (Yunani, "αρχη - arkhe") adalah Firman. Sang Firman itu adalah Allah.
Rasul Yohanes meneruskan ayat ini (yang paralel dengan Wahyu 3:14) sbb :
* Yohanes 1:3
LAI TB, Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
KJV, All things were made by him; and without him was not any thing made that was made.
TR, παντα δι αυτου εγενετο και χωρις αυτου εγενετο ουδε εν ο γεγονεν
Translit. interlinear, panta {segala (sesuatu)} di {melalui} autou {Dia} egeneto {dijadikan} kai {dan} khôris {tanpa} autou {Dia} egeneto {dijadikan} oude en {tidak satupun} ho gegonen {(apa) yang telah jadi}
Yesus adalah Sang Firman. Sang Firman adalah Allah; tanpa Firman tidak ada suatu pun ada; bandingkan dengan ayat-ayat ini :
* Mazmur 33:6
"Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya."
* Mazmur 33:9
Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.
* Kolose 1:16
karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
Jelas bahwa Sang Firman (Ho Logos) adalah sumber dari segala ciptaan. Ia adalah prinsip dari segala ciptaan.
Wahyu 3:14 memuliakan Kristus selaku Sang Pencipta atas makhluk-makhluk yang congkak dan kerdil, yang membanggakan dirinya sendiri. Ayat ini merupakan pendahuluan dari surat Kristus kepada Jemaat di Laodikia. Perikop ini (Wahyu 3:14-22) menuliskan celaan kepada suatu Jemaat yang tak ada bandingnya dalam PB selaku ungkapan jijik dari Kristus.
* Wahyu 3:14-22
3:14 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:
3:15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
3:17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
3:18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
3:19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!
3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.
3:22 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."
Kita akan bahas secara keseluruhan perikopnya (Wahyu 3:14-22) :
Pendahuluan surat ini menunjuk hakikat Sang Pencipta dan ciptaan yang diciptakanNya. Menjadi awal tegoran kepada 'ciptaan' yang telah menyombongkan dirinya atas kesuksesan dan kemakmuran yang dimilikinya. Secara keseluruhan surat ini mengingatkan kembali bahwa mereka hanyalah "ciptaan", tidak seharusnya mereka melupakan Tuhan Sang Pencipta. Kesuksesan secara ragawi/material tidak menjamin keselamatan yang kekal.
Kota Laodikia didirikan oleh Antiokhus II dari Siria untuk istrinya, Laodike. Laodikia berkembang menjadi kota yang besar, ramai, dan terkenal. Ada tiga ciri khas kota ini yang membuatnya terkenal dimana-mana yaitu sebagai penghasil bulu domba yang lembut, mengkilap, serta berwarna hitam keungu-unguan, dan Laodikia ini juga tersohor karena mutu sekolah kedokterannya. Dua dokter dari kota ini, Zeuxis dan Aleksander Filalethes dikenal prestasi medis mereka dengan diproduksinya salep mata dan salep telinga. Dan Laodikia ini sangat makmur karena kota ini adalah salah satu pusat kegiatan perbankan. Dengan kehebatan perdagangan dan kemakmurannya, tentu saja kota ini sibuk.
Jemaat Laodikia adalah jemaat yang besar, namun kelebihan-kelebihan yang membanggakan ini membuat mereka lupa, jemaat Laodikia adalah gambaran Kristen yang lahiriah (Wahyu 3: 17). Hal ini dapat mengambarkan situasi Gereja pada masa sekarang dimana mereka yang merasa kaya, tidak perlu bersandar kepada Tuhan. Dari ke-7 jemaat yang disinggung dalam kitab Wahyu ini, hanya jemaat Laodikia yang dinamai "jemaat yang menyedihkan".
Namun keadaan menjijikkan dari orang-orang laodikia ini tidaklah mengilangkan kasih Kristus kepada mereka; ungkapan-ungkapan pedas kepada mereka hanyalah ungkapan akibat dari kasih sayang yang mendalam yang akan membawa mereka kepada pertobatan. Undangan ramah dari Kristus-pun diberikan :
* Wahyu 3:20
LAI TB, Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
KJV, Behold, I stand at the door, and knock: if any man hear my voice, and open the door, I will come in to him, and will sup with him, and he with me.
TR, ιδου εστηκα επι την θυραν και κρουω εαν τις ακουση της φωνης μου και ανοιξη την θυραν εισελευσομαι προς αυτον και δειπνησω μετ αυτου και αυτος μετ εμου
Translit interlinear, idou {perhatikan} estêka {Aku berdiri} epi {didepan} tên thuran {pintu} kai {dan} krouô {Aku terus mengetuk} ean {jikalau} tis {ada orang} akousê {mendengar} tês phônês {suara} mou {-Ku} kai {dan} anoixê {membuka} tên thuran {pintu} kai {lalu} eiseleusomai {Aku akan datang} pros {kepada} auton {dia} kai {lalu} deipnêsô {Aku akan makan (malam; 'supper')} met {bersama} autou {-nya} kai {dan} autos {ia} met {bersama} emou {Aku}
Digambarkan Tuhan Yesus 'menunggu' dibukakan pintu. Yesus menyatakan ingin masuk ke dalam pintu hati jemaatNya dan disambung dengan kalimat 'Ia akan makan bersama umatNya jika sudah dibukakan'.
Kata yang dipakai dalam ayat diatas adalah "makan-malam" (Yunani, "δειπνεο - deipneo"), bukan sarapan dan bukan makan siang. Ini tentu saja mempunyai makna sendiri. Zaman dahulu maupun sekarang, orang akan sarapan dan makan siang dengan waktu yang terbatas. Namun, dalam suasana makan-malam itu terdapat persekutuan yang indah karena kita tidak diburu waktu karena banyaknya kegiatan dari pagi hingga sore hari. Orang bisa melakukan makan-malam dengan waktu yang lebih panjang. Persekutuan inilah yang didambakan Yesus Kristus kepada kita. Dan dalam suasana seperti ini kita bisa lebih memahami Dia dan menikmati Dia.
Jemaat Tuhan adalah orang-orang yang 'sudah percaya' kepada Tuhan Yesus. Tetapi pada kenyataannya betapa jemaatNya ini seringkali walaupun dimulut mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan, tapi hal ini sebatas kata "diakui ada". Tuhan dianggap sebatas pemberi berkat saja, sehingga Tuhan lah yang melayani jemaatNya.
Jemaat Tuhan belum tentu sudah benar-benar menempatkan Yesus Kristus sebagai Tuan/Lord (Yunani, κυριος - Kurios). Dalam kehidupan kita bisa kita jadikan contoh, betapa kitapun kadang lebih menganggap bisnis sebagai "kurios", entertainment sebagai "kurios", asset sebagai "kurios", berkat sebagai "kurios", mujizat sebagai "kurios", pendeta sebagai "kurios"; orang yang menjabat sebagai 'penguasa' gereja/ 'pemilik' gereja sebagai "kurios". Bahkan ibadah kita dalam Gereja sering tertuju hal-hal tersebut, bukan kepada Yesus Kristus – Tuhan – Tuan diatas segala tuan, Kurios yang sesungguhnya.
Namun, Yesus Kristus, Sang Tuan ini sangat sopan, Ia tak pernah memaksa, Ia mengetuk (dan terus mengetuk) menunggu dibukakan. Ia senantiasa menyediakan waktu bagi kita untuk mengenalNya dalam persekutuan jamuan makan-malam yang akrab.
Inilah undangan Kristus bagi jemaat-Nya yang hampir murtad ini, suatu kesempatan yang melebihi ke-enam jemaat sebelumnya. Sama seperti orang percaya meminta Kristus untuk tinggal bersama dia, demikian jugalah Tuhan Yesus akan mengundang dia, bila ia bertekun hingga akhir, untuk mengambil bagian dalam takhta yang dalam kuasaNya. Penggenapan janji ini digambarkan dalam Wahyu 20:4-6 yakni Kerajaan 1000 tahun, dan Wahyu 22:5, pemerintahan abadi di Yerusalem baru.
Meskipun surat ini ditujukan kepada Jemaat tertentu, baik peringatan maupun janji-janji keselamatan dapat diterapkan kepada semua orang Kristen.
Amin.
- Yesus Kristus Sang Firman, ataukah terjadi karena firman?,
- Yesus Kristus, Yang Sulung,
- Yesus - AnakNya yang sulung,
II. Kolose 1:16 DI DALAM DIA DICIPTAKAN SEGALA SESUATU
Kita baca ayatnya lebih lengkap :
* Kolose 1:15-19
1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,
1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.
1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,
Ayat 15 sering diplesetkan oleh sebuah kalangan, sebagai penegas bahwa Yesus itu sepenuhnya hanya ciptaan. Padahal apa yang ditulis Rasul Paulus dalam Kolose 1:15-19 adalah justru menekankan Kristus sebagai Tuhan dan Allah.
Secara konteks, apa yang ditulis oleh Paulus itu menyatakan bahwa "yang sulung", Yunani, 'prôtotokos', tidak saja berarti yang pertama tetapi juga bermakna yang tertinggi. jadi, Yesus Kristus di atas segala-galanya.
Sekarang kita bahas dengan kajian interlinear naskah bahasa asli Yunani secara keseluruhan perikop dalam Kolose 1:15-19 :
* Kolose 1:15
LAI TB, Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,
KJV, Who is the image of the invisible God, the firstborn of every creature:
TR, ος εστιν εικων του θεου του αορατου πρωτοτοκος πασης κτισεως
Interlinear, hos estin {yaitu} eikôn {gambar} tou theou {Allah} tou aoratou {yang tidak kelihatan} prôtotokos {yang sulung/ yg lebih tinggi/ yg ada sebelum} pasês {dari semua/semua} ktiseôs {ciptaan}
" eikôn tou theou", "Gambar Allah", menunjukkan lambang Kristus-Adam (bandingkan dengan Kejadian 1:27; Mazmur 8; Ibrani 2:5-18 ). Dimana Kristus dipandang sebagai manusia sejati yang memenuhi rancangan Allah dalam penciptaan. Dengan demikian "menjadi serupa dengan Kristus" adalah tujuan semua orang Kristiani (bandingkan dengan Roma 8:28; 1 Korintus 11:7; 15:49; 2 Korintus 3:18; 4:4; Kolose 3:10).
Sekalipun demikian, Anak Allah itu adalah pola dasar, yang keluar dari kemuliaan Allah dan dan Manusia Yesus ini tidak seperti manusia lainnya, lihat ayat dibawah ini:
* Ibrani 1:3
Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,
Karena manusia adalah gambar Allah (Kejadian 1:26-27), maka Allah dapat menjelma menjadi manusia (inkarnasi). Dalam keadaanNya sebagai manusia menunjukkan kemuliaan dari Allah yang tidak kelihatan.
'prôtotokos', Yang Sulung, kata inilah yang sering dijadikan sebagai dasar bahwa Yesus adalah ciptaan, namun penafsiran semacam ini tidak sesuai dengan tema Paulus yang dalam perikop ini menekankan keutamaan dan keunggulan Mesias, bandingkan dengan nubuat yang dituliskan untuk Sang Mesias sbb :
* Mazmur 89:27
Akupun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi.
Kristus (Mesias) adalah "Yang Terutama" sebab didalam Dia – wilayah kekuasaanNya adalah sebagai pencipta, oleh Dia seluruh ciptaan menjadi ada.
Kita lanjut ke :
* Kolose 1:16-17
1:16 LAI TB, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
KJV, For by him were all things created, that are in heaven, and that are in earth, visible and invisible, whether they be thrones, or dominions, or principalities, or powers: all things were created by him, and for him:
TR, οτι εν αυτω εκτισθη τα παντα τα εν τοις ουρανοις και τα επι της γης τα ορατα και τα αορατα ειτε θρονοι ειτε κυριοτητες ειτε αρχαι ειτε εξουσιαι τα παντα δι αυτου και εις αυτον εκτισται
Interlinear, hoti {karena} en {didalam} autô {Dialah} ektisthê {telah diciptakan} ta panta {segala sesuatu} ta en {di} tois ouranois {Surga} kai {dan} ta epi {diatas} tês gês {bumi} ta orata {yang kelihatan} kai {dan} ta aorata {yang tidak kelihatan} eite {atau} thronoi {takhta-takhta} eite {atau} kuriotêtes {pemegang2 kekuasaan} eite {atau} archai {pemerintah2} eite {atau} exousiai {penguasa2} ta panta {segala sesuatu} di autou {melalui Dia} kai {dan} eis {untuk} auton {Dia} ektistai {telah diciptakan}
1:17 LAI TB, Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
KJV. And he is before all things, and by him all things consist.
TR, και αυτος εστιν προ παντων και τα παντα εν αυτω συνεστηκεν
Interlinear, kai {dan} autos {Ia} estin {ada} pro {sebelum} pantôn {segala sesuatu} kai {dan} ta panta {segala sesuatu} en {dalam/ melalui/ oleh} autô {Dia} sunestêken {tetap ada/ tersusun}
Bandingkan dengan :
* Yohanes 1:3
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan
* Ibrani 1:2
maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.
Maka jelas dalam Kolose 1:16-17 justru menunjukkan bahwa Yesuslah Sang Pencipta itu.
Ayat selanjutnya :
* Kolose 1:18
LAI TB, Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu
KJV, And he is the head of the body, the church: who is the beginning, the firstborn from the dead; that in all things he might have the preeminence.
TR, και αυτος εστιν η κεφαλη του σωματος της εκκλησιας ος εστιν αρχη πρωτοτοκος εκ των νεκρων ινα γενηται εν πασιν αυτος πρωτευων
Interlinear, kai {dab} autos {Ia} estin {adalah} hê kephalê {kepala} tou sômatos {tubuh} tês ekklêsias {jemaat} hos {yaitu} estin {adalah} archê {permulaan} prôtotokos {yang sulung} ek {dari} tôn nekrôn {orang-orang mati} hina {sehingga} genêtai {menjadi} en {dalam} pasin {segala sesuatu} autos {Ia} prôteuôn {yang berada di tempat pertama}
Istilah-istilah : "kepala, tubuh, sulung", menunjukkan keutamaan Sang Mesias (Kristus) dalam ciptaan baru yang berawal pada saat kebangkitanNya, bandingkan dengan ayat-ayat ini :
* 1 Korintus 15:22
Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.
* Wahyu 1:5
dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya --
* Wahyu 3:14
"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:
"Menjadi Yang Sulung dari ciptaan" bukan bermakna bahwa Yesus adalah "ciptaan" (Kolose 1:15-17 sudah menjelaskannya). Kristus menjadi Kepala jemaat, kepala adalah pengendali tubuh. Dan Jemaat adalah tubuhNya, maka makna "Sulung" disini menunjukkan Ia adalah yang terutama dari jemaat ciptaanNya. Jemaat/ Gereja bukan sekadar sekumpulan orang tertentu, tetapi didefinisikan menurut hubungan organiknya dengan Kristus Sang Kepala.
Lanjut ke ayat terakhir :
* Kolose 1:19
LAI TB, Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,
For it pleased the Father that in him should all fulness dwell;
TR, οτι εν αυτω ευδοκησεν παν το πληρωμα κατοικησαι
Interlinear, hoti {karena} en {didalam} autô {Dia} eudokêsen {berkenan} pan {seluruh} to plêrôma {kelimpahan (Allah)} katoikêsai {diam}
Sebagaimana "kosmos" (alam) ini diciptakan didalam dan melalui Kristus (Sang Mesias), demikian juga halnya ciptaan baru (manusia baru) yaitu manusia yang dilahirkan baru, yang percaya/ beriman kepadaNya.
Kepenuhan, "plêrôma", dari segala sesuatu, ada didalam Kristus. Kata "plêrôma" dalam konteks ini bermakna "kepenuhan segala kuasa dan sifat Allah".
Didalam perikop ini, justru Kristus dipandang sebagai Yang memiliki dan Yang mewakili segenap keberadaan Allah, bandingkan dengan ayat ini yang juga menggunakan kata yang sama :
* Kolose 2:9
LAI TB, Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan
KJV, For in him dwelleth all the fulness of the Godhead bodily.
TR, οτι εν αυτω κατοικει παν το πληρωμα της θεοτητος σωματικως
Interlinear, hoti {sebab} en {didalam} autô {Dia} katoikei {berdiam} pan {seluruh} to plêrôma {kepenuhan} tês theotêtos {ke-Allah-an} sômatikôs {secara jasmaniah/ dengan nyata}
Dengan demikian, kita dapat mengerti maksud jelas 'prôtotokos', Yang Sulung, ini tidak bermakna bahwa Ia adalah "ciptaan".
Yesus Kristus adalah Allah, Sang Pencipta.
Amin.
Sumber :
- E.K. Simpson & F.F. Bruce, The Epistles to the Ephesians and Colossians
- The Wycliffe Bible Commentary.
Artikel terkait :
- ANAK SULUNG, di anak-sulung-vt201.html#p389
- Memahami dan Menafsirkan Ucapan Paulus Yang Sulit, 39: Yang Sulung di antara Ciptaan, di 39-yang-sulung-di-antara-ciptaan-vt1272.html
- Permulaan dari Ciptaan Allah, di permulaan-dari-ciptaan-allah-vt1123.html#p3517
Blessings,
BP
Yohanes 6:65
Lalu Ia (YESUS) berkata :
Sebab itu telah Kukatakan kepadamu:
Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku,kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.
*) dapat datang kepada-KU = dapat datang kepada YESUS
*) kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya = kalau Bapa tidak memberikan
ok. lalu apa sih arti dari
dapat datang kepada YESUS ?
tolong tafsirannya.
thx
* Yohanes 6:65
LAI TB, Lalu Ia berkata: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya."
KJV, And he said, Therefore said I unto you, that no man can come unto me, except it were given unto him of my Father.
TR, και ελεγεν δια τουτο ειρηκα υμιν οτι ουδεις δυναται ελθειν προς με εαν μη η δεδομενον αυτω εκ του πατρος μου
Translit interlinear, kai {lalu} elegen {Ia berkata} dia touto {itulah sebabnya} eirêka {Aku telah mengatakan} humin {kepada kalian} hoti {bahwa} oudeis {tidak satupun} dunatai {dapat} elthein {datang} pros {kepada} me {-Ku} ean mê {kecuali} ê {(ia) barangkali} dedomenon {telah diberikan anugerah itu} autô {kepadanya} ek {oleh} tou patros {Bapa} mou {-Ku}
Silahkan dibaca ayat-ayat sebelumnya dan pada ayat ini diberikan kelanjutannya dengan kata "sebab itu" (LAI-TB, harfiah: lalu/ kemudian). Hal ini diungkapkan Yesus oleh karena ketidak-percayaan di antara para murid/ pendengar2-Nya. Yesus menjelaskan bahwa walaupun manusia harus percaya, namun sebenarnya kepercayaan itu adalah merupakan suatu karunia yang diberikan oleh Bapa. Disini terdapat tema 'predestinarianisme.' Hal ini menunjukkan bahwa Allah tahu sebelumnya terhadap siapa-siapa yang tidak percaya dan siapa-siapa yang akan percaya. Yesus juga mengungkapkan bahwa hanya mereka yang ditarik oleh Bapalah yng dapat datang kepada Yesus Kristus. Jikalau orang tidak ditarik oleh Bapa, dia tidak percaya kepada Yesus Kristus. Ajaran ini sudah diungkapkan dalam ayat 37 s/d 40 dan ayat 44. Mari kita lihat ayatnya :
* Yohanes 6:37-40, 44
6:37 Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
6:38 Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
6:39 Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."
6:44 Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
Yohanes 6:39-40, berdasarkan suatu doktrin seorang theolog. Kemudian banyak yang menarik kesimpulan dari ayat ini bahwa keselamatan itu TIDAK AKAN BISA HILANG. Kita cek ayatnya :
* Yohanes 6:37
LAI, Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
KJV, All that the Father giveth me shall come to me; and him that cometh to me I will in no wise cast out.
TR, παν ο διδωσιν μοι ο πατηρ προς εμε ηξει και τον ερχομενον προς με ου μη εκβαλω εξω
Translit interlinear, , pan {setiap} ho {yang} didôsin {Dia memberikan} moi {kepada-Ku} ho patêr {Bapa} pros {kepada} eme {-Ku} êxei {ia akan datang} kai {dan} ton {yang} erchomenon {datang} pros {kepada} me {-Ku} ou {tidak} mê {tidak} ekbalô {Aku mencampakkan} exô {keluar}
Weimouth New Testament : Every one whom the Father gives me will come to me, and him who comes to me I will never on any account drive away.
Terjemahan LAI di atas kurang tepat, παν ο διδωσιν μοι - pan ho dedôsin moi, seharusnya bukan semua yang sudah diberikan kepada-Ku, tetapi setiap yang sudah diberikan kepada-Ku. Kata "παν - pan" adalah bentuk tunggal akusatif dan bermakna individual, bukan kolektif. Saya berikan uraian kata itu di bawah ini:
Setiap orang yang datang kepada Yesus, masing-masing digerakkan oleh Allah dengan suatu dorongan di dalam hatinya, namun masing-masing bebas untuk mengikuti dorongan itu atau tidak. Yesus berjanji akan menerima semua orang yang datang kepada-Nya dalam pertobatan dan iman. Mereka yang datang kepada Yesus datang sebagai jawaban terhadap kasih karunia yang diberikan mereka oleh Allah. Coba Anda bandingkan dengan ayat 37 bahwa ternyata ada kemungkinan pula bahwa masing-masing yang datang kepada Yesus Kristus itu ... hilang.
Doktrin keselamatan tidak dapat hilang dianut oleh saudara-saudara kita kalangan Reformed/ Calvinis, bahwa bagi orang-orang yang "dipredestinasi" mereka tidak akan kehilangan keselamatan. Saya menghargai kepercayaan mereka sebagai tanda keimanan yang teguh. Namun, kita perlu juga mencermati bahwa keselamatan itu harus dikerjakan. Nah, apa jadinya jika seseorang tidak mengerjakan keselamatannya?
Keselamatan dan iman itu harus dipertahankan dan tidak disia-siakan oleh manusia, agar jangan sampai hilang...
* Filipi 2:12
"Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah KERJAKAN KESELAMATANMU dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
* Ibrani 2:3
bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan
* 1 Petrus 2:2
Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,
Bagi saya, ajaran tentang predistinasi ala Calvin itu sebenarnya cukup baik yaitu bahwa seseorang harus yakin bahwa ia benar-benar selamat, tidak meragukan keselamatan yang diperolehnya. Namun, keselamatan itu harus dipertahankan, dengan perkataan lain ia harus berusaha agar jangan "murtad" dan kehilangan keselamatan.
Lanjut ke Yohanes 6:44, juga merupakan ayat "andalan" bagi mereka yang pro dengan doktrin predestinasi ala Calvinist:
* Yohanes 6:44
LAI TB, Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
KJV, No man can come to me, except the Father which hath sent me draw him: and I will raise him up at the last day.
TR, ουδεις δυναται ελθειν προς με εαν μη ο πατηρ ο πεμψας με ελκυση αυτον και εγω αναστησω αυτον τη εσχατη ημερα
Translit interlinear, oudeis {tidak seorang pun} dunatai {ia dapat} elthein {untuk datang} pros {kepada} me {-Ku} ean {jika} mê {tidak} ho patêr {Bapa} ho {yang} pempsas {(dulu) mengutus} me {-Ku} helkusê {verb - aorist active subjunctive - third person singular, Dia (dulu barangkali) menarik} auton {-nya} kai {dan} egô {Aku} anastêsô {Akan membangkitkan} auton {-nya} tê {yang} eskhatê {akhir} hêmera {hari}
Bandingkan dengan sajian Alkitab interlinear sbb :
Sulitnya terjemahan LAI jarang menerjemahkan modus subjunktif dengan "barangkali" sehingga seakan-akan tarikan Bapa itu tidak dapat ditolak. Kata "ditarik" itu menggunakan modus subjunktif, yaitu modus probabilitas, bukan fakta.
Modus Subjunktif adalah modus yang menegaskan kemungkinan obyektif. Modus ini menganggap bahwa tindakan bukanlah suatu fakta yang terjadi sekarang, tetapi kemungkinan atau berpotensi menjadi fakta, tergantung kepada situasi. Modus Subjunktif ini adalah modus probabilitas, yang dipergunakan dalam nasihat, peringatan, pertanyaan deliberatif (menimbang), larangan, dan kalimat kondisi.
Contoh beberapa kasus:
* Modus indikatif: Anak itu berlari (menunjukkan tindakan yang sedang terjadi)
* Modus subjunktif: Jika anak itu berlari, ia tidak akan terkejar (menunjukkan kemungkinan suatu tindakan).
* Modus optatif: Anak itu ingin berlari (menunjukkan keinginan).
* Modus imperatif: Larilah, wahai anak. (menunjukkan perintah atau permintaan)
Kembali ke ayat Yohanes 6:44 di atas, ayat ini sama sekali tidak menyatakan bahwa "semua orang ditarik oleh Bapa". Ungkapan 'ean mê', "jika tidak" adalah persyaratan negatif dari kata kerja 'helkusê', "menarik" dalam modus subjunktif (probabilitas). Kata ini digunakan untuk "menarik" jala (Yohanes 21:6), "menghunus" pedang (Yohanes 18:10), "menyeret" orang (Kisah Para Rasul 16:19).
Bapa menarik orang kepada Yesus Kristus melalui Roh Kudus. Pekerjaan ini meliputi semua orang sebagaimana dikatakan Yesus, "Aku akan menarik semua orang" (Yohanes 12:32). Namun tarikan ini dapat ditolak oleh manusia, lihat ayat ini:
"Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu ... tetapi kamu tidak mau." (Matius 23:37)
"Kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu." (Yohanes 5:40)
Frasa "tidak-mau" jelas adalah keputusan dari manusia, Yesus kristus dalam hal ini menyayangkan keadaan tersebut (menyesalkan, feel sorry, mengeluh) ini mirip dengan keadaan yang sering digambarkan dalam Perjanjian Lama dengan istilah 'anthropomorf' : "Allah menyesal" (Ibrani, NAKHAM).
Kalau semua hal terjadi atas kehendakNya secara "absolut", kata NAKHAM tidak akan dikenal dalam Alkitab sebagai keadaan yang pernah dialami Allah kita.
Kembali ke Yohanes 6:65, sebenarnya kita juga diperhadapkan dengan modus subjunktif dengan "barangkali", bahwa anugerah itu bisa berupa suatu kondisional, dimana respon dan intens dari manusia turut mempengaruhi kehendak dari Bapa.
Lihat kajian interlinear di bawah ini :
Translit interlinear, kai {lalu} elegen {Ia berkata} dia touto {itulah sebabnya} eirêka {Aku telah mengatakan} humin {kepada kalian} hoti {bahwa} oudeis {tidak satupun} dunatai {dapat} elthein {datang} pros {kepada} me {-Ku} ean mê {kecuali} ê {(ia) barangkali} dedomenon {telah diberikan anugerah itu} autô {kepadanya} ek {oleh} tou patros {Bapa} mou {-Ku}
Modus Subjunktif adalah modus yang menegaskan kemungkinan obyektif. Modus ini menganggap bahwa tindakan bukanlah suatu fakta yang terjadi sekarang, tetapi kemungkinan atau berpotensi menjadi fakta, tergantung kepada situasi. Modus Subjunktif ini adalah modus probabilitas, yang dipergunakan dalam nasihat, peringatan, pertanyaan deliberatif (menimbang), larangan, dan kalimat kondisi.
Berbeda dengan kenyataan adanya modus Subjunktif pada ayat-ayat yang dijadikan andalan doktrin predestinasi, Ajaran Calvinisme atau Doktrin Predestinasi ala Calvin itu menekankan kemutlakkan otoritas Tuhan dalam menentukan rencana kehendak anugerah-Nya atas ciptaan dari kekal sampai kekal. Keputusan Allah adalah kekal, tidak berubah, suci, adil, dan mahakuasa dan didasarkan atas pengetahuan sebelumnya atas semua peristiwa dan tidak terpengaruh oleh ciptaan atau kejadian yang berlangsung. Dari kerangka predestinasi manusia inilah maka Tuhan memilih umatnya untuk selamat atau tidak diselamatkan dalam rangka penebusan dosa sesuai yang telah diketahuinya sebelumnya.
Namun demikian kita perlu memandang yang sebenarnya tertulis di Alkitab. Memang benar bahwa keselamatan adalah karunia dari Allah, dan memang benar bahwa Allah lah yang menentukannya sebelumnya, namun demikian keputusan manusia untuk menerima anugerah itu atau tidak, itu tergantung dari kemauan manusianya.
Saya pernah berdiskusi dengen seorang Calvinis murni perihal doktrin predistinasi ala Calvin, atas pendapat yang mengatakan bahwa jika seseorang itu sudah ditulis namanya di dalam kitab kehidupan, niscaya ia pasti selamat.
Namun, coba kaji ayat ini:
* Wahyu 3:5
Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; AKU TIDAK AKAN MENGHAPUS NAMANYA DARI KITAB KEHIDUPAN, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.
Perhatikan frasa "barangsiapa menang," disini ada kondisional bahwa yang menang sajalah yang tidak akan dihapus namanya dalam kitab kehidupan.
Dengan ayat tsb diatas, maka timbul pertanyaan :
- Apakah ada kemungkinan seseorang tidak menang?
- Apakah jadinya kalau tidak menang ?
- Apakah nama seseorang itu bisa dihapus oleh Yesus Kristus?
Saya rasa Anda dapat menajwabnya sendiri....
Blessings,
BP
October 5, 2010
Yohanes 6:65, Tafsir
Tue Oct 05, 2010 11:18 pm
shalom ... sumbang pandangan.
dari seorang yang belum reformed tapi mencoba reformed.
mari kita lihat dan bandingkan juga:
Wahyu 5:
(7) Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
(8) Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.
(11) Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.
(12) Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.
Pekerjaan apakah yang dimaksud Tuhan dalam rangkaian wahyu tersebut?
Perhatikan yang terpenting adalah : turut firman supaya tidak menyangkal Nama Tuhan Yesus.
Siapa pegang iman itu, tidak ada yang akan mengambil mahkota kehidupannya, dia akan menang terhadap segala cobaan, masuk dalam sorga dan tak akan pernah keluar dari situ.
Jadi dapatkah seorang yang dipilih Tuhan menjadi orang yang gagal dipilih Tuhan?
Jadi dapatkah sorang yang diselamatkan Tuhan menjadi orang yang gagal diselamatkan Tuhan?
Baru2 ini saya mencoba memberontak kepada Tuhan karena kecewa, karena selama ini saya berusaha berada di pihak Tuhan, tapi Tuhan seperti tidak memihak kepada saya.
Bisakah saya meninggalkan Tuhan? tidak bisa!
Saya mencoba beralih kepada dunia, tapi lagi2 berakhir dengan membaca alkitab.
Saya mencoba menyukakan diri dengan hiburan dunia, tapi hanya alkitab yang secara tepat mengena dan membekas di hati.
Saya mencoba percaya bahwa saya akan mati di neraka,.... tapi saya terlanjur tahu Tuhan Yesus, tidak mungkin saya pura2 tidak tahu bahwa Yesus adalah Tuhan.
Dan salama saya tahu Yesus adalah Tuhan satu2nya, saya adalah benar dan tidak mungkin ada di neraka.
Jadi adakah orang yang diselamatkan Tuhan untuk kemudian terpaksa tidak diselamatkan-Nya?
Jadi adakah orang yang diambil Tuhan jadi milikNya untuk kemudian terpaksa dibuang-Nya?
Sama seperti Yesus terikat kehendak Bapa, siapa yang dipilihNya akan diikat oleh kehendakNya.
KehendakNya yaitu Percaya. Sekali percaya, selamanya percaya.
Saya sudah sekali percaya, dan akan terus percaya sampai selamanya.
Itu bukan hasil usaha saya, tapi saya tidak punya pilihan lain, karena saya sudah tahu/mengerti dan tidak mungkin menyangkal.
Sekalipun misalnya bibir saya menyangkal Dia, tapi hati saya selalu membenarkan Yesus adalah Tuhan, itu pengetahuan yang sangat jelas dan tidak mungkin disangkal oleh hati.
Sedangkan, orang2 yang murtad, sebenarnya belumlah mengerti dalam hatinya, dia belum benar2 melihat Yesus sebagai Tuhan, dia masih sebatas mengira/menduga/mendengar.
Saya bertanya kepada diri saya berulang kali: mungkinkah saya masuk neraka?
Yang saya tahu pasti, misalnya saya ada di neraka, saya tidak mungkin tidak memuji kegungan Yesus dan mengakui Dia Tuhan Allah.
Padahal di ALkitab katakan, orang2 mati tidak mungkin memuji Allah.
Jadi 'kemungkinan' neraka bukanlah tempat saya nanti, karena walau kecewa bagaimana pun, saya tetap mengakui Dia satu2nya Tuhanku, yang aku gentar, puja, dan kagumi.
Dan tempat bagi orang2 yang mengenal Tuhan setahu saya adalah di tempat di mana TUhan ada, yaitu di sorga.
Jadi orang2 yang nasibnya seperti saya ini, bagaimana?
orang2 yang tidak bisa menyangkali Yesus adalah Tuhan, sudah dibentuk TUhan seperti itu dan tidak bisa diubah lagi.
Sudah terlanjur dipilih Tuhan, tidak bisa apa2 lagi, cuma bisa terima saja.
Inilah kedaulatan Allah.
Tentang 'siapa yang menang' atau 'siapa yang menjaga bajunya tetap putih' atau 'yang mengerjakan keselamatan', itu bukan sumbangsih dalam hal mempertahankan keselamatan.
Itu adalah Tanda/Bukti!
Yaitu tanda2 orang yang percaya dan mengerti benar2 tentang imannya, dan tidak bisa menyangkali imannya itu. Yaitu iman bahwa Yesus adalah Tuhan Allah.
Menang bersama Yesus, putih seperti Yesus, dan selamat dalam Yesus!
Siapa yang percaya, dia telah menang!
Siapa yang percaya, dia tetap putih!
Siapa yang percaya, dia pasti selamat, ...
dan berkarya/berpikir/hidup di dalam imannya!
Hal itu akan mejadi tanda kebinasaan bagi orang2 yang lain:
Siapa yang tidak percaya, dia kalah!
Siapa yang tidak percaya, dia tetap bercela!
Siapa yang tidak percaya, dia tidak dalam keselamatan,....
dan apapun yang dikerjakannya adalah sia2 belaka.
Jadi keselamatan adalah suatu kepastian atau ketidakpastian?
Temukan jawabannya di..... dalam dirimu!
Sudahkah engkau benar2 mengenal/melihat Yesus sebagai satu2nya Tuhan Allah di dalam hatimu (yang tidak mungkin engkau sangkali lagi)?
----------------------
Wahyu 3:5
Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.
Di sini bukankah ada nuansa: Yang tertulis, tetap akan ditulis.
Atau: Semua yang Aku tulis sejak mula, akan terjadi dan tidak akan diubah! (PREDESTINASI)
dan itu merupakan kelanjutan: orang yang demikian (menang/putih), tidak mungkin dihapus.
Hanya satu: Orang2 yang diakui Yesus adalah orang2 yang mengakui Yesus!
Itu saja....... seperti di semua bagian alkitab lainnya:
Roma 5:9
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
Matius 10:32
Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.
GBU
Post subject: Re: Yohanes 6:65, Tafsir
Posted: Wed Oct 06, 2010 12:35 am
Mengenai Allah memanggil, tetapi manusia yang TIDAK MAU/MENOLAK.
apakah artinya Allah telah menyelamatkan mereka tapi kemudian mereka kehilangan keselamatan? Bukan itu!
Allah memanggil, artinya Allah baru memperkenalkan keselamatan dari padaNya, atau Allah memperkenalkan diriNya yaitu 'Akulah Keselamatan'.
Mereka menolak Allah, bukan menolak keselamatan.
Siapa sih yang tidak mau selamat dan tinggal di sorga?
Sapi saja pasti belok ke sorga kalau di suruh milih di persimpangan jalan ke sorga dan jalan ke neraka.
Yang mereka tolak adalah Allah sebagai Sang Hero/Sang Penyelamat.
Kondisi mereka saat itu belumlah diselamatkan, jadi tidak bisa dikatakan bahwa mereka masuk neraka karena kehilangan keselamatan.
Sedangkan bagi orang2 yang terpanggil, mereka tertarik kepada Pribadi Allah Sang Penyelamat.
Hati mereka ditarik Bapa kepada Anak, hati orang2 yang putus asa tertarik kepada Sang Harapan, orang2 yang lemah tertarik kepada Sang Penghibur.
Mereka putus asa dan letih lesu karena hati mereka hanya mengharap/menanti ALlah.
Dan saat ALlah datang, yaitu Yesus, mereka datang kepada Dia.
Jadi apakah kehendak manusia kah yang menentukan selamat/tidaknya dirinya?
Pertanyaannya mirip dengan: ayam duluan atau telor duluan?
Kehendak Allah lebih dulu, atau kehendak manusia lebih dulu?
Bisakah manusia menanti2kan Allah, jika tidak lebih dulu ada Allah?
Bisakah manusia menanti2 Allah, jika dia tidak percaya ada ALlah?
Bagaimana manusia bisa menanti2 Allah jika Allah tidak mengkondisikan mereka dalam keadaan demikian (memerlukan Allah)?
Manusia perlu Allah Sang Sumber Kehidupan, karena mereka telah diikat kematian.
Manusia terjebak dalam kutuk kematian, sehingga mereka memerlukan kemurahan Allah untuk mengampuni mereka supaya selamat.
Roma 11:32
Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan (dosa/maut), supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua.
Jadi yang dibuat haus oleh Bapa, akan datang kepada Yesus Kristus untuk minum.
Allah menekan kita, supaya kita berteriak minta tolong kepada Dia, dan supaya Allah menyelamatkan kita.
Dalam hal ini, kehendak kita pun bergantung kepada ALlah, dan iman/pengharapan kita dibentuk olehNya.
Bagaimana dengan orang2 yang tidak dipilih sekalipun dipanggil? Mereka tidak akan datang!
Mereka tidak tertarik dan tidak percaya kepada Yesus, Tuhan yang menyelamatkan.
Mereka tertarik kepada ide sendiri atau ide2 lainnya dari si pendusta.
Mereka mungkin tertarik kepada pribadi Yesus yang baik, tapi mereka tidak tertarik bahwa Yesus itu Allah.
Mengapa mereka demikian? Karena kegelapan/tipu daya maut, dan Allah tidak mengkondisikan mereka untuk menjadi haus dan lapar akan Yesus Kristus.
Bagi mereka, Yesus Kristus tidak mengenyangkan dan tidak melegakan, malah membuat kesal karena menjadikan usaha mereka sia2.
(60) Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?" (66) Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.
Yohanes 6:65
Lalu Ia (YESUS) berkata : Sebab itu telah Kukatakan kepadamu:
Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.
Perkataan dan keselamatan dari Yesus tidak mungkin diterima oleh manusia yang pikirannya telah ditutup kegelapan dosa, kecuali Allah membuka hati & pikiran mereka tentang kebenaran Yesus Anak Allah & Juruselamat manusia.
Manusia tidak bisa sombong berkata bahwa dia bisa mengerti Allah, karena manusia kecil.
Siapa yang rendah hati maka ALlah akan membukakan diriNya kepada mereka, siapa DIa, yaitu Tuhan kita Yesus Kristus. Amin.
GBu
Post subject: Re: Yohanes 6:65, Tafsir
Posted: Wed Oct 06, 2010 1:26 pm
Saya orang baru, dan mau menanyakan tentang keselamatan yang dibahas di atas sehubungannya dengan Wahyu 3:5
Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab
kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.
Apa arti dihapuskan disini?
Apakah orang tersebut sudah tertulis sebelumnya lalu karena suatu sebab kemudian dihapuskan ?
Mohon pencerahannya
Post subject: Re: Yohanes 6:65, Tafsir
Posted: Wed Oct 06, 2010 4:29 pm
Quote:
Saya orang baru, dan mau menanyakan tentang keselamatan yang dibahas di atas sehubungannya dengan Wahyu 3:5
Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab
kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.
Apa arti dihapuskan disini?
Apakah orang tersebut sudah tertulis sebelumnya lalu karena suatu sebab kemudian dihapuskan ?
Memang ada ayat yang kelihatannya menunjukkan bahwa nama yang sudah tertulis masih dapat dihapus (Wah 3:5 dan Keluaran 32:33).
Keluaran 32:33
Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Siapa yang berdosa kepadaKu, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitabKu.
Wahyu 3:5
Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan BapaKu dan di hadapan para malaikatNya.
Ayat-ayat ini masih dapat diharmoniskan dengan doktrin-doktrin Calvinisme.
Salah satu cara penafsiran yang memungkinkan adalah Antropomorphism, yaitu dimana Allah digambarkan sebagai manusia yang dapat berubah pikiran. Banyak ayat-ayat jenis Anthropomorphism yang jarang sekali kita sadari, misalnya ayat-ayat yang menggambarkan "mata Allah", "tangan Allah" dsb., Allah jelas adalah roh dan karena itu ia tidak mempunyai mata dan tangan.
Lalu mengapa ayat-ayat ini mengatakan bahwa Allah mempunyai mata atau tangan, jelas supaya manusia bisa lebih mudah untuk mengerti tentang Allah.
Ada beberapa alasan mengapa kita tidak dapat menafsirkan bahwa ayat-ayat ini sungguh-sungguh terjadi:
1. Allah adalah mahluk yang sempurna, Dia tidak mungkin membuat kesalahan dengan menulis nama seseorang di dalam Kitab Kehidupan, padahal orang tersebut akan masuk neraka.
2. Allah adalah mahluk yang tidak bisa berubah, Dia tidak mungkin bisa berubah pikiran. Apabila Dia meralat rencanaNya, bukankah Dia sudah berubah?
3. Allah adalah mahluk yang Maha Bijaksana, Dia tidak mungkin melakukan sesuatu yang Dia jelas-jelas tahu tidak akan berguna. Dia sudah tahu siapa-siapa yang akan binasa dan siapa-siapa yang akan hidup, mungkinkah Dia menulis nama-nama mereka yang akan binasa di dalam Kitab Kehidupan padahal pada saat yang sama Dia tahu bahwa Dia harus menghapusnya lagi. Toh sebenarnya Dia sudah tahu bahwa Dia tidak memilih mereka, tidak menebus mereka apalagi melahirbarukan mereka. Bukankah dengan demikian Allah melakukan pekerjaan yang sia-sia? Bijaksanakah hal itu? Coba bayangkan, jika di dalam satu hari ada 1 juta orang yang berbuat dosa, bukankah pada hari itu Allah harus menghapus 1 juta nama dari BukuNya? Lalu, bagaimana dengan orang-orang yang bertobat pada hari itu, apakah Allah harus menulis nama-nama mereka? Kemudian, bagaimana bila orang-orang yang tadinya berbuat dosa, ternyata satu jam kemudian, bertobat dan menyesali dosa-dosa tersebut, bukankah Allah harus menulis lagi nama-nama orang itu? Manusiapun dapat menilai bahwa tindakan Allah yang menghapus, menulis, menghapus, menulis itu adalah tindakan yang tidak bijaksana, lebih-lebih lagi karena kita tahu bahwa Allah sebenarnya bisa/mampu menghindarkan hal itu.
4. Penafsiran bahwa Allah benar-benar menghapus nama seseorang dari Kitab Kehidupan jelas akan bertentangan dengan pernyataan di dalam Wah 13:8 dan Wah 17:8 bahwa nama dari orang-orang yang pasti binasa dinyatakan tidak tertulis sejak dunia dijadikan (NIV: have not been written from the creation of the world; tidak/belum pernah ditulis sejak penciptaan dunia).
Wahyu 13:8
Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.
Wahyu 17:8
...Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada ...
Jadi, dengan tidak ditulisnya nama-nama mereka, sudah tentu tidak ada yang harus dihapus dari Kitab Kehidupan.
5. Mari kita lihat Keluaran 32:32 untuk melihat konteks dari jawaban Tuhan kepada Musa di dalam Keluaran 32:33.
Keluaran 32:32
Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu - dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis."
Dari ayat ini terlihat bahwa Tuhan, di dalam ayat 33, ikut menggunakan gaya bahasa yang dipakai Musa (penghapusan nama dari Kitab Kehidupan) agar Musa dapat mengerti maksudNya, yaitu bahwa hanya yang berdosa saja yang akan dihukum. Jadi, Allah tidak benar-benar memaksudkan bahwa nama seseorang yang sudah tertulis masih bisa dihapus.
Tetapi, mungkin ada yang bertanya, bukankah dengan berkata "akan Kuhapuskan" padahal Dia tidak pernah menghapus satu namapun, Tuhan sudah berdusta? Jelas tidak! Dari sudut pandang manusia memang nama orang-orang yang dulunya (kelihatan) setia mengikut Tuhan tetapi kemudian murtad, memang nama mereka kelihatan terhapus. Tetapi, dari sudut Tuhan tidaklah demikian. Sama halnya dengan ayat yang mengatakan bahwa Allah punya "tangan" (Yoh 10:28-29), apakah karena Allah adalah roh, dan karena itu Dia seharusnya tidak punya tangan, maka kita boleh bilang bahwa Allah telah berdusta kalau Ia mengatakan mempunyai tangan? Tidak, Tuhan seringkali menggunakan gaya bahasa semacam itu agar manusia lebih mudah mengerti maksudNya.
Jadi, kita tidak boleh menafsirkan ayat-ayat di atas (Kel 32:33 dan Wah 3:5) dengan mengabaikan seluruh Kitab Suci, karena hal itu akan menyebabkan timbulnya keraguan atas kesempurnaan Allah. Jika Allah bukanlah Allah yang sempurna, adalah wajar apabila Dia bisa berubah dan tidak Maha Bijaksana
Dikutip dari:
http://www.members.tripod.com/~gkri_exodus/p_pred13.htm
GBU
MEN_SUPERNOVA
Post subject: Re: Yohanes 6:65, Tafsir
Posted: Wed Oct 06, 2010 9:50 pm
terima kasih atas kutipan ayatnya...
Keluaran 32:
(31) Lalu kembalilah Musa menghadap TUHAN dan berkata: "Ah, bangsa ini telah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat allah emas bagi mereka. (32) Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu--dan JIKA TIDAK, HAPUSKANLAH kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis."
(33) Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku. (34) Tetapi pergilah sekarang, tuntunlah bangsa itu ke tempat yang telah Kusebutkan kepadamu; akan berjalan malaikat-Ku di depanmu, tetapi pada hari pembalasan-Ku itu Aku akan membalaskan dosa mereka kepada mereka."
Dari perkataanNya, seakan2 nama seseorang yang sudah Allah tulis sendiri di kitab kehidupan yang kekal bisa saja dihapus oleh Dia, atau istilahnya direfisi/dikoreksi.
Jika demikian, seakan2 Allah telah melakukan kesalahan, salah tulis!
Perkataan Tuhan di atas sebenarnya adalah bantahanNya terhadap permintaan Musa.
Justru di sini Tuhan menunujukkan bahwa nama Musa (orang2 pilihannya) tidak mungkin dihapus dari kitab kehidupan, bahkan sekalipun orang itu sendiri yang memintanya.
Hal serupa pernah terjadi juga dengan Elia.
Saat Elia minta mati saja, Tuhan tidak hanya menolak dia mati, malah Tuhan membuat Elia tidak mati dengan langsung diangkat ke sorga.
Jadi apa maksud Tuhan berkata orang berdosa kepadaNya akan dihapus dari kitabNya?
Tuhan hanya membalikkan perkataan Musa.... dengan kalimat lain maksudnya:
'Jika menurut perkiraanmu hai Musa bahwa Aku bisa menghapus nama2 yang sudah Kutulis sendiri di kitab kehidupan, maka mereka pastilah para pengkhianat, dan bukan orang2 pilihanKu!'
Dan jika mungkin Tuhan tambahkan 'yah... itu pun hanya seandainya Aku kemarin keliru dan tanpa Kusadari ada nama2 pengkhianat yang Kumasukkan dalam kitab kehidupan'.
Intinya TUhan berkata: Yang Kupililh tetap tertulis, yang tidak tertulis adalah mereka yang memang tidak tertulis karena mereka adalah orang2 yang berkhianat kepadaKu.
Musa seakan2 'mengancam' Tuhan, memberi hanya 2 pilihan kepada TUhan.
Tuhan tidak bermaksud memilih satu pun dari pilihan yang diajukan Musa.
Maka Dia menjawab : baiklah, baik kamu maupun Israel tidak ada yang perlu mati sekarang.
Tuhan melihat kesedihan hati Musa, secara halus Dia menanggapi tuntutan Musa.
Oleh karena Musa, Tuhan hanya menjawab: mereka bisa terus berjalan dipimpin olehmu.
Tuhan tidak tega serta merta menjawab : engkau setuju atau tidak, mereka akan binasa.
Dengan dosa sedemikian besar, seharusnya Israel pantas dibinasakan saat itu juga.
Tuhan bijak, Dia menimbang2 jawaban yang tepat pada waktuNya.
Dan Tuhan panjang sabar, tidak membalas mereka sesuai dosa mereka.
Tuhan terus memberikan banyak kesempatan hidup bagi Israel sekalipun mereka akhirnya mati di gurun.
Adapun pengertian 'terhapus' di ALkitab adalah orang2 fasik dihapus dari ingatan.
Mereka terhilang/terhapus/binasa/lenyap dari ingatan Allah, karena Allah nanti menyingkirkan segala dosa dari hadapanNya dan mereka terhilang/terhapus bersama dosa2 itu.
Begitulah pangertian saya, semoga bisa memberkati.
GBU
Yohanes 20:17 Alkitab Terjemahan Lama
Maka Yesus pun bersabda kepadanya, "Janganlah engkau menyentuh Aku, karena belum Aku NAIK KEPADA BAPA, tetapi pergilah engkau kepada segala saudara-Ku, dan katakanlah pada mereka itu, Aku naik kepada BAPA-KU dan BAPAMU, dan kepada TUHAN-KU dan TUHANMU."
Bilamana ayat ini menjadi pembelaan saksi Yehova dan Islam untuk menyatakan bahwa Yesus bukanlah Tuhan, JUSTRU bagi Kristen, ayat ini adalah pengertian yang mendalam tentang Trinitas Allah.
'Aku naik kepada BAPA-KU dan BAPAMU, dan kepada TUHAN-KU dan TUHANMU', perkataan Yesus ini yang singkat ini mempunyai makna yang bisa diuraikan:
Aku kembali kepada Bapa-Ku, yaitu Dia yang menjadi Bapa-mu (murid2), yaitu Tuhan-Ku, yang menjadi Tuhan bagi-mu (murid2).
Itulah maksud Yesus yang sebenarnya.
Benar pendapat bung BP, bahwa Yesus bukan mengatakan: Bapa kita & Tuhan kita.
Karena sebenarnya, Bapa/Allah hanya dimiliki Yesus sendiri, sebagaimana Yesus hanyalah dimiliki Bapa.
Sesungguhnya tidak seorang pun yang disebut Anak Allah atau Hamba Allah, karena sesungguhnya hanya Satu Anak Allah & Hamba Allah yang Sepenuhnya/Sempurna yaitu Yesus Kristus.
Jadi manakala kita disebut anak2 Allah atau hamba Allah, itu karena pilihan Allah saja, bukan karena sejatinya kita.
Seperti kita memilih pembantu di rumah, gak ada pembantu pun sebenarnya gak masalah, karena pembantu bukan keluarga kita.
Kalau pembantu lari, tinggal cari yang lain, tapi kalau anak tunggal hilang, tidak ada gantinya.
Jadi untuk mudahnya, anggaplah Yesus sedang bicara kepada para pelayan/pembantu2Nya, yaitu murid2.
"Bapa-Ku itu adalah Bapa-mu karena kamu akan tinggal di dalam rumahKu di sorga. Bapa-Ku itu adalah Tuhan-Ku atau Junjungan-Ku, Aku melakukan segala hal yang hendak dilakukan Bapa, karena Bapa adalah Roh. Maka kini Dia juga akan menjadi Tuhan-mu, yaitu bila kamu menuruti perintah-Ku. Karena bila kamu menuruti perintah-Ku maka artinya sama saja kamu telah menuruti perintah Bapa-Ku dan menjadikan Dia sebagai Tuhan-mu."
Nah kalau di rumah, siapakah majikan dari sang pembantu?
Apakah hanya sang Bapa saja? atau AnakNya juga?
Pembantu mana yang bisa dihormati Tuannya, jika mereka kurang ajar kepada AnakNya?
Tuannya justru hanya akan memuji sang pembantu, bila Sang Anak memuji2 kesetiaan sang pembantu di depan BapaNya.
Anak dan Bapa, adalah sama2 majikan/tuan dari sang pembantu.
Biarpun AnakNya hanya baru berumur 1 bulan, kedudukan Anak lebih tinggi dari pembantu, dan pembantu harus melayani Sang Anak.
Nah lalu apakah wajar seorang Anak memanggil BapaNya sendiri sebagai Tuan/Tuhan?
Sara memanggil Abraham, sang suami, dengan sebutan Tuanku.
Tuan/Tuhan berarti junjunganku, kekasihku, kemuliaanku, penguasaku, dst.
Dalam hal ini, kita gambarkan dengan sebuah perusahaan kebun anggur yang diberi nama PT.Alam Semesta Raya.
Perusahaan ini dimiliki Bapa, dan dijalankan oleh AnakNya.
Maka sangat wajar jika sang Anak berkata kepada para pegawaiNya:
"Aku selalu menuruti Bapa-Ku, karena Dia Tuhan/Tuan atas perusahaan kebun ini, kalian juga kalau mau kerja di sini maka harus menurut kepada-Ku, maka kamu berarti menuruti Bapa-Ku. Aku menjadi Tuan atas kamu, supaya Bapa menjadi Tuan atas kamu."
Karena semua urusan Bapa harus ditangani lewat Anak, maka setiap perintah Bapa pun hanya bisa didengar lewat Sang Anak, jadi Ketuhanan Bapa atas kebun dan pegawai2Nya ada di dalam AnakNya.
Maka Anak pun menjadi Tuhan atas segala sesuatu dalam perusahaan itu.
Jadi tidak ada salahnya Anak menyebut Bapa sebagai Tuhan atas PT.Alam Semesta Raya, sementara Anak sendiri pun adalah Tuhan di PT.Alam Semesta Raya.
Yang jelas, bagi pegawai2 di seluruh bagian PT.Alam Semesta Raya, Bapa dan Anak menjadi Tuhan mereka yang harus mereka taati sungguh2 kalau tidak mau dipecat.
Puji Tuhan, bahwa umat Kristen mempunyai Allah yang Sempurna dan Nyata.
Jika tidak ada Yesus sebagai Allah yang Nyata, maka sewajarnya kita percaya tidak ada Allah, seperti kaum atheis.
Tuhan Yesus adalah jawaban bagi kaum atheis, yang tidak mengenal ada Allah.
Yesus datang dan berkata: Ini Aku Datang! Percayalah!
Saya tidak mau dibodoh2i orang2 yang bercerita tentang dewa2 atau allah yang hanya rekaan/ajaran seseorang karena mereka tidak mempunyai bukti.
Orang atheis lebih masuk akal, karena mereka percaya sesuatu dengan bukti, selama belum menemukan bukti bahwa ada Allah, mereka tidak percaya ada Allah.
Tapi saya bersyukur karena Yesus datang, maka saya percaya bahwa keberadaan Allah bukan sekedar isapan jempol atau tebak2an atau rekaan orang saja.
Kalau memang ada Allah, seharusnya Dia bisa datang ke dunia dan menampakkan diriNya, ......... Itulah Yesus Kristus! Puji Tuhan!
Yohanes 1:18
Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
Banyak agama yang menyembah allah yang sebenarnya tidak ada, atau menyembah allah tapi allah yang salah.
Tapi Yehova benar2 Allah sejati, karena Dia datang yaitu Yesus Kristus.
Trinitas sama sekali bukan hal yang mustahil, melainkan Mutlak!!!
JIka Allah bukan Trinitas, maka allah adalah suatu yang mustahil.
Jika Allah semata zat/roh, maka allah itu tidak nyata dan tidak bisa berbuat.
Jika Allah semata sifat/pribadi, maka allah itu menjadi sifat yang angkuh/meninggikan diri di atas segalanya untuk dipuja2.
Jika Allah semata kuasa, maka allah itu justru menjadi dimanfaatkan manusia untuk menuhankan diri sendiri.
Jadi untuk menjadi Allah Yang Sejati/Benar, Allah haruslah Trinitas, yaitu:
Roh/Kehendak, Pribadi/Sifat, Kuasa yang menjadi Satu.
Allah bukan pribadi yang meninggikan diri, tapi Kehendak/Kebenaran yang meningikan Pribadi dari Allah.
Allah bukan roh yang tidak berdaya, tapi bisa berkuasa dengan nyata melalui Pribadi dan berkarya dengan Kuasa.
Allah bukan kuasa yang bisa dikendalikan manusia untuk tujuan apa saja, tapi dikendalikan Suatu Roh/Kehendak dan mempunyai tujuan sendiri untuk menyatakan Pribadi Yang Benar.
Demikianlah Allah menjadi Lengkap/Satu/Sempurna, bila Dia adalah Trinitas.
Kiranya memberkatimu.
GBU.
: Yoh20:17-Benarkah Yesus bukan Tuhan karna Dia 'punya' Tu
Sun Aug 22, 2010 11:59 am
Baca posting ini saya jadi "bingung"...kalo gitu Yesus dan ALLAH itu dua pribadi ya?
Yoh20:17-Benarkah Yesus bukan Tuhan karna Dia 'punya' Tu
Posted: Sun Aug 22, 2010 4:12 pm
TRINITAS bukan 3 menjadi 1, tapi Sang Satu yang bertiga.
Jika kau berkata 'tunjukkanlah Allah!', maka yang keluar HANYA Yesus Kristus.
Jika kau berkata 'tidak, saya bukan mau meliaht Anak, saya mau melihat Bapa', maka yang keluar menampakkan diri tetap Yesus Kristus.
Dan....
Tidak mungkin orang yang menyembah Yesus Kristus, lalu harus juga menyembah Bapa.... karena....
Siapa yang menyembah Yesus Kristus, dia sudah menyembah Bapa.
Tapi sebaliknya siapa yang ingin menyembah Bapa, tidak mungkin bila dia tidak menyembah Yesus.
Siapa yang tidak menyembah Yesus Kristus, berarti belum menyembah Bapa.
Maka simbol Kristen cukup salib saja yang mewakili Yesus, karena Yesus sudah sepenuhnya mewakili Bapa.
Jadi ibaratnya tidak mungkin kamu memcintai kekasihmu secara pikiran saja, tapi kamu menolak keberadaannya/wujudnya.
Kamu harus mencintai dia sepenuhnya dengan cara menerima dia sebagaimana dia adanya.
Allah tetaplah Satu, tapi kamu gak pernah tahu Allah itu bagaimana kan?
Melalui Yesus Kristus, kamu jadi tahu Allah itu bagaimana.
Jadi mengutip kata2 salah satu saudara seiman di einjil.com,
TRINITAS BUKAN SOAL ALLAH ADA BERAPA, TAPI SOAL ALLAH ITU BAGAIMANA.
ALLAH ITU SATU, TAPI ALLAH ITU TRINITAS.
GBU.
Post subject: Re: Yoh20:17-Benarkah Yesus bukan Tuhan karna Dia 'punya' Tu
Posted: Sun Aug 22, 2010 4:46 pm
krisandhie210977 wrote:
:roll: Baca posting ini saya jadi "bingung"...kalo gitu Yesus dan ALLAH itu dua pribadi ya?
TRINITAS bukan 3 menjadi 1, tapi Sang Satu yang bertiga.
Jika kau berkata 'tunjukkanlah Allah!', maka yang keluar HANYA Yesus Kristus.
Jika kau berkata 'tidak, saya bukan mau meliaht Anak, saya mau melihat Bapa', maka yang keluar menampakkan diri tetap Yesus Kristus.
Dan....
Tidak mungkin orang yang menyembah Yesus Kristus, lalu harus juga menyembah Bapa.... karena....
Siapa yang menyembah Yesus Kristus, dia sudah menyembah Bapa.
Tapi sebaliknya siapa yang ingin menyembah Bapa, tidak mungkin bila dia tidak menyembah Yesus.
Siapa yang tidak menyembah Yesus Kristus, berarti belum menyembah Bapa.
Maka simbol Kristen cukup salib saja yang mewakili Yesus, karena Yesus sudah sepenuhnya mewakili Bapa.
Agama2 lain mau menyembah Allah Pencipta, tapi tidak tahu caranya.
Agama2 lain menurut pikirannya menyembah Allah, tapi Allah sendiri tidak merasa disembah mereka, karena saat Dia datang malah ditolak, lah percuma kan?
Ibaratnya tidak mungkin kamu mencintai kekasihmu secara pikiran saja, tapi kamu menolak keberadaannya/wujudnya.
Kekasihmu tentu merasa tidak dicintai olehmu jika kamu mencintai dalam pikiranmu saja.
Kamu harus mencintai dia sepenuhnya dengan cara menerima dia sebagaimana dia adanya.
Allah tetaplah Satu, tapi kamu gak pernah tahu Allah itu bagaimana kan?
Melalui Yesus Kristus, kamu jadi tahu Allah itu bagaimana.
Jadi mengutip kata2 salah satu saudara seiman di einjil.com,
TRINITAS BUKAN SOAL ALLAH ADA BERAPA, TAPI SOAL ALLAH ITU BAGAIMANA.
ALLAH ITU SATU, TAPI ALLAH ITU TRINITAS.
GBU.
Post subject: Re: Yoh20:17-Benarkah Yesus bukan Tuhan karna Dia 'punya' Tu
Posted: Thu Sep 02, 2010 11:02 am
Yoh 20:17
Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."
Ayat diatas seringkali disalah tafsirkan / disalah artikan oleh orang2 yang menolak Ke-Illahi-an Yesus sebagai bukti bahwa Yesus bukanlah Allah karena pernyataan Yesus tersebut “seakan-akan” Yesus mempunyai Tuhan.
Namun benarkah penafsiran tersebut??
Penafsiran seperti ini akan berkontradiksi dengan banyak ayat2 lain di seluruh kitab Suci (Alkitab), yang menunjukkan kesetaraan antara Allah Bapa dan Allah Anak yaitu Yesus Kristus.
Sebagai contoh:
Yoh 14:9
Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
Dari Ayat diatas kita dapat melihat bahwa pernyataan Yesus menunjukkan bahwa “Barangsiapa telah melihat Aku(Yesus), ia telah melihat Bapa”.
Disini Yesus secara eksplisit menunjukkan kesetaraan-Nya dengan Bapa. Manusia manakah yang berani mengatakan “Barangsiapa telah melihat aku, ia telah melihat Bapa”??
Tidak ada seorang manusia pun di dunia ini yang layak mengatakan demikian, kecuali Yesus Kristus. Karena Yesus adalah pribadi kedua dari Allah Tritunggal yang berinkarnasi.
Jadi jika kita sudah memahami bahwa Yesus setara dengan Bapa, maka jika kita menafsirkan Yoh 20:17 sbg bukti bahwa Yesus mempunyai Tuhan adalah suatu kekeliruan. Lalu bagaimana kita harus memahami Yoh 20:17 ??
Jika kita perhatikan ayat tersebut ,Yesus memberikan penekanan yg berbeda antara Bapa-Ku dan Bapa-Mu atau Allah-Ku dan Allah-Mu. Disini menunjukkan perbedaan relasi antara Yesus dgn Allah Bapa serta orang2 percaya dgn Allah Bapa.
Relasi antara Yesus dengan Bapa adalah relasi antar pribadi2 dalam Allah TriTunggal. Sedangkan relasi antara orang2 percaya dengan Bapa adalah relasi antara anak2 yg diadopsi(menjadi anak2 Allah) dengan Allah.
Sehingga pada saat Yesus menyatakan Allah-Ku, hal ini bukan berarti Yesus mempunyai Tuhan, namun sebuah pernyataan tentang penunjukkan pribadi pertama(Bapa) sbg Allah menurut bahasa kemanusiaan.
Dan andaikata orang2 yang menolak Ke-Illahi-an Yesus tetap bersikeras untuk menafsirkan ayat tsb sebagai bukti bahwa Yesus mempunyai Tuhan. Maka dengan logika yang sama ,saya mempertanyakan bagaimana penjelasan ayat dibawah ini menurut mereka ??
Ibr 1:7-8
7 Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api."
8 Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.
Ayat diatas menunjukkan bahwa Ia yaitu Bapa berkata tentang Anak yaitu Yesus Kristus, bahwa : "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.
Disini kita bisa melihat bahwa Bapa berkata bahwa Yesus adalah “Allah” di dalam kalimat "Takhta-Mu, ya Allah”.
Maka dengan logika yang sama saya mempertanyakan, apakah Yesus adalah Tuhan-Nya Allah Bapa??
Jadi jika kita memaksakan dengan logika penafsiran demikian, maka ayat Yoh 20:17 menunjukkan bahwa Allah Bapa adalah Tuhan-Nya Yesus sedangkan Ibr 1:8 menunjukkan bahwa Yesus adalah Tuhan-Nya Allah Bapa. Walaupun penafsiran tsb tidak tepat namun pada akhirnya kedua ayat ini tetap menunjukkan bahwa Yesus dengan Bapa setara dan unjung2nya tetap Allah TriTunggal.
GBU
MEN_SUPERNOVA
Pelayan Tuhan yang Cacat, Imamat 21 vs Titus 1
Quote:
Bila meninjau Imamat 21, apakah itu berarti seorang yang cacat fisik tidak boleh menjadi seorang pendeta? Lalu bagaimana hubungannya dengan Titus 1:5-6? Trims yach! God Bless!
Tanggapan:
Dalam Hukum Taurat ada ketentuan bahwa seorang Imam tidak boleh memiliki cacat tubuh, terdapat dalam 613 Mitsvot, yaitu Mitsvot ke 387-389, sbb :
Quote:
Mitsvot ke-387:
SESEORANG YANG BERCACAT BADANNYA TIDAK BOLEH MELAYANI TEMPAT KUDUS
* Imamat 21:17
LAI TB, Katakanlah kepada Harun, begini: Setiap orang dari antara keturunanmu turun-temurun yang bercacat badannya, janganlah datang mendekat untuk mempersembahkan santapan Allahnya,
KJV, Speak unto Aaron, saying, Whosoever he be of thy seed in their generations that hath any blemish, let him not approach to offer the bread of his God.
Hebrew,
דַּבֵּר אֶל־אַהֲרֹן לֵאמֹר אִישׁ מִזַּרְעֲךָ לְדֹרֹתָם אֲשֶׁר יִהְיֶה בֹו מוּם לֹא יִקְרַב לְהַקְרִיב לֶחֶם אֱלֹהָיו׃
Translit, DABÊR 'EL-'AHARON LÊ'MOR 'ÏSY MIZAR'AKHA LEDOROTÂM 'ASYER YIHYEH VÕ MÛM LO' YIQRAV LEHAQRÏV LEKHEM 'ELOHÂV
-----
Mitsvot ke-388:
SEORANG IMAM YANG MEMILIKI CACAT TIDAK BOLEH MELAYANI RUANG KUDUS
* Imamat 21:21
LAI TB, Setiap orang dari keturunan imam Harun, yang bercacat badannya, janganlah datang untuk mempersembahkan segala korban api-apian TUHAN; karena badannya bercacat janganlah ia datang dekat untuk mempersembahkan santapan Allahnya.
KJV, No man that hath a blemish of the seed of Aaron the priest shall come nigh to offer the offerings of the LORD made by fire: he hath a blemish; he shall not come nigh to offer the bread of his God.
Hebrew,
כָּל־אִישׁ אֲשֶׁר־בֹּו מוּם מִזֶּרַע אַהֲרֹן הַכֹּהֵן לֹא יִגַּשׁ לְהַקְרִיב אֶת־אִשֵּׁי יְהוָה מוּם בֹּו אֵת לֶחֶם אֱלֹהָיו לֹא יִגַּשׁ לְהַקְרִיב׃
Translit, KOL-'ÏSY 'ASYER-BÕ MÛM MIZERA' 'AHARON HAKOHÊN LO' YIGASY LEHAQRÏV 'ET-'ISYÊY YEHOVÂH MÛM BÕ 'ÊT LEKHEM 'ELOHÂV LO' YIGASY LEHAQRÏV
----
Mitsvot ke-389:
SESEORANG YANG BADANNYA BERCACAT TIDAK BOLEH MEMASUHI RUANG KUDUS HINGGA KE MEZBAH
* Imamat 21:23
LAI TB, Hanya janganlah ia datang sampai ke tabir dan janganlah ia datang ke mezbah, karena badannya bercacat, supaya jangan dilanggarnya kekudusan seluruh tempat kudus-Ku, sebab Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka.
KJV, Only he shall not go in unto the vail, nor come nigh unto the altar, because he hath a blemish; that he profane not my sanctuaries: for I the LORD do sanctify them.
Hebrew,
אַךְ אֶל־הַפָּרֹכֶת לֹא יָבֹא וְאֶל־הַמִּזְבֵּחַ לֹא יִגַּשׁ כִּי־מוּם בֹּו וְלֹא יְחַלֵּל אֶת־מִקְדָּשַׁי כִּי אֲנִי יְהוָה מְקַדְּשָׁם׃
Translit, 'AKH 'EL-HAPÂROKHET LO' YÂVO' VE'EL-HAMIZBÊAKH LO' YIGASY KÏ-MUM BÕ VELO' YEKHALÊL 'ET-MIQDÂSYAY KÏ 'ANÏ YEHOVÂH MEQADESYÂM
Reff. 613 Mitsvot di 613-mitsvot-vt218.html#p433
Namun, kita, umat Kristen tidak berada dibawah Kuk Hukum Taurat, sehingga tentu saja jabatan keimaman/ penilik jemaat/ penatua dalam ibadah Kristiani tidak mengikut ketentuan-ketentuan di atas, termasuk juga keseluruhan dari ke-613 Mitsvot (perintah-perintah) dalam Hukum Taurat.
Umat Kristen berada dibawah Kuk yang baru, yaitu Kuk Hukum Kasih yang jumlahnya hanya ada 2 saja (Kasih kepada Allah, kasih kepada sesama manusia).
Ketentuan-ketentuan di dalam hukum Hukum Taurat tidak mengikat orang Kristen, Rasul Paulus dengan tegas mengatakan dalam Efesus 2:15 : "sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan Hukum Taurat" (penjelasan selengkapnya dilahkan baca di menggenapi-dan-membatalkan-taurat-vt545.html#p1022 )
Ibadah Kristiani adalah ibadah yang tidak lagi mementingkan hal-hal ragawi. Kita beribadah dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:23-24). Maka, cacat tubuh seseorang tidak akan mempengaruhi kualitas iman seseorang dihadapan Allah.
Sekarang kita pahami apa yang dimaksud dalam Titus pasal 1, syarat-syarat bagi penatua/ penilik jemaat:
* Titus 1:5-9
1:5 LAI TB, Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu,
1:6 LAI TB, yakni orang-orang yang tak bercacat, yang mempunyai hanya satu isteri, yang anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib.
KJV, If any be blameless, the husband of one wife, having faithful children not accused of riot or unruly.
TR, ει τις εστιν ανεγκλητος μιας γυναικος ανηρ τεκνα εχων πιστα μη εν κατηγορια ασωτιας η ανυποτακτα
Translit, ei tis estin anegklêtos mias gunaikos anêr tekna echôn pista mê en katêgoria asôtias ê anupotakta
1:7 LAI TB, Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah,
KJV, For a bishop must be blameless, as the steward of God; not selfwilled, not soon angry, not given to wine, no striker, not given to filthy lucre;
TR, δει γαρ τον επισκοπον ανεγκλητον ειναι ως θεου οικονομον μη αυθαδη μη οργιλον μη παροινον μη πληκτην μη αισχροκερδη
Translit, dei gar ton episkopon anegklêton einai hôs theou oikonomon mê authadê mê orgilon mê paroinon mê plêktên mê aiskhrokerdê
1:8 LAI TB, melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri
KJV, But a lover of hospitality, a lover of good men, sober, just, holy, temperate;
TR, αλλα φιλοξενον φιλαγαθον σωφρονα δικαιον οσιον εγκρατη
Translit, alla philoxenon philagathon sôphrona dikaion hosion egkratê
1:9 LAI TB, dan berpegang kepada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, supaya ia sanggup menasihati orang berdasarkan ajaran itu dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya.
KJV, Holding fast the faithful word as he hath been taught, that he may be able by sound doctrine both to exhort and to convince the gainsayers.
TR, αντεχομενον του κατα την διδαχην πιστου λογου ινα δυνατος η και παρακαλειν εν τη διδασκαλια τη υγιαινουση και τους αντιλεγοντας ελεγχειν
Translit, antekhomenon tou kata tên didakhên pistou logou hina dunatos ê kai parakalein en tê didaskalia tê hugiainousê kai tous antilegontas elegkhein
Ayat 6 s/d 9 di atas memaparkan syarat-syarat yang diperlukan bagi orang-orang yang menjabat sebagai penatua di dalam Jemaat TUHAN: Ayat 6 – 8 memaparkan syarat di bidang etis dan ayat 9 di bidang pengajaran (secara garis besar syarat-syarat ini sama dengan yang tertulis dalam 1 Timotius 3:2-4).
Ayat 6, maksud dari "orang-orang yang tak bercacat" tidak sama dengan syarat yang tertulis dalam Imamat 21. Apa yang ditulis di dalam Kitab Titus ini menyangkut "cacat" dalam artian etis. Hal ini merupakan ringkasan dari syarat-syarat yang disebutkan dalam kalimat-kalimat berikutnya: "yang mempunyai hanya satu isteri," ini berarti seorang yang poligami tidak dapat menjadi penilik jemaat, poligami saat itu merupakan hal yang lazim di kalangan Yahudi maupun bukan Yahudi kala itu. Maksud dari syarat ini adalah, pemilihan kepada seseorang yang tidak mudah terpengaruh dengan hawa-nafsu seksual/ perzinahan, yang kemudian dapat menjadi contoh buruk bagi jemaat. Kemudian ada syarat "yang anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib." Maksunya, bila orang itu tidak mampu membina anak-anaknya, maka ia tidak akan dapat membina jemaat Tuhan.
Ayat 7, Berdasarkan kata "sebab" yang menghubungkan frasa "seorang penilik jemaat harus tidak bercacat" dengan ayat 6, kita bisa menarik kesimpulan bahwa penilik jemaat dan penatua adalah sama. Kedua istilah tersebut menunjuk kepada jabatan yang sama. Hanya saja perbedaannya penatua menunjuk kepada usia lanjut pemegang jabatan itu (sesuai dengan kebiasaan zaman itu) sedangkan penilik jemaat menunjuk kepada fungsi orang itu, yaitu yang mengawasi dan mengelola jemaat. Maka sebagai pengatur rumah Allah – istilah bahasa Yunani untuk 'pengatur rumah adalah "oikonomos" (bandingkan dengan Lukas 12:42, yang diterjemahkan dengan pengurus rumah). Orang ini mendapat kepercayaan dari tuannya (yaitu TUHAN) untuk mengurus rumah tangga itu (jemaat TUHAN) dan untuk membagi-bagi kekayaan rohani Tuhan kepada orang lain (1 Korintus 4:1-2). Maka, tentu saja orang yang diberi kepercayaan sebagai pengurus rumah-tangga Allah, ia tidak boleh bercacat, dan "cacat" disini adalah dalam pengertian etis.
Ayat 7 juga menyinggung "tidak cacat" dalam kepribadian: Ia tidak angkuh, seorang penatua/ penilik jemaat harus rendah hati dan dapat mendengar pendapat orang lain (ini suatu syarat penting bagi gembala). Ia bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, , orang yang tidak dapat menguasai diri dan cepat marah, sukar untuk dapat memimpin jemaat. Ia tidak serakah, penilik jemaat tidak boleh mencari keuntungan materiil di dalam pelayanannya (bandingkan 1 Timotius 6:5).
Ayat 8, memberikan sifat-sifat positif dari sifat-sifat negatif yang dituliskan dalam ayat 7. Ia suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, asil, saleh, dapat menguasai diri, ini merupakan rumusan umum yang menyangkut hal-hal yang baik yang menunjukkan sikap yang tepat terhadap sesama manusia, terhadap Allah dan terhadap dirinya sendiri.
Ayat 9 menuliskan syarat bahwa penatua harus berpegang kepada pernyataan yang benar, dalam bahasa aslinya: perkataan yang dapat dipercaya, yaitu Injil yang murni. Hal ini hanya dapat diberikan oleh penatua tersebut apabila ia sendiri berpegang kepada ajaran yang benar.
Dari ayat-ayat di atas, kita melihat betapa Paulus menganggap pentingnya ajaran yang murni bagi tugas pembinaan jemaat di bidang iman maupun kelakuan hidup. Oleh sebab itu tugas seorang penatua adalah disamping memerintah jemaat, mengelola rumah-tangga Allah, ia juga mengajar, menasehati dan menjaga kemurnian ajaran di dalam jemaat. Maka ia tidak boleh cacat secara moral/ etis.
Semoga penjelasan ini bermanfaat.
Blessings,
Bagus Pramono
August 19, 2010
Kisah para rasul pasal 11
27) Pada masa itu ada beberapa nabi datang dari Yerusalem ke Antiokhia.
28) Di antaranya ada seorang bernama Agabus. Oleh dorongan Roh Allah ia bernubuat bahwa di seluruh dunia akan terjadi masa kelaparan yang hebat. (Dan hal itu memang terjadi juga pada waktu Kaisar Klaudius memerintah.)
Kisah para rasul pasal 21
10) Setelah beberapa lama kami di sana, datanglah dari Yudea seorang nabi yang bernama Agabus.
11) Ia datang pada kami lalu mengambil ikat pinggang Paulus. Dengan ikat pinggang itu ia mengikat kaki dan tangannya sendiri lalu berkata, "Inilah yang dikatakan oleh Roh Allah: Pemilik ikat pinggang ini akan diikat seperti ini di Yerusalem oleh orang-orang Yahudi, dan diserahkan kepada orang-orang bukan Yahudi
Apakah di jaman setelah Tuhan Yesus (Perjanjian Baru) masih ada para nabi seperti perjanjian lama ?
Mohon penjelasannya
Terima kasih
Post subject: Re: Siapakah nabi di kisah para rasul ?
Posted: Tue Jun 15, 2010 10:55 am
Betul, di zaman Perjanjian Baru, setelah Yesus naik ke Surga, masih ada nabi :
* Kisah 13:1
Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.
* Kisah Para Rasul 15:32
Yudas dan Silas, yang adalah juga 'nabi' ('prophêtês'), lama menasihati saudara-saudara itu dan menguatkan hati mereka.
ioudas te kai silas kai autoi prophêtai ontes dia logou pollou parekalesan tous adelphous kai epestêrixan
* Kisah Para Rasul 21:10
Setelah beberapa hari kami tinggal di situ, datanglah dari Yudea seorang nabi ('prophêtês') bernama Agabus.
epimenontôn de hêmôn jêmeras pleious katêlthen tis apo tês ioudaias prophêtês onomati agabos
* 1 Korintus 14:37
Jika seorang menganggap dirinya nabi ('prophêtês') atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah perintah Tuhan.
ei tis dokei 'prophêtês' einai hê pneumatikos epiginôsketô ha graphô humin hoti tou kuriou eisin entolai
Siapakah nabi di kisah para rasul ?
Tue Jun 15, 2010 12:22 pm
Apa maksud IBRANI pasal 1
1) Pada zaman dahulu banyak kali Allah berbicara kepada nenek moyang kita melalui nabi-nabi dengan memakai bermacam-macam cara.
(2) Tetapi pada zaman akhir ini Ia berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya. Melalui Anak-Nya inilah Allah menciptakan alam semesta. Dan Allah sudah menentukan bahwa Anak-Nya inilah juga yang berhak memiliki segala sesuatu.
Apakah masih diperlukan nabi setelah Tuhan Yesus ?
Terima kasih
Post subject: Re: Siapakah nabi di kisah para rasul ?
Posted: Sat Jun 19, 2010 12:02 am
pertanyaannya bagus sekali...
saya percaya setelah Yesus Kristus, TIDAK ADA LAGI NABI.
nabi terakhir adalah Yohanes Pembabtis yang memberi kesaksian tentang Nabi Di Atas Segala Nabi yaitu Tuhan Yesus Kristus.
Nabi adalah penyampai firman Allah atau juru bicara Allah, sekarang Allah sendiri yang bicara yaitu Yesus Kristus, Firman Allah sudah nyata dengan sendirinya.
Firman Allah itu menyampaikan firmanNya, itulah puncak firman/pernyataan Allah kepada manusia.
Itulah dasar pemikiran yang saya tangkap dari seluruh Alkitab.
Lalu bagaimana dengan 'nabi'2 yang jelas2 disebut di Perjanjian baru?
Masa2 gelap selama kurang lebih 430th sejak kitab terakhir perjanjian lama diwahyukan, tidak ada lagi nabi2 yang diutus untuk menyatakan wahyu Allah.
Beberapa orang yang merasa sebagai wakil Allah ternyata terbukti tidak benar.
Selang waktu itu kurang lebih sama dengan masa perbudakan israel di mesir sampai akhirnya Musa diutus untuk membawa israel keluar dari masa2 gelap penindasan.
demikian juga Yesus datang membawa israel keluar dari kegelapan dosa yaitu kegelapan pengetahuan/pengenalan manusia akan AllahNya.
Mesias sudah datang, untuk Dialah semua nabi perjanjian lama bernubuat.
Kini setelah Mesias datang, tidak perlu lagi ada nubuatan, karena semua sudah digenapi.
Yang diperlukan adalah saksi2 yaitu rasul2, untuk menceritakan kesaksian tentang kematian dan kebangkitan Mesias yang akan menghidupkan dan menyelamatkan orang2 mati.
Jika diperhatikan nabi2 di PL diutus untuk menyatakan 'kitab2' yang telah dirancang Allah sendiri sejak sebelum dunia ada.
tapi ada banyak nabi2 yang tidak terkenal seperti tercantum dalam kisah Elia dan Elisa. Tidak satu pun dari mereka yang menulis kitab untuk ditempatkan dalam satu kesatuan Kitab Allah yaitu alkitab, atau menjadi alat Allah untuk menyatakan mujizatNya.
Maka sebagaimana di PL, demikian juga di PB.
Di PB yang diberi karunia untuk menuliskan buku Allah, justru para rasul2.
Menurut pandangan saya, nabi2 yang disebut PB itu tidak lebih dari orang2 yang hidup tulus yang dipakai Allah untuk menyatakan sesuatu yang sifatnya personal, bukan wahyu besar untuk seluruh umat manusia atau untuk umat percaya.
bahkan mereka sendiri mungkin tidak digelari nabi atau utusan Allah, tapi hanya sesekali berfungsi semacam nabi yaitu dipakai Allah jika Dia ingin menyatakan sesuatu kepada seseorang atau sekelompok orang.
Mungkin satu lagi fungsi dari nabi2 tersebut adalah mengkonfimasi pesan Allah, seperti Agabus mengkonfirmasi pencobaan yang akan dihadapi Paulus, yang Paulus sendiri sudah menyadari panggilannya oleh kehendak Yesus Kristus.
Demikian pandangan saya. semoga membantu.
Terimakasih, GBU.
(1) Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, (2) untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan
(3) Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita,(4) yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.
(5) Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, (6) yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia:
(7) Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran.
Di samping kita mengartikan ayat per ayat, kita juga harus mengikuti alur kalimat sepanjang suratnya untuk menangkap maksud Paulus dalam tulisannya, yang didorong oleh Roh Kudus.
Paulus memberi beberapa nasihat untuk Timotius dalam menjalankan tugas penggembalaan jemaatnya.
Paulus menyatakan dirinya ditentukan Tuhan sebagai pemberita Injil bagi non-Yahudi, maka demikian juga seharusnya Timotius, anak didiknya. (mulai pasal 1)
Maka pertama2 Timotius harus berdoa supaya semua orang boleh mendengar Injil Kristus, juga berdoa bagi raja2, agar Injil diberitakan dalam damai.
Kata Paulus, demikianlah Allah menghendaki supaya keselamatan dan pengetahuan akan kebenaran diberitakan (Timotius) kepada semua orang, karena hanya Yesuslah satu2nya jalan keselamatan semua orang, karena hanya Dialah Pengantara Satu2nya antara Allah Yang Esa dengan semua manusia di mana manusia beroleh kesempatan untuk selamat.
Demikian Paulus telah melakukan misinya kepada siapa saja dia memberitakan berita keselamatan itu.
Jadi di sini kehendak Allah adalah agar berita keselamatan diberitakan sampai ke ujung bumi kepada setiap orang, dan setiap anak2Nya harus sehati sepikir untuk mengharapkan lebih banyak lagi orang2 yang percaya dan diselamatkan.
Itulah permohonan/doa yang baik dan berkenan di hati Allah yang memang telah mengutus Yesus AnakNya untuk jalan keselamatan bagi manusia.
Jadi di sini sama sekali tidak mendukung paham/pengertian yang menganggap Allah menyelamatkan semua orang, namun sebagian manusia kehilangan keselamatan karena perbuatannya sendiri.
Keselamatan dalam bagian alkitab ini tetap konsisten, yaitu keselamatan hanyalah anugerah dan kerelaan Allah, di mana kita manusia hanya bisa berharap namun hanya Allah yang menentukan untuk membuat seseorang diberi iman percaya kepada Tuhan Yesus supaya diselamatkan atau tidak diberi sehingga binasa.
Kiranya boleh menjadi berkat dan kekuatan dasar iman.
GBU.
Top
Post subject: Re: 1 Tim 2-4:Apa Kehendak Allah Gagal Utk Menyelamatkan Semua?
Posted: Sat Jun 12, 2010 2:23 pm
1 Timotius 4:10
Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.
Apakah ini artinya semua orang sebenarnya hendak diselamatkan Yesus?
Dan jika ada yang tidak selamat, maka keselamatan bergantung kepada respon atau perbuatan/kehendak manusia, yang mana Allah pasif di dalamnya?
Paulus berjuang untuk mempertahankan kebenaran berita Injil Kristus dan melawan penyesatan, tapi ...
Paulus berjuang tidak dengan kekuatan sendiri melainkan dengan berharap kekuatan dari Allah, karena hanya di tangan Allah terletak nasib dan keselamatan SEMUA manusia, TAPI terutama hanya orang2 yang pasti diselamatkan yaitu yang dipilih untuk percaya kepada berita Injil Kristus.
Jadi 'semua orang' di sini tetap berarti 'semua orang', karena memang itu hukum yang berlaku bagi semua orang yaitu: 'hanya dengan percaya kepada Anak Allah maka akan diselamatkan', tapi masalah kepastian selamat atau tidaknya harus bergantung kehendak Allah untuk memberikan iman percaya itu atau tidak.
Walau Paulus berjuang sekuat apapun dan berharap setulus apapun supaya semua orang yang mendengarnya menjadi percaya dan diselamatkan, namun Paulus hanya bisa berharap bahwa pendengarnya itu mendapat anugerah iman dari Allah supaya percaya.
Tanpa anugerah iman dari Allah, mustahil seseorang percaya dan datang kepada Allah.
Di bagian ini pun alkitab konsisten bahwa Keselamatan semata Karunia/Pemberian Allah kepada orang2 pilihanNya sejak semula sebelum dunia dijadikan, dan keselamatan tersebut tidak mungkin hilang atau Allah tidak mungkin salah/gagal dalam pemilihanNya.
Sementara orang2 yang dibiarkan binasa, memang sesungguhnya mereka tidak pernah menerima karunia iman yang sejati dan imannya bukan didirikan berdasarkan pemberian Allah.
Demikianlah menurut saya, kita sebaiknya membaca dan mengartikan ayat tersebut di atas.
kiranya boleh memberkati saudara sekalian.
terima kasih,
GBU
(15) Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.
(16) Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran.
(17) Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.
(18) Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.
(19) Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.
(20) Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,
(21) supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
Jadi fokus utama dalam ayat2 tersebut adalah kasih karunia vs dosa, ketaatan vs pelanggaran.
Tetapi banyak orang langsung memaknai ayat2 di atas kepada penunjukkan siapa yang diselamatkan dan siapa yang tidak diselamatkan.
Padahal penekanannya adalah bagaimana dosa bekerja membinasakan dan bagaimana kasih karunia bekerja menyelamatkan.
Lalu kemudian jadi sering dipermasalahkan kata 'semua orang' dalam ayat2 tersebut.
Ada yang menganggap maksudnya sebagai semua orang sudah berdosa, lalu semua orang diselamatkan, tapi sebagian kehilangan keselamatan karena ketidakpercayaannya.
Ada yang menganggap maksudnya sebagai semua orang sudah berdosa, tapi semua orang yang diselamatkan mempunyai arti yang berbeda, yaitu semua orang percaya.
Manakah yang benar?
Saya mempunyai pengertian sendiri, yang mudah2an memberkati.
Sesuai dengan tema utamanya adalah 'obat' penyakit dosa adalah kasih karunia, maka saya dapat mengatakan : semua orang akan sembuh jika memakan obat itu.
Itu semacam teori/dalil atau ketetapan Tuhan: semua orang percaya akan selamat.
sebagaimana bunyi ketetapan Tuhan yang lainnya : semua orang berdosa akan binasa.
Jadi sebenarnya pengertian ayat2 tersebut jauh dari pengertian bahwa semua orang diselamatkan lalu sebagian kehilangan keselamatan.
Dan juga sebenarnya tidak terlalu tepat untuk membedakan pengertian 'semua orang' di bagian yang satu dengan pengertian 'semua orang' di bagian lain.
Pengertian 'semua orang' tetaplah 'semua orang' yaitu siapa saja.
Jadi bisa juga begini:
Siapa yang berdosa akan mati, dan siapa saja yang percaya akan selamat.... atau
Dosa mematikan siapa saja yang ditimpanya, dan kasih karunia menyelamatkan siapa saja yang ditimpanya.
Nah tapi 'siapa saja' itu tergantung pemilihan/kehendak Tuhan.
'Siapa saja yang terkena dosa', pada prakteknya memang benar2 semua orang, kecuali Anak Allah/Yesus Kristus.
Sedangkan 'siapa saja yang terkena kasih karunia', pada prakteknya hanya orang2 yang dari awal ditetapkan Allah untuk dipilih & diselamatkanNya.
Jadi ayat2 Roma ini tidak mendukung paham yang menyebutkan keselamatan bagi semua orang namun bisa hilang oleh ketidaktaatan/ketidakpercayaan orang itu sendiri.
Justru ayat2 Roma ini sangat meyakinkan bahwa keselamatan hanya semata kasih karunia Allah, dan semua manusia tidak bisa lepas dari dosanya tanpa kerelaan Allah untuk memberi/menganugerahinya kasih pengampunan & pembenaran.
Kiranya penjelasan ini boleh memberkati anda sekalian dan menentramkan hati anak2Nya dalam kesyukuran yang besar.
Rahasia Kitab Yohanes.
Yohanes menyebut dirinya 'yang dikasihi Allah' adalah bentuk perendahan dirinya.
Sebagaiman Yesus menyebut diriNya 'yang diurapi Allah', seakan2 Dia lebih rendah dari Bapa. Saya sudah mempelajari kitab Injil Yohanes setahun lalu.
Yohanes tidak berani memakai kata 'murid yang mengasihi Allah' tapi 'murid yang dikasihi Allah' karena Allahlah yang lebih dulu dan lebih besar mengasihi dia.
Hal ini sesuai dengan nafas seluruh tulisannya, tentang kasih karunia Allah.
Jadi Yohanes dalam hal ini menganggap dirinya hanyalah orang yang beruntung karena beroleh kasih karunia Allah.
Yohanes orang yang sangat rendah hati bahkan rendah diri, karena dia paling muda dari antara para rasul lainnya, terutama dari Petrus yang cenderung pembawaannya menonjolkan diri dan menggebu2.
Yohanes selalu 'bersembunyi' di belakang Petrus, dia selalu merasa Petrus lebih layak menjadi pemimpin.
Namun ternyata Tuhan berbicara lain, Yohanes menjadi rasul pamungkas yang dibiarkan hidup untuk menyatakan rahasia Sang Firman yang menjadi daging dan Anak Tunggal Allah di dalam Trinitas, juga menerima wahyu terakhir.
Begitu besar tugas yang dipercayakan Tuhan Yesus kepada Yohanes si kecil ini.
Yohanes begitu merasa tidak layak, tapi semua adalah anugerah kasih karunia.
benarlah jawaban Yesus saat murid2 bertengkar siapa yang paling besar:
Yang besar akan menjadi kecil, tapi yang kecil jadi besar.
Hal ini tidak ada sangkut pautnya dengan Maria, ataupun menitipkan Maria kepada Yohanes.
Malah saya menganggap saat di salib itu adalah perpisahan Yesus dengan kedaginganNya, Dia berpisah dari Maria karena Maria bukan lagi ibuNya, Maria bukanlah bunda Allah.
Jadi 'inilah ibumu' artinya 'dia bukan IbuKu'.
dan 'inilah anakmu' artinya 'Aku bukan anakmu'.
Jadi jangan lagi menganggap Yesus adalah anak Maria/anak manusia, karena Yesus adalah Anak Allah.
Dan jangan menganggap Maria bunda Allah, karena Allah tidak berasal dari manusia.
Maria hanyalah manusia biasa, yang seharusnya menjadi anaknya adalah manusia, bukan Allah/Yesus. Allah/Yesus tidak berhutang apapun kepada Maria.
Saat di salib, Yesus sudah bersiap2 untuk kembali kepada Bapa, menerima kembali segala kemuliaan sorgawiNya, karena sebelumnya Dia telah merendahkan diri di bawah kuasa manusia/pemerintah2 termasuk ibunya hanya untuk sesaat saja.
Maka untuk terakhir kalinya Dia berkata : 'Aku haus'.
Itulah pemandangan terakhir kali Allah pernah menjadi manusia.
detik2 yang menggetarkan seluruh mahluk manakala Allah akan meninggalkan tubuhNya dan dunia ini untuk kembali menjadi Sang Mahabesar di atas sana.
Kiranya boleh memberkati saudara pembaca sekalian, yang mau menerimanya dan merasa terberkati.
GBU
Dlm Bil.20:12 dan Ul.32:51 Firman Tuhan mnytkan bhw Musa tdk akan membawa msk bgs Israel masuk ke tnah Kanaan.Alasan yg diberikan adl krn Musa tdk percaya (Bil.20:12)/ brubah setia(Ul.32:51) dan tdk menghormati kekudusan Tuhan di tngh2 org Israel.Pertnyaannya,mengapa shg Musa diktkan tdk percya/brubah setia dan tdk menghormati kekudusan Tuhan,apkah krn kta2 kras yg dikeluarkan:"Dengarlah kpdku,hai org2 durhaka,apakah kami harus mengeluarkan air dr bukit batu ini?"(Bil.20:12), atau krn melanggar perintah Tuhan dg memukul bukit batu menggunakan tongkatnya?(dalam pemahaman saya saat ini, Musa melanggar perintah Tuhan,krn Tuhan bukannya memerintahkan dia utk memukul,tp "berkata" kpd bukit batu tsb utk mengeluarkan air,Bil.20:8).Mohon penjelasan dr bpk BP atau yg lainnya,yg lebih memahami maksud dr kedua ayat tsb.Thx utk penjelasannya,GBU.
Post subject: Re: Pnyebab Musa tak dpt msk ke tnah Kanaan
Posted: Thu Mar 05, 2009 8:30 am
Dear Yosi,
Pertanyaan yang sangat menarik sekali...
Bagi saya..Musa adalah lambang Hukum Taurat dalam perjanjian lama,tidak bisa memimpin bangsa Israel ke tanah kanaan/tanah perjanjian kerna saat itu ia dipimpin oleh hukum taurat yang bertentangan dengan rencana keselamatan dari Allah dalam perjanjian baru.Tidak ada seorang pun yang bisa bebas dari dosa kerna tidak ada seorangpun yang bisa mentaati seluruh hukum taurat.
Mungkin saudara-saudara kita yang lain bisa menerangkan dengan lebih detail lagi....
Post subject: Re: Pnyebab Musa tak dpt msk ke tnah Kanaan
Posted: Fri Mar 06, 2009 10:47 am
Thx buat tggpn dr sdr Toba.Tp klau alsn krn Musa dipmpin oleh Hk Taurat shg tdk diijinkan msk saya rasa blm bisa mnjwb pertnyaan di atas.Mngpa?Krn Hk Taurat adlh suatu hal yg urgent bg umat Tuhan saat itu,guna mjga mrk spy ttap brada di dlm koridor yg ditetapkan Tuhan.Apalagi mrk saat itu diklingi oleh brbgai tradisi dan pengajaran yg brtntngan dg yg Tuhan ajarkan.Sbg umat pilihan mrk hrs mmperthnkan kkudusan hdpnya.Dg menaati Hk Taurat,mrk akan ttap brada dlm jln Tuhan krn mrk menghargai dan menghormati Tuhan yg tlh mmbrikan Hk tsb.Btw,thx utk tggpn dr sdr.Toba.Mgkn ada jwbn lain dr sdr2 yg lain yg bisa mjb prtnyaan saya di atas?Monggo,saya tggu jwbnnya(trlbh khusus jwbn dr Bpk BP,ditinjau dr pengertian ayat2 di atas)
Yosi wrote:
Dlm Bil.20:12 dan Ul.32:51 Firman Tuhan mnytkan bhw Musa tdk akan membawa msk bgs Israel masuk ke tnah Kanaan.Alasan yg diberikan adl krn Musa tdk percaya (Bil.20:12)/ brubah setia(Ul.32:51) dan tdk menghormati kekudusan Tuhan di tngh2 org Israel.Pertnyaannya,mengapa shg Musa diktkan tdk percya/brubah setia dan tdk menghormati kekudusan Tuhan,apkah krn kta2 kras yg dikeluarkan:"Dengarlah kpdku,hai org2 durhaka,apakah kami harus mengeluarkan air dr bukit batu ini?"(Bil.20:12), atau krn melanggar perintah Tuhan dg memukul bukit batu menggunakan tongkatnya?(dalam pemahaman saya saat ini, Musa melanggar perintah Tuhan,krn Tuhan bukannya memerintahkan dia utk memukul,tp "berkata" kpd bukit batu tsb utk mengeluarkan air,Bil.20:8).Mohon penjelasan dr bpk BP atau yg lainnya,yg lebih memahami maksud dr kedua ayat tsb.Thx utk penjelasannya,GBU.
MUSA dan MATA AIR MERIBA
* BILANGAN 20:2-13 DOSA MUSA DAN HARUN
20:1 Kemudian sampailah orang Israel, yakni segenap umat itu, ke padang gurun Zin, dalam bulan pertama, lalu tinggallah bangsa itu di Kadesh. Matilah Miryam di situ dan dikuburkan di situ.
20:2 Pada suatu kali, ketika tidak ada air bagi umat itu, berkumpullah mereka mengerumuni Musa dan Harun,
20:3 dan bertengkarlah bangsa itu dengan Musa, katanya: "Sekiranya kami mati binasa pada waktu saudara-saudara kami mati binasa di hadapan TUHAN!
20:4 Mengapa kamu membawa jemaah TUHAN ke padang gurun ini, supaya kami dan ternak kami mati di situ?
20:5 Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membawa kami ke tempat celaka ini, yang bukan tempat menabur, tanpa pohon ara, anggur dan delima, bahkan air minumpun tidak ada?"
20:6 Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka.
20:7 TUHAN berfirman kepada Musa:
20:8 "Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya."
20:9 Lalu Musa mengambil tongkat itu dari hadapan TUHAN, seperti yang diperintahkan-Nya kepadanya.
20:10 Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: "Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?"
20:11 Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum.
20:12 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka."
20:13 Itulah mata air Meriba, tempat orang Israel bertengkar dengan TUHAN dan Ia menunjukkan kekudusan-Nya di antara mereka.
* KELUARAN 17:1-7 BERSUNGUT-SUNGUT DI MASA DAN DI MERIBA
17:1 Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah TUHAN, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu.
17:2 Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: "Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum." Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?"
17:3 Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: "Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?"
17:4 Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!"
17:5 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah.
17:6 Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum." Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.
17:7 Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?"
Biangan 20:2-13 mencatat "sekali lagi" ada kekurangan air (sebelumnya terdapat peristiwa yang mirip dicatat dalam Keluaran 17:1-7) dan sekali lagi bani Israel protes kepada Musa dan membandingkan kehidupan mereka di Mesir (bandingkan Bilangan 11:4-6), dengan mengatakan bahwa lebih baik mereka mati bersama saudara-saudaranya, lihat Bilangan 16:35, 49; 17:12-13).
Bilangan 20:6-9 menuliskan sekali lagi Musa dan Harus memohon dengan sangat kepada TUHAN (YHVH) jangan menghukum mereka, dan sekali lagi TUHAN memerintahkan Musa untuk mengambil tongkatnya dan menyuruh musa berkata kepada bukit batu. Tongkat (sebagai tanda komando/ pemegang kuasa/ yang diberi kuasa oleh Allah) ini muncul beberapa kali dalam kisah yang bertalian dengan kepemimpinan Musa (bandingkan Keluaran 7:20; 14:16, dsb.)
Kisah Meriba (Ibrani, מריבה - MERIBAH) dalam kitab Bilangan pasal 20 ini difokuskan pada ketidak-taatan Musa dan Harun, Peristiwa Meriba ini menjadi penyebab Musa dan Harun tidak diperbolehkan masuk ke Tanah Perjanjian. Dalam Bilangan ini peristiwa Meriba dicatat lebih jelas bahwa TUHAN mengutus Musa dan Harun untuk "memerintah" bukit batu, supaya orang Israel melihat mujizat kekudusan TUHAN.
Ada 2 poin ketidak-taatan Musa (dan Harun) :
1. Pengambil alihan "tempat Allah" :
Allah menjanjikan air akan keluar dari gunung batu, tapi Musa dan Harun secara menghina menempatkan diri mereka di tempat YHVH. Ayat kunci yang dapat menunjuk jelas Musa dan Harun "melakukan dosa di hadapan TUHAN Allah" adalah :
* Bilangan 20:10-11
20:10 Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: "Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami (bukan YHVH) harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?"
20:11 Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum.
Mazmur 106 32-33 menyanyikan tafsiran ilahi terhadap peristiwa itu:
* Mazmur 106 32-33
106:32 Mereka menggusarkan Dia dekat air Meriba, sehingga Musa kena celaka karena mereka;
106:33 sebab mereka memahitkan hatinya, sehingga ia teledor dengan kata-katanya.
Bani Israel membuat Musa naik pitam dan "mereka memahitkan hatinya, sehingga ia teledor dengan kata-katanya". Yang marah kepada bangsa itu bukan Allah, melainkan Musa. Karena itu kata gantinya "kami" (Musa dan harun) merupakan suatu bentuk penghujatan, yaitu mengambil-alihan "tempat TUHAN". Hukuman mereka ialah, mereka berdua tidak boleh masuk ke tanah yg dijanjikan, dan di kemudian hari Musa merasa hukuman ini sangat berat.
* Bilangan 20:12-13
20:12 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka."
20:13 Itulah mata air Meriba, tempat orang Israel bertengkar dengan TUHAN dan Ia menunjukkan kekudusan-Nya di antara mereka.
Bandingkan Ulangan 3:24-27.
Kemudian perhatikan Bilangan 20 ayat 1 : Bani Israel tinggal di tempat yang bernama KADESH (Ibrani, קָדֵשׁ - QADESY). Kata QADESH/ QADESY dengan kata Ibrani "menguduskan" (Ibrani : מְקַדִּשְׁכֶם - MEQADISYKHEM, Keluaran 31:13, Imamat 20:7-8, 21:8, 22:32) mempunyai akar kata yang sama yaitu קדש - QADOSY (kudus/ suci). Daerah KADESH, hanya sedikit saja rincian yang ada dalam Alkitab mengenai tempat ini. Tetapi tampaknya bagian terbaik dari ±38 tahun - satu generasi penuh - dihabiskan di sekitar tempat ini :
* Bilangan 20:1
LAI TB, Kemudian sampailah orang Israel, yakni segenap umat itu, ke padang gurun Zin, dalam bulan pertama, lalu tinggallah bangsa itu di Kadesh. Matilah Miryam di situ dan dikuburkan di situ.
KJV, Then came the children of Israel, even the whole congregation, into the desert of Zin in the first month: and the people abode in Kadesh; and Miriam died there, and was buried there.
Hebrew,
וַיָּבֹאוּ בְנֵי־יִשְׂרָאֵל כָּל־הָעֵדָה מִדְבַּר־צִן בַּחֹדֶשׁ הָרִאשֹׁון וַיֵּשֶׁב הָעָם בְּקָדֵשׁ וַתָּמָת שָׁם מִרְיָם וַתִּקָּבֵר שָׁם׃
Translit, VAYAVO'U VENEY-YISRA'EL KOL-HA'EDAH MID'BAR-TSIN BAKHODESY HARISYON VAYESYEV HA'AM BEQADESY VATAMAT SYAM MIR'YAM VATIKAVER SYAM
Peristiwa ini adalah memang untuk menunjukkan Kekudusan TUHAN Allah, Musa (dan Harun, termasuk dan bangsa Israel yang tegar tengkuk itu) melanggar kekudusan TUHAN. Orang Israel bersungut-sungut/ keluh kesah, keluh kesah yang macam-macam mulai kekawatiran akan pangan, kemudian mereka diberi roti manna. Rasa manna yang mula-mula nikmat seperti kue madu lama-kelamaan mereka bosan karena monoton makan itu-itu saja. Pikiran mereka membayangkan aneka pangan yang pernah didapat di Mesir dan kemudian timbul keluh kesah, sampai mereka muak. Sampai suatu ketika di Kadesh ini bani Israel kembali mempermasalahkan persoalan air. Musa (dan Harun) sebagai pemimpin akhirnya pun "muak" dan melampiaskan amarahnya di Kadesh (peristiwa Meriba) ini. Tak dinyana di bawah problema emosi, Musa yang mengatakan : "apakah kami (bukan YHVH) harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini", itu adalah pengambil-alihan "tempat Allah" yang kudus . Dan Pemimpin yang baik dan berhati lembut ini pun akhirnya berdosa kepada Tuhan.
2. Penyimpangan Perintah :
Penggunaan tongkat sebagai pelampiasan murka Musa kepada bangsa Israel, yaitu tindakan memukul adalah suatu "penyimpangan" dari perintah yang sudah ditetapkan. Ini sama dengan tongkat Harun yang ditempatkan dihadapan Tuhan di kemah suci (Bilangan 20:9). Mereka tidak melakukan persis apa yang diperintahkan Allah, Musa mengajukan pertanyaan kepada umat yang mengungkapkan keraguan/ ketidak-percayaan mereka : "Apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?" (ayat 10). Kemudian musa memukul batu 2 kali. Sedangkan perintah TUHAN pada Bilangan 20:8 adalah "Katakanlah… kepada bukit batu itu… demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka[/i]". Bukit batu yang mengeluarkan air menunjukkan bahwa air tersebut memang sudah disana sebelumnya. Mujizatnya ialah, bagaimana cara Musa mengetahui di dalam bukit batu yang manakah terdapat air dan kenyataan bahwa ia hanya perlu memerintahkan batu itu mengeluarkan air.
Bilangan 20:11, Musa memukul batu itu dengan tongkat dua kali. Padahal Musa hanya perlu mengatakan saja kepada bukit batu itu untuk mengeluarkan airnya (sebagaimana diperintahkan Allah, yang menunjuk kepada kuasa Allah). Namun, sebagaimana kita ketahui dalam ayat ini, Musa mengambil-alih kedudukan Allah, baik melalui kata maupun tindakan. Walaupun memang Batu itu tetap mengeluarkan air yang cukup diminum oleh semua bani Israel bahkan ternak mereka pun minum (ayat 11) tetapi jelas Musa tidak melakukan perintah "persis" seperti yang ditetapkan Allah.
* Bilangan 20:12, 24
20:12 LAI TB, Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu (KALIAN, jamak) tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka."
KJV, And the LORD spake unto Moses and Aaron, Because ye believed me not, to sanctify me in the eyes of the children of Israel, therefore ye shall not bring this congregation into the land which I have given them.
Hebrew,
וַיֹּאמֶר יְהוָה אֶל־מֹשֶׁה וְאֶל־אַהֲרֹן יַעַן לֹא־הֶאֱמַנְתֶּם בִּי לְהַקְדִּישֵׁנִי לְעֵינֵי בְּנֵי יִשְׂרָאֵל לָכֵן לֹא תָבִיאוּ אֶת־הַקָּהָל הַזֶּה אֶל־הָאָרֶץ אֲשֶׁר־נָתַתִּי לָהֶם׃
Translit, VAYOMER YEHOVAH (baca 'adonay) 'EL-MOSYEH VE'EL-'AHARON YA'AN LO-HE'EMANTEM BI' LEHAKDISYENI LE'EYNEY BENEY YISRA'EL LAKHEN LO TAVIU 'ET-HAQAHAL HAZEH 'EL-HA'ARETS 'ASYER-NATATI LAHEM
20:24 LAI TB, "Harun akan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya, sebab ia tidak akan masuk ke negeri yang Kuberikan kepada orang Israel, karena kamu berdua telah mendurhaka kepada titah-Ku dekat mata air Meriba.
KJV, Aaron shall be gathered unto his people: for he shall not enter into the land which I have given unto the children of Israel, because ye rebelled against my word at the water of Meribah.
Hebrew,
יֵאָסֵף אַהֲרֹן אֶל־עַמָּיו כִּי לֹא יָבֹא אֶל־הָאָרֶץ אֲשֶׁר נָתַתִּי לִבְנֵי יִשְׂרָאֵל עַל אֲשֶׁר־מְרִיתֶם אֶת־פִּי לְמֵי מְרִיבָה׃
Translit, YE'ASEF 'AHARON 'EL-'AMAV KI LO YAVO 'EL-HA'ARETS 'ASYER NATATI LIVNEY YISRA'EL 'AL 'ASYER-MERITEM 'ET-PI' LEMEY MERIVAH
Ayat 12 "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel" (bandingkan ayat 24). Dosa Musa adalah penolakan dengan sengaja mengalihkan perhatian bangsa itu dari Allah kepada dirinya (dan Harun). Musa dan Harun sama-sama mendapat penghajaran karena dosa ini "Katakanlah… kepada bukit batu itu", suatu tindakan Allah berfirman. Dijelaskan : "kamu (jamak) tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka".
* Bilangan 20:13
LAI TB, Itulah mata air Meriba, tempat orang Israel bertengkar dengan TUHAN dan Ia menunjukkan kekudusan-Nya di antara mereka.
KJV, This is the water of Meribah; because the children of Israel strove with the LORD, and he was sanctified in them.
Hebrew,
הֵמָּה מֵי מְרִיבָה אֲשֶׁר־רָבוּ בְנֵי־יִשְׂרָאֵל אֶת־יְהוָה וַיִּקָּדֵשׁ בָּם׃ ס
Translit, HEMAH MEY MERIVAH 'ASYER-RAVU VENEY-YISRA'EL 'ET-YEHOVAH (baca 'adonay) VAYIQADESY BAM
Ayat 13 "Itulah mata air Meriba", yaitu "air persengketaan" ( מריבה - MERIBAH), sebab Israel bertengkar dengan Tuhan.
Renungan :
Tampaknya tidak ada yang dapat menghentikan keluh-kesah bangsa tersebut. Musa pun tak dapat melakukan apapun untuk membuat mereka puas, dan tragisnya Musa tergelincir dalam dosa akibat kemarahannya pada bangsa itu. Mereka sudah bersungut-sungut ketika pertama kali meninggalkan Mesir. Mereka masih terus bersungut-sungut setelah bertahun-tahun dipelihara dan dicukupi oleh Allah.
Miryam, Harun (Bilangan 20:25 dst, 33:38 dst) dan Musa (Ulangan 34:5-8), semuanya meninggal pada tahun yang sama – menjelang masukknya mereka ke Kanaan. Bilangan 20:2-13 dosa Musa karena ia tidak menghormati TUHAN Allah dalam penyediaan air tersebut. Hal ini membuatnya kehilagan kesempatan untuk memasuki tanah yang telah lama didamba-dambakan.
Pengambil-alihan tempat Allah dan Pemukulan tongkat ke Batu Karang 2X itu; Musa (dan Harun) dinilai TUHAN "tidak menghormati kekudusan-Nya". Inilah yang menjadi keputusan Allah, baik Musa dan Harun tidak boleh masuk ke Kanaan (ayat 12, dan Bilangan 20:24).
"Sanksi" yang diterima Musa (dan Harun) cukup berat (bandingkan Ulangan 1:37, Ulangan 3:26 dan Ulangan 4:21-22). Bagaimana seorang pemimpin besar Israel itu tidak diperkenankan mengantar sendiri bangsa yang dipimpinnya selama puluhan tahun masuk ke tanah perjanjian. Suatu pelajaran yang baik : Musa dikenal sebagai orang yang berhati lembut (Bilangan 12:3) toh akhirnya tidak tahan juga menghadapi tegar tengkuk-nya bani Israel. Akhirnya-pun bisa marah dan menjadi "tidak taat" akibat dari kemarahannya secara emosional kepada bangsa Israel itu, dan olehnya ia menerima hukuman/ teguran Allah. Pelayan Allah yang terbesar sekalipun telah hidup penuh iman dan ketaatan selama hidupnya dapat jatuh.
Kalau Musa yang lembut hati bisa tergelincir, apalagi kita?!
Kiranya peristiwa ini menjadi perenungan yang baik, untuk menempatkan diri kita senantiasa menghormati Allah dan menuruti perintahNya.
Semoga bermanfaat.
Blessings,
BP
March 7, 2009
Post subject: Re: Pnyebab Musa tak dpt msk ke tnah Kanaan
Posted: Sat Mar 07, 2009 3:35 am
Post subject: Re: Pnyebab Musa tak dpt msk ke tnah Kanaan
Posted: Mon Mar 15, 2010 4:55 pm
Aku setuju sekali dengan Toba karena di Perjanjian Lama hampir segala sesuatunya adalah simbol.
Maka di perjanjian baru sering disebut "seperti dulu (PL)....maka...".
Dan perjanjian baru pun banyak kali Tuhan Yesus menyampaikan ajaranNya dalam perumpamaan, apalagi surat Ibrani membahas dengan jelas bahwa Perjanjian Lama adalah simbolik dari Perjanjian Baru.
Bilangan 20:12, 24
TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu TIDAK AKAN MEMBAWA jemaah ini MASUK ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka."
Jadi seluruh rakyat Israel mati termasuk nabinya & imamnya, di gurun yang menyiksa, tidak bisa masuk ke negeri perjanjian (sorga).
Hanya mereka yang dipimpin Yosua (simbol dari Yesus Kristus) yang akan masuk tanah perjanjian.
Jadi Yesus Kristus adalah satu2nya Tuhan yang dapat membawa kita ke sorga. Tidak ada nabi/imam maupun hukum Allah/Taurat yang dapat menyelamatkan.
Apakah begitu berat dosa Musa hingga mereka tidak masuk ke tanah perjanjian? TIDAK!
Harun mungkin melakukan dosa yang ekstrim dengan mengijinkan umat Allah melakukan keinginan mereka membuat berhala, tapi Musa hanya 1 kali melakukan kesalahan dan itu pun 'CUMA' salah prosedur pelaksanaan.
Lalu apa artinya? Apa yang membuat ia dihukum begitu berat?
Bayangkan semuanya ia tinggalkan untuk memimpin Israel menuju tanah perjanjian, umurnya habis dalam pergumulan di gurun pasir, begitu banyak perbuatan baiknya dan begitu dekatnya ia dengan Tuhan bahkan satu2nya yang melihat Tuhan, sehingga ia menjadi nabi terbesar bagi Israel.
Inilah artinya:
KEKUDUSAN ALLAH YANG SUCI-SEMPURNA-TANPA NODA, MENUNTUT KESETIAAN MANUSIA YANG SEMPURNA 100%!!!
Cukup 1 dosa untuk membuat manusia paling baik sekalipun, gagal masuk ke sorga.
Sekalipun Musa telah berbicara dan menatap Allah begitu dekat, sekalipun hanya 1 kesalahan kecil yang dia lakukan, tapi tidak ada pengecualian bagi siapapun.
Musa mati seperti juga orang2 Israel yang jahat mati di gurun, tidak ada bedanya nasib orang saleh dan orang durhaka.
Semua orang berdosa dan mempunyai potensi dosa, kecuali jika orang itu adalah Anak Allah, pasti suci sperti Allah.
Pengkhotbah 9:2
Segala sesuatu sama bagi sekalian; nasib orang sama: baik orang yang benar maupun orang yang fasik, orang yang baik maupun orang yang jahat, orang yang tahir maupun orang yang najis, orang yang mempersembahkan korban maupun yang tidak mempersembahkan korban. Sebagaimana orang yang baik, begitu pula orang yang berdosa; sebagaimana orang yang bersumpah, begitu pula orang yang takut untuk bersumpah.
Tapi Allah memandang layak AnakNya untuk masuk ke sorga, karena Yesus Kristus begitu setia/sempurna dan tidak mempunyai noda/dosa setitik pun.
Sebagaimana rakyat Israel dapat masuk tanah perjanjian karena dipimpin Yosua yang diperkenan Allah, maka kita orang Kristen dapat masuk sorga karena dipimpin oleh Yesus Kristus sendiri yaitu Anak Allah Yang Tunggal/Sang Tunas Kehidupan.
Rakyat Israel yang masuk tanah perjanjian adalah umat baru, generasi yang baru dilahirkan saat mereka hidup di gurun/tanah asing.
Demikianlah hukum Taurat dipandang usang/lama dan terkoyak oleh dosa manusia, tapi janji Allah adalah teguh selamanya bahwa Tunas Allah akan menghidupkan kita di sorga.
Semakin tahu hukum Allah, semakin besar dosa kita.
Tapi semakin tahu kasih pengampunan/pengorbanan Allah, semakin besar kasih kita kepadaNya.
Kasih Allah telah memenangkan hati manusia, umat perjanjianNya.
Lukas 12:48
barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.
Puji Tuhan yang menghapuskan segala dosa kita yang merah sperti kirmizi, hingga kita disucikanNya menjadi seputih salju.
GBU.
TANYA:
1Kor 15:28 konteksnya mengenai kebangkitan, berarti time frame-nya setelah Tuhan Yesus bangkit dan sudah kembali ke Bapa (sudah sejajar kembali dengan Bapa). Tapi kenapa di ayat 28 itu seakan-akan menggambarkan keadaan yg akan datang?
1 Korintus 15:28
Tetapi kalau segala sesuatu TELAH ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak AKAN menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang TELAH menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah MENJADI SEMUA DI DALAM SEMUA.
JAWAB:
Untuk mengerti asal muasal ayat itu, kita harus mengerti konteks keseluruhan mulai dari ayat sebelumnya.
Pada ayat 17-22, disebutkan bahwa kebangkitan adalah KEHARUSAN UNTUK HIDUP KEKAL, yaitu MELALUI proses penyukutan dengan Kristus. Tanpa kebangkitan, mustahil ada hidup kekal. Dan kebangkitan orang2 mati adalah mustahil bila Kristus tidak bangkit untuk memberikan kita hidup kekal itu.
Tidak seorang pun dapat yakin/memastikan dirinya bangkit setelah mati,….
Tapi orang2 percaya bisa yakin karena mereka tahu Yesus mampu bangkit dari kematian, maka Dialah satu2nya yang mampu membangkitkan orang mati, itulah jaminan kepercayaan kita bahwa kita bisa dan akan dibangkitkan.
Pada ayat 23, dijelaskan ‘urutan’ atau kaitan Kebangkitan sampai kepada Hidup Kekal.
Awalnya/Pertama, Yesus adalah buah sulung yang dihasilkan Bapa, keluar dari Bapa.
Dari pada Yesus, Allah akan melahirkan anak2 Allah dalam Roh Kudus.
Pada ayat 24, menyebutkan HASIL/TUJUAN Kebangkitan tersebut.
Akhirnya/Kesudahannya, Yesus menyerahkan semua tuaianNya (orang2 pilihan) UNTUK HIDUP, yaitu UNTUK MENJADI UMAT Kerajaan Allah di sorga, karena kuasa maut telah dikalahkanNya & dijauhkanNya dari pada anak2 Allah tersebut.
Pada ayat 25, menyebutkan MAKSUD UTAMA BAPA di balik segala sesuatu yang dirancangNya itu.
Yaitu,… Yesus HARUS menjadi Raja Semesta Alam, Penguasa Sorga.
Hanya bila Yesus menjadi Raja, maka Bapa bisa mengalahkan musuhNya, yaitu dengan merendahkan/menaklukkan maut/iblis KE BAWAH kaki AnakNya.
Di dalam kemenangan Yesus itulah maka Bapa ditinggikanNya DI ATAS segala musuhNya.
Di dalam ketaatan & kebangkitan Yesus itulah, maka iblis/maut sudah dikalahkan selama2nya. (ayat 26)
Pada ayat 27, menyebutkan tentang KEMENANGAN BAPA.
Sekalipun Yesus menjadi Raja/Penguasa segala sesuatu, Yesus tidak meninggikan diriNya sendiri.
Seperti dikatakanNya, Dia berasal dari Bapa dan akan kembali kepada Bapa.
Yesus menundukkan diriNya dengan MASUK KEMBALI KE DALAM BAPA.
Yesus menyerahkan DiriNya dan segala milikNya untuk menjadi milik Bapa di sorga.
Artinya, Yesus & kita semua akan kembali ke sorga untuk menjadi milik Bapa.
Demikian juga yang terjadi pada saat kita menundukkan diri kepada Kristus, kita masuk ke dalam Dia untuk menjadi milik kepunyaan Dia.
Pada ayat 28, kata ‘KALAU’ bisa kita samakan dengan ‘JIKALAU’ supaya lebih jelas, kata ‘AKAN’ di sini artinya sama dengan ‘PASTI/TENTU’.
Jadi : JIKALAU segala sesuatu TELAH ditaklukkan di bawah Kristus, MAKA Ia (Yesus) PASTI/TENTU menaklukkan diriNya (sebagai Anak) di bawah Dia yang menaklukkan segala sesuatu di bawahNya.
Kita balik kalimatnya menjadi :
Sebagaimana orang2 pilihan ditaklukkan yaitu masuk ke dalam kuasa Yesus, demikian juga pengertian Yesus takluk/masuk ke dalam kuasa Bapa.
Hal ini sama sekali tidak mengecilkan keilahian Yesus, justru menegaskan bahwa Yesus adalah Milik Utama Bapa, yaitu Anak TunggalNya, yang lebih penting dari pada apapun/siapapun.
Semua yang ditaklukkan Bapa adalah milik Yesus, dan semua milik Yesus adalah milik Bapa, karena Yesus adalah milik Bapa yang abadi.
Bahkan ini adalah JAMINAN BAHWA YESUS PASTI KEMBALI KE SORGA KEPADA BAPA, maka orang2 yang percaya kepada Tuhan Yesus pun PASTI akan kembali ke sorga mengikuti Yesus Sang Anak Tunggal Bapa. Amin.
Demikianlah ‘urutan’ bagaimana orang2 pilihan dibangkitkan & dijadikan anak2 Allah oleh karena Yesus Kristus.
Maka HANYA melalui Yesus Kristuslah, manusia menjadi milik/umat Allah, dan Allah menjadi milik manusia, yaitu kita, orang2 pilihan. Demikianlah yang sering dijanjikan Yehova di PL kepada bangsa pilihanNya, Yaitu :
ALLAH pun MENJADI SEMUA DI DALAM SEMUA =
Imamat 26:12
Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku.
Ulangan 29:13
Ia mengangkat engkau sebagai umat-Nya pada hari ini dan supaya Ia menjadi Allahmu, seperti yang difirmankan-Nya kepadamu dan seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub.
Yeremia 24:7
Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN. Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku ini akan menjadi Allah mereka, sebab mereka akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya.
Maranatha!!! Biarlah Yesus ditinggikan selama-lamanya……
GBU
1 KORINTUS 15:
(ay17) Dan JIKA Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. (ay22) sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan DIHIDUPKAN KEMBALI DALAM PERSEKUTUAN DENGAN KRISTUS. (ay23)Tetapi tiap-tiap orang MENURUT URUTANNYA:
1. Kristus sebagai BUAH SULUNG;
2. Sesudah itu mereka yang MENJADI MILIK-NYA pada waktu kedatangan-Nya.
4. (ay24) … KESUDAHANNYA, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa,
3. SESUDAH Ia MEMBINASAKAN SEGALA PEMERINTAHAN, KEKUASAAN DAN KEKUATAN. (ay25) Karena Ia harus MEMEGANG PEMERINTAHAN SEBAGAI RAJA sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. (ay26) Musuh yang terakhir, YANG DIBINASAKAN IALAH MAUT.
(ay27) Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan", maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya.
(ay28) Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri SEBAGAI ANAK AKAN MENAKLUKKAN DIRI-NYA DI BAWAH DIA, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, SUPAYA ALLAH MENJADI SEMUA DI DALAM SEMUA.
1 Korintus 8:6
namun bagi kita hanya ada SATU ALLAH saja, YAITU BAPA, yang DARI PADA-NYA berasal segala sesuatu dan yang UNTUK DIA kita hidup, dan SATU TUHAN saja, yaitu YESUS KRISTUS, yang OLEH-NYA segala sesuatu telah DIJADIKAN dan yang KARENA DIA kita HIDUP.
Penjelasan:
Di sini makin jelas bahwa Bapa adalah Ide/Ideal/Idol atau biasa disebut Allah, sebagai alasan (dari DIA) & tujuan (untuk DIA) maka kita/manusia diciptakan.
Maka Allah menjadi sesembahan/pujaan/panutan/kiblat dari semua yang ada di alam semesta.
Allah adalah Roh, atau tepatnya Kehendak/Ide yang tidak kelihatan.
Sedangkan Anak/Yesus adalah Wujud/Bukti/Turunan dari Ide/Roh/Allah itu, baik di saat di sorga dalam wujud tubuh kemuliaan yang kekal, maupun saat di dunia dalam tubuh yang fana.
Maka Yesus adalah Allah yang bereksistensi.
Bapa eksis sebagai kehendak/pikiran/ide yang tidak mungkin terlihat siapapun.
Yesus itulah eksistensi dari Bapa, di dalam Yesuslah Bapa melakukan segala sesuatunya.
Sekalipun begitu mereka tidak tunggal/satu, tapi manunggal/kesatuan.
Tanpa Yesus, Bapa hanya sekedar ide/rencana/tujuan2 yg baik tapi yang tidak akan terwujud.
Melalui Yesus/Firman, barulah Bapa bisa menjadikan/mewujudkan segala sesuatu.
Melalui mulut/ucapan Yesus, maka semuanya jadi.
Ucapan2 Bapa ada di dalam hati/pikiran yaitu yang tidak berbentuk, ucapan Yesus menjadikan segala sesuatunya terbentuk/terjadi/menjadi.
Maka disebutkan bahwa Yesus adalah Firman yang menjadikan segala sesuatu.
Bilamana Bapa adalah asal dari segala sesuatu maka Firman/Yesus adalah yang menjadikannya.
Menyadari ini, semakin gentarlah kita.
Di balik tubuh sederhana Yesus Kristus sebagai manusia, Dia ternyata ‘dulunya’ adalah pencipta seluruh alam semesta ini.
Bintang yang besar yang dirancang Bapa, Yesuslah yang membuatnya.
Matahari yang panas dan berbahaya yang dirancang Bapa, Yesuslah yang membuatnya.
Langit yang luas tak terbatas yang dikehendaki Bapa, Yesuslah yang membuatnya.
Bumi yang rumit dan indah yang dirancang Bapa, Yesuslah yang membuatnya.
Binatang2 yang beragam rupa dan lucu yang dikehendaki Bapa, Yesuslah yang membuatnya.
Manusia yang cerdas yang dikehendaki Bapa, Yesuslah yang membuatnya.
Jadi jika ada Pencipta di semesta ini, hanyalah Tuhan Yesus satu2nya, berdasarkan pemikiran/kehendak Bapa.
Maka wajar jika disebutkan Yesus memuja Bapa, karena segala sesuatu yang dikehendaki Bapa adalah benar, dan Yesus pasti melakukannya.
Tidak ada satu pun tindakan yang Yesus lakukan tanpa lebih dulu dikehendaki Bapa atau di luar atau menyimpang dari kehendak Bapa.
Keselarasan/kekompakan seperti itu tidak mungkin terjadi, kecuali mereka adalah SATU!
Maka perhatikan pemujaan Yesus kepada Bapa yaitu ketika Dia berdoa dan membicarakan pekerjaan2Nya.
Pemujaan Yesus terhadap Bapa bukan menandakan Yesus sendiri bukan Allah atau Dia memuja Allah yang lebih tinggi.
Pemujaan Yesus terhadap Bapa adalah tentang rencana2 & hukum2 & pekerjaan2 Bapa yang luar biasa hebat, yang telah/sedang/akan dilakukan Yesus sendiri.
Maka Yesus mengajak manusia2 untuk seperti DiriNya sendiri yang melakukan rencana2 & hukum2 & kehendak2 Bapa saja, bukan kehendak diri sendiri atau pun si jahat.
Kata Yesus: lakukan perintah BapaKu, yang adalah Bapamu juga, dan Allahku, yaitu Allahmu, sebagaiman Aku selalu/senantiasa melakukannya.
Demikianlah Yesus menjadi Anak Bapa karena tidak ada satu pun yang Dia lakukan di luar kehendak Bapa.
Dari sini lahir pernyataan : setiap manusia yang melakukan kehendak Bapa akan disebut anak2 Allah.
Karena ada Satu Anak (Tunggal) Allah yang selalu terus-menerus setia kepada Allah/Bapa, maka standar anak2 Allah adalah setia seperti Anak Tunggal Allah yaitu Tuhan Yesus Kristus.
Demikianlah Yesus disebut Tuhan satu2nya atas seluruh ciptaan termasuk manusia.
Karena sebagai Tuhan yang identik sebagai Pemilik/Penguasa/Raja, apapun yang terjadi pada kita (manusia & bumi) adalah tergantung kepada Dia.
Yesuslah satu2nya yang sanggup menciptakan kita, maka Dialah satu2nya yang sanggup membinasakan kita dengan lidahNya/pedangNya/firmanNya.
Maka dikatakan pada ayat tersebut di atas, bahwa Oleh Dia maka kita tercipta & Karena Dia maka kita hidup.
Artinya Tanpa Dia maka tidak ada yang tercipta & Tanpa Dia maka tidak ada yang dapat bertahan hidup.
Ayat ini justru sangat kuat menegaskan bahwa :
HANYA DI DALAM YESUSLAH MAKA MANUSIA BISA HIDUP KEKAL!
Perhatikan bahwa Sorga adalah Bapa, dan Bapa adalah Sorga.
Sorga adalah wilayah kebenaran, keadilan, dan kasih setia berkuasa, yaitu Bapa.
Tapi Tuhan atas segala tuhan, baik di bumi maupun di sorga, adalah Yesus Kristus, Anak Allah.
Yesuslah yang bertahta menjabat sebagai Raja/Penguasa Kerajaan Sorga.
Sedangkan Bapa yang memangku/menopang Yesus dan tahtaNya.
Apapun yang dikehendaki/direncanakan Bapa adalah untuk memperkuat tahta Yesus, AnakNya.
Sebagaimana Daud menyiapakan segala sesuatu untuk memperkuat tahta Salomo, anaknya, dan menyingkirkan Absalom dan siapapun yang hendak menurunkan Salomo dari tahta Daud.
Maka Bapa pun akan menyingkirkan segala usaha dan membinasakan siapapun yang hendak menurunkan Yesus dari Tahta Raja Sorga dan jabatan Anak Allah.
Demikianlah nasib orang2 & roh2 jahat yang menyangkal Yesus sebagai Tuhan & Juruselamat dunia.
Untuk sederhananya, sekedar menolong untuk mengerti, ilustrasinya :
Jika sorga adalah awan, maka seluruh awan itu adalah Bapa, dan di dalam Awan itu Yesus duduk sebagai Raja atas seluruh yang hidup di dalam Awan.
Maka jika manusia hidup di sorga atau di dalam Bapa atau di dalam Awan itu, mereka menjadi satu dengan Bapa, yaitu mereka hidup di dalam Awan/Bapa.
Dan Yesus yang sedari mula selalu bersama Bapa hidup di dalam Bapa/Awan, menjadi satu dengan manusia2 yang hidup di dalam Bapa/Awan itu.
Demikianlah pengertian Yesus dan Bapa adalah Satu, yaitu Yesus dan Sorga adalah Satu, bahkan Yesus adalah Kerajaan Sorga itu sendiri.
Demikianlah juga pengertian kita/Kristen dan Yesus adalah Satu, yaitu kita akan tinggal bersama Yesus di dalam satu2nya Bapa/Sorga/Kebenaran.
Kiranya Roh Kudus menolong kita sekalian untuk mengerti, mengagumi, mensyukuri dan mengasihi Tuhan kita, Yesus Kristus Yang Mahamulia.
AMIN.
GBU
Post subject: Re: Apakah Yesus bukan Allah menurut 1 Korintus 8:6?
Posted: Fri Feb 12, 2010 6:04 am
Sekedar melengkapi :
* 1 Korintus 8:6
LAI TB, namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
KJV, But to us there is but one God, the Father, of whom are all things, and we in him; and one Lord Jesus Christ, by whom are all things, and we by him.
TR, αλλ ημιν εις θεος ο πατηρ εξ ου τα παντα και ημεις εις αυτον και εις κυριος ιησους χριστος δι ου τα παντα και ημεις δι αυτου
Translit interlinear, all {tetapi} hêmin {bagi kita} heis {satu} theos {Allah} ho patêr {(yaitu) Bapa} ex hou {dari-Nya} ta panta {segala (sesuatu)} kai {dan} hêmeis {kita} eis {di dalam} auton {Dia} kai {dan} heis {satu} kurios {Tuhan} iêsous {Yesus} khristos {Kristus} di {melalui} hou {-Nya} ta panta {segala (sesuatu)} kai {dan} hêmeis {kita} di {karena} autou {Dia}
Kalangan yang menolak keilahian Kristus mencoba menggunakan ayat ini dan menjelaskan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, tetapi Dia bukan Allah.
Tetapi pertanyaannya sekarang, siapakah Allah? Siapakah Sang Pencipta? Apakah seseorang yang kurang daripada Allah sanggup mencipta sebagaimana Allah?
Rasul Paulus dengan jelas menyatakan pada ayat tersebut bahwa karena Yesus "segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup". Apakah pengertiannya bahwa Dia "kurang dari Sang Pencipta"?
Ayat di atas justru merujuk bahwa Dia adalah Sang Pencipta.
Bandingkan :
* Yohanes 1:3
LAI TB, Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
KJV, All things were made by him; and without him was not any thing made that was made.
TR, παντα δι αυτου εγενετο και χωρις αυτου εγενετο ουδε εν ο γεγονεν
Translit interlinear, panta {segala (sesuatu)} di {melalui} autou {Dia} egeneto {dijadikan} kai {dan} khôris {tanpa} autou {Dia} egeneto {dijadikan} oude en {tidak satupun} ho gegonen {(apa) yang telah jadi}
Sang Firman adalah Allah; tanpa Firman tidak ada suatu pun ada;
bandingkan dengan ayat-ayat ini :
* Mazmur 33:6
"Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya."
* Mazmur 33:9
Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.
* Kolose 1:16
karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
Jelas bahwa Sang Firman (Ho Logos) adalah sumber dari segala ciptaan. Ia adalah prinsip dari segala ciptaan.
Wahyu 3:14 memuliakan Kristus selaku Sang Pencipta atas makhluk-makhluk yang congkak dan kerdil, yang membanggakan dirinya sendiri. Ayat ini merupakan pendahuluan dari surat Kristus kepada Jemaat di Laodikia. Perikop ini (Wahyu 3:14-22) menuliskan celaan kepada suatu Jemaat yang tak ada bandingnya dalam PB yang memandang enteng karunia Allah.
Blessings,
BP
February 12, 2010
Post subject: Re: Apakah Yesus bukan Allah menurut 1 Korintus 8:6?
Posted: Fri Feb 26, 2010 1:21 am
Kesimpulan akhirnya :
Tidak ada Allah selain DI DALAM Tuhan Yesus Kristus.
ARTINYA ALLAH ADA DI DALAM DIRI TUHAN YESUS KRISTUS.
Yesus Kristus adalah satu2nya wujud/keberadaan Allah.
Tanpa Yesus, tidak ada Allah.
Carilah Allah di seluruh semesta, tidak ada yang dapat menemukan Dia!
Maka hanya ada satu Allah, yaitu Yesus Kristus!
Yesus Kristus adalah Allah yang bisa ditemukan kita.
Allah menemui kita, Dialah Yesus Kristus itu!
Kita tidak bisa melihat/menemukan Allah selain Yesus Kristus!
ALLAH BERADA DI DALAM YESUS KRISTUS.
Dalam Yesus, maka Allah itu hidup, Allah berkuasa, Allah berkarya, Allah berpribadi/berjiwa.
Bapa adalah karakter/sifat dari Yesus, atau Roh Yesus, atau Hidup Yesus.
Allah bisa dikenali/dilihat/disembah/didengarkan/dipuja/dikasihi di dalam Yesus.
Tanpa Yesus, maka Allah adalah semata bayangan/ide yang mati, tak berkuasa, tak berkarya, tak berjiwa.
Maka orang2 umumnya memuja Allah menurut bayangan/ide/perasaaan/nuraninya sendiri, tapi jika demikian maka manusialah yang mengkarakterkan Allah itu begini begitu, karakter Allah diatur/direka2 manusia.
Sebenarnya mereka tidak mengenal Allah, tapi mereka CUMA MENGIRA MENGENAL Allah.
Maka Allah jadi bisa berbeda menurut orang yang satu dan yang lain, menurut agama yang satu dan agama yang lain.
Mana yang benar? tidak ada yang benar, karena semua agama/pengertian Allah yang demikian berasal dari ide/pikiran/perasaan manusia yang berdosa yang bisa dimanipulasi kuasa2 jahat yang menyamar sebagai Allah.
Allah tidak mau didikte demikian, yang bisa didikte manusia seperti itu bukanlah Allah.
Allah menyatakan diriNya/karakterNya sendiri, maka Dia berbicara sendiri, bertindak sendiri, menyatakan diriNya sendiri!
Akhirnya Allah memunculkan diriNya sendiri yaitu Yesus Kristus!
Itulah Kristen, bukan sekedar menyembah ALlah, tapi bertemu/mengenal/memiliki Allah.
Sementara agama2 lain sekalipun menyembah Allah, tapi yang disembahnya adalah khayalan/pikiran/ide/bayangannya sendiri yang salah/palsu.
Bahkan boleh dikatakan mereka sebenarnya tidak menyembah Allah, karena ketika Yesus Kristus Sang Allah itu datang, mereka malah menolak/membenci Dia.
Ini karena manusia pengertiannya terjebak oleh Yesus di dalam sejarah, padahal Yesus dalam wujud kemuliaanNya ada sebelum sejarah/waktu/dunia.
Manusia umumnya berpikir tidak mungkin jika Manusia Yesus itu Allah, padahal mereka seharusnya berpikir bahwa Allah Manusia itulah Yesus, yaitu...
Allah di atas segala allah, Tuhan di atas segala tuhan, Manusia di atas segala manusia!
Allah tidak lain adalah Yesus sendiri.
Kita memanggil Dia sebagai Bapa, karena dari KehendakNyalah kita semua berasal.
Dengan demikian kita dapat lebih mengerti keESAan Allah Tritunggal itu.
Kesatuan/KeesaanNya lebih dari yang dapat kita bayangkan.
Allah Tritunggal sama sekali tidak terpisah/berbeda, Allah Tritunggal itu Satu.
Bapa bukanlah Allah yang lain atau yang lebih tinggi dari Allah Anak/Yesus.
Bahkan sesungguhnya Allah seperti tidak ada jika tidak ada Yesus.
Di dalam Yesuslah maka Allah itu Ada!
Di sini mulai terlihat kesetaraan Bapa dan Anak, seperti disebutkan di Alkitab:
Allah mengeluarkan firman/Yesus, maka (barulah) semuanya jadi.
Artinya Allah tidak mengerjakan apapun tanpa Firman/Yesus.
Sebaliknya, Yesus berkata Dia tidak dapat mengerjakan apapun tanpa Bapa menghendakinya.
Jadi kita mulai bertanya, sebenarnya siapakah Bapa, siapakah Yesus, di mana batas mereka masing2?
Yesus menjawab pertanyaan kita: kau sedang melihat Bapa saat melihat Aku.
Bapa dan Anak itu sebenarnya tidak ada batasnya.
Allah adalah Bapa yang merupakan asal kelahiran segala sesuatu.
Allah adalah Anak yang merupakan tunas yang melahirkan/menjadikan segala sesuatu.
Allah adalah Roh Kudus yang merupakan hidup/kuasa yang menggerakkan segala sesuatu.
Maka Roh Kudus disebut juga Roh Bapa dan Roh Yesus/Anak.
Bapa, Anak dan Roh Kudus, bukanlah Allah yang berganti2 peran sewaktu2, melainkan ketigaNya senantiasa melakukan peranNya bersamaan.
Tidak ada satupun tindakan Allah yang dilahirkan tanpa melalui karya KetigaNya.
Pekerjaan Allah dilakukan sekaligus oleh KetigaNya:
Bapa menghendaki/mengatur, Anak mewujudkan, Roh Kudus menjalankan.
- Lalu bagaimana dengan perkataan Yesus sendiri bahwa Bapa lebih besar dari Anak?
Yohanes 14:28
Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.
Hal itu menyatakan bahwa diri Yesus di dalam kemuliaan Bapa (saat kedatanganNya yang kedua kali) sesungguhnya lebih besar dari yang tampak di manusia saat itu (saat kedatanganNya yang pertama kali tersebut).
Pada saat murid2 meninggal dan bertemu Yesus di sorga, mereka akan melihat Bapa yang Mahabesar yaitu saat melihat Yesus dalam Tubuh KemuliaanNya.
Di dunia saat itu, Yesus mengecilkan diriNya, padahal Yesus Mahabesar.
Karena Bapa dan Yesus adalah Satu, maka saat Yesus berkata murid2 akan melihat Bapa di sorga yang lebih besar dari diriNya di bumi, artinya Yesus adalah Yang Mahabesar saat di Sorga.
Seperti dikatakan Mazmur: Allah mahabesar di tempat kudusNya.
Demikianlah Yesus mahabesar & dibesarkan di atas tahta Kerajaan Bapa.
- Lalu bagaimana saat Yesus berkata hanya Bapa yang tahu tentang kapan hariNya, sedangkan Anakpun tidak, apakah artinya Bapa dan Anak terpisah pikiranNya, atau Anak bukanlah Allah Yang Mahatahu?
Matius 24:36
Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri."
Yesus menegaskan bahwa di sorga tidak ada yang tahu rencana Allah, sekalipun malaikat2 yang melayani Allah, karena mereka tidak turut campur dalam rencana Allah.
Yesaya 40:14
Kepada siapa TUHAN meminta nasihat untuk mendapat pengertian, dan siapa yang mengajar TUHAN untuk menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian?
Maka kata 'Mengetahui' di sini bisa dipahami sebagai 'Menghendaki'.
Allah Mahatahu, Maha Pengatur, Mahakuasa.
Yesus berkata, Dia hanya menjalankan kehendak Bapa, dan tidak ada yang dari diriNya SENDIRI.
Yesus tidak sendiri, tidak bertindak sendiri, bahkan tidak menghendaki sendiri.
Yesus berkata Ia tidak menghendaki sesuatu untuk diriNya sendiri, melainkan diberikan Bapa, Bapalah yang menghendaki segala sesuatu bagi Yesus.
Yohanes 8:50 (BIS)
Aku tidak mencari kehormatan untuk diri sendiri. Ada satu yang mengusahakan kehormatan untuk-Ku, dan Dialah yang menghakimi.
Jadi jelas di sini maksudnya bukan Anak yang menghendaki hariNya itu, Bapalah yang menyediakan hari bagi Anak menyatakan diriNya, yaitu Hari Tuhan Yesus, kedatanganNya yang kedua kali.
Amos 5:18
Celakalah mereka yang menginginkan hari TUHAN! Apakah gunanya hari TUHAN itu bagimu? Hari itu kegelapan, bukan terang!
Demikianlah, Bapa menghendaki penghakiman dunia yaitu akhir zaman/hari Tuhan.
Yesus melaksanakan hariNya bukan berasal dari kehendak mempermuliakan diri, tapi memuliakan Bapa dengan melaksanakan kehendakNya menegakkan kebenaran & membinasakan kepalsuan/dosa.
Dan Bapa menghendaki hari penghakiman itu supaya Yesus Yang Mahabenar dimuliakan.
Justru dalam ayat itu makin menegaskan bahwa Allah Tritunggal, Bapa menghendaki barulah Yesus mewujudkan.
Tapi apakah artinya Bapa Allah Yang Mahatahu sedangkan Yesus Allah Yang Tidak Mahatahu? Bukankah Yesus adalah Alfa & Omega?
Yesus sudah membuktikan Dia tahu apa saja yang terjadi di akhir zaman, Dia sudah tahu siapa yang akan selamat dan yang binasa, jadi Yesus pun Mahatahu karena Dia yang merancang pula.
Tetapi tentang hari Tuhan, yaitu HariNya sendiri, Dia sudah memegang penampi/api untuk dilemparkan ke bumi demi Bapa, tapi belum saatnya Bapa menghendaki Anak untuk melakukannya.
Jadi artinya belum saatNya, belum tahu, belum dikehendaki Bapa untuk dilakukanNya.
Jika Bapa menghendakiNya, pada saat itulah semua akan tahu saat hariNya, yaitu saat Yesus melemparkan api penghakiman ke bumi.
Lukas 12:49
Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!
Jadi Allah Tritunggal bukan Tiga, melainkan Satu, yaitu di dalam Yesus Kristus.
KetigaNya setara, seiring, sehati, sejiwa, seperasaan.
Kiranya memberkatimu dan membuatmu gentar terhadap Yesus Yang Mahabesar!
YESUS, MARIA MAGDALENA dan TOMAS, Yohanes 20
tanya :
Quote:
Yohanes 20 :
1.mengapa YESUS memanggil Maria Magdalena dengan sebutan "Ibu" begitu juga dengan ke 2 malaikat yang ada disitu pada ayat 13 : "Ibu,mengapa engkau menangis?"
2.ataukah Maria disini sebenarnya adalah Maria,Ibunya YESUS..?
Jawab :
Kata yang diterjemahkan "ibu" dalam terjemahan LAI-TB adalah berasal dari kata Yunani : 'γυναι - gunai'
* Yohanes 20:13,15
20:13 LAI TB, Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."
KJV, And they say unto her, Woman, why weepest thou? She saith unto them, Because they have taken away my LORD, and I know not where they have laid him.
TR, και λεγουσιν αυτη εκεινοι γυναι τι κλαιεις λεγει αυτοις οτι ηραν τον κυριον μου και ουκ οιδα που εθηκαν αυτον
Translit, kai legousin autê ekeinoi gunai ti klaieis legei autois hoti êran ton kurion mou kai ouk oida pou ethêkan auton
20:15 LAI TB, Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."
KJV, Jesus saith unto her, Woman, why weepest thou? whom seekest thou? She, supposing him to be the gardener, saith unto him, Sir, if thou have borne him hence, tell me where thou hast laid him, and I will take him away.
TR, λεγει αυτη ο ιησους γυναι τι κλαιεις τινα ζητεις εκεινη δοκουσα οτι ο κηπουρος εστιν λεγει αυτω κυριε ει συ εβαστασας αυτον ειπε μοι που αυτον εθηκας καγω αυτον αρω
Translit, legei autê ho iêsous gunai ti klaieis tina zêteis ekeinê dokousa hoti ho kêpouros estin legei autô kurie ei su ebastasas auton eipe moi pou auton ethêkas kagô auton arô
Perhatikan Yohanes 20:13 diatas, kata 'γυναι - gunai' diucapkan oleh malaikat kepada Maria Magdalena.
Panggilan akrab, baik, dan hormat yang digunakan di muka khalayak ramai terhadap perempuan dewasa, termasuk ibu sendiri adalah kata Aram 'antta’, dalam bahasa Yunani menggunakan kasus vokatif 'γυναι - gunai' dari kata dasar 'γυνη - gunê'. Panggilan 'γυναι - gunai', juga ditujukan kepada perempuan yang lain sebagai sapaan :
Contoh ayat :
* Matius 15:28
LAI TB, Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: 'Hai 'ibu', besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.' Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
LAI TL, Lalu jawab Yesus, serta berkata kepadanya, "Hai perempuan, besarlah imanmu; jadilah bagimu sama seperti engkau kehendaki." Maka sembuhlah anaknya yang perempuan itu pada ketika itu juga.
NIV,Then Jesus answered, "Woman, you have great faith! Your request is granted." And her daughter was healed from that very hour.
KJV, Then Jesus answered and said unto her, O woman, great is thy faith: be it unto thee even as thou wilt. And her daughter was made whole from that very hour.
TR, τοτε αποκριθεις ο ιησους ειπεν αυτη ω γυναι μεγαλη σου η πιστις γενηθητω σοι ως θελεις και ιαθη η θυγατηρ αυτης απο της ωρας εκεινης
Translit. tote apokritheis ho iêsous eipen autê hô gunai megalê sou hê pistis genêthêtô soi hôs theleis kai iathê hê thugatêr autês apo tês hôras ekeinês
* Lukas 13:12
LAI TB, Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai 'ibu', penyakitmu telah sembuh."
LAI TL, Apabila Yesus nampak dia, lalu Ia memanggil perempuan itu serta berkata kepadanya, "Hai perempuan, terlepaslah engkau daripada penyakit lemahmu itu."
NIV, When Jesus saw her, he called her forward and said to her, "Woman, you are set free from your infirmity."
KJV, And when Jesus saw her, he called her to him, and said unto her, Woman, thou art loosed from thine infirmity.
TR, ιδων δε αυτην ο ιησους προσεφωνησεν και ειπεν αυτη γυναι απολελυσαι της ασθενειας σου
Translit, idôn de autên ho iêsous prosephônêsen kai eipen autê gunai apolelusai tês astheneias sou
* Yohanes 4:21
LAI TB, Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai 'perempuan', saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem."
LAI TL, Maka kata Yesus kepadanya, "Hai perempuan, percayalah kepada-Ku, bahwa masanya akan datang apabila kamu akan menyembah Bapa itu, bukan di atas bukit ini dan bukan pula di Yeruzalem.
NIV, Jesus declared, "Believe me, woman, a time is coming when you will worship the Father neither on this mountain nor in Jerusalem.
KJV, Jesus saith unto her, Woman, believe me, the hour cometh, when ye shall neither in this mountain, nor yet at Jerusalem, worship the Father.
TR, λεγει αυτη ο ιησους γυναι πιστευσον μοι οτι ερχεται ωρα οτε ουτε εν τω ορει τουτω ουτε εν ιεροσολυμοις προσκυνησετε τω πατρι
Translit, legei autê ho iêsous gunai pisteuson moi hoti erkhetai hôra hote oute en tô orei toutô oute en hierosolumois proskunêsete tô patri
Jelas disini bahwa 'γυναι - gunai' dalam konteksnya, tidak ditujukan kepada 'Maria ibu Yesus', tetapi kepada perempuan-perempuan dewasa sebagai panggilan hormat kepada mereka. Kata 'γυναι - gunai' itu mirip dengan panggilan 'madame, lady, nyonya'.
tanya :
Quote:
3.kepada Maria,YESUS tidak memperkenankan dia untuk memegangNya,sedangkan kepada Tomas,YESUS berkenan untuk dipegang,malah YESUS sendiri yang memerintahkan hal itu..mengapa YESUS berbuat demikian.?
Jawab :
* Yohanes 20:17
LAI TB, Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."
KJV, Jesus saith unto her, Touch me not; for I am not yet ascended to my Father: but go to my brethren, and say unto them, I ascend unto my Father, and your Father; and to my God, and your God.
NIV, Jesus said, "Do not hold on to me, for I have not yet returned to the Father. Go instead to my brothers and tell them, 'I am returning to my Father and your Father, to my God and your God.' "
ORTHJBS, Rebbe, Melech HaMoshiach says to her, "Stop touching me, for I have not yet made the aliyah ascent to HaAv; but go to my achim and tell them, "I make the aliyah ascent to Avi and to Avichem , to Elohai and Eloheichem."
TR, λεγει αυτη ο ιησους μη μου απτου ουπω γαρ αναβεβηκα προς τον πατερα μου πορευου δε προς τους αδελφους μου και ειπε αυτοις αναβαινω προς τον πατερα μου και πατερα υμων και θεον μου και θεον υμων
Translit interlinear, legei {berkata} autê {kepadanya} ho iêsous {Yesus} mê {janganlah} mou {Aku} haptou {engkau memegang} oupô {masih belum} gar {sebab} anabebêka {Aku naik)} pros {kepada} ton patera {Bapa} mou {Ku} poreuou {pergilah} de {tetapi} pros {kepada} tous adelphous {saudara-saudara} mou {Ku} kai {dan} eipe {katakanlah} autois {kepada mereka} anabainô {Aku naik} pros {kepada} ton patera {Bapa} mou {Ku} kai {dan} patera {Bapa} humôn {mu} kai {juga} theon {Allah} mou {ku} kai {dan} theon {Allah} humôn {mu}
Ayat di atas seakan-akan menyiratkan bahwa Yesus Kristus tidak bisa dipegang sebelum Dia naik ke surga padahal kita membaca dalam Matius 28:9, "Mereka memeluk kaki-Nya dan menyembah-Nya", demikian pula Tomas ditantang untuk menyentuh tangan dan kaki-Nya.
"Jangan memegang Aku .... Aku belum naik kepada Bapa." Karena Maria Magdalena merasa begitu hancur-hati oleh kehilangan/ kematian Yesus, dan kini tiba-tiba Orang yang dikasihinya mendadak berdiri didepannya (!), maka Mariapun langsung memegang Yesus dengan cara yang sangat emosional. Bila cekalan Maria ini tidak dicegah sejak awal, maka Yesus akan kesulitan untuk melepaskannya.
Dalam bahasa Yunani kata "memegang" ditulis απτου - 'HAPTOU' dalam bentuk present imperatif, tepatnya bermakna "berhentilah memegang Aku", bandingkan dengan terjemahan ORTHJBC 'stop touching me'.
Disini Yesus bukan melarang Maria memegangNya, melainkan mengisyaratkan bahwa diriNya telah memasuki alam rohani yang berbeda sebagai akibat dari kebangkitanNya. Kehidupan kini tidak akan seperti dulu-dulu lagi. Maka Yesus memperingatkan Maria bahwa setelah kebangkitanNya, Ia hanya bisa dipegang kuat-kuat-tidak lepas-lepas-melalui Roh Kudus (lihat Yohanes 16:5-16).
Saya berpendapat bahwa barangkali Yesus hendak berkata, "Janganlah engkau terus memegang Aku secara egoistis bagi dirimu sendiri. Dalam waktu dekat Aku akan pergi kepada Bapa. Aku ingin berjumpa dengan murid-murid-Ku sebanyak mungkin sebelum waktu itu. Pergilah dan ceritakanlah kabar baik ini kepada mereka sehingga tidak ada waktu, di mana kita dan mereka masih bersama-sama, tidak akan terbuang."
Jadi, yang ditekankan oleh Yesus Kristus adalah membawa pesan lebih penting ketimbang menyentuhnya untuk kepentingan pribadi Maria. Dan inilah salah satu inti kekristenan yaitu membawa pesan bahwa Kristus sudah bangkit.
Blessings,
BP
erjanjian baru berbahasa indonesia menuliskan :
1 Kor 13:13 " dan yang terbesar diantaranya adalah kasih"
perjanjian baru bahasa inggris juga merefer kasih sebagai love, masalahnya KJV menyebutkan kasih/love tadi sebagai charity.
bisakah teman2x membantu saya?
terima kasih sebelumnya
* 1 Korintus 13:13
LAI TB, Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
KJV, And now abideth faith, hope, charity, these three; but the greatest of these is charity.
NKJV, And now abide faith, hope, love, these three; but the greatest of these is love.
NIV, And now these three remain: faith, hope and love. But the greatest of these is love.
TR, νυνι δε μενει πιστις ελπις αγαπη τα τρια ταυτα μειζων δε τουτων η αγαπη
Translit. interlinear, nuni {sekarang} de {tetapi} menei {tetap ada/ tinggal} pistis {(yaitu) iman} elpis {harapan} agapê {kasih} ta tria {tiga} tauta {(hal-hal) ini} meizôn {yang lebih/ paling besar} de {dan} toutôn {dari (hal-hal) ini adalah} hê agapê {kasih}
Kata KASIH yang diterjemahkan LAI ini berasal dari kata Yunani : αγαπη - agapê, menurut leksikon :
1) affection, good will, love, benevolence, brotherly love
2) love feasts
Bandingkan dengan terjemahan ayat2 ini :
* 1 Yohanes 4:8,16
4:8 LAI TB, Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
KJV, He that loveth not knoweth not God; for God is love.
TR, ο μη αγαπων ουκ εγνω τον θεον οτι ο θεος αγαπη εστιν
Translit. interlinear, ho {(orang) yang} mê {tidak} agapôn {mengasihi} ouk {tidak} egnô {mengenal} ton theon {Allah} hoti {sebab} ho theos {Allah} agapê {Kasih} estin {adalah}
4:16 LAI TB, Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
KJV, And we have known and believed the love that God hath to us. God is love; and he that dwelleth in love dwelleth in God, and God in him.
TR, και ημεις εγνωκαμεν και πεπιστευκαμεν την αγαπην ην εχει ο θεος εν ημιν ο θεος αγαπη εστιν και ο μενων εν τη αγαπη εν τω θεω μενει και ο θεος εν αυτω
Translit. interlinear, kai {lalu} hêmeis {kita} egnôkamen {telah mengetahui} kai {dan} pepisteukamen {percaya} tên agapên {akan kasih} ên {yang} ekhei {ditunjukkan} ho theos {Allah} en {kepada} hêmin {Kita} ho theos {Allah} agapê {Kasih} estin {adalah} kai {dan} ho {(orang) yang} menôn {tetap tinggal} en {didalam} tê agapê {kasih} en {didalam} tô theô {Allah} menei {tetap tinggal} kai {dan} ho theos {Allah} en {didalam} autô {dia}
Terjemahan KJV di beberapa ayat menterjemahkan kata Yunani αγαπη - agapê dengan "charity" dan di pihak lain menterjemahkannya dengan "love".
Kata CHARITY sinonim dengan kata LOVE dalam pengertian arti yang berlaku di saat terjemahan ini dibuat (abad 16). Memang kata "Charity" di zaman sekarang seolah bergeser menjadi hal-hal yang terbatas pada : amal, derma atau kemurahan hati. Sehingga pada beberapa pihak pembaca, merasakan ini adalah suatu yang janggal.
Maka dari itu disajikan terjemahan yang lebih baru yaitu NKJV misalnya menterjemahkan kata αγαπη - agapê dengan kata LOVE.
Blessings,
BP
Perbedaan Naskah : Wahyu 14:1, Satu Nama ataukah Dua Nama?
Tanya:
Quote:
Wahyu 14:1 Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya --- Terjemahan Resmi YAI
Rev 14:1 And I looked, and, lo, a Lamb stood on the mount Sion, and with him an hundred forty and four thousand, having his Father's name written in their foreheads.--- KJV
Menurut Anda Satu NAMA atau Dua NAMA?
Jangan lupa kasih penjelasannya yach. Thanks.
Jawab:
*Wahyu 14:1
LAI TB, Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
NIV, Then I looked, and there before me was the Lamb, standing on Mount Zion, and with him 144,000 who had his name and his Father's name written on their foreheads.
Wescott & Hort, και ειδον και ιδου το αρνιον εστος επι το ορος σιων και μετ αυτου εκατον τεσσερακοντα τεσσαρες χιλιαδες εχουσαι το ονομα αυτου και το ονομα του πατρος αυτου γεγραμμενον επι των μετωπων αυτων
Tischendorf 8th Ed., και ιδον και ιδου το αρνιον εστος επι το ορος σιων και μετ αυτου εκατον τεσσερακοντα τεσσαρες χιλιαδες εχουσαι το ονομα αυτου και το ονομα του πατρος αυτου γεγραμμενον επι των μετωπων αυτων
Byzantine/Majority Text (2000), και ειδον και ιδου [το] αρνιον εστηκος επι το ορος σιων και μετ αυτου [αριθμος] εκατον τεσσαρακοντα τεσσαρες χιλιαδες εχουσαι το ονομα αυτου και το ονομα του πατρος αυτου γεγραμμενον επι των μετωπων αυτων
Translit, kai eidon kai idou to arnion estos epi to oros siôn kai met autou ekaton tesserakonta tessares khiliades ekhousai to onoma autou kai to onoma tou patros autou gegrammenon epi
Ha-Berit,
וָאֵרֶא וְהִנֵּה־שֶׂה עֹמֵד עַל־הַר צִיּוֹן וְעִמּוֹ מְאַת אֶלֶף וְאַרְבָּעִים וְאַרְבָּעָה אֲלָפִים וּשְׁמוֹ וְשֵׁם אָבִיו כָּתוּב עַל־מִצְחוֹתָם׃
TRANSLIT, VA'ERE' VEHINEH-SEH 'OMED 'AL-HAR TSIYON VE'IMO ME'AT 'ELEF VE'ARBAIM VE'ARBA'AH ALAFIM USYEMO VESYEM 'AVIV KATOV 'AL-MITSKHOTAM
Bandingkan :
KJV, And I looked, and, lo, a Lamb stood on the mount Sion, and with him an hundred forty and four thousand, having his Father's name written in their foreheads.
Textus Receptus, και ειδον και ιδου αρνιον εστηκος επι το ορος σιων και μετ αυτου εκατον τεσσαρακοντα τεσσαρες χιλιαδες εχουσαι το ονομα του πατρος αυτου γεγραμμενον επι των μετωπων αυτων
Translit, kai eidon kai idou arnion estêkos epi to oros siôn kai met autou ekaton tessarakonta tessares khiliades ekhousai to onoma tou patros autou gegrammenon epi
Terdapat perbedaan Naskah Bahasa Asli Yunani Wescott & Hort (WH) dan Naskah Bahasa Asli Textus Receptus (TR), sehingga terjemahan-terjemahannya pun berbeda.
LAI TB dan NIV menulis orang-orang kudus ini memakai nama-Nya dan nama Bapa-Nya sedangkan KJV menulis nama Bapa-Nya sebagai tanda di dahi mereka masing-masing.
Nah, manakah yang benar? Yang menulis 1 nama ataukah yang menulis 2 nama? Jujur saja, saya tak dapat menentukan naskah mana yang paling benar....
Terhadap perbedaan naskah tsb, muncul pertanyaan :
MENGAPA ADA BANYAK SALINAN NASKAH ASLI ALKITAB?
Salinan naskah Alkitab Asli tulis tangan (manuskrip) Perjanjian Baru bukan hanya satu. Jika memerlukan salinan, maka seseorang harus menyalin kembali dengan tangan.
Dengan demikian Salinan Naskah Perjanjian Baru berbahasa Yunani menjadi beraneka ragam, Ada banyak sekali codex yang ditemukan. Namun yang populer ada dua yaitu naskah Stephanus yang disebut Textus Receptus (TR) berasal dari manuskrip sekitar abad ke-7 Masehi yaitu naskah Barat (Western-type text), dan naskah Westcott/Hort (WH) yang diteruskan oleh Nestle/K. Aland dan dikenal sebagai Revised Text berasal dari manuskrip sekitar abad ke-4 Masehi, dikenal sebagai naskah Aleksandria.
Naskah Salinan Perjanjian Baru TR dan WH paling banyak menjadi dasar penterjemahan Alkitab berbagai versi bahasa-bahasa sekarang ini.
TR dan WH memang ada perbedaan-perbedaan. Tetapi perbedaan itu sebenarnya tidak terlalu significant.
Mengapa ada aneka ragam naskah berbahasa Yunani? Barangkali Anda dapat menelusuri dari ilustrasi ini:
Paulus menulis surat kepada jemaat di Roma, hanya "satu" tulisan tangan Paulus. Surat kiriman Paulus ini diperlukan oleh jemaat di Efesus, maka mereka "menyalin" tulisan tangan Paulus. Jemaat di tempat lain pun memerlukan tulisan serupa, maka mereka "menyalin" pula, terkadang menyalin dari salinan, demikian seterusnya sehingga bermunculanlah 'manuskrip' (salinan naskah tulis tangan). Bahan yang digunakan pun bukanlah bahan yang awet berabad-abad sehingga naskah awal tidak bakal bertahan lama.
Karena saat itu belum ada fotokopi atau percetakan yang bisa menyalin huruf-huruf sama persis, naskah Perjanjian Baru ditulis dengan tangan. Nah, kodrat manusia itu lemah, tidak selamanya salinan dari salinan ini persis, terkadang muncul perbedaan-perbedaan.
Jika dua puluh orang menyalin suatu naskah, yang namanya kodrat manusia, tentu dijumpai kekeliruan penyalinan. Jika satu salinan punya kekeliruan, salinan berikutnya bakal kecipratan.
Karena, yang namanya naskah tulis tangan (manuskrip) jelas tidak terlepas dari kerusakan akibat perjalanan waktu dan kelemahan kodrat manusia, inilah yang menimbulkan masalah terbanyak.
Saya pribadi lebih menyukai terjemahan yang berbasis Textus Receptus. Lebih senang TR tidak berarti tidak menyukai WH. Saya suka kedua-duanya bahkan kalau ada teks yang jauh lebih berbeda pun lebih baik, karena hal ini menambah wawasan kita. Setelah berkali-kali membanding-bandingkah naskah, ada kalanya dijumpai ayat-ayat dalam naskah WH lebih bagus. Maklum saja, baik TR maupun WH tidaklah berdasarkan naskah yang pertama, melainkan berasal dari salinan entah keberapa ratus kali.
Meskipun ada perbedaan naskah, namun perikop ini -- baik yang ditulis berdasarkan WH maupun TR -- keduanya menuliskan adanya "identitas yang lain" yaitu identitas yang berbeda/ yang kontras dengan tanda "666" yang dipakai oleh para penyembah Anti-Kristus (lihat Wahyu 13:18).
Jadi, meskipun ada perbedaan naskah, namun secara doktrinal tidak berkontradiksi.
Blessings,
BP
December 15, 2009
Duri dalam Daging (2 Korintus 12:7-10)
* 2 Korintus 12:7-10
12:7 LAI TB, Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.
KJV, And lest I should be exalted above measure through the abundance of the revelations, there was given to me a thorn in the flesh, the messenger of Satan to buffet me, lest I should be exalted above measure.
TR, και τη υπερβολη των αποκαλυψεων ινα μη υπεραιρωμαι εδοθη μοι σκολοψ τη σαρκι αγγελος σαταν ινα με κολαφιζη ινα μη υπεραιρωμαι
Translit interlinear, kai {dan} tê huperbolê {karena keluarbiasaan} tôn apokalupseôn {dari petunjuk2 (Tuhan)} hina {supaya} mê {jangan} uperairômai {aku menjadi sombong} edothê {diberi} moi {kepadaku} skolops {suatu duri} tê (definite article – dative singular feminine ) sarki ( noun - dative singular feminine) {bagi daging} aggelos {utusan} satan {setan/ iblis} hina {supaya} me {aku} kolaphizê {ia memukul (dengan kepalan tangan)} hina {supaya} mê {jangan} uperairômai {aku menjadi sombong}
12:8 LAI TB, Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.
KJV, For this thing I besought the Lord thrice, that it might depart from me.
TR, υπερ τουτου τρις τον κυριον παρεκαλεσα ινα αποστη απ εμου
Translit interlinear, huper {tentang} toutou {ini} tris {tiga kali} ton kurion {Tuhan} parekalesa {aku sudah memohon} hina {supaya} apostê {(utusan setan itu) ia mundur } ap {dari} emou {aku}
12:9 LAI TB, Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
KJV, And he said unto me, My grace is sufficient for thee: for my strength is made perfect in weakness. Most gladly therefore will I rather glory in my infirmities, that the power of Christ may rest upon me.
TR, και ειρηκεν μοι αρκει σοι η χαρις μου η γαρ δυναμις μου εν ασθενεια τελειουται ηδιστα ουν μαλλον καυχησομαι εν ταις ασθενειαις μου ινα επισκηνωση επ εμε η δυναμις του χριστου
Translit interlinear, kai {dan} eirêken {Ia telah berkata} moi {kepadaku} arkei {mencukupi} soi {bagimu} hê kharis {anugerah} mou {-Ku} hê {itu} gar {sebab} dunamis {kuasa} mou {-Ku} en {di dalam} astheneia {kelemahan} teleioutai {terwujudkan} hêdista {dengan amat senang hati} oun {karena itu} mallon {lebih baik} kaukhêsomai {aku akan merasa bangga} en {di dalam} tais astheneiais {kelemahan2} mou {-ku} hina {supaya} episkênôsê {dapat tinggal menetap} ep {atas} eme {aku} hê dunamis {kuasa} tou khristou {Kristus}
12:10 LAI TB, Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
KJV, Therefore I take pleasure in infirmities, in reproaches, in necessities, in persecutions, in distresses for Christ's sake: for when I am weak, then am I strong.
TR, διο ευδοκω εν ασθενειαις εν υβρεσιν εν αναγκαις εν διωγμοις εν στενοχωριαις υπερ χριστου οταν γαρ ασθενω τοτε δυνατος ειμι
Translit interlinear, dio {karena itu} eudokô {aku suka} en {dalam} astheneiais {kelemahan2} en {di dalam} hubresin {hinaan2/ peristiwa hinaan/ penyiksaan} en {di dalam} anagkais {kesukaran / (alat2) penyiksaan} en {di dalam} diôgmois {penganiayaan2} en {di dalam} stenokhôriais {kesusahan2} huper {karena} khristou {Kristus} hotan {apabila} gar {sebab} asthenô {aku menjadi lemah} tote {pada waktu itu} dunatos {kuat} eimi {aku adalah}
"Duri dalam dagingku", harfiah : duri bagi dagingku, jadi bukan di dalam daging. Ini menunjukkan ketabahan Paulus yang luar biasa terhadap penderitaan badani yang ia alami.
"Supaya aku jangan" : Sekalipun ada orang-orang yang mempunyai pandangan yang tinggi mengenai dirinya, tapi Paulus tak terjerumus di dalamnya.
Dalam ayat ini, istilah "duri" (bandingkan dengan Bilangan 33:55) untuk mengimbangi "ketinggian hati". Paulus bisa kita anggap memperoleh berkah di dalam musibah ini. Adanya rintangan ini merupakan kehendak Tuhan yang sudah memakai pertimbangan yang matang, bahwa dalam kehebatannya sebagai Rasul, Paulus dimungkinkan menjadi pribadi yang sombong.
Iblis disini dapat dikaitkan dengan penyakit tubuh (bandingkan Ayub 2:5, Lukas 13:16, 1 Korintus 5:5), namun pada akhirnya ia hanyalah alat dalam maksud-maksud penyelamatan Allah. Menggocoh, harfiah memberi pukulan dengan kepalan tangan.
Usaha-usaha untuk mengidentifikasikan duri di dalam daging Paulus telah membawa pada spekulasi yang menarik. Kata Yunani untuk duri (σκολοψ – skolops) juga berarti sebuah kayu yang tajam untuk menyiksa atau menghukum mati, jadi ada kesan bahwa Paulus berbicara tentang disalibkan pada dunia dan memikul salib untuk Tuhannya (berdasarkan Galatia 5:24 dan 6:14).
Paulus menggunakan sebuah istilah "duri" sebagai perumpamaan seperti yang ditemukan dalam Bilangan 33:55 dan Yehezkiel 28:24; di situ musuh-musuh Israel digambarkan sebagai duri di lambung. Ia tampaknya berbicara tentang penyakit jasmani yang menyebabkan rasa sakit yang sangat bagi dagingnya (bagi tubuhnya), sesuatu yang menyebabkan ia tersiksa (dalam dunia kuno Iblis seringkali dianggap sebagai penyebab penyakit; hal itu dapat menjelaskan mengapa Paulus membicarakan hal itu sebagai utusan Iblis).
Agaknya tidak mungkin bahwa duri itu adalah semacam penderitaan rohani, seperti ketidaksabaran, marah, rasa bersalah karena di masa lampau ia menganiaya gereja, atau frustrasi karena masih adanya penolakan terhadap Injil oleh sesama orang Yahudi. Ada juga anggapan "duri" adalah cobaan seksual, yang adalah suatu pendapat yang umum muncul dari Abad Pertengahan. Tetapi hal ini sepertinya kurang cocok, mengingat Rasul Paulus sudah menempatkan pilihan hidup untuk selibat sebagai karunianya yang khusus (1 Korintus 7:7).
Yang juga tidak mungkin adalah pendapat bahwa duri itu adalah penganiayaan yang dialaminya atau perlawanan dari musuh-musuhnya (mengutip 2 Korintus 11:14-15).
Bila "duri" itu adalah penyakit jasmani, itu tentunya sesuatu yang menyebabkan penderitaan berkala belaka, yang memungkinkan Paulus bepergian dan bekerja pada waktu-waktu yang lain. Dalam suratnya kepada jemaat Galatia, ia mengingat bagaimana pertama kali memberitakan kepada mereka karena 'sakit pada tubuhku' yang juga merupakan penderitaan bagi mereka pula. Akan tetapi orung-orang Galatia tidak mencemooh atau merendahkannya, bahkan siap untuk mencungkil mata mereka untuknya (2 Korintus 4:13-15). Pernyataan terakhir ini tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa Paulus mempunyai masalah mata (barangkali itu cuma berarti bahwa orang-orang Galatia siap melakukan pengorbanan besar untuknya). Akan tetapi jelas bahwa penyakit yang khusus ini adalah sesuatu yang cukup jelas kelihatan. Hal ini didukung oleh pernyataan menjelang akhir dari surat yang sama: 'pada tubuhku ada tanda-tanda (stigmata) milik Yesus' (2 Korintus 6:17). Teori yang mengatakan bahwa "duri" itu adalah suatu masalah kesehatan matanya/ penglihatannya biasanya mengutip Galatia 6:11: Paulus harus menggunakan huruf-huruf yang besar untuk menandatangani namanya sendiri.
Yang lainnya memilih "duri" adalah penyakit seperti epilepsi, malaria, depresi, atau cacat bicara yang jelas. Orang harus jauh sekali menafsirkan pengakuan-pengakuan rasul ini bahwa ucapannya tidak berdaya (1 Korintus 1:3-4; 2 Korintus 10:10; 11:6) untuk mendapatkan dukungan teori yang terakhir ini. Apa yang kita miliki sehubungan dengan usul apa pun juga adalah sebuah terkaan-terkaan yang menarik.
Meski tidak mengungkapkan apa sebenarnya kesulitan/ penyakit yang ia istilahkan "duri" itu. Bagi Paulus, hal yang penting adalah pelajaran yang telah ia peroleh dari hal-hal yang ia sebut sebagai "duri" itu, yaitu sebuah pelajaran yang demikian penting sehingga harus diulangi: bahwa ia tidak akan meninggikan diri (sombong) mengenai kenaikannya ke Firdaus. "Duri"-nya ini akan membuat kedua kakinya tertanam kuat-kuat di bumi, bukan melayang-layang di ketinggian Sorga yang memabukkan.
Mungkin perlu waktu beberapa lama sebelum pelajaran ini masuk betapapun juga, ia berseru tiga kali untuk dilepaskan (Tuhan yang dimaksudkannya di sini adalah Kristus). Tetapi doanya agar duri itu mundur daripadanya (bentuk kata kerjanya menunjukkan kelepasan yang permanen) tidak dijawab seperti yang telah diharapkan Paulus. Kepada kita tidak diberitahukan bagaimana kata-kata berikutnya ini disampaikan. Kalau itu dalam mimpi atau penglihatan, jelaslah mengapa Paulus tidak menyebutkan faktanya.
Sebagai jawaban terhadap doa-doa Paulus yang berulang-ulang, Tuhan menjanjikan bukan kelepasan akhir, melainkan kasih karunia yang kekal: Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu. Kasih karunia itu adalah berkat ilahi yang tidak layak ia terima, yang diperlihatkan di dalam Kristus dan disampaikan melalui Injil.
Paulus menangkap pelajaran yang sulit ini dengan baik. Ia puas untuk menjadi bukan apa-apa selain daripada sebuah bejana tanah liat, untuk membuktikan bahwa 'kekuatan yang berlimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami' (lihat 2 Korintus 4:7; lihat pula 6:7 dan 13:4). Jadi, ia lebih suka bermegah atas kelemahannya (seperti dalam 11:30; 12:5).
Ia telah melakukan hal itu, untuk mempermalukan mereka yang memamerkan kebajikan dan kekuatannya sendiri. Kini ia akan terlebih suka membanggakan penderitaannya, daripada tanda-tanda kekuatan lahiriahnya, untuk memungkinkan kuasa Kristus memerintah di dalam hidupnya dan di dalam pelaksanaan pelayanannya. Ini bukanlah sebuah praktik dalam kerendahan hati yang menghina (lihat tuduhan terhadap Paulus di balik 2 Korintus 10:1 dan 11:7). Ini adalah pujian kepada Tuhan yang ia layani. KuasaNya harus turun menaungi Paulus sepanjang pelayanannya, bukan hanya pada kesempatan-kesempatan khusus ketika Paulus ingin mempesona orang banyak.
Ayat 9, kita harus mencatat sepintas bahwa ungkapan Paulus turun menaungi adalah sebuah kata kerja Yunani επισκηνωση - episkênôsê
yang bermakna menetap bersama. Akan tetapi mungkin ada beberapa hal yang perlu dicatat bahwa makna yang lebih harfiah, tinggal berkemah bersama, masih ada di dalam pikiran Paulus. Kemuliaan Allah, yang diungkapkan di Gunung Sinai, belakangan memasuki Kemah atau Tabernakel. Di dalam tempat kudus itulah kehadiran Allah yang kudus dan berkuasa hadir demi kebaikan umat-Nya (lihat misalnya Keluaran 25:8-9; Yehezkiel 37:27). Para penulis Perjanjian Baru mengangkat tema yang sama tentang kehadiran Allah yang menetap (atau שכינה - SHEKINAH dalam Yudaisme; lihat Yohanes 1:14 dan Wahyu 21:3). Paulus jelas bersusah-payah menjelaskan bahwa pelayanan kerasulan adalah penyataan sejati kemuliaan Allah, dan lebih besar daripada apa yang terjadi di Gunung Sinai (lihat 2 Korintus 3:4-18). Ada kemungkinan bahwa ia bereaksi di sana, dan di dalam ayat yang sekarang ini, terhadap pernyataan lawan-lawannya untuk memiliki kuasa Allah yang menetap dalam suatu cara yang khusus. Apakah demikian halnya atau tidak, ia berpendapat bahwa kemuliaan ilahi dan kuasa Kristus tidak dibuktikan oleh kuasa manusia, tetapi bekerja di dalam kelemahan.
Jadi, Paulus tetap senang dan rela di dalam kelemahan, kehadiran pribadinya yang tidak mengesankan dan ketidakmampuannya untuk berbicara dengan hebat (2 Koprintus 10:1, 10), serta kefanaannya yang rapuh (lihat 4:7 - 5:5). Kepuasannya tidak ada kaitannya dengan kecukupan diri dari sang filsuf Stoa, yang dapat menanggung segala pencobaan dengan segenap keperkasaannya. Paulus bahkan dapat bersukacita di dalam penderitaan-penderitaannya (Roma 5:3), sambil mengakui semua itu sebagai bagian dari rencana Allah untuk dirinya dan kemajuan Injil. Pretensinya sendiri tentang kekuatan tidak pernah dibiarkan memasuki jalan Tuhan. Ia dapat menerima siksaan, baik melalui kata-kata maupun secara fisik (lihat 1 Korintus 4:10-11; 2 Korintus 11:23-25; 1 Tesalonika 2:2). Ia dapat menghadapi segala bentuk kesukaran dalam pekerjaan misinya seperti misalnya kapal yang karam (2 Korintus 11:25). Ia tidak semata-mata memaksudkan bahwa tak suatupun dari semua ini dapat memisahkannya dari kasih Allah di dalam Kristus (Roma 8:35). Sebaliknya, kuasa ilahi berada bersamanya di dalam semua pencobaan ini untuk mendukungnya demi melaksanakan pelayanannya. Ia menanggung semuanya oleh karena Kristus, sebagai hamba-Nya, karena kuasa Kristuslah yang mendukungnya (lihat 2 Korintus 12:9).
Jadi, paradoksnya tidak berubah: setiap saat ia merasa lemah di dalam dirinya sendiri, itulah saatnya ketika ia kuat di dalam Kristus. Seperti yang dikatakannya di tempat lain: "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku" (Filipi 4:13).
Seorang Rasul besar seperti Paulus pun perlu diingatkan, walaupun ia pernah terangkat ke Firdaus, namun dia tetap merupakan manusia di tengah-tengah sesama manusia. Bagi para pembaca Kristiani "duri di dalam daging" Paulus dengan tak memberi penjelasan ini, adalah lambang bagi umat Kristen, dan itu yang tidak mutlak harus diartikan harfiah/ lahiriah, melainkan yang mengenai arti batiniahnya.
Dalam kehidupan kita tidak selalu ada di jalan yang lurus-lurus saja, kadang atau bahkan sering kita mengalami kesulitan-kesulitan, sakit-penyakit dan lain-lain, yang sedianya semuanya itu dijadikan sarana bagi kita untuk semakin dewasa dalam iman. "Duri" disini sebagai sebuah "alat cegah" untuk mengurangi setiap kecenderungan untuk memegahkan diri dan sombong. Terlebih kesombongan dalam pekerjaan-pekerjaan/ pelayanan gerejawi.
Blessings,
BP
December 15, 2009
Siapa Menggunakan Pedang, Binasa oleh Pedang Mat 26:52
Tanya :
Quote:
Pak, mohon pencerahan atas perkataan Jesus kepada Petrus saat Jesus akan di tangkap; Matius:26;52 barang siapa mengunakan pedang, akan binasa oleh pedang. Apa maksud perkataan Jesus itu Pak? Terima kasih.
Jawab :
* Matius 26:52
LAI TB, Maka kata Yesus kepadanya: "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.
KJV, Then said Jesus unto him, Put up again thy sword into his place: for all they that take the sword shall perish with the sword.
TR, τοτε λεγει αυτω ο ιησους αποστρεψον σου την μαχαιραν εις τον τοπον αυτης παντες γαρ οι λαβοντες μαχαιραν εν μαχαιρα απολουνται
Translit interlinear, tote {kemudian} legei {berkata} autô {kepada dia} ho iêsous {Yesus} apostrepson {kembalikanlah} sou {-mu} tên makhairan {pedang} eis {ke dalam} ton topon {tempat} autês {-nya} pantes {semua} gar {sebab} hoi {orang2 yang} labontes {mengambil} makhairan {pedang} en {oleh} makhaira {pedang} apolountai {akan binasa}
"Barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang" pada umumnya bermakna "kekerasan akan menghasilkan kekerasan".
Teguran Yesus kepada Petrus "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya" hal ini bukan untuk mencela apa yang dilakukan Petrus, karena sebenarnya maksud Petrus memang baik, tetapi Yesus menghentikan ayunan tangannya supaya hal sia-sia yang lebih lanjut tidak akan terjadi. Misi Kristus di bumi adalah untuk kedamaian, kehidupan murid-muridNya pun dituntut untuk tidak menimbulkan pertumpahan darah. Perhatikan bahwa : Senjata kita dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata rohani. Dan meskipun kita memperoleh gelar sebagai tentara Kristus tidak berjuangan secara duniawi (lihat 2 Korintus 10:3-4). Ini bukanlah berarti bahwa hukum Kristus menyingkirkan hukum alam ataupun hukum bangsa-bangsa, sejauh hukum-hukum itu memang membela hak-hak dan kebebasan warga negara. Sebaliknya hukum Kristus ini bermaksud menjaga kedamaian dan ketertiban umum, dengan melarang orang secara pribadi melakukan "main hakim sendiri". Kristus ingin agar murid2 menyebarkan ajaran Kristus dengan tidak melakukan kekerasan. Kristus dan amanatNya bukan untuk dipertahankan atau disebarkan dengan senjata lahiriah.
Prinsip umum yang dikemukakan Yesus Kristus ini terbukti di dalam pengalaman umat manusia. "Pedang bertemu pedang dalam peperangan: pedang pembalasan dendam melawan pedang kesewenang-wenangan dalam hasutan untuk memberontak: dan pedang yang dihunus secara tidak rohani untuk urusan rohani, pasti dibalas oleh pedang pembalasan historis tertentu" Sebagai contoh Perang Salib yang berlangsung selama 4 abad justru tidak dimenangkan oleh kubu Kristen. Hal itu menjadi suatu bukti bahwa Kristus tidak merestui adanya "perang suci" dengan pertumpahan darah.
Kejadian 3:15:
SIAPA YANG MEREMUKKAN KEPALA ULAR?
Tanya :
Quote:
Mengutip dari
http://www.ewtn.com/library/NEWAGE/EVIDSATN.HTM
'Do you see the Blessed Virgin Mary? Once again she shall bruise your head. She will brand you with the names of Jesus and of Mary, so that they burn you for ever.... You will not give in? I have commanded you in the name of Jesus. I have commanded you in the name of the Holy Catholic Church, in the name of our Holy Father the Pope, in the name of the Blessed Sacrament. You are deaf to the voice of the priest! Well then, Satan! Now it is the Mother of God who commands you! She commands you to be gone. Foul fiend, flee from the sight of the Immaculate Conception! She commands you to leave!'
Kitab terjemahan DRB (Katholik) mengambil bentuk Feminine :
Gen 3:15 I will put enmities between thee and the woman, and thy seed and her seed: she shall cursh thy head, and thou shalt lie in wait for her heel
Bandingkan KJV :
Gen 3:15 And I will put enmity between thee and the woman, and between thy seed and her seed; it shall bruise thy head, and thou shalt bruise his heel
Bandingkan ASV :
Gen 3:15 and I will put enmity between thee and the woman, and between thy seed and her seed: he shall bruise thy head, and thou shalt bruise his heel.
Sebenarnya siapakah yang meremukkan kepala ular? Keturunan Perempuan "laki-laki" ataukah "perempuan"? (Mengingat yang dipahami oleh kita adalah Yesus yang meremukkan kepala ular dan bukan Maria yang meremukkan kepala ular).
Berbuat baik: tidak masuk dalam penghukuman...? (Yoh 5:28-29)
Tanya :
Quote:
Bang, saya membaca Yoh 528-29:
Quote:
Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.
Apakah artinya?
Perbuatan baik bisa menyelamatkan seseorang?
Bagaimana hubungannya dengan ini:
Quote:
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. (Yoh 5:24)
Syukron & salaam.
Jawab :
Yohanes 5:29 Jika ayat ini ditarik dari konteks, seolah-olah perbuatan yang baik menyelamatkan manusia, dan bukan iman.
Benarkah demikian? Kita perlu memperhatikan konteks pernyataan ini, dengan mengingat pada ayat 24 sebelumnya, yang berkata, "Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup."
Jadi, setiap orang yang telah percaya, sudah dipindahkan "dari dalam maut" dan "tidak turut dihukum", sehingga tidak dipanggil untuk penghakiman ini. Hanya orang yang tidak percaya kepada Yesus Kristus yang akan dipanggil pada penghakiman ini. Jika di antara mereka ada yang telah berbuat baik, mereka akan bangkit untuk hidup yang kekal, dan di antara mereka ada yang telah berbuat Jahat, mereka akan bangkit untuk dihukum.
Sebenarnya Roma 2:6-11 mengatakan hal yang sama. Dan kita mengerti bahwa "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak. Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak" (Roma 3:10-12). Di antara semua manusia, yang percaya dan yang tidak percaya, hanya ada satu orang yang memenuhi persyaratan yang ada dalam ayat ini:
Yesus Kristus.
Bandingkan dengan Yohanesl 6:29, yang berkata, "... Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah". Sebagai kunci untuk memahami ayat ini. PERBUATAN BAIK yang dituntut dalam Yohanes 5:29 adalah PERCAYA KEPADA DIA YANG TELAH DIUTUS ALLAH.
Bagi orang yang percaya, hal ini adalah kebangkitan menuju kepada kehidupan yang kekal, tetapi bagi orang yang tidak percaya (yang berbuat jahat), hal itu akan menjadi kebangkitan menuju hukuman, yakni kebinasaan. Ingatlah bahwa HAL YANG PALING JAHAT adalah MENOLAK DAN TIDAK PERCAYA KEPADA KRISTUS.
Hak dan kuasa itu telah diberikan Bapa kepada Tuhan Yesus Kristus untuk menjatuhkan hukuman. Kepada yang percaya kepadaNya. Ia memberi rahmat dan anugerah, tetapi kepada yang tidak percaya akan dihukum-Nya dengan adil (lihat ayat 30), bahwa Ia melakukan itu bukan menuruti kehendak-Nya sendiri, melainkan menuruti kehendak Bapa-Nya.
Blessings,
BP
September 13, 2009
Siapakah Anak Laki-laki yang dilahirkan itu (Wahyu 12:5)?
Tanya :
Quote:
Dear Bung BP
Ada satu pertanyaan lagi yg saya tidak mengerti mengenai Anak laki-laki yang dilahirkan oleh perempuan yg berselubungkan matahri sebagaimana disebutkan dalam kitab Wahyu Pasal 12:5
Wahyu pasal 12
12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
12:2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
12:5 Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.
12:6 Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.
berdasarkan buku tafsir yg saya baca, perempuan yg berselimutkan matahri tsb adalah "gereja Tuhan yg sempurna"
Gereja yg sempurna tsb sebagai mempelai Kristus dan dikawinkan kepada Kristus yg pada akhirnya melahirkan "anak laki-laki" ini yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi
Thanks untuk pencerhannya
GBU
Eddy
JAWAB :
* Wahyu 12:5
LAI TB : Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.
BIS : Lalu wanita itu melahirkan seorang anak laki-laki yang akan memerintah semua bangsa dengan tongkat besi. Tetapi anak itu dirampas dari wanita itu, lalu dibawa kepada Allah dan ke hadapan takhta-Nya.
LAI TL : Lalu ia memperanakkan seorang anak laki-laki, yang akan memerintah segala bangsa dengan tongkat besi; maka anaknya itu pun disambar, dibawa kepada Allah dan kepada arasy-Nya.
KL 1870 : Maka diperanakkannja laki-laki sa’orang, jang akan menggombalakan segala orang kapir dengan toengkat besi; maka anaknja itoepon disentak laloe dibawa kapada Allah dan ka-arasjnja.
KJV : And she brought forth a man child, who was to rule all nations with a rod of iron: and her child was caught up unto God, and to his throne.
NIV : She gave birth to a son, a male child, who will rule all the nations with an iron scepter. And her child was snatched up to God and to his throne.
NASB : And she gave birth to a son, a male child, who is to rule all the nations with a rod of iron; and her child was caught up to God and to His throne.
TR : και ετεκεν υιον αρρενα ος μελλει ποιμαινειν παντα τα εθνη εν ραβδω σιδηρα και ηρπασθη το τεκνον αυτης προς τον θεον και τον θρονον αυτου
TR Interlinear : kai {lalu} eteken {ia melahirkan} huion {seorang putra} arrena {(yaitu anak) laki-laki,} hos {yang} mellei {akan} poimainein {menggembalakan (memerintah)} panta {semua} ta ethnê {bangsa-bangsa} en {dengan} rabdô {tongkat} sidêra {besi} kai {lalu} hêrpasthê {dirampas dengan tiba2} to teknon autês {anaknya} pros ton {kepada} theon {Allah} kai {dan} ton thronon autou {kepada tahtanya}
Terjemahan LAI TB menulis “Anak” dengan huruf awal kapital, memang membingungkan, sebab terjemahan “Anak” dengan huruf awal kapital biasanya ditujukan kepada Kristus. Dan jika kita cek dalam terjemahan-terjamahan lain, umumnya menulis kata “anak/son/child” dalam huruf kecil saja.
Memang, ada sejumlah penafsir berpendapat "Dengan gada besi untuk memerintah bangsa-bangsa", dikutip dari Kitab Mazmur 2:9, ini berarti anak laki-laki itu adalah Kristus. Mungkin atas dasar inilah LAI TB menuliskan kata "Anak" dengan huruf awal kapital.
Namun apakah benar demikian?, mari kita selidiki dalam bahasa aslinya, dimana dalam bahasa Yunani tidak ada perbedaan penulisan huruf besar maupun huruf kecil. (Dan rupanya, tafsiran yang anda baca selaras dengan penjelasan berikut ini ):
Perempuan ini telah melahirkan seorang anak laki-laki, ia akan memerintah bangsa-bangsa dengan gada besi. Dalam Bahasa Yunani "kai eteken huion arrena, hos mellei poimainein panta ta ethnê en rabdô sidêra,", terjemahan harfiah : perempuan itu telah melahirkan seorang laki-laki, yaitu kelak akan memerintah bangsa-bangsa dengan gada besi. Ungkapan Yunani huion aren, adalah anak yang berjenis kelamin laki-laki, ditambah lagi dengan ungkapan selanjutnya teknon. Teknon dalam pemakaian bahasa Yunani untuk kata benda Neuter, bermakna 'anak-anak kecil', yang oleh Perjanjian Baru selalu dipakai untuk menunjukkan 'anak-anak Allah' (bandingkan dengan Yohanes 1:12), 'anak-anak terang' (Efesus 5:8), 'anak-anak penurut' (1 Petrus 1:14); 'anak rohani' (1 Timotius 2:1; Filemon 10 dan sebagainya). Maka kata "anak" yang berjenis kelamin laki-laki dalam ayat ini menunjukkan orang-orang kudus. Sehingga dalam penterjemahannya seharusnya tidak ditulis "Anak" dengan huruf awal kapital.
Terjemahan kata “memerintah” dalam bahasa Yunani poimaino, ditulis dengan poimainein, mempunyai konotasi : penggembalaan yang dilakukan oleh seorang gembala atas kawanan dombanya, namun ditulis dalam bentuk Future Tense.
Yesus Kristus adalah Gembala yang baik (Yohanes 10:11), Ia adalah Penghulu Gembala (1 Petrus 5:4), bahkan sudah menjadi gembala sejak dulu, dan bukan gembala yang akan datang. Lagipula, orang-orang kudus membutuhkan gembala sejak ia lahir baru. Namun setelah mereka menjadi dewasa, dan mencapai pertumbuhan menuju kedewasaan rohani. Maka, merekapun bisa menjadi kawanan domba yang dipercayakan Tuhan kepada mereka.
Kristus menggembalakan jemaat dari berbagai bangsa serta atas setiap orang-orang kudus sudah menjadi kenyataan. Tetapi, orang-orang percaya menjadi gembala atas jemaat berbagai bangsa, masih memerlukan waktu yang panjang, sehingga masih merupakan janji yang diberikan Kristus kepada para pemenang, yaitu kepada orang-orang Kudus yang setia dan rela menuruti perintah Tuhan (bandingkan dengan Wahyu 2:27).
Dengan demikian kesimpulannya, anak laki-laki dalam Wahyu 12:5 adalah orang-orang kudus.
Blessings,
BP
February 2, 2006
Post subject:
Posted: Tue Jun 27, 2006 11:26 am
TANYA :
Quote:
Merujuk penjelasan Bung BP dimana mengartikan "Anak laki-laki" tsb sebagai orang - orang kudus, membuat saya bertanya kembali siapakah :"Perempuan yang berselubungkan Matahari dengan bulan dibawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang diatas kepalanya" itu..??
Pdt AH Mandey dalam bukunya "Kitab Wahyu Nubuatan Akhir Zaman" Pdt AH Mandey Gembala Sidang GPdI Ketapang yang diterbitkan oleh MIMERY PRESS. tsb mengartikan bahwa "Perempuan yang berselubungkan Matahari" tsb adalah sebagai Gereja Tuhan yg sempurna yg menjadi mempelai Kristus.
Ia berselubungkan matahari
Matahari sebagai bayangan dari Terang kemuliaan Bapa yg menyelubungi atau membungkus perempuan itu. Ketika manusia pertama diciptakan,mereka tidka mempunyau pakain buatan manusia sebagai penutup tubuh,melainkan kemuliaan Allah.Ituy sebabnya ketika jatuh dalam dosa,manusia kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23). Kemuliaan Allah telah diangkat sehingga manusia melihat ketelanjangan mereka.Pada akhir zaman,gereja akan kembali diselubungi oleh matahari,yaitu kemuliaan Bapa.1 Tim 6:16 berkata bahwa Allah tinggal dalam terang yang tak terhampiri.
Bulan ada dibawah kakinya
Gereja berdiri diatas bulan.Bulan memantulkan terang dari matahari.Bulan tidak mempunyai kemuliaan sendiri,sama spt Yesus ygmendapat kemuliaanNya dari Allah Bapa.Jadi bulan merupakan bayangan dari Yesus. 1 Kor 3:11 berkata bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya dasar:"Karena tidak seorangpun yang dapat meletakan dasar lain daripada dasar yang telah diletakakan, yaitu Yesus Kristus."
Sebuah mahkota dua belas bintang diatasnya
Kita telah melihat bahwa bintang berbicara tentang orang-orang percaya yang penuh dengan Roh Kudus.Sedangkan angka 12 adalah angka pemerintahan yang lengkap dan utuh.Jadi mahkota 12 bintang berbicara tentang 12 orang rasul yg akan memerintah gereja di akhir zaman. Efesus 4:11-12 mencatat tentang bagaimana Allah mengangkat para rasul,nabi,pemberita injil,gembala dan guru. Inilah para pemimpin gereja yg universal.
Wahyu 12:2
"Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan"
Gereja sedang menagndung,berarti gereja sudah masuk dalam pernikahan dengan Kristus. Dlm 2 Kor 11:2 Rasul Paulus menulis bahwa gereja telah dipertunangkan kepada satu laki-laki untuk membawa kita sebagai perawan suci kepada Kristus.Sekarang ini status kita masih tunangan Kristus yang akan segera menikah dgnNya pada saat meterai ketujuh dibuka (Wahyu 8:1)
Sedangkan Dave Hagelberg dalam buku tafsir tulisannya :"Tafsiran Kitab Wahyu dari Bahasa Yunani" terbitan PBMR ANDI jOGJAKARTA: menyatakan bahwa Anak laki-laki itu diartikan sebagai Yesus Kristus yang akan menjadi Raja atas segala raja.Dia akan memerintah semua bangsa dnegan tongkat besi.Sedangkan Perempuan yang berselbungkan matahari tsb adalah bangsa israel yang sangat dihargai dan dihormati dimata Tuhan.12 bintang melambangkan 12 suku bangsa israel.
Saya pribadi kurang sreg dengan tafisran yang diberikan oleh Dave Hagelberg ini....
Jika kita merujuk pada tafsir Pdt AH Mandey, maka perempuan yang berselubungkan matahari dan beralaskan bulan tsb adalah Gereja Tuhan yg sempurna yg telah dikawinkan kepada Kristus. Kita tahu bersama bahwa gereja yg sempurna adalah anak-anak Tuhan yg sempurna atau orang-orang kudus juga.
Dengan demikian akan terjadi bentrok jika saya gunakan juga arti "anak laki-laki" sebagaimana yg Bung BP jelaskan sebagai "orang-orang kudus"
Kebingungan saya adalah jadi siapakah "perempuan yang berselubungkan matahari"tsb...??????
Thanks mohon pencerahannya kembali
GBU
EddyK
JAWAB :
Memang Kitab Wahyu adalah kitab yang dalam pengertiannya mempunyai banyak tafsir, tafsir dari ahli kitab A bisa berbeda dengan tafsir ahli Kitab B. Dalam kitab Wahyu ada banyak simbol-simbol, dan 1 simbol/kiasan bisa bermacam-macam makna.
Diantara banyak tafsir itu, ada buku bagus judulnya "EKSPOSISI DOKTRIN ALKITAB KITAB WAHYU" Tulisan Dr. Peter Wongso, mantan Rektor SAAT. Terbitan SAAT Malang 1999.
Mungkin buku ini bukan tafsiran yang 'paling benar', tapi saya menyukai penjabaran beliau tetang Kitab Wahyu didalam bukunya itu.
Berdasarkan buku tersebut, dimana saaya sepaham dengan tafsir dari Pdt AH Mandey. Dan sebenarnya tidak perlu ada yang dibingungkan, bahwa dalam Wahyu pasal 12 ini kesimpulannya : Perempuan ini adalah Jemaat (Gereja Tuhan), sedangkan anak lak-laki adalah orang-orang kudus yang lahir dari Gereja Tuhan itu.
Kita baca lagi Wahyu 12:2 yang menuliskan bahwa perempuan itu tengah menderita sakit bersalin. Kesulitan perempuan dalam persalinan ini menyatakan sengsaranya Jemaat Tuhan dalam pemberitaan Injil. Bahwa dalam pemberitaan Injil itu, jemaat Tuhan harus membayar harga dan pengorbanan besar. Maka bisa kita mengerti bahwa ‘perempuan’ yang adalah ‘jemaat Tuhan’ itu sedang menderita sakit bersalin dalam melahirkan jemaat-jemaat baru, yang diistilahkan dengan ‘anak-anak’ (teknon, Wahyu 12:5). Hal ini selaras dengan tulisan Paulus dalam:
*Galatia 4:19
LAI TB, Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu
KJV, My little children, of whom I travail in birth again until Christ be formed in you,
TR, τεκνια μου ους παλιν ωδινω αχρις ου μορφωθη χριστος εν υμιν
Translit, teknia mou hous palin ôdinô akhris hou morphôthê khristos en humin
Memimpin satu orang untuk percaya kepada Tuhan, sama sulitnya seperti melahirkan seorang anak ke dalam dunia ini, dan sang ibu harus melewati kesulitan.
Seorang ibu harus melalui proses mengandung anak, masih ditambahi pula urusan pekerjaan sehari-hari.
Bila Jemaat Tuhan ingin memenangkan seseorang kepada Kristus, selain perlu meluangkan waktu untuk menginjili orang itu, bahkan harus membuat citra Kristus menjadi nyata dalam diri Jemaat itu, masih pula harus ditambah dengan kewaspadaan dari godaan iblis. Jemaat dalam situasi ini perlu tetap bertekun di dalam doa, memohon pertolongan Roh Kudus, agar orang yang akan dimenangkan kepada Kristus ini sungguh-sungguh lahir baru oleh Roh Kudus (bandingkan dengan Yohanes 3:3,5; Titus 3:5). Kesukaran dalam persalinan seorang ibu, dengan tepat menyatakan bahwa, demi melaksanakan amanat agung Tuhan Yesus Kristus, jemaat pasti mengalami kesukaran besar, walau kesukaran itu berupa penganiayaan dari kuasa politik atau penindasan dari agama lain. Namun pelaksanaan Amanat Agung ini harus tetap dilaksanakan oleh gereja Tuhan ke seluruh muka bumi. Hasil dari Amanat Agung, akan melahirkan orang-orang percaya yaitu orang-orang yang lahir baru, yang menjadi orang-orang kudus, inilah yang dikiaskan dengan ‘anak laki-laki yang akan menggembalakan bangsa-bangsa’ (huion arrena hos mellei poimainein panta ta ethnê), dalam Wahyu 12:5.
Post subject:
Posted: Tue Jun 27, 2006 11:29 am
TANYA :
Quote:
Thanks Bung BP untuk pencerahannya. Kiini saya makin terbuka dan mulai sedikit memahami kondisi tsb. Saya juga aka coba cari referensi buku yg Bung BP sebutkan guna melengkapi.
Satu pertanyaan lebih lanjut sehubungan dengan kesepahaman kita bahwa "Anak laki-laki" itu adalah orang-orang kudus, dan demikian juga dengan "Perempuan yg berselubungkan matahari" yg ditafsirkan sebagai gereja yg sempurna yg bisa diartikan juga sbg orang-orang kudus,dimana dari dua "kelompok" ini mengalami perlakuan yg berbeda.
Wahyu 12:5
Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.
Dibawa kepada Allah dan ke Tahta-Nya
Wahyu 12:6
Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya
lari ke padang gurun selama 1260 hari
1. Apakah maksud perlakuan yg berbeda ini...??
2. Kriteria apa yg masuk dlm kelompok Wahyu 12:5 dan kriteria apa yg masuk dlm kelompok Wahyu 12:6
3. Apakah kedua "kelompok" tsb memiliki anugrah yg sama..??
Thanks untuk pencerahannya
GBU
EddyK
JAWAB :
Telah kita pahami bersama dalam Wahyu 12:5, kesimpulan dari perempuan itu adalah gambaran dari Jemaat Tuhan. Sebab, seluruh kitab Wahyu membicarakan bagaimana Iblis dengan berbagai macam cara melakukan penganiayaan besar terhadap Jemaat Tuhan.
Dalam ayat 5 tercatat bahwa Iblis ingin merampas anak laki-laki yang dilahirkan perempuan itu, yaitu iblis ingin menelan orang-orang kudus, dan inilah fenomena yang sering kita lihat dalam sejarah. Bukankah sering kita lihat, bahwa iblis tidak suka adanya seorang petobat baru atau orang-orang yang mengalami kelahiran baru.Iblis tidak tinggal diam melihat semuanya itu, dan ia siap menerkam mereka kembali.
Maka, tidak ada perbedaan perlakukan, Wahyu 12 ayat 5 dan 6, semuanya menuliskan tentang jemaat Tuhan. Baik yang digambarkan sebagai perempuan maupun anak laki-laki yang dilahirkannya.
* Wahyu 12:6
LAI TB, Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.
KJV, And the woman fled into the wilderness, where she hath a place prepared of God, that they should feed her there a thousand two hundred and threescore days.
TR, και η γυνη εφυγεν εις την ερημον οπου εχει τοπον ητοιμασμενον απο του θεου ινα εκει τρεφωσιν αυτην ημερας χιλιας διακοσιας εξηκοντα
Translit interlinear, kai {lalu} hê {itu} gunê {perempuan} ephugen {lari} eis {ke} tên erêmon {apdang gurun} hopou {dimana} ekhei {ia mempunyai} topon {suatu tempat} hêtoimasmenon {(yang) telah dipersiapkan} hupo {oleh} tou theou {Allah} hina {supaya} ekei {disana} ektrephôsin {memelihara} autên {dia (feminine 'her')} hêmeras {hari-hari} khilias {(selama) seribu} diakosias {dua ratus [dan]} exêkonta {enam puluh}
Ayat 6 menuliskan tentang padang gurun, adalah tempat yang disediakan Allah kepada jemaatNya. Dalam sejarah sering kita temukan hal semacam ini. Jemaat dianiaya, menderita, namun Tuhan telah menyediakan tempat bagi pemberitaan InjilNya diantara orang-orang yang belum percaya, serta memelihara jemaat-Nya. Hal ini sama dengan nubuat Nabi Yesaya "Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!"(Yesaya 40:3). Nubuat yang telah digenapi oleh Yohanes Pembabtis ini, pun masih berlaku bagi Jemaat Allah, yang mempersiapkan kedatangan Yesus yang kedua nanti.
Bagi jemaat yang rela memberitakan InjilNya, walau dipadang gurun, Allah tetap akan turut bekerja dengan mengirimkan orang-orang yang rindu akan kebenaranNya, menerima berita InjilNya, bertobat dan diselamatkan, melalui berita-berita Anugerah Kristus yang disampaikan oleh Jemaat Tuhan yang setia, yang diibaratkan mereka ada di padang gurun sebagai lembah kesengsaraan mereka dalam masa aniaya. Mereka ini akan menjadi bagian dari Jemaat Tuhan dimana Kristus sendiri yang akan memelihara mereka.
1260-hari, atau 42-bulan, atau 3.5-tahun. Ini menunjukkan ketidak-sempurnaan, atau tidak mencapai tujuan. Karena Jemaat Tuhan ada dalam perlindungan dalam padang gurun dan mereka ada dalam pemeliharaan Kristus, maka iblis tidak berdaya untuk mencapai tujuan penghancurannya. Tidak ada satu jemaat yang sempurna dalam dunia ini, ditambah lagi dengan adanya kekuatan dan serangan iblis, sehingga sudut pandang manusia, jemaat yang dalam keadaan sangat memprihatinkan. Namun karena ada pemeliharaan Allah, jemaat akan bertahan dan terus maju, ditengah-tengah ketandusan padang gurun, mereka akan tetap berakar serta mampu menjadi saksi-saksi Kristus.
Blessings,
Kejadian 15:16 : Siapakah Keturunan ke-Empat?
Tanya :
Quote:
Dalam Kejadian 15:16 dikatakan: "Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap."
Siapakan keturunan ke-4 yang dimaksud?
JAWAB :
Keturunan ke-4 adalah generasi Musa. Bagaimana "keturunan ke-4" ini mulai dihitung? Penghitungannya adalah berdasarkan Kejadian 15:13. Dimulai keturunan pertama dari Israel mendiami Mesir (menjadi orang asing di suatu negeri), dimana keturunan Abraham ini kemudian menjadi budak di Mesir.
Keturunan pertama : Lewi, (Keluaran 6:15; Bilangan 3:17; 26:58;1 Tawarikh 6:1)
Keturunan kedua : Kehat (Keluaran 6:15; Bi1angan 3:17; 26:58; 1 Tawarikh 6:1)
Keturunan ketiga : Amran (Keluaran 6:17; Bilangan 3 :19; 26:58; 1 Tawarikh 6:2)
Keturunan keempat : Musa (Keluaran 6: 19; Bilangan 26:59; 1 Tawarikh 6:3)
Generasi Musa/ Harun adalah generasi terakhir yang menjadi budak di Mesir.
Untuk mengerti ayat tersebut lebih baik dibaca mulai ayat 12 :
Nubuat kepada Abraham akan keturunannya:
* Kejadian 15:12- 21
15:12 LAI TB, Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan.
15:13 LAI TB, Firman TUHAN kepada Abram: "Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya.
KJV, And he said unto Abram, Know of a surety that thy seed shall be a stranger in a land that is not theirs, and shall serve them; and they shall afflict them four hundred years;
Hebrew,
וַיֹּאמֶר לְאַבְרָם יָדֹעַ תֵּדַע כִּי־גֵר ׀ יִהְיֶה זַרְעֲךָ בְּאֶרֶץ לֹא לָהֶם וַעֲבָדוּם וְעִנּוּ אֹתָם אַרְבַּע מֵאֹות שָׁנָה׃
Translit, VAYOMER LE'AVRAM YADO'A' TEDA KI-GER YIHYEH ZARAKHA BE'ERETS LO' LAHEM VA'AVADUM VE'INU 'OTAM ARBA ME'OT SYANAH {empat ratus tahun}
15:14 Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka, akan Kuhukum, dan sesudah itu mereka akan keluar dengan membawa harta benda yang banyak.
15:15 Tetapi engkau akan pergi kepada nenek moyangmu dengan sejahtera; engkau akan dikuburkan pada waktu telah putih rambutmu.
15:16 Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap."
KJV, But in the fourth generation they shall come hither again: for the iniquity of the Amorites is not yet full.
Hebrew,
וְדֹור רְבִיעִי יָשׁוּבוּ הֵנָּה כִּי לֹא־שָׁלֵם עֲוֹן הָאֱמֹרִי עַד־הֵנָּה׃
Translit, VEDOR {dan generasi/ keturunan} REVI'I {ke-empat} YASYUVU {mereka akan kembali} HENAH {kesini} KI' LO'-SYALEM 'AVON HA'EMORI 'AD-HENAH
15:17 Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu.
15:18 Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat:
15:19 yakni tanah orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon,
15:20 orang Het, orang Feris, orang Refaim,
15:21 orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi dan orang Yebus itu.
Keterangan :
Kejadian 15:13-16 merupakan suatu pidato-Allah yang mengulangi pembentangan janji pemberian keturunan dan tanah. Ayat 18 janji-pemberian tanah itu diberikan dalam bentuk aslinya yang pendek dan tepat ("Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini"). maka dalam ayat 13-16 janji itu diulangi dan ditetapkan, tetapi penggenapannya ditangguhkan 400 tahun lamanya, semenjak keturunan Abraham tinggal di Mesir sebagai orang asing.
Janji kepada Abraham itu tidak dengan jelas digenapi. Itulah yang menjadi suatu teka-teki herat untuk Israel. Tidak cukup berkuasakah Allah mengusir penduduk asli? Bagaimanakah Allah dapat mengizinkan urnat Nya diperbudak begitu lama oleh Mesir, bangsa kafir itu?
Perumusan janji-pemberian tanah itu hendak menerangkan. bahwa masa-kesengsaraan di Mesir tercantum dalam rencana Allah dari mulanya. Waktu nenderitaan itu bukanlah tanda kegagalan Allah. melainkan tanda ketulenan-janji-Nya. Dalam arti ini ay 13-16 (yang dianggap adalah karangan merupakan semacam cerita-sebab (antiologi). Antiologi menerangkan suatu keadaan. adat, gejala semesta-alam vang mengherankan orang sekarang dengan suatu peristiwa atau suatu kejadian kuno. Demikianlah keadaannya di sini: Perbudakan israel di Mesir tidaklah terjadi dengan kebetulan, perhambaan itu bukanlah suatu kecelakaan dalam pelaksanaan rencana keselamatan yang dari Allah, melainkan masa pendentaan itu direncanakan Allah dari semula dan merupakan suatu titik-pokok atau intisari dari janji-pemberian tanah kepada Israel itu. Perhatikanlah, bahwa seluruh kesatuan teks ayat 13-16 itu tidak memuat satupun perlakuan, peristiwa atau kejadian, melainkan berisikan nubuat Allah semata-mata yang disampaikan kepada Abraham.
Di dalamnya pemberian-tanah Kanaan itu ditempatkan di dalam kerangka suatu theologia sejarah-umum yang hidup di Israel:
1. Allah Israel adalah Tuhan dan penguasa sejarah umum segala bangsa yang diatur oleh rencanaNya yang besar.
2. Masing-masing bangsa mempunyai masanya di mana utang-nyawa karena kesalahannya bertambah dan bertimbun sampai bangsa itu menjadi masak untuk memperoleh hukuman .
3. Rencana Allah untuk keselamatan umat-Nya tidaklah memimpin langsung ke atas, melainkan lebih dahulu ke bawah ke dalam kekecewaan dan keputus-asaan.
4. Abraham (orang percaya itu) wajib memahami jalan dan rencana Allah di dalam sejarah umum; untuk Abraham sejarah tidak boleh tetap tinggal merupakan suatu teka-teki, melainkan Abraham terpanggil untuk mengerti jalan Allah dengan perantaraan kepercayaan.
Ayat 13 :
FlRMANNYA (TUHAN) KEPADA ABRAM: "KETAHUILAH DENGAN SESUNGGUHNYA" [1]. Abraham telah bertanya dan memohon dalam ayat 8 "Dari manakah aku tahu"; dari manakah aku memperoleh kepastian dan ketentuan hati. Allah hendak memberikan kepada Abraham kepastian dengan perantaraan satu tanda, tetapi tandab ukti itu adalah penderitaan Israel [2] sendiri: BAHWA KETURUNANMU AKAN MENJADI ORANG ASING DALAM SUATU NEGERI, YANG BUKAN KEPUNYAAN MEREKA, DAN BAHWA MEREKA AKAN DIPERBUDAK DAN DIANIAYA, EMPAT RATUS TAHUN LAMANYA. Israel akan memikul nasib BANGSA PERANTAU [3] golongan orang yang bukan penduduk asli ("orang yang numpang"), yang bukan bumiputera. Sudah sewajarnya "orang-numpang" bukanlah sama dengan warganegara-asing yang tidak mempunyai perlindungan-hukum apa-apa (orang-buangan) [4]; mereka telah menerima hak-kependudukan yang tetap. Tetapi mereka selama-lamanya merupakan warga-negara kelas 2, orang yang bukan asli, seringkali hamba/ budak-negara: Mereka adalah tamu (Efesus 2:19; Ibrani 11 :13) yang setinggi-tingginya diizinkan tinggal, tetapi seringkali MEREKA AKAN DIPERBUDAK DAN DIANIAYA: Mereka adalah selalu "kambing-hitam" yang dipukuli dan dimuati dosa dari Jan oleh orang-asli. Abraham dan keturunannya menjadi seorangasing, seorang hamba [5] yang tidak merdeka dan yang tidak berhak penuh.
Janji-pemberian tanah itu tidak menjadikan Abraham langsung seorang warganegara penuh, asli dan merdeka, melainkan membimbing dia terlebih dahulu ke dalam perhambaan dan kedudukan kerja-paksa. Kepercayaan dipandang-rendah. dihina, ditindas dan diperbudak oleh bangsa-bangsa. Kepercayaan disertai oleh pengejaran, kesengsaraan. (Kepercayaan mengakibatkan salib!). Janji Allah itu tersembunyi di balik kebalikannya: Keselamatan di balik kemalangan, kemerdekaan di balik perhambaan, kekayaan di balik kemiskinan, kemakmuran di balik kesengsaraan. milik-tanah di balik pengembangan, berdikari di balik penjajahan. Bimbingan Allah Israel sangat mengherankan dan mengganjilkan.
EMPAT RATUS TAHUN LAMANYA: Masa penderitaan itu lama, tetapi bukan tidak terbatas. Allah Israel selaku Tuhan sejarah adalah juga Tuhan segala waktu dan masa dan zaman [6]. Juga masa penindasan dan pengejaran bangsa Allah ditentukan Allah [7]. Lamanya 400 tahun kira-kira bersesuaian dengan Keluaran 12:40 dan ay 41 yang menentukan batas waktu perhambaan di Mesir dengan 430 tahun.
* Keluaran 12:40-41
12:40 LAI TB, Lamanya orang Israel diam di Mesir adalah empat ratus tiga puluh tahun.
KJV, Now the sojourning of the children of Israel, who dwelt in Egypt, was four hundred and thirty years.
Hebrew,
וּמֹושַׁב בְּנֵי יִשְׂרָאֵל אֲשֶׁר יָשְׁבוּ בְּמִצְרָיִם שְׁלֹשִׁים שָׁנָה וְאַרְבַּע מֵאֹות שָׁנָה׃
Translit, UMOSYAV BENEY YISRA'EL 'ASYER YASYVU BEMITSRAYIM SYELOSYIM SYANAH {tiga puluh tahun} VE'ARBA ME'OT SYANAH {dan empat ratus tahun}
12:41 LAI TB, Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan TUHAN dari tanah Mesir.
KJV, And it came to pass at the end of the four hundred and thirty years, even the selfsame day it came to pass, that all the hosts of the LORD went out from the land of Egypt.
Hebrew,
וַיְהִי מִקֵּץ שְׁלֹשִׁים שָׁנָה וְאַרְבַּע מֵאֹות שָׁנָה וַיְהִי בְּעֶצֶם הַיֹּום הַזֶּה יָצְאוּ כָּל־צִבְאֹות יְהוָה מֵאֶרֶץ מִצְרָיִם׃
Translit, VAYEHI MIQETS SYELOSYIM SYANAH VE'ARBA ME'OT SYANAH VAYEHI BE'ETSEM HAYOM HAZEH YATSU' KOL-TSIVOT YEHOVAH (baca 'Adonay) ME'ERETS MITSRAYIM
Jikalau menurut ayat 16 "keturunan yang keempat akan kembali", maka lamanya satu keturunan (generasi) dihitung 100 tahun [8]. Umur bapa, yang begitu lanjut pada kelahiran anaknya laki-laki yang pertama hanya ditemui dalam silsilah Kejadian pasal 5, sedangkan dalam silsilah Kejadian 11:10-26 umur itu dihitung 30 tahun lebih [9]. Keempat keturunan yang berada di Mesir itu bersesuaian dengan silsilah-silsilah yang ada dalam Keluaran 6:15-19: Bilangan 3:17-19; 26:58-69: 1 Tawarikh 6: 1-3. Menurut silsilah tersebut keempat keturunan itu adalah sbb.:
Keturunan pertama : Lewi, (Keluaran 6:15; Bilangan 3:17; 26:58;1 Tawarikh 6:1)
Keturunan kedua : Kehat (Keluaran 6:15; Bi1angan 3:17; 26:58; 1 Tawarikh 6:1)
Keturunan ketiga : Amran (Keluaran 6:17; Bilangan 3 :19; 26:58; 1 Tawarikh 6:2)
Keturunan keempat : Musa (Keluaran 6: 19; Bilangan 26:59; 1 Tawarikh 6:3)
Catatan :
[1] bandingkan Roma 4:21.
[2] bandingkan Matius 12:30-40: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga rIan tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tingga; di' dalam rahim bumi tiga hari tiga malam". Bandingkan selanjutnya Kisah 5:41: 14: 22; Roma 8:18; 2 Korintus 1:5; Filipi 3:10; 2 Timotius 3:12 ; 1 Petrus 4:13, 5:9, 2 Timotius 3:12 (Istilah-istilah "thlipsis", "patheemata ", "dioogmos").
[3] Lihat Kejadian 12.10; 15:13; 19:9; 20:1; 21:23,34;23:4; di israel dilarang keras menindas orang penumpang/ orang asing (Keluaran 22:21; Keluaran 23:9; Imamat 19:33-34; 10:18-19; 24:17-18; Ulangan 27:19).
[4] Lihat tentang uraian di atas W Vischer, Christuszeugnis I, halaman 152.
[5]Bahasa Ibrani "TOSYAB" dan "GER" Imamat 25:23; Bilangan 35:15; Mazmur 39: 13; bahasa Yunani: "paroikos" (Efesus 2:19; 1 Petrus 2:11; Ibrani 11:9; Kisah 13:17; 1 Petrus 1:17 "xenos" Matius 25:35; Ibr 11:1; "parepideemon" .1 Petrus 1:1; 2:11. Orang percaya tidak mempunyai suatu "polis" (Ibranis 13: 14) di bumi melainkan mencari "polis" yang akan datang dan "patria" (tanah-air) kelak (Ibrani 11:14). Mereka bukan "polites" (warganegara) bumi ini semata-mata melainkan "sympolites" (warganegara) kerajaan Allah kelak (Efesus 2:20).
[6] Bandingkan Daniel 2:21; 4:14,22,29; 5:21; Kisah 17:26 ("horisas prostetagmenoys kairoys") ; Ulangan 32;8; Mazmur 74: 17; 31: 16; 139:16; Ayub 14:5.
[7] Bandingkan Daniel 7:25: 12:7; 11:33-35; bandingkan Daniel 9:2 (Yeremia 25:11-14: 29:10); Daniel 9: 24-26
[8] Lamanya satu generasi (keturunan) adalah masa sejak kelahiran seorang laki-laki sampai dengan kelahiran anaknya (SJ. de Vries, art "generation" di dalam ID (E-J), hl. 366).
[9] Sebenarnya lamanya satu keturunan mungkin lebih pendek lagi. Jika umur manusia rata-rata dianggap antara 70 dan 80 tahun (Mazmur 90:10), dan jika pada satu ketika dapat hidup tiga sampai empat keturunan (Keluaran 20:5; Ulangan 5:9), maka umur kebapaan (lamanya keturunan) harus ditaksir 20-25 tahun.
Ayat 14 :
TETAPI BANGSA YANG AKAN MEMPERBUDAK MEREKA, AKAN KUHUKUM: Juga bangsa-bangsa kafir akan menghadapi hukuman Allah Israel [10], apabila masanya genap (bandingkan dengan ayat 16b nanti). Allah. yang begitu lama berdiam diri saja, mulai membalaskan [11] bangsa xya. 400 tahun adalah teramat sangat lamanya untuk suatu bangsa yang tertindas. Seolah-olah masa selama itu adalah kekal: seakan-akan Allah Israel telah kehilangan kekuasaan Nya atau telah mati. Tetapi hari penghukuman-Nya akan datang. Terutama jikalau bangsa-bangsa kafir menjamah bangsa pilihan Allah, biji mata-Nya (Ulangan 32:10; Mazmur 17:8), maka Allah "menebus engkau (Israel) dari Mesir, dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu" (Yesaya 43:3 b); Ia memberikan "bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu" (Israel) (Yesaya 43 :4 b). Perkataan itu memantulkan (mencerminka n) pukulan Allah terhadap Mesir (Keluaran pasal 7-11). pembinasaan tentara Mesir di Laur Teberau (Keluaran 14) dan perjalanan Israel dari Mesir (Keluaran 12:34 – 14): DAN SESUDAH ITU MEREKA AKAN KELUAR DENGAN MEMBAWA HARTA BENDA YANG BANYAK: Allah tidak melupakan bangsa pilihan-Nya, pemelihara Israel tidak terlelap atau tidur (Mazmur 135:14; Ulangan 32:36; Mazmur 50:4)/ Allah mengembalikan (memulihkan) bukan hanya memerdekakan.
Catatan :
[10] Bandingkan nubuat-hukum terhadap bangsa asing dalam Yesaya 13—23, Yesaya 46-51; Yehezkiel; Amos 1-2; Obaja; Yunus; Nahum; Habakuk (Niniwe-Asyur),
[11] Ulangan 32:35, Mazmur 94:l; Yesaya 35:4; 'Yes 34:8; Yesaya 6 :2; 63 :4; 47:3, Yeremia 46:10; 50:15; 51:6; 51:11, Bilangan 31:3; Yehezkiel 25:1 ; Allah sebagai hakim bangsa-bangsa. Mazmur 82:8; 96:13; 98:9; Yeremia 25:12; 1 Samuel 2:10; Yesaya 3:13; Mazmur 7:9; 9:9; 96:10: 110:6; Ayub 36:31
Ayat 15 :
TETAPI ENGKAU AKAN PERGI KEPADA NENEK MOYANGMU DENGAN SEJAHTERA : "Pergi kepada bapa-bapa" atau "dikumpulkan dengan kaum-leluhurnya" (Kejadian 25:8; 25:17; 35:29; 49:29, 33; Ulangan 32:50; Hakim 2:10) berarti "meninggal". Istilah itu berasal dari zaman kuburan-keluarga, di mana keturunan demi keturunan dikuburkan, yaitu anak dan cucu "pergi kepada" bapanya dan nenek-moyangnya (ke dalam tempat-kuburan) atau di mana jenazah anak dikumpulkan dengan jenazah-jenazah kaum-leluhurnya. (Memang istilah tersebut tidak cocok di sini, oleh karena Abraham telah berpisah dengan kaum-keluarganya) - Kita kembali melihat, bahwa rencana Allah adalah jauh melampaui kepentingan perseorangan; Abraham tidak akan mengalami penggenapan janji itu di bumi ini, sebab apa yang dimulai Allah dengan Abraham adalah penting untuk keturunan yang tak terbilang banyaknya dan untuk manusia yang tidak terhitung jumlahnya. Abraham tidak akan melihat dan menyaksikan penyempurnaan janji Allah itu di bumi [12] ini; Abraham hanya penganjur-jalan, Abraham hanya perintis, pelopor, pendekar, dan hulubalang. Tetapi janji Allah memperbolehkan Abraham mati "DENGAN SEJAHTERA" (dengan selamat): Kepercayaan mengharapkan suatu kekuatan yang tidak disudahi dengan kematian; kepercayaan adalah peserta dan pesero di dalam suatu rencana yang tidak dapat dibatalkan dan digagalkan dan dihentikan oleh kematian. Kepercayaan Abraham itu bukanlah usaha dan hasil-karya Abraham sendifi; sebab itu ia dapat mati dengan terhibur: Allah menjamin pelaksanaan janjiNya, setelah Abraham meninggal. Rencana dan pekerjaan besar itu, di mana Abraham diikutsertakan, tidak akan tinggal merupakan torso (penggal, pecahan yang tidak sempurna); keturunan Abraham tidak akan tinggal di dalam perhambaan di Mesir. Allah sendiri akan menyelesaikan apa yang dimulaiNya (Filipi 1:6; I Tesalonika 5:24). Abraham dapat menyerahkan segala sesuatu ke dalam tangan Allahnya, bila ia mati: ENGKAU AKAN DIKUBURKAN PADA WAKTU TELAH PUTIH RAMBUTMU: Rambut putih (uban) adalah tanda usia-lanjut dan umur-panjang[13]. Di dalam bahasa asli ditambah lagi dengan "beruban baik" [14], yaitu dengan suatu usia yang bulat dan genap, bilamana segala hasrat akan kehidupan telah dipuaskan dan dikenyangkan sama sekah. Di dalam Kejadian 25:8 dikatakan, bahwa Abraham mati dengan "puas" [15]) (itulah terjemahan harfiah dari "suntuk umur").
Kepercayaan tidak merupakan pembunuhan-diri, melainkan di dalam segala penindasan dan pengejaran, Allah seringkali melindungi dan memelihara orang yang percaya sampai mencapai umur yang tinggi sekali (Yesaya 46:4); Allah meluputkan dan melepaskan orang percaya dari segala kepicikan dan kegentingan (Ayub 5:17-26; Amos 24:16).
Abraham boleh mengalami pada masa bahaya dan penindasan itu kebenaran yang terdapat dalam Mazmur 118:17-18: "Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN. TUHAN telah mengajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut." [16])
Catatan :
[12] Lihat ketentuan Allah yang serupa terhadp Musa (Ulangan 32:50-51; 34:4-5; Bilangan 20:12; 27:13-14; Ulangan 1:37;"3:26; 4:21; (memang Musa tidak boleh melihat kedudukan itu sebab kesalahannya), lihat Ibrani11:13.
[13] Lihat nats-nats yang lain: Kejadian 41:38; 44:29,31; 1 Raja 2:6,9; Yesaya 46:4; Hosea 7:9; Mazmur 71:18; 92-15; Amsal 16:31; 20:29; Rut 4:15; Ulangan 32:25; Imamat 19:32
[14] Bandingkan Kejadian 15"15; dengan 25:8 (firman dan janji Allah dengan pasti digenapil); tentang, istilah "telah putih rambutnya", lihat. Hakim 8:32; 1 Tawarikh 29:28.
[15] Mengenai" istilah "kenyang (puas) akan hari-hari (waktu)", lihat Kejadian 35:29; Ayub 42: 17; 1 Tawarikh 29:28; kebalikannya ialah "pendek hari-harinya" (Ayub 14:1; 9:25); kematian yang cepat "pada pertengahan hari hidup" (Yesaya 38: 10) adalah kemalangan (siksa) dan tidak disukai (bandingkan Yesaya 38:10-13; Masmur 55:24; 102:24-25); tetapi kehidupan lengkap (beruban baik! Puas akan hari=hari) (1 Tawarikh 23:1; 2 Tawarikh 24:15) dibandingkan dengan penuaian "berkas gandum dibawa masuk" (Ayub 5: 26), yaitu sebagai penyelesaian dan penyempurnaan kehidupan manusia.
[16] Lihat Mazmur 27:13: 5614; 116:3, 6, 8-10; (bandingkan 2 Korintus 4;8-11; 4:16-18; 6:4-10; 11:23-28).
Ayat 16
TETAPI KETURUNAN YANG KEEMPAT AKAN KEMBALI KE SINI: Yaitu Generasi Musa/Harun (Mengenai perhitungan tahun-tahun dan silsilah keempat keturunan itu, bandingkanlah penjelasan ayat 13b di atas ini).
Seluruh pengalaman penjajahan di Mesir, seluruh penundaan (penangguhan) penggenapan pendudukan-tanah itu rupa-rupanya berlawanan dengan janji Allah. Allah membimbing orang-orang percaya itu di atas jalan-jalan yang tampaknya adalah jalanbuntu atau jalan-tak-langsung (penyimpangan dari haluan yang dituju). Tetapi jalan-jalan Allah tidak pernah mengelirukan atau menyesatkan orang yang berjalan di atasnya dari tujuan-janjiNya: Keturunan keempat akan tiba dengan pasti di tanah yang dijanjikan [17]) itu. Masa perantauan dan perundasan di Mesir, yang sama sekali berlawanan dengan rencana Allah (menurut perasaan manusia!), adalah bahagian yang termasuk rencana Allah dan yang tidak boleh sama sekali mengganggu pelaksanaan dan penyelenggaraan pemberian-tanah kepada keturunan Abraham,
"SEBAB SEBELUM ITU KEDURJANAAN ORANG AMORI ITU BELUM GENAP". Kembali kita dihadapkan dengan soal sejarah-umum dan keadilan dan kesalahan bangsa-bangsa di dalam sejarah (seperti dalam ayat 14 mengenai Mesir).
ORANG AMORI adalah sebutan untuk penduduk asli negeri Kanaan;. [18]) sebagai istilah-kolektif untuk penduduk-asli Palestina, istilah orang Aman itu bersesuaian dengan istilah orang Kanaan" [19])
KEDURJANAAN orang Amori BELUM GENAP: Kedurjanaan (Ibrani, עון - 'AVON) menandai
1. perbuatan kejahatan yang disengaja dan yang dike hendaki [20] dan
2. kesalahan (hutang) (yang diakibatkan oleh kejahatan itu).
Nats ini melihat bahwa alasan untuk pengusiran penduduk asli dari Palestina itu atau penaklukan mereka di bawah orang Israel adalah sebagai akibat dari kesalahan mereka di hadapan Allah Israel yang Mahakuasa terhadap segala bangsa. Seperti Mesir menghadapi hukuman Allah atas dasar perlakuannya terhadap Israel, demikianlah pula penduduk-asli Kanaan (orang Amori) mau tidak mau akan diperhadapkan dengan suatu kecelakaan politik dan militer: Kekalahan tersebut bukanlah nasib atau takdir atau kebetulan, melainkan disebabkan pengawasan dan pemberesan sejarah bangsa-bangsa oleh Allah Israel. Penundaan penduduk tanah Kanaan oleh orang Israel diterangkan dengan hal, bahwa kesalahan orang Amori itu BELUM GENAP (syalem): belum masak dan matang, belum genap dan lengkap, belum sempurna. Seolah-olah Allah mempunyai suatu ukuran dosa:
Allah boleh menunggu dan sebenarnya sudi menunggu, sampai ukuran dosa itu genap oleh suatu masyarakat [21]. Allah menunggu sampai dosa suatu bangsa bertimbun-timbun barulah - pada waktuNya - hukumanNya menimpa mereka itu. Di sini harus dilihat kesabaran (panjang sabar) Allah dengan bangsa-bangsa; Ia tidak langsung mengambil tindakan-siksaan. Hukuman-hukumannya di dalam sejarah terhadap bangsa-bangsa bukanlah tindakan balas-dendam yang terbit dari panas dan geram hati, melainkan adalah "hukuman-hukuman yang adil" (Mazmur 119: 75; 99:4).
Dalam nats ini tidak dikatakan dosa atau "kedurjanaan" apa yang dilakukan orang Amori itu. G.v. Rad [22] menunjuk kepada nats Imamat 18: 24-28. di mana pengusiran penduduk-asli diterangkan sebagai tindakan-hukuman Allah atas kekacauan dan tingkah-laku kawin-mawin [23] di antara masyarakat Kanaan. Sangkaan tersebut bersesuaian dengan gambaran yang diberikan tentang masyarakat Kanaan di lain tempat (Kejadian 9 :22, 25: 13: 13, 18:20: 19 :4-5, 7-8) Pelanggaran kesucian perkelarninan dan pemutarbalikan (pemalsuan) hubungan-kedua-jenis-kelamin manusia itu merongrong sampai mengganyang tenaga-tenaga jasmani ataupun rohani sesuatu rakyat, sehingga bangsa itu dimatangkan untuk kerusakan, untuk kebinasaan dan penghapusan (peniadaan).
Catatan :
[17] Lihat janji yang serupa itu kepada Yakub: "Aku akan membawa engkau kem bali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu" (Kejadian 28: 15).
[18] Bandingkan Kejadian 48:22; Yosua 10:5; Hakim 1:35; Yosua 7:7; 10:12; 24:15; Hakim 11:21, Amos 2:9-10; Yehezkiel 16:3; perhatikanlah ayat 19-21, di mana disebut kan nama masing-masing bangsa yang termasuk "orang Amori'' itu di dalam suatu" daftar-tersusun".
[19] "It has been suggested that the Canaanit es and the Amorites may be regarded as in reality identical" (A. Haldar , art. "CANAANITES" ID (A-D), hl. 495). Secara historis orang Amori dalam Alkitab itu tidak dapat dipisahkan dari orang "Arnurru" yang seringkali disebutkan dalam naskah-naskah Asyur (Akkad), pertama kalinya oleh raja Sargon (2400 sM). Amurru Ibukotanya adalah kota Mari dekat ke tepi sungai-hulu Efrat. Kota Mari kuno ("Tell Hariri" sekarang letaknya 10,8 km ke sebelah barat-laut kota Abu-Kemal di perbatasan Siria-Iraq) digali-sodok oleh Andre Parrot atas nama Museum Louvre di Paris dari 1933-1939 dan dari 1951-1956.
[20] Lihat Koehler-Baumgartner, Lexicon in veteris testamenti libros, hl. 689.
[21] Bahwa perkataan "SYALEM" (sempurna, utuh, lengkap) berhubungan dengan ukuran-berat (batu-timbangan), terbukti dari Ulangan 25:15; Amsal 11:1
[22] Lihat G.v Rad, Genesis,hl.182.
[23] Imamat 18: 24-28 haruslah dilihat dalam hubungan kalimat Imamat18:6-23.
Ayat 17
Di dalam ayat 17-18 berita tentang wahyu (theophani) yang dimulai dalam ayat 7-12 diteruskan (disambung) lagi. Dengan jelas hal itu dinyatakan dalam ayat 17: Ketika matahari telah terbenam. Ungkapan ini sangat cocok berbalasan dengan ayat 12 (Menjelang matahari terbenam).
"dan hari menjadi gelap [24], maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi: Gejala-api adalah ciri-ciri wahyu (theophani) Allah Israel [25]. Api yang menyala menyatakan hadlirat Allah sendiri. Kemuliaan Allah berkilauan dan menyinari kegelapan di sekitarNya (Mazmur 105: 39) dan kedahsyatan dan kengerian Allah memakan (mengganyang) habis-habisan segala sesuatu yang menentang Dia (Mazmur 97: 3). Api yang menyala itu ialah tanda juga untuk Allah yang bernyawa (hidup), yang bertindak, menyucikan, membersihkan, merusakkan. (Suatu tugu-logam atau ukiran-kayu adalah mati; tidak dapat bergerak!).
"perapian yang berasap", Bahasa Ibrani memakai kata Ibrani תנור - TANUR [26] yang juga dipakai dalam bahasa lndonesia. TANUR adalah dapur-pembakar roti. Bentuknya berupa kerucut (dari tanah liat) yang puncaknya dipotong. Titik-perbandingan di sini agak kurang jelas. (Istilah itu mungkin sangat kuno). Pengolahan-roti tidak disinggung oleh gambaran ini, karena api, bahan-pembakar dan asap, disapu keluar dari tanur, sebelum adonan dilekatkan pada dinding tanur, baik dari dalam maupun dari luar. Barangkali kita tidak boleh bertanya apa artinya [27] gambaran ini, sebab penglihatan itu teta p tinggal penuh rahasia; di dalam penyataanNyapun Allah tinggal tersembunyi. Penulis tidak berkata: Api itu adalah Allah, dapur itu adalah Allah, suluh itu adalah Allah. Abraham tidak melihat rupa Allah (Gunkel); semuanya adalah perbandingan (Ayub 4:16: "rupanya tidak dapat kukenal"; "seperti" (Yehezkiel 1:26, 27, 28). Tetapi istilah "perapianyang berasap" mengatakan bahwa api yang menyala ada di dalam TANUR itu. Tanda kehadiran Allah yang hidup! (theofani)
"beserta suluh [28] yang berapi": Suluh adalah tanda keselamatan (Yesaya 62: I); tokoh-tokoh yang memikul singgasana Allah dalam theophani (penyataan dari Allah) kepada Yehezkiel (!) adalah berupa suluh (pedamaran Yehezkiel 1:13). Terlebih baik kita mengartikan "suluh yang berapi itu" seperti dalam Keluaran 20:18 (Wahyu Allah di atas Tur Sina!) sebagai "kilat sabung-menyabung", yaitu tanda-bukti kehadiran Allah, kehadiran yang mengerikan.
"lewat di antara potongan-potongan daging itu". Menurut Yeremia 34: 18b, peserta dalam perjanjian itu haruslah bersama-sama melewati "jalan darah" di antara belahan-belahan itu, hal itu termasuk acala pengikatan-perjanjian sebagai bangian-pokok.
Perhatikanlah, bahwa gejala-api itu sendirian saja melewati jajan di antara belahan-belahan itu. Allah sendiri semata-mata berdaulat dan berwibawa untuk menetapkan dan mendirikan (mengikat) perjanjian itu: Perjanjian itu adalah pendirian dan itikad Allah semata-mata. Abraham hanya secara pasif melihat, memandang, mengamat-amati wahyu itu di dalam penglihatan. Abraham hanya penerima saja. Allah menggadaikan dan mempertaruhkan nyawaNya sebagai jaminan untuk kebenaran (keamanan) firman-Nya (perjanjian-Nya),
Abraham masih buta-huruf; ia tidak boleh membaca atau menulis surat-persetujuan atau surat-jaminan. Tetapi di dalam penglihatan itu Allah memperlihatkan (membuktikan) kepada mata Abraham, dengan perantaraan acara-adat yang cukup dikenal olehnya, bahwa Allah bersumpah setia terhadap kewajiban-kewajiban yang diletakkan oleh perjanjian Nya; Allah bersumpah demi nyawaNya sendiri; jika Allah melupakan kewajiban-kewajiban yang diletakkan oleh perjanjian itu, Jika la melanggar perjanjian Nya maka la berutang-nyawa. Tidak ada sesuatu syarat atau kewajiban pun yang dituntut dari pihak Abraham; Allah mengikatkan diri kepada perjanjianNya untuk kepentingan (guna) Abraham.
Demikianlah Allah merendahkan diriNya untuk menghampiri dan mendekati dan memperteguh hati manusia yang percaya itu. sehingga Ia mempergunakan bentuk-bentuk perkataan dan rupa-rupa perlakuan acara adat yang dikenal oleh manusia. Sebenarnya Allah tidak dapat mati; dan firmanNya adalah berlaku dan aman, tetap dan benar, tanpa segala sumpah dan acara-adat. Ya adalah ya; dan bukan adalah bukan.
Catatan :
[24] Bandingkan Kejadian 15:12. Dalam ayat 17 ini kita mendengar kembali tentang "matahari telah terbenam dan hari menjadi gelap". Tentang penglihatan pada malam-hari, Kita mendengar adanya senja-kala, berarti bahwa peristiwa-peristiwa yang mendahului itu terjadi pada siang hari.
[25] "TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang "cemburu." (Ulangan 4:24); Ulangan 9:3; Ibrani 12:29; Yesaya 33:14. Biasanya Allah bukanlah sama dengan api, tetapi menjilat dari mulutnya (Mazmur 18 :9). api berjalan di hadapanNya (Mazmur 50:3; 97:3). Api adalah apa yang kelihatan daripada YHVH, kelihatan Nya , kemuliaanNya kedahsyatanNya. YHVH "turun atas gunung Sinai dalam api" (Kejadian 19:18; bandingkan Ulangan 4:12; 5:20); malaikat-Allah memperlihatkan diri kepada Musa sebagai nyala-api (Keluaran 3:2,6); tiang-api (Keluaran 13 :21; 14:24; Bilangan 14:14; Nehemia 9:12, 19), yang menyertai orang Israel dalam perjanjian mereka, menyatakan hadiirat Allah yang menyinari langkah mereka di dalam kegelapan. Allah menyatakan diri kepada Elia dan nabi-nabi Baal di atas gunung Karmel dengan perantaran api (l Raja 18 :24, 38; tetapi Allah sendiri bukanlah api, 1 Raja 19 :12!). Api adalah pelayanNya (Mazmur 104:4; lbr 1:7; firmanNya seperti api (Yeremia 23 :29; 5:14; 20 :9); lihat juga Bilangan 9:15-16; Ulangan 1:33; Mazmur 78:14; 105:39; Yesaya 4:5 (bandingkan E.M Good, art. "FIRE" dalam ID (E-J), hl. 268-269).
[26] Lihat Kejadian 15:17; Keluaran 7:18 (8:3); Imamat 2:4; 7:9; 11:35;26:26, Yesaya 31:9; Hosea 7:4,6-7; Maleaki 3:19 (4:1);.Mazmur 21:10; Ratapan 5:10.
[27] Barangkali dapat dicari hubungan-maknanya sbb.:
1. Menurut Yesaya 31: 9 "Tuhan mempunyai api di Sion dan dapur perapian (= TANUR) di Yerusalem", ayat itu mengemukakan Yerusalem sebagai tempat kehadiran Allah yang hidup.
2. Menurut Mzrn 21:10 dan Mal 3:19 (4:1), dapur (TANUR) adalah tempat penghukuman musuh raja Israel dan segala orang sombong. (Bandingkan Kejadian 19 :28, walaupun di sana dipergunakan kata yang lain untuk dapur).
3. Suatu kemungkinan yang ketiga ialah hubungan dengan dapur pelebur, di mana Allah selaku pandai besi melebur dan memurnikan Israel (Yesaya 6:27-30; Yehezkiel 22:17-22; Amsal 17:3, Mazmur 6610; Yesaya 48:10; Amsal 27:21; Ulangan 4:20; 1 Raja 8:51; Yeremia 1i:4; Zakharia 13.9; Maleakhi 3: 3).
[28] Suluh ("LAPID"): Hakim l5:4 Yesaya 62:1; Hakim 7:16,20; Yehezkiel 1:13; Nahum 2 :5; Ayub 41:10 (11) ;Zakharia 12:6; Daniel 10:6, perhatikanlah bahwa istilah itu dipergunakan juga untuk halilintar (kilat, mata-petir) dalam Keluaran 20 :18. Nats terakhir ini meneguhkan hubungannya dengan kehadiran Allah di dalam theophani.
Ayat 18 :
Ayat ini menyimpulkan dan memberitakan dengan ringkas intisari dari seluruh theophani itu: ''Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian (harfiah : "menyembelih perjanjian") dengan Abraham Kalimat ini adalah laporan dari pengarang. Ia tidak boleh lehih lanjut berbicara tentang Allah, seolah-olah Ia adalah manusia yang membutuhkan acara-adat besar-besaran untuk memastikan dan memperteguh janjiNya.
"Menyembelih perjanjian", suatu istilah yang dipergunakan juga di lain tempat dan pada masa ketika acara tersebut telah ditiadakan, adalah berasal dari acara-pengikatan-perjanjian yang diuraikan dalam Kejadian 15 ini.
serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan (Kukaruniakan. Kuanugerahkan, Kuhadiahkan) negeri ini: Di sinilah kita lihat bentuk yang asli dan ringkas dari isi perjanjian Allah [29] itu. Itulah sumpahNya. Hal itu Allah jamin dengan seluruh kekuasaanNya dan kasih-setiaNya. Jika perjanjian ini tidak ditepati, Allah bukan lagi Allah Israel; YHVH bukan lagi YHVH , Intisari Allah Israel adalah kesetiaan terhadap firmanNya (janjiNya). Inilah keadilanNya, kebenaranNya, kehormatanNya, bahwa la melakukan firman-Nya dan menepati janjiNya.
Mengenai arti dan kepentingan pemberian-tanah [30], lihat kata-pendahuluan pasal ini.
mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat:
Perbatasan Israel vang dilukiskan di sini adalah merupakan daerah Israel yang terbesar yang hanya dicapai pada masa raja Daud (2 Samuel 8: 1-14; 2 Samuel 10: 1-19). Perbatasan Israel biasanya dirumuskan dengan istilah "dari Dan sampai Bersyeeba" [31]. Kita dapat menyimpulkan dari rumusan itu, bahwa si penulis hidup pada masa Daud, ketika janji Allah telah diperluas dari daerah "dari dan sampai Bersyeba" menjadi Israel-Raya.
"sungai mesir" tidak dapat dipahamkan sebagai sungai Nil; Daerah kekuasaan Israel tak sampai sungai Nil. Yang dimaksudkan adalah "anak-anak sungai Mesir" (lihat Bilangan 34:5; batang-air Mesir, Yoshua 15:4, 47, 1 Raja 8:65, 2 Raja 24:7, Yesaya 27:12).
sungai-besar dipergunakan untuk Efrat dalam Kejadian 15:18 dan juga dalam Ulangan 1:7, 11:24, Yoshua 1:4 (sungai itu dipakai dalam. Kejadian 31:21; 36:37; Yosua 24:2). Yang dimaksudkan ialah sungai-hulu Efrat yaitu di mana daerah Hamat berbataskan sungai itu (2 Samuel 8:9,13; 10:16)
Catatan :
[29] Bandingkan Kejadian 13:15: "Seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu."
[30] Bandingkan Christoph Barth, Makna dari pemberian tanah kepada umat Israel, Jakarta, 1964.
[31] Bandingkan Hakim 20:1; 1 Samuel 3:20; 2 Samuel 3:10; 2 Samuel 17:11; 24:2,15; 1 Raja 5:5; lihat juga 1 Tawarikh 21:2; 2 Tawarikh 30:5.
Ayat 19 :
Orang Kain (Kenit): Suatu bangsa setengah-pengembara yang berkedudukan di sebelah selatan kota Arad [32], yakni di antara kota Arad dan gunung Usdum (Bilangan 24:21). atau lebih tepat antara Arab dan Kota Hazazon-Tamar [33] (kota Pohon-Korma) (Hakim 1:16). Mereka mencari nafkah sebagai pandai-besi, tukang-kaleng dan penempa (Kejadian 4:24 Tubal Kain). Menurut Hakim 4:11, Hobab, bapa mertua Musa, adalah seorang Kenit, I Samuel 15:6 berkata, bahwa orang Kenit menunjukkan kemurahan kepada bani Israel. Tetapi di sini mereka dianggap sebagai penduduk-asli yang akan diusir atau ditaklukkan oleh Israel.
orang Kenas (Kenizit): Mereka adalah bangsa penduduk Tanah-Negeb (negeb) bersama dengan orang Kaleb, Otniel, Yerahmeel (Yos 15:13-19; Hak 1:10-15; 1 Sam 27:10; 30:29). Mereka berlima (Kenit, Kenas, Kaleb, Otniel dan Yerahmeel) di kemudian hari meleburkan diri di bawah pimpinan Yehuda dalam negara Yehuda, setelah mereka bergabung dalam suatu persekutuan-ibadat, yang terdiri dari enam anggota sekitar Hebron [34]
orang Kadmon (orang Timur). Kata itu timbul hanya satu kali, yakni di sini semata-mata. Tetapi mereka dapat disamakan dengan bani-Kedem (Qedem) (bani Timur) yang disebutkan dalam Ayub 1:3; 18:20; Hakim 8: 10-12, 21, 26; 1 Raja 4:30-31 (5:10). Dalam Kejadian 25:6 disebutkan suatu "Tanah-Timur". Barangkali yang dimaksudkan ialah padang-gurun Siria-Arab, yakni daerah antara Biblos dan Tifsa [35]. Nama-nama anak Abraham dari Ketura (Kej 25:2-4) dan nama-nama orang bijaksana (l Raj 4:31 (5:11) bunyinya seperti bunyi bahasa Arab.
Catatan :
[32] Lihat Atlas Alkitab
[33] Lihat Atlas Alkitab
[34] Lihat penjelasan Kejadian 13:18
[35] Lihat Atlas Alkitab.
Ayat 20 :
orang Het (Hetit): Bangsa Hetit berkedudukan di Asia Kecil (Anatolia) dan membina suatu negara yang besar dan berkuasa sejak 1800 sM sampai 1200 sebelum-Masehi [36] Sesudah itu kuasanya dengan segera merosot. Tetapi kerajaan yang besar itu tidak mungkin dimaksudkan dengan nats kita ini, sebab kerajaan Hetit tak pernah menduduki Palestina. Walaupun begitu, Perjanjian Lama seringkali berbicara tentang orang Bet sebagai penduduk-asli-Palestina [37]. Beberapa orang berpendapat bahwa orang Het, yang dianggap Perjanjian Lama sebagai penduduk asli Palestina itu, merupakan sisa-sisa masyarakat kerajaan besar yang tersebar di seluruh Siria-Palestina [38].
orang Feris (perissi): Sebagai mana bangsa kita tidak mengetahui apa-apa mengenai orang Feris. Tetapi barangkali nama itu menandai orang penduduk dusun, berlainan dcngan orang Kanaan yang merupakan lapisan ksatria (feodal) di dalam kota [39].
orang Refaim (Raksasa) : Mereka telah disebutkan dalam Kejadian 14:5 sebagai penduduk kota Asyterot-Karnaim [40] yang letaknya di daerah Yordan-Timur, dekat sungai Yarmuk. Mereka disebutkan lagi dalam Ulangan 2:11, 20; 3 :11. 13; Yos 12:4; 13: 12 17: 15. Mereka disamakan dengan orang Enak (Ulangan 2:11). Terutama kehebatan senjata-senjatanya yang menakutkan orang Israel (1 Samuel 17 :5-7; 2 Samuel 21:16-22 (bani Rapha) ; 1 Tawarikh 20:4-8; (1 Tawarikh 11 :23). Ukuran-ukuran raksasa itu (bandingkan Ulangan 3:11) barangkali berhubungan dengan suatu kebudayaan-batu-besar (kebudayaan-Megalith) pada zaman-batu muda (Neolithikum) [41], sedikit-dikitnya di daerah Timur sungai Yordan.
Catatan :
[36] Pengetahuan kita mengenai kerajaan Hetit itu berasal dari penemuan penggalian-sodok di Bogazkoy, yakni runtuh-runtuhan dari "Hattusa" kuno, ibukota kerajaan Hetit; letaknya hampir lSG krn ke sebelah timur Ankam, ibukota negeri Turki. Lih. Atlas Alkitab, hl, 33/E 2 "Boghaz- Keui",
[37] Lihat Kejadian 23:3,5,7,10,16,18,20; 25:9-10; 26:34; 49:29-30; 50:13; Keluaran 34: 11; Ulangan 7:1; 20:17; Yosua 3 :10;9:1 dan lain-lain.
[38 Koehler-Baumgartner, Lexicon , hl. 343: "The Hittites mentioned in OT are scattered remainders of the empire of Hatti" - Uria perwira Daud, adalah seorang Het (2 Samurl 11 :3; 23:39) ;Salomo beristerikan seorang perempuan Het (I Raja 11:1 ).
[39 Lihat Kejadian 13:7 dan Atlas Alkitab.
[40] Lihat Kejadian 14:5 dan Atlas Alkitab
[41] Zaman-batu-muda (Neolithikum) dihitung di Palestina dari 6000 s/d 4000 sM. Mengenai hubungan berita ttg. orang"raksasa itu dengan kebudayaan-Megalith, lihat R.F. Schnell, art, "REPHAIM" dalam ID (R-Z), hl. 35.
Ayat 21:
Orang Amori : Biasanya adalah istilah pengumpul (istilah kolektif) untuk semua penduduk asli Kanaan; di sini a.l. dipergunakan sebagai nama satu bangsa. Bandingkanlah penjelasan Kejadian 15.16
Orang Kanaan : Biasanya istilah-pengumpul untuk semua penduduk asli Kanaan (lihat penjelasan Kejadian 13: 7). Di sini nama itu antara lain dipergunakan sebagai nama satu bangsa.
Nama Kanaan [42] bukan berasal dari bahasa Semit. melainkan dari bahasa Horit dan berarti: "Tanah-merah-bungur" (= Fenisia, Phoenizia). Kalau begitu, maka Kanaan dan Fenisia (Phaenizia) adalah searti, walaupun nama Yunani (Funisia] dipakai untuk suatu daerah yang jauh lebib sempit dari Kanaan : Tanah tepi Laut-Tengah dari pegunungan Karrnel di selatan sampai sungai "Eleutheros" (nahr-el-Kebir), lk 30 km di sebelah utara kota Tripolis, yaitu kira-kira sepanjang dan berbatasan pegunungan Ubanan (di sebelah timur).
Sebaliknya, tanah-Kanaan dipergunakan untuk seluruh daerah di sebelah barat sungai Yordan (Kejadian 12:5, Bilangan 33:51) termasuk sebagian dari Sina (sampai Ugarit (Ras-Syamra) atau muara sungai Orontes [43], yaitu dari Bersyeba sampai Selukia (Seleukia, Kisah 13:4) dekat Antiokhia), Di samping itu diperbolehkan lagi suatu penjelasan tentang arti nama Kanaan, yaitu dari bahasa Ibrani "qaneh'" = istilah pengumpul unt uk segala macam alang-alang dan buluh di tepi air. Jika kala Kanaan dapat diturunkan dari "Qaneh" itu, maka artinya adalah "Tanah-buluh"; hal itu dapat dihubungkan dengan "buluh-papyrus" (Cyperus papyrus L.) yang daripadanya dikerjakan papyrus (kerias-kuno) di kota Byblos (= biblos. biblion , Bibel)
orang Girgasi : Timbul tujuh kali (Kejadian 10: 16; 15 :21; Ulangan 7:1 , Yosua 3:10; 24:11 ; Nehemia 9: 8; 1 Tawarikh 1: 14) sebagai nama suku atau bangsa di dalam daftar penduduk-asli Palestina. Selanjutnya tidak diketahui apa-apa lagi [44].
orang Yebus: Mereka adalah tentu penduduk-asli kota Yerusalem. sebelum diduduki dan dinamai kembali oleh Daud (2 Samuel 5: 6, 13), (bandingkan Hakim 19:10-11: "sampai di daerah yang berhadapan dengan Yebus -- itulah Yerusalem": lihat juga 1 Tawarikh 11:4-5: "ke Yerusalem yaotu Yebus" : Yosua 18:28, Kejadian 10: 16). Mereka kita jumpai sebagai musuh Yosua dalam Yosua 10:5. KotaYebus itu lama tidak dapat diduduki (Yosua 15:63) [45]
Kesimpulan :
Ayat 19-21 membentangkan istilah "negeri ini" (ayat 18) secara besar: Di sini disebutkan sepuluh bangsa atau suku yang akan ditaklukkan di bawah Israel Demikian besarnya kasih Allah terhadap Abraham dan keturunannya (Israel). Demikian besarnya usaha Allah melaksanakan perjanjian Nya: Pada masa Abraham, hal itu haruslah dipandang sebagai sesuatu yang mustahil (bandingkan Kejadian 12.6; 13 7); pada masa Daud, hal itu telah menjadi kenyataan yang dapat dilihat.
Kedua bahagian pasal 15 ini, yaitu kesatuan ayat 1-6 dan kesatuan 7-21, adaiah amat beriainan [46], bahkan bertentangan. Dalam kesatuan yang pertama hanya ada pembicaraan dan peristiwa rohani dalam hati Abraham dan Allah; dalam kesatuan yang kedua dilakukan acara-adat, dan selama itu Abraham ketiduran. Dalam kesatuan yang pertama itu kepercayaan diperlihatkan sebagai keputusan hati yang diambil dengan sadar, dan sengaja; dalam kesatuan yang kedua itu kepercayaan diperlihatkan sebagai penerimaan perjanjian Allah dalam keadaan tak-sadar, tanpa segala kegiatan manusia. Abraham tidak berbicara sepatah katapun juga, melainkan diikut-sertakan oleh usaha dan kegiatan Anah semata-mata; Abraham diberi kepastian. Tetapi justru karena kelainan dan pertentangan kedua kesatuan itu, maka keduanya saling memperlengkapi dan memperlihatkan baik keaktifan maupun keepasifan kepercayaan, atau dengan. kata lain: baik kepercayaan selaku keputusan batin (rohani) manusia maupun kepercayaan selaku keputusan Allah atas pribadi manusia. [47]
Catatan :
[42] bahasa Mesir "Kyrn'nw"; bahasa Akkad "Kinahni" di dalam teks-teks Nuzi: "Kinnahhu"; "kina" berarti dalam teks-teks Nuzi "Merah-bungur" atau ungu-muda , yaitu artinya: tanah-warna-bungur", tanah (wol) ungu- ungu-muda. Kita mengetahui, bahwa di kota Byblos (Gebal) terdapat perusahaan yang mencelup wol-kambing di dalam celup an ungu-muda yang diperoleh dari semacam siput (keong), yaitu yang bernama Murex brandaris; nama itu searti dengan nama Yunani Phoenizia (tanah merah-bungur, dari kata sifat "phoinos") ; lihat Koehler-Baurngartner Lexicon, hl, 444 dan art. "CANAAN", "CANAANITES", "PHOENICIA". "PURPLE", "REED", "PAPYROS", di dalam Interpreter's Dictionary.
[43] Lihat Atlas Al kitab, bandingkan art. "CANAAN", ID (A-D) hal 494.
[44] Girgasi (dalam naskah Hetit "Qaraqisya") barangkali berarti "penganut (ger) (dewa) Gesy" suatu dewa-terang dari bangsa Su mer, Di dalam Perjanjian Baru istilah "Gerasa" (Lukas 8: 26), "Gadara" (Matius 8 :28; Markus 5: 1) (= Gergeseni, Matius 8:28) barangkali berhubungan dengan nama Girgasi (P.L). Bandingkan art. "GIRGASHITE" dalam ID(E-J), hl. 399.
[45] Lihat art. "YEBUS" , ID (E-J), hl. 807/808.
[46] Tentang uraian-uraian yb., lihat. Gv. Rad, Genesis, hl. 184/185: "The inner diversity of the two sections now combincd in ch. I 5 is as great as possible. The latter is an actual narrative of real events: the former contains a minimum action. The former represerrtation be gan in the spiritual vein and ended with the statement of a surely mental occurence on the part of Abraham first and Yahweh second, (v.6).In YS. 7 ff on the other hand the representation quickly departed from the initial conversation and procee ded to the making of the covenant. Accordin gly, in the first part Abraharn's inner nature engaged our att ention to a maxirnum degree, for this faith is underst ood as a decision made in complete consciousness. In the second part, howevcr, A braharn's consciousness with all sensual apprehension is cornpletely extinguished , and God's corning as well as his act receive our sole attention. Without doubt the two parts are cornpletely different as regards both their origin and their literary nature. Verses 1-6 are quite theologically reflective and drive from a period when matters of faith were a problem. Verses 7-18 are very ancicnt tradition from the patriarchal period itself. But who would deny that both parts, preciselyin their dialectical contrast regarding the human attituude toward the 'proffered salvation, present in an exem plary and V1VId fashion the activity and passivity of the person called?" (Gerhard v. Rad, Genesis, hl. 184/185).
[47] Tentang keaktipan dan kepasifan kepercayaan, lihat. 1 Yohanes 4:19 mengasihi-dikasihi); 1 Korintus 13: 12 (mengetahui - diketahui); Filipi 3:12 (memegang - dipegang); Filipi 2;12b-13a (mengerjakan - dikerjakan): 2 Korintus '1-:6 (menerangkan - diterangkan (bercahaya); Galatia 5; 1 (berdiri dengan kemerdekaan - dimerdekakan oleh Kristus); 2 Korintus 1:4 (menghiburkan - dihiburkan); Efesus 4:32 (mengampuni - diampuni); Efesus 5:2 (berjalan di dalam kasih - dikasihi Kristus) (Sebagian dari nats-natas ini penulis terima dari Zr C. Anstadt-Mentawai).
Sumber :
Walter Lempp, Kitab Kejadian 12:4-25:18, BPK Gunung Mulia, 2003, hlm 134-144.
NAZAR YEFTA (Hakim 11 : 30)
TANYA :
Quote:
Bagaimana dengan korban Putri Yefta (Hak 11 : 30), bukankah ada larangan mengorbankan manusia dalam Perjanjian Lama?
JAWAB :
Hakim-Hakim 11:29-40
11:29 Lalu Roh TUHAN menghinggapi Yefta; ia berjalan melalui daerah Gilead dan daerah Manasye, kemudian melalui Mizpa di Gilead, dan dari Mizpa di Gilead ia berjalan terus ke daerah bani Amon.
11:30 Lalu bernazarlah Yefta kepada TUHAN, katanya: "Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku,
11:31 maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran."
11:32 Kemudian Yefta berjalan terus untuk berperang melawan bani Amon, dan TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangannya.
11:33 Ia menimbulkan kekalahan yang amat besar di antara mereka, mulai dari Aroër sampai dekat Minit -- dua puluh kota banyaknya -- dan sampai ke Abel-Keramim, sehingga bani Amon itu ditundukkan di depan orang Israel.
11:34 Ketika Yefta pulang ke Mizpa ke rumahnya, tampaklah anaknya perempuan keluar menyongsong dia dengan memukul rebana serta menari-nari. Dialah anaknya yang tunggal; selain dari dia tidak ada anaknya laki-laki atau perempuan.
11:35 Demi dilihatnya dia, dikoyakkannyalah bajunya, sambil berkata: "Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar kepada TUHAN, dan tidak dapat aku mundur."
11:36 Tetapi jawabnya kepadanya: "Bapa, jika engkau telah membuka mulutmu bernazar kepada TUHAN, maka perbuatlah kepadaku sesuai dengan nazar yang kauucapkan itu, karena TUHAN telah mengadakan bagimu pembalasan terhadap musuhmu, yakni bani Amon itu."
11:37 Lagi katanya kepada ayahnya: "Hanya izinkanlah aku melakukan hal ini: berilah keluasan kepadaku dua bulan lamanya, supaya aku pergi mengembara ke pegunungan dan menangisi kegadisanku bersama-sama dengan teman-temanku."
11:38 Jawab Yefta: "Pergilah," dan ia membiarkan dia pergi dua bulan lamanya. Maka pergilah gadis itu bersama-sama dengan teman-temannya menangisi kegadisannya di pegunungan.
11:39 Setelah lewat kedua bulan itu, kembalilah ia kepada ayahnya, dan ayahnya melakukan kepadanya apa yang telah dinazarkannya itu; jadi gadis itu tidak pernah kenal laki-laki. Dan telah menjadi adat di Israel,
11:40 bahwa dari tahun ke tahun anak-anak perempuan orang Israel selama empat hari setahun meratapi anak perempuan Yefta, orang Gilead itu.
Yefta adalah setengah keturunan Kanaan yang mengikuti adat-istiadat Kanaan. Dalam persoalan ini, penulis Hakim-Hakim tidaklah membenarkan tindakannya; apa yang tertulis dalam kitab ini hanya memandang dan mencatat peristiwa selaku gejala yang berlaku dalam masyarakat pada suatu zaman ketika ’setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri’ :
Hakim-hakim 17:6/ Hakim-hakim 21:25
Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.
Pengorbanan manusia ala kafir, dilarang keras bagi Israel, namun Yefta yang mempunyai kebiasaan kafir ini melakukannya juga.
Bandingkan dengan :
* Imamat 18:21
Janganlah kauserahkan seorang dari anak-anakmu untuk dipersembahkan kepada Molokh, supaya jangan engkau melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah TUHAN.
* Imamat 20:2-5
20:2 "Engkau harus berkata kepada orang Israel: Setiap orang, baik dari antara orang Israel maupun dari antara orang asing yang tinggal di tengah-tengah orang Israel, yang menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh, pastilah ia dihukum mati, yakni rakyat negeri harus melontari dia dengan batu.
20:3 Aku sendiri akan menentang orang itu dan akan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya, karena ia menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh, dengan maksud menajiskan tempat kudus-Ku dan melanggar kekudusan nama-Ku yang kudus.
20:4 Tetapi jikalau rakyat negeri menutup mata terhadap orang itu, ketika ia menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh, dan tidak menghukum dia mati,
20:5 maka Aku sendiri akan menentang orang itu serta kaumnya dan akan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya dan semua orang yang turut berzinah mengikuti dia, yakni berzinah dengan menyembah Molokh.
* Ulangan 12:31
Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap TUHAN, Allahmu; sebab segala yang menjadi kekejian bagi TUHAN, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka bagi allah mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi allah mereka.
* Ulangan 18:10
Di antaramu janganlah didapati seorang pun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir,
Kenyataan kurban manusia disini adalah sekunder dari tema nazar Yefta yang tidak dapat ditarik kembali. Sekali nazar itu dibuat dan harus dipenuhi. Kisah ini mungkin dimaksudkan untuk menunjukkan akibat yang patut disayangkan karena ketidakpercayaan akan kebaikan TUHAN untuk membebaskan Israel, sehingga Yefta pikir ia harus 'bernazar' supaya keinginannya berhasil. Dan sebenarnya tidak perlu ada praktek seperti orang kafir ini. Kisah Yefta ini juga bisa diartikan bahwa kita tidak boleh bernazar sembarangan, harus dipertimbangkan betul. Atau lebih baik tidak bernazar sama sekali :
* Pengkhotbah 5
Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya.
* Amsal 20:25
Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan "Kudus", dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar.
Blessings,
BP
April 26, 2006
Sumber :
Dianne Bergant, Robert J Karris, Tafsir Alkitab Perjanjian Lama, p 262,
Dan sumber-sumber lain.
ARTIKEL TERKAIT :
Memahami Ucapan Yang Sulit Dalam Perjanjian Lama, 26: Yefta Melakukan kepadanya Apa yang telah Dinazarkannya, di 26-yefta-melakukan-kepadanya-apa-yang-telah-dinazarkannya-vt1662.html#p6589
Tuduhan : Pengorbanan Manusia di Alkitab Kristen, di ritual-pengorbanan-manusia-di-alkitab-kristen-vt1154.html#p3583
Top
eddyk Post subject:
Posted: Fri Nov 16, 2007 2:49 pm
Sahabat SP
Joined: Mon Jun 26, 2006 8:50 am
Posts: 47 Menjadi pemikiran saya :
Apakah Nazar yang tidak sesuai/bertentangan dengan FT harus dilaksanakan....????
Spt dalam kasus Yefta ini...?? (dengan asumsi benar Yefta mempersembahkan anaknya sebagai korban bakaran).
Mengenai apakah Yefta benar mempersembahkan anaknya sebagai korban bakaran, ada dua tafsir yang berbeda. Satu menyatakan bahwa Yefta mempersembahkan anaknya sbg korban bakaran dan tafsir lainnya mengatakan bahwa anaknya dipersembahkan hidupnya dengan seumur hidupnya tidak menikah dan menjadi nabiah di rumah Tuhan.
Saya pribadi lebih setuju dengan tafsir yang kedua.
Dibawah ini saya cuplikan jawaban atas pertanyaan yg sama :
Pertama, sampai sekarang dalam mencermati tentang
”nazar Yefta” ini masih ada dua pandangan yang
sama-sama punya alasan, yaitu :
1. Pandangan yang menolak bahwa Yefta sungguh-sungguh
mempersembahkan anaknya untuk korban bakaran.
Alasannya adalah sebab berkali-kali Allah dengan keras
melarang mempersembahkan manusia sebagai korban
bakaran (Im 18:21; 20:2-5; Ul 12:31; 18:10). Tentu
sama sekali tidak pernah terbayangkan oleh Yefta atau
orang Israel mana pun bahwa dia dapat menyenangkan
Allah dengan melakukan kekejian. Apalagi Yefta adalah
seorang hakim. Yang dilakukan Yefta dalam
mempersembahkan anaknya itu lebih menunjuk kepada
praktek penyerahan anak untuk melayani Tuhan seumur
hidupnya. Andaikata Yefta telah melakukan tindakan
keji, maka namanya tidak akan pernah tercatat sebagai
salah satu pahlawan iman (Ibr 11).
2. Pandangan yang menerima bahwa Yefta sungguh-sungguh
mempersembahkan anaknya untuk korban bakaran.
Alasannya sekalipun Yefta seorang hakim tetapi
persetujuan Allah atas seseorang di satu bidang tidak
menjamin persetujuannya di segala bidang. Contohnya
Daud, seorang yang diurapi tetapi tidak semua
tindakannya bisa menjadi teladan bagi orang percaya.
Yefta mengetahui hukum Musa tetapi tidak menjamin
bahwa apa yang ia tahu selalu ia lakukan. Jika
pengorbanan Yefta itu diartikan dengan penyerahan
anaknya untuk kehidupan melajang, tak satu kata pun
dalam bacaan itu yang mengatakannya. Sebenarnya Yefta
bisa membayar pengganti pengorbanan anaknya itu dengan
uang (Im 27:1-8) tetapi Yefta tidak melakukannnya.
Top
danielyuwono Post subject: Re: NAZAR YEFTA (Hakim 11 : 30)
Posted: Tue Mar 17, 2009 10:45 am
Sahabat SP
Joined: Thu Feb 19, 2009 4:21 am
Posts: 76 mo tanya pak BP
kalo misalnya...misal nya lho pak. misal nya bener Yefta itu mau menyerahkan anak nya jadi korban bakaran, apa itu korban bakaran buat TUHAN?
lalu apa TUHAN mau menerima korban bakaran berupa manusia?
misalnya pun benar anak nya akan jadi korban bakaran, mengapa TUHAN mengabulkan nazar yang akan mengakibatkan dosa seperti itu dengan membuat kemenangan perang Yefta?
dari banyak sekali ayat yang Tuhan melarang dan tidak mau lagi praktek persembahan dan pembakaran manusia. asumsi saya lebih kepada pendapat ke 2 yang ditulis pak EDDYK, bahwa anak nya itu dipersembahkan ke bait TUhan seperti HANNA mempersembahkan SAMUEL sebagai korban nazar nya.
bagaimana pendapat pak BP. terimakasih ^_^
GBU
Pasangan yang Tidak Seimbang, 2 Kor. 6:14
Ayat :
* 1 Korintus 6:14
LAI TB, Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
KJV, Be ye not unequally yoked together with unbelievers: for what fellowship hath righteousness with unrighteousness? and what communion hath light with darkness?
TR, μη γινεσθε ετεροζυγουντες απιστοις τις γαρ μετοχη δικαιοσυνη και ανομια τις δε κοινωνια φωτι προς σκοτος
Translit interlinear, mê {janganlah} ginesthe {kamu menjadi} heterozugountes {(pasangan yang) memakai kuk yang berbeda} apistois {dengan (orang2) yang tidak percaya} tis {apa} gar {sebab} metokhê {bersatu} dikaiosunê {kebenaran} kai {dan} anomia {kedurhakaan/ (mental) tanpa hukum/ tidak mengindahkan hukum} tis {apa} de {juga} koinônia {persekutuan/ hubungan erat} phôti {terang} pros {menuju/ dengan} skotos {kegelapan}
bandingkan :
* Imamat 19:19
LAI TB, Kamu harus berpegang kepada ketetapan-Ku. Janganlah kawinkan dua jenis ternak dan janganlah taburi ladangmu dengan dua jenis benih, dan janganlah pakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan.
KJV,
KJV, Ye shall keep my statutes. Thou shalt not let thy cattle gender with a diverse kind: thou shalt not sow thy field with mingled seed: neither shall a garment mingled of linen and woolen come upon thee.
Hebrew,
אֶת־חֻקֹּתַי תִּשְׁמֹרוּ בְּהֶמְתְּךָ לֹא־תַרְבִּיעַ כִּלְאַיִם שָׂדְךָ לֹא־תִזְרַע כִּלְאָיִם וּבֶגֶד כִּלְאַיִם שַׁעַטְנֵז לֹא יַעֲלֶה עָלֶיךָ׃ פ
Translit, 'ET-KHUQOTAY TISYMORU BEHEMTEKHA LO-TARBI'A KILAYIM SADKHA LO'-TIZRA KILAYIM UVEGED KILAYIM SYA'ATNEZ LO YA'ALEH 'ALEIKHA
Septuaginta, τον νομον μου φυλαξεσθε τα κτηνη σου ου κατοχευσεις ετεροζυγω και τον αμπελωνα σου ου κατασπερεις διαφορον και ιματιον εκ δυο υφασμενον κιβδηλον ουκ επιβαλεις σεαυτω
Translit, TON NOMON MOU PHULAXESTHE TA KTÊNÊ SOU OU KATOKHEUSEIS HETEROZUGÔ KAI TON AMEPELÔNAI SOU OU KATASPEREIS DIAPHORON KAI HIMATION EK DUO HUPHASMENON KIBDÊLON OUK EPIBALEIS SEAUTÔ
* Ulangan 22:10
LAI TB, Janganlah engkau membajak dengan lembu dan keledai bersama-sama.
KJV, Thou shalt not plow with an ox and an ass together.
Hebrew,
לֹא־תַחֲרֹשׁ בְּשֹׁור־וּבַחֲמֹר יַחְדָּו׃ ס
Translit, LO-TAKHAROSY BESYOR-UVAKHAMOR YAKHDAV
Septuaginta, ουκ αροτριασεις εν μοσχω και ονω επι το αυτο
Translit, OUK APOTRIASEIS EN MOSKHÔ KAI ONÔ EPI TO AUTO
Catatan :
Kata bahasa Yunani untuk "menjadi pasangan yang tidak seimbang" adalah ετεροζυγεω – heterozugeô. Dalam Perjanjian Lama bahasa Yunani (Septuaginta) ετεροζυγεω – heterozugeô ini digunakan untuk melarang pengawinan ternak dengan jenis ternak yang berbeda (Imamat 19:19). Dari penggunaan kata bahasa Yunani ini timbullah arti "salah menjodohkan " yang digunakan oleh beberapa terjemahan untuk teks kita (Alkitab versi RSV. NEB, "Jangan kamu berpasangan dengan orang-orang yang tidak percaya; mereka bukan pasangan yang cocok bagimu").
Kata Yunani μετοχη -metokhê, yang diterjemahkan dengan "bersatu" hanya terdapat disini di seluruh Perjanjian Baru; maknanya ialah"berbagi, keterlibatan".
Kata Yunani ανομια - anomia, diterjemahkan menjadi "kedurhakaan" dalam LAI TB, sesungguhnya bermakna "liar tanpa hukum" (mental tanpa hukum/ tidak mengindahkan hukum). Bandingkan Ibrani 1:9 untuk melihat kontras yang sama.
Kata "Persamaan" dalam terjemahan LAI TB (seharusnya persekutuan, karena dari kata κοινωνια - koinônia, maksudnya adalah hubungan erat, seperti dalam ikatan pernikahan atau hubungan rohani dengan Allah (bandingkan 2 Korintus 13:14, 1 Korintus 1:9; 1 Yohanes 1:3,6). Perbedaan atara "terang" dengan "gelap" terutama menonjol dalam tulisan-tulisan dalam PB (bandingkan Yohanes 1:5; 3:19; Efesus 5:7,11; Kolose 1:12,13; 1 Yohanes 1:6-7; 2:10-11).
Penjelasan :
Perintah ini dapat dimaknakan menjadi "Hentikan kebiasaanmu menjadi terikat secara heterogen dengan orang-orang yang tidak percaya kepada Kristus". Prinsip ini mengacu balik kepada Taurat yang diturunkan kepada Musa (bandingkan Imamat 19:19, Ulangan 22:10). Orang-orang Kristen adalah "ciptaan baru" ( 2 Korintus 5:17); secara rohani orang Kristen tidak boleh bersatu dengan orang yang belum percaya yang mati secara rohani (Efesus 2:1). Prinsip ini digunakan oleh Paulus untuk menekankan bahwa tidak boleh dan sungguh bertentangan bila orang beriman merupakan pasangan yang tidak seimbang (menikah) dengan orang yang tidak beriman kepada Yesus Kristus.
Menurut Perjanjian Baru ada dua golongan manusia, yaitu :
- Orang yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus
- Orang yang tidak beriman kepada Tuhan Yesus Kristus
Kedua golongan di atas bertentangan satu sama lain (lihat 1 Korintus 5:10-11).
Bagaimanakah prinsip ini memperngaruhi kita dan bagaimanakah kita menuruti prinsip ini? Janganlah orang yang beriman kepada Kristus terikat/ berhubungan dengan orang yang tidak beriman kepada Kristus. Prinsip ini bukan berarti bahwa kita tidak boleh sama-sekali bergaul dengan orang yang tidak percaya kepada Kristus dalam kehidupan kita sehari-hari. Prinsip ini berarti bahwa kita tidak boleh menikah dengan orang yang tidak beriman kepada Tuhan Yesus Kristus.
Pada saat Rasul Paulus menerapkan prinsip ini, ada banyak kesalahan besar di dalam Jemaat Korintus ini, yaitu, banyak orang Kristen menikah dengan orang yang tidak berimankepada Kristus, dan orang itu kemudian ditarik untuk tidak lagi menuruti Firman Tuhan dan bahkan beribadah kepada ilah-ilah lain.
Tambahan pula, orang Kristen itu ditarik kepada hal-hal duniawi sehingga ia meremehkan Firman Tuhan dan prinsrip-prinsip Kristiani yang lain. Ia seperti lembu dan keledai yang merupakan pasangan tidak seimang. Atau ia seperti lembu dan keledai yang memakai kuk, ikatan/pikulan di leher (sebagai lambang dari hukum) yang berbeda. Pernikahan semacam ini seringkali melemahkan orang Kristen untuk tidak lagi setia kepada keimanannya.
Ada memang orang Kristen yang menikah dengan orang yang bukan Kristen dengan harapan lambat laun ia akan membawa pasangannya kepada Kristus. Tapi biasanya kerinduan yangbaik itu menjadi sia-sia, dan orang Kristen itu sendiri mulai menjadi suam dan sesudah itu ia makin jauh dari Tuhan (lihat 1 Korintus 7:12-15). Supaya jangan tersesat, baiklah orang yang belum percaya itu percaya lebih dulu kepada Kristus, setelah itu mereka baru boleh menikah.
Prinsip tsb juga berlaku dalam hubungan antara orang Kristen dan orang yang tidak percaya, misalnya : dalam hal berdagang, tidak boleh terikat dengan orang-orang yang tidak percaya. Sebab orang yang tidak percaya itu dapat membujhuk orang-orang Kristen untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Selain itu, janganlah seorang Krosten masuk ke dalam tempat penyembahan berhala dan makan-minum bersama orang yang tidak beriman kepada Kristus di tempat itu (1 Korintus 10:27 dan seterusnya). Orang Kristen juga tidak boleh mendakwa seorang Kristen di hadapan hakim yang tidak percaya Kristus ( 1 Korintus 6:4-5 dan seterusnya).
Setiap pergaulan yang mencemarkn dan menarik orang Kristen dari Kristus dan firmanNya, haruslah ditolak. Orang Kristen tidak boleh menurunkan derajat iman Kristen atau kesucian Injil Kristus Yesus, demi pergaulan dengan dunia ini.
Maksud dari prinsip-prinsip yangh dikemukakan Rasul Paulus di hadapan jemaat Korintus ini, didasarkan telah begitu hebatnya pengaruh keduniawian/ ketidaksetiaan kepada iman yang meracuni kehidupan Jemaat tersebut. Prinsip-prinsip tersebut diterapkan tidak lain untuk menetapkan kesucian hidup di antara orang-orang Kristen: "Sebab persamaan apakah terdapat diantara kebenaran dan kedurhakaan?" Tentu tidak ada. "Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?". Tentu tidak dapat. Sama seperti hal-hal yang telah disebutkan itu tidak dapat dipersatujan, semkianlah Rasul Paulus memberikan pengajaran di hadapan Jemaat Korintus bahwa Orang Kristen tidak dapat dipersatukan dengan orang yang tidak beriman kepada Kristus.
Kiranya pengajaran diatas menjadi suatu pertimbangan yang mendasari setiap tindakan kita,untuk setia dengan iman kita.
Artikel terkait :
Memahami dan Menafsirkan Ucapan Paulus Yang Sulit, 31: Pasangan yang Tidak Seimbang, di 31-pasangan-yang-tidak-seimbang-vt1256.html#p3959
Catatan :
Penjelasan diatas adalah pengupasan khusus 1 Korintus 6:14 dalam konteksnya dan keadaan krusial yang terjadi dalam jemaat di Korintus terhadap lingkungannya. Sehingga Rasul Paulus perlu menerapkan suatu sikap yang tegas diberlakukan dalam Jemaat tsb.
Dalam kehidupan manusia banyak sekali macam problem hubungan. Sehingga 1 Korintus 6:14 tidak dapat dijadikan suatu legitimasi yang dapat melarang suatu hubungan kasih atau keluarga dalam keadaan tertentu. Ada yang sudah terlanjur menjadi keluarga, ada yang saling mengasihi dan tidak terpisahkan. Karena itu, orang percaya yang sudah hidup bersama dengan yang tidak percaya, jangan mencari jalan untuk memecah-belah pernikahan atau rumah tangga itu. Apa lagi, oleh karena suami atau istri itu adalah orang percaya, maka ia bisa mempunyai pengaruh yang khusus sehingga pasangannya itu dapat dibimbing untuk menerima Kristus (bandingkan dengan 1 Petrus 3:1-2). Penjelasan selanjutnya dapat dibaca dalam artikel "PERNIKAHAN CAMPUR", di pernikahan-campur-vt2230.html#p12076
1. Apa maksud dari Mat 5:26?
26. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.
Apakah maksud rohani yang dikatakan Yesus (karena konteks perkataan Yesus diatasnya rasa2nya bersifat rohani daripada hal jasmani)?
Jawab :
Injil Matius ditujukan kepada orang Yahudi, di sana terdapat banyak istilah2 yang berlaku dalam budaya Yahudi yang tidak diberikan keterangannya, Tuhan Yesus menggunakan istilah "hutang" dalam Matius 5 ayat 26. DOSA ADALAH HUTANG dalam pola pikir semitik. Dosa tidak akan dapat diampuni tanpa ada harga yang dibayar. Selanjutnya silahkan baca keterangan di dosa-adalah-hutang-dalam-pola-pikir-semitik-vt1184.html
* Matius 5:25-26
5:25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.
5:26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.
Ayat 25-26 dalam kedua ayat ini Tuhan Yesus memberi suatu contoh tentang hal memelihara hubungan kasih dengan sesama. Apabila engkau mempunyai perkara dengan orang lain dan kemudian pergi bersama dia menghadap sang hakim, maka paling baik kalau dicoba mengadakan perdamaian di tengah jalan.
Sebab kalau perkara itu diteruskan, kita belum tentu tahu bahwa pihak kitalah nanti yang akan menang dalam pengadilan, bahkan perkaranya bisa menjadi2 dans emakin rumit. Banyak orang berpikir bahwa dirinya yang benar dan nanti pasti menang di pengadilan. Namun Yesus mengajarkan, selama masih ada dalam perjalanan (kehidupan kita di dunia) kita sudah bersedia mendamaikan diri kita dengan orang lain, jangan tunggu sampai menghadap Sang Hakim yang tertinggi di akhirat nanti.
Sebelumnya, Tuhan Yesus mengajar "membenci/ marah" kepada saudaranya juga termasuk membunuh:
* Matius 5:21-22a
5:21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
5:22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum;
Jangan sampai "dosa marah/ membenci" ini disimpan berlarut-larut sampai kita menghadap Sang Hakim. Karena pada saat itu kita tidak akan dapat membela diri kita (membayar dosa/ hutang)
Apabila "penjara" melambangkan neraka, maka kemungkinan pelunasan tidak akan ada. Tuhan Yesus dalam kiasannya di ayat 26 memberitahukan secara implisit dosa yang disimpan akan mendatangkan hukuman yang kekal. Alkitab dengan jelas menyebutkan bahwa orang2 yang ada di neraka akan berada disana untuk selama-lamanya (Matius 25:41,46) sebab hutang mereka tidak mungkin terbayar.
Post subject: Re: Pengertian Ayat-ayat dalam Kitab Matius
Posted: Sat Feb 21, 2009 7:47 am
Tanya :
Quote:
02. Apa beda antara "fornication" dan "adultery" dalam Mat 5:32?
Meskipun dalam LAI tidak ada beda terjemah, tapi dalam KJV diterjemahkan:
32. But I say unto you, that whosoever shall put away his wife, saving for the cause of fornication, causeth her to commit adultery: and whosoever shall marry her that is divorced committeth adultery.
Apakah yang dimaksud sebagai "fornication" adalah percabulan diluar nikah seperti konteks orang yang making-love tapi tidak terikat pernikahan dengan orang lain, contohnya: seorang melakukan making love 5x dengan PSK, bukan berarti dia harus menikah seumur hidup dengan PSK pertama? sehingga Yesus memandanganya sebagai pengecualian yang boleh diceraikan, maksudnya putus hubungan sampai disitu (karena hanya berdasar nafsu)? Sedangkan "adultery" adalah penyelewengan setelah memiliki pasangan hidup yang sah? Bagaimana dengan makna dari bahasa aslinya?
Jawab :
* Matius 5:32
LAI TB, Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah (PERCABULAN/ berzinah, PORNEIA), ia menjadikan isterinya berzinah (SERONG/ menyeleweng/berzinah, MOIKHAÔ); dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah (SERONG/menyeleweng/ berzinah, MOIKHAÔ).
KJV, But I say unto you, That whosoever shall put away his wife, saving for the cause of fornication, causeth her to commit adultery: and whosoever shall marry her that is divorced committeth adultery.
TR, εγω δε λεγω υμιν οτι ος αν απολυση την γυναικα αυτου παρεκτος λογου πορνειας ποιει αυτην μοιχασθαι και ος εαν απολελυμενην γαμηση μοιχαται
Translit Interlinear-Indonesia, egô {Aku} de {tetapi} legô {berkata} humin {kepadamu} hoti {bahwa} hos an {siapa yang} apolusê {menceraikan} tên gunaika {istri} autou {-nya} parektos {kecuali} logou {alas an/ persoalan} porneias {PERCABULAN/ berzinah/ } poiei {membuat} autên {dia (she)} moikhasthai {SERONG/menyeleweng/ berzinah} kai {dan} hos ean {siapa yang} apolelumenên {(perempuan yang) dicerai} gamêsê {menikahi} moikhatai {ia SERONG/menyeleweng/ berzinah}
Translit Interlinear-Inggris, egô {I} de {BUT} legô {SAY} humin {TO YOU} hoti {THAT} hos an {WHOEVER} apolusê {SHALL PUT AWAY} tên gunaika autou {HIS WIFE} parektos {EXCEPT} logou {ON ACCOUNT} porneias {OF FORNICATION} poiei {CAUSES} autên {HER} moikhasthai {TO COMMIT ADULTERY} kai {AND} hos ean {WHOEVER} apolelumenên {THE WOMAN WHO HAS BEEN PUT AWAY} gamêsê {SHALL MARRY} moikhatai {COMMITS ADULTERY}
Bandingkan :
* Matius 19:9
LAI TB, Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah (PERCABULAN/ berzinah, PORNEIA), lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah (SERONG/menyeleweng/ berzinah, MOIKHAÔ)."
KJV, And I say unto you, Whosoever shall put away his wife, except it be for fornication, and shall marry another, committeth adultery: and whoso marrieth her which is put away doth commit adultery.
TR, λεγω δε υμιν οτι ος αν απολυση την γυναικα αυτου ει μη επι πορνεια και γαμηση αλλην μοιχαται και ο απολελυμενην γαμησας μοιχαται
Translit Interlinear-Indonesia, legô {Aku berkata} de {tetapi} humin {kepadamu} hoti {bahwa} hos an {siapa yang} apolusê {menceraikan} tên gunaika {istri} autou {-nya} ei mê {kecuali} epi {karena} porneia {PERCABULAN/ berzinah} kai {dan} gamêsê {menikahi} allên {(perempuan) lain} moikhatai {ia SERONG/menyeleweng/ berzinah} kai {dan} ho apolelumenên {(perempuan yang) dicerai} gamêsas {menikahi} moikhatai {ia SERONG/menyeleweng/ berzinah}
Translit Interlinear-Indonesia, legô {I SAY} de {BUT} humin {TO YOU} hoti {THAT} hos an {WHOEVER apolusê {SHALL PUT AWAY} tên gunaika autou {HIS WIFE} ei mê {NOT} epi {FOR} porneia {FORNICATION} kai {AND} gamêsê {SHALL MARRY} allên {ANOTHER (woman)} moikhatai {COMMITS ADULTERY} kai {AND} ho apolelumenên {THE WOMAN [THAT IS] PUT AWAY} gamêsas {MARRIES} moikhatai {COMMITS ADULTERY}
Kata yang diterjemahkan "fornication" diatas adalah berasal dari kata Yunani πορνεια – "PORNEIA", yaitu kata darimana kita mengenal kata "porno".
πορνεια – "PORNEIA", menurut leksikon Yunani adalah :
1) illicit sexual intercourse
a) adultery, fornication, homosexuality, lesbianism, intercourse with animals etc.
b) sexual intercourse with close relatives; Lev. 18
c) sexual intercourse with a divorced man or woman; Mk. 10:11,12
2) metaph. the worship of idols
a) of the defilement of idolatry, as incurred by eating the sacrifices offered to idols
Kata yang diterjemahkan "Adultery" berasal dari kata Yunani μοιχαω – "MOIKHAÔ", menurut leksikon Yunani adalah :
1) to have unlawful intercourse with another's wife, to commit adultery with
Lihat di
πορνεια – "PORNEIA" dan μοιχαω – "MOIKHAÔ" adalah kata yang mirip dan sama-sama mempunyai makna berzinah. Namun kata πορνεια – "PORNEIA" bermakna lebih luas yang menyangkut perzinahan hubungan seksual yang tidak senonoh heteroseksual, homoseksual, bestiality, dll.
Istilah πορνεια – "PORNEIA" juga bermakna metaforis untuk menggambarkan "perzinahan rohani" menyembah berhala/ ilah-ilah.
Makna dari PERCERAIAN : "kecuali" Karena Zinah dalam ayat di atas, dijelaskan di perceraian-kecuali-karena-zinah-matius-19-9-vt2169.html
Post subject: Re: Pengertian Ayat-ayat dalam Kitab Matius
Posted: Sat Feb 21, 2009 8:18 am
Tanya :
Quote:
03. Apa yang dimaksud dalam Mat 7:6
6. "Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."
Blank sama sekali mengenai ini, maksudnya konteks rohani apa ya ini? siapa anjing dan babi? dengan bagaimana mereka mengoyak kita? dan kenapa tiba2 Yesus berkata hal yang kelihatannya aneh dan ga nyambung dengan topik sebelumnya yang berdekatan, bahkan juga kurang nyambung rasanya (perasaanku aja) dengan topik sesudahnya?
Jawab :
* Matius 7:6
LAI TB, Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.
KJV, Give not that which is holy unto the dogs, neither cast ye your pearls before swine, lest they trample them under their feet, and turn again and rend you.
TR, μη δωτε το αγιον τοις κυσιν μηδε βαλητε τους μαργαριτας υμων εμπροσθεν των χοιρων μηποτε καταπατησωσιν αυτους εν τοις ποσιν αυτων και στραφεντες ρηξωσιν υμας
Translit, mê {jangan} dôte {memberikan} to hagion {barang kudus} tois kusin {kepada anjing-anjing} mêde {juga jangan} balête {melemparkan} tous margaritas {mutiara-mutiara} humôn {mu} emprosthen {di depan} tôn khoirôn {babi-babi} mêpote {supaya jangan} katapatêsôsin {mereka menginjak-injak} autous {mereka} en {dengan} tois posin {kaki-kaki} autôn {mereka} kai {dan} straphentes {berbalik} rêxôsin {mengoyak} humas {kamu}
Susunan kalimat perkataan ini nampaknya silang. Babi akan menginjak-injak mutiara itu dengan kakinya dan anjing yang akan berbalik dan menggigit tangan yang memberinya makan, sekalipun diberikan daging 'kudus'
Pengertian umum tentang perkataan ini jelas, yaitu : nilai suatu barang, kesempatan khusus, partisipasi dalam hal-hal sakral jangan ditawarkan kepada mereka yang tidak mampu menghargainya.
Mutiara adalah sesuatu yang indah dan berharga bagi banyak orang – Yesus sendiri dalam salah satu perumpamaan membandingkan Kerajaan Allah dengan sebuah mutiara yang sangat berharga :
* Matius 13:45-46
13:45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
13:46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."
Tetapi babi-babi tidak akan mengerti nilai dari mutiara, dan seekor anjing tidak mengerti "daging kudus" (dari hewan yang dikorbankan) yang mempunyai nilai religi yang melampaui nilai makanan dari jemaat yang mempersembahkan "korban-perdamaian".
Seekor anjing tak dapat membedakan antara makanan (sajian) yang dipersembahkan sebagai korban (di Bait Allah), dengan makanan yang mereka perebutkan di jalanan. Mereka tidak merasa harus berterima kasih jika diberikan "daging kudus" lebih dari jika diberikan daging biasa.
"Barang kudus" dan "mutiara" dalam ayat ini merupakan gambaran untuk "Injil Kudus". Orang Yahudi biasanya memperbandingkan kata-kata yang berhikmat dengan mutiara, dan hikmat yang tertinggi benar ada dalam Injil Kristus. Tetapi siapa yang dimaksudkan sebagai anjing dan babi?
Memang, orang Yahudi mempergunakan sebutan "anjing atau babi" itu untuk bangsa-bangsa kafir (non-Yahudi). Tetapi tentu saja apa yang dimaksud dalam Matius ini bermaksud bahwa Injil harus diberitakan kepada semua orang termasuk bangsa-bangsa kafir (Matius 28:19). Jadi, disini arti "anjing atau babi" yang dimaksud adalah orang yang sama sekali tidak mau mengerti Injil Kristus serta memusuhi Injil itu dengan keras dan mengejek Injil itu.
Kadang-kadang orang Kristen yang bertemu dengan orang semacam itu pada akhirnya harus berhenti berbicara tentang Injil, supaya Injil tentang Kristus jangan semakin diejek. Murid-murid Kristus harus juga berpikir secara arif dan jangan selalu mengira bahwa mengabarkan Injil secara rajin akan selalu diterima dengan hati yang terbuka oleh setiap orang. Kadang-kadang ada penolakan bahkan perlawanan, dalam menghadapi kemacetan seperti ini maka ada satu jalan yang tinggal, yaitu mendoakan orang yang keras-hati ini, supaya Roh Kudus bekerja dalam hati mereka supaya Tuhan mendatangkan peristiwa-peristiwa dalam kehidupan mereka yang mungkin membukakan hati mereka.
Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar